BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 59


__ADS_3

Kerenza sudah bisa kembali ke rumah, karena memang diriinya sendiri yang memakasa untuk kembali, dia tidak bisa tenang sebelum bisa menemukan dan mendengarb kabar suaminya.


Dan saat ini, mereka berada di markas, dan semua anggota juga sudah stay menunggu pimpinan mereka berdasarkan instruksi daru Hibert jika mereka akan memuai pencarian ekstra terhadapa Brillo dan Gilmax yang sampai kini tidak memberi mereka kabar.


"Kerenza sendiri tidak memikirkan tubuhnya yang belum pulih, tapi yang dia pikirkan adalah suaminya "bagaiaman pencarianmu Hiebert!" tanya Kerenza dengan wajah dinginnya.


Aura gelap kembali terlihat di wajah Helena setelah menghilang sejak mengetahui sumijya masih hidup dan kini aura itu kembali dan bahkan jauh lebih gelap dari sebelumnya.


"Kami sudah belum menemukannya keberadaan mereka Keren tapi kami menemukan pilotnya, dan sekarang sedang berada di ruang tahanan.


Kerenza menyerngit mendengar penuturan Hiebert, pikirannya belum bisa memahami maksud dari perkataan itu, kenapa pilot Jet suaminya malah tempatkan di ruangan tahanan sementara dia berada dalam kecelakaan dan sudah pasti keadaanya tidak baik baik saja.


"Kenapa kau malah membawanya di sana? kenapa tidak mengobati lukanya dulu?"


"Karena aku mendapatkan hal yang mencurigakan Keren"


Kembali Kerenza mengerutkan keningnya mendengar perkataan Hiebert yang selalu saja gantung "jangan menggantung perjataanmu Hiebert! sangat menjengkelkan!" ketus Kerenza.


"Dia lari saat kami menemukanya, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu Keren, sehingga aku memutuskan untuk membawanya kesana, tapi kau tenang saja aku sudah mengobati lukanya"


"Dimana Kaisar dan Catline"


Kerenza bertanya karena tidak menemukan kedua orang itu, entah kemana perginya mereja tapi yang pasti dia yakini jika salah satu di antara mereka ada yang menyembunyikan sesuatu.


"Kaisar sedang menuji kamari sedangkan Catline sedang ada urusan" jawab Hiebert.


Kerenza langsung berdiri dan melangkah menuju ruang tahanan, dia ingin mengetahui pilot Jet suaminya serta mencaru tau kebenaran dari perkataan Hiebert.


Kerenza berdiri dengan angkuhnya setelah sampai di hadapan pilot itu matanya tajam msaat mendapati pilot tersebut masih selamat bahkan tidak begitu banyak luka di tubuhnya.


"Siram dia!" titah Kerenza.


Byurrrrr


Pilot tersebut bangun dengan nafas yang tersengal, "Hei apa yang kalian lakukan!" teriaknya karena belum menyadari adanya Kernza disana.


"Nona muda Alana" seru pilot.


"Siapa namamu!" tanya Kerenza dengan tatapan tajam.


Pilot itu menelan ludahnya kepayahan, baru kali ini dia melihay langsung bagaimana wujut Kerenza istri dari tuan mudanya ternyata tidak ada bedanya dan mereka sama sama mengerikan walau hanya tatapan saja sudah bisa mengintimidasi orang lain.


"E Erick nona muda" jawabnya kepayahan.


"Dimana suamiku!".


"Sa saya tidak tau nonq muda, karena masing masing menyelamatkan diri" jawab Erick.


"Dan suamiku selamat?"


"Ti tidak tau nona!" jawab Erick penuh ketakutan.

__ADS_1


Kerenza mengulurkan tangannya di samping seperti meminta sesuatu, "benda kesukaanku!" pinta Kerenza.


Dengan sigap pengawalnya memberikan apa yang diinginkan nona muda mereka, mereka sudah menghafal betul bagaimana watak Kerenza jika sudah menyangkut musuhnya.


"Kau tau pisau cukur ini?" tanya Kerenza "sudah lama aku tidak memegang benda ini, sudah lama pisau ini menguliti tubuh seseorang, rasanya benar benar merindukan benda kesayanganku ini" ucap Kerenza.


Di berjalan memutari tubuh Erick, dan memainkan pisau cukur yang konon itu adalah benda kesayangannya "hmmm sepertinya ini kurang tajam" ucap Kerenza dengan meneliti pisaunya tepat dihadapan Erick.


Lagi lagi Erick menelan ludahnya kepayahan, melihat nona mudanya seperti pyschopat yang haus akan darah dan suara teriakan kesakitan dari mulut seseorang.


"Katakan diamana suamiku"


"Aku tidak tau nona Alana, sungguh aku juga tidak tau karena aku berusaha menyelematakn diriku" jawab Erick.


"Sungguh kau tidak tau?" tanya Kerenza yang langsung mendapat anggukan dari Erick.


"Baiklah anggap kau tidak tau keberadaan suamiku tapi kau pasti tau bukan siapa yang sudah menyuruhmu?"


Erick sangat terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari Kerenza, sesuatu yang dia takutkan terjadi juga, Kerenza Alana tidak bisa di tipu dengan apapun, dia terlalu jeli dalam menilai situasi dan tindakan seseorang.


"Ap apa maksudmu nona muda? aku tidak mengerti?" tanya Erick masih berpura pura tidak mengerti.


"Ohhhh kau tidam mengerti ya? baiklah bisa pisau cukurku ini yang menjawab semuanya" jawab Merenza dan langsung menancapkan pisau itu di pergelangan Erick.


"Akhhhhh sakit nona.....!"


Erick menjerit saat pisau itu menyentuh kulitnya dan lagi bukan hanya sekedar leeat tapi Kerenza mengobrak abrik lengannya hingga menimbulkan kesakitan yang luar bisa bagi Erick.


Sepertinya jika iblis wanita itu kembali lagi menguasai dirinya, dan pemicunya adalah suaminya. Ya, hanya suami dan orang tuanya yang bisa membuat dia bisa menjelma menjadi seorang malaikat maut pencabut nyawa orang orang yang berani mengganggu orang orang tercintanya.


"Sakit nona muda, aku mohon ampuni aku nona, ampuni aku!" mohon Erick bersimuh di hadapan Kerenza.


"Tidak ada ampUn bagi seorang pendosa!" ucap Kerenza "jika Tuhan mengampuni tapi aku tidak bisa memberi pengampunan bagi siapa pun yang berani mengusik hidupku apalagi sampai berani mencelakai nyawa orang orang terkasihku!" bentak Kerenza.


"Mohon ampuni aku nona Alana! aku terpaksa melakukan ini! aku, aku hanya ingin menyelamatkam keluargaku dan aku di butakan dengan materi yang menggiurkan saat ditawarkan padaku" ucap Erick masih bersimpuh di kaki Kerenza.


"Kau ingin aku memberimu pengampunan?" tanya Kerenza.


"Benar nona, mohon beri aku pengampunan" pinta Erick.


"Maka katakan siapa yang membayarmu!"


Glek


Kembali Erick menelan ludahnya kepayahan, tidak tau harus mengatakan atau tidak, di barada di pilihan yang sulit anara hidupnya atau nyawa keluarganya yang harus di selamatkan.


"Maaf nona, jangan memberiku pilihan nona, aku tidak bisa memilih" ucap Erick.


"Baik tidak masalah, maka pilihanmu aku yang akan tentukam" ucap Kerenza dan kembali lagi menggoreskan pisau itu hingga kulit Erick terjatuh ke lantai.


"Akhhhhh.....!"

__ADS_1


Erick berteriak mendapati kembali sakit akibat benda tajam itu ditambah dengan kulitnya yang sudah tidak berada di tubuhnya lagi"


Kerenza ingin lagi menancapkam mata pisau pada kulit wajah Erick tapi bunyi ponsel milik pria itu menghentikam kegaatan Kerenza.


"Atur nafasmu dan ingat jangan sampai kau mengatakan apapun, atau aku akan membantaj semja anggota keluargamu!" kata Kerenza dengan penuh penekanan.


Erick hanya bisa menganggukan kepalnya karena tidak sanggup berkata kata, nafasnya masib tersengal merasakan pisau yang menyentuk kulitnua tadi.


"Jawab panggilannya dan kau harus membuta dia bicara padamu selama liam menit" ucap Kerenza


"Dan kaj ikuti apa yang aku katakan padamu" ucap Hiebert yang lagi lagi hanya bisa mengangguk.


"Hallo Nyonya" jawab Erick setelah nafasnya kembali teratur.


"Kenapa kau belum memberiku kabar?" tanya seseorang dari sebrang sana.


"Maaf Nyonya, aku harus mengobati lukaku dulu dan memastikan keadaan aman barulah aku akan memberimu kabar" jawab Erick sesuai dengan instruksi dari Hiebert.


"Sudah katakan saja bagaimana hasilnya!" sentak orang itu.


"Terus ajak bicara dan tanyakan dimana kekuargamu" bisik Hiebert.


Sementara Kerenza masih berusaha meretas pemilik nomor tersebut dan melacak keberadaanya dimana.


"Katakan dulu dimana kekuargaku?"


"Jangan melawanku Erick, atau aku akan melenyapkan istri dan anakmu ini!" bentaknya.


"Jika kau berani maka jangan salahkan aku jika Nona muda Alana menghabisimu!" ancam Erick yang lagi lagi sesaui instruksi Hiebert.


"Jangan mengacamku!"


"Tidak Nyonya tapi aku hanya ingin mencarj keuntungan sama seperti dirimu!".


"Kurang ajar kau!" bentaknya, " ya baiklah akh akan mengatakannya, keluargamu ada di rumah tua tidak jauh dari kediamanmu" jawabnya.


"Informasinya adalah tuan muda Brillo sudah tiada" jawab Erick enteng sesuai perkatan Kerenza kali ini.


"Aku sudah mendapatkanmu!" ucap Kerenza dengan senyum iblisnya.


"Nona Alana, bisakah kau menyelamatkan keluargaku?" mohon Erick, "tidak masalah jika nyawaku menjadi jaminannya"


"Hiebert, perintahkan anggotamu untuk menyelamatkan keluarganya!" titah Kerenza "dan kau! akan tetap berada disini hingga suamiku kembali" ucap Kerenza.


"Terimakasih nona muda, bahkan jika kau ambil nyawaku sekarang maka aku siap asalkan keluargaku selamat."


Kerenza tidak menanggapi lagi, tapi kakinya melangkah keluar dan di ikuti Hiebert berjalan di belakang Kerenza.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2