BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 48


__ADS_3

"Aku tunggu kabar baik darimu" ucapnya dengan senyum liciknya.


"Tentu saja tuan, kita akan melakukan pertemuan dengannya dan aku sendiri yang akan memantau kali ini, agar kita tidak kecolongan lagi"


"Bagiamana si bod*h itu?"


"Sepertinya kita sudah tidak bisa mengandalkan mereka untuk menghabisi nona Alana, tapi mungkin untuk menjadi informan saja bagi kita" jawabnya.


"Kau benar. Kita masih membutuhkan mereka untuk memberi informasi bagi kita."


Di rumah sakit, Kerenza berada dalam ruangan Mattew dan menatap pria itu yang seolah tidak merasa sakit sedikitpun karena kini Mattew sedang berkutay dengan komputernya.


Mattew pun berada disana tapi dia disibukkan dengan pekerjaanya yang menumpuk karena akhir akhir ini dia seringa menghabiskan waktunya menangani masalah yang belum selesai ini.


"Apa kau tidak merasa sakit Matt?"


"Tidak nona, karena aku harus mencari tau siapa dia" jawab Mattew tanpa mengalihkan pandangannya.


"Baiklah tapi aku merasa dia sengaja memutus rem mobil milliku dan Brillo" duga Kerenza.


"Tentu dia sengaja tapi dia sangat pintar karena lebih dulu menyabotase CCTV kita" saut Mattew.


"Jadi bagaimana?"


"Nona lupa atau pura pura lupa" tanya Mattew dengan seringai liciknya.


"Apa maksudmu Matt?"


Kerenza mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Mattew, melihat seringai di bibir Mattew membuat Kerenza memikirkan sesuatu.


"Apa yang kau tau Mattew!" tegas Kerenza.


"Aku tau jalan rahasia itu nona, dan aku tau jika kau sudah memasang CCTV disana tapi hingga kini nona Kerenza belum memantaunya"


Kerenza terkejut mendengar perkataan Mattew dia baru mengingat jika dirinya sudah memasang alat perekan di beberapa sudut disana tempo hari.


"Aku sudah meretas CCTV yang nona tempatkan disana tapi nona kurang startegis dalam peletakannya"


"Lalu"


"Hanya bibi Caroline yang sering melewati itu dan perkara penyusup itu tidak terlihat dan aku yakin itu bukanlah Caroline jika kita menduga dia seorang wanita".


"Kenapa kau tidak mengatakannya love jika kau sudah memasang alat perekam disana?" tanya Brillo yang kini menghentikan aktifitasnya.


"Aku saja lupa bagaimana aku beri tau dirimu!" ketus Kerenza.


Brillo terkekeh mendengar pengakuan istrinya


"lalu apa selanjutnya?" tanya Brillo.


"Aku ingin memasang kembali tuan muda dan tempatnya akan saya pindahkan"


"Maka kerjakan! dan apapun yang menjadi informasi yang kau tau, maka sampaikan padaku karena aku yang akan mengambil alih semua pekerjaan Alana".


"Hei apa apaan kau ini!" sentak Kerenza " kau tidak bisa seenaknya mengaturku"


"Kenapa tidak? aku adalah kekasihmu dan aku berhak padamu!" tegas Brillo " fokuslah padaku love dan kelak jika kau mengandung" ucap Brillo membelai pipi Kerenza lembut dan menciumnya.

__ADS_1


" Ehmm"


Mattew berdehem untuk menghentikan kegiatan pasangan yang ingin bermesraan itu, dia tidak mau jiwa jomblonya meronta karena melihat adegan itu.


"Ck, kau mengganggu saja!" gerutu Brillo.


"Jika mau bermesraan maka cari tempat lain tuan muda karena ini rumah sakit" ucap Mattew sopan tapi penuh sindiran.


"Sia**n kau!" umpat Brillo.


"Tuan kami datang"


Gilmax datang menerobos masuk dan menyela pembicaraan antara ketiganya yang menurut dirinya tidak berfaedah itu.


"Dari mana saja kalian!" ketus Brillo.


"Menemui korban kecelakan itu tuan muda" jawab Hiebert.


"Lalu mana dia? apa kalian sudah menginterogasinya?" tanya Brillo.


"Sudah tuan muda ternyata dia hanya dua wanita yang mau memulai kehidupan di kota kita tapi belum memiliki tempat tinggal".


"Apa kau yakin Hiebert?" tanya Kerenza yang masih belum yakin.


"Benar nona muda dan saya sudah memastikan hal itu" jawabnya mantap.


"Baiklah, lalu apa rencanamu?" tanya Kerenza.


"Kami ingin meminta persetujan nona dan tuan muda agar bisa menampung mereka dan memberi mereka pekerjaan" jawab Gilmax.


"Tunjukan dimana mereka" kata Brillo.


Brillo sangat peka, dia sangat tau karakter kedua orang kepercayaannya ini, mereka tidak akan mengambil keputusan tanpa pertimbangan.


Dan kali ini dia pun yakin jika Gilmax dan Hiebert memiliki tujuan tertentu kenapa meminta wanita wanita itu bekerja dengan mereka.


"Masuklah!" titah Gilmax dengan suara bertanya.


Kedua wanita yang di maksud Gilmax memasuki ruangan Mattew dan berdiri didepan pasangan itu.


"Katakan siapa nama kalian" titah Gilamax.


"Saya Maydelien tuan dan nona muda" jawab salah satu.


"Saya Elsa" jawab yang satunya.


"Baiklah kalian biaa bekerja membantu asusten rumah kami" putus Brillo.


"Brillo! bagaimana bisa kau menerimanya dengan mudah!" sentak Kerenza.


"Karena aku yakin akan pilihan mereka" jawab Brillo yakin.


"Ck, sekarang kau sudah mengatur semua kehidupanku!" ketus Kerenza.


"Karena aku berhak jika kau lupa" ucap Brillo "Dan kalian, mulai sekarang akan bekerja di kediaman kekasihku dan pergilah dari sini" ucap Brillo pada ke dua wanita itu.


"Sebentar!"

__ADS_1


Kerenza mencegah saat melihat kedua wanita itu hendak berbalik " Kalian tidak bisa pergi begitu saja" ucap Kerenza.


"Kenapa lagi love"


"Aku ada urusan dengan mereka." jawab Kerenza acuh.


"Baiklah dan aku juga ada urusan dengan mereka berdua".


Brillo menunjuk Hiebert dan Gilmax bergantian, kemudia berjalan keluar dengan gaya angkuhnya diikuti kedua orang yang di maksud.


"Jelaskan padaku!" titah Brillo saat mereka sudah berada dalam satu ruangan sepi.


"Apa yang harus kami jelaskan tuan muda?" tanya Gilmax pura pura tidak mengerti.


"Jangan berpura pura bod*h ADAM!" ucap Brillo penuh penekanan yang sudah menyebut nama asli asistennya itu.


"Ck tuan selalu saja tau" decak Gilmax.


"Aku selalu tau sikapmu Adam! jadi beri tau aku rencanamu"


Akhirnya Gilmax mengatakan apa yang menjadi rencananya dengan memempatakan kedua wanita itu di kediaman Kerenza.


"Kenapa kita tidak mengeksekusi dirinya saja?" geram Brillo yang mendengar bahwa ternyata Caroline dibalik semua ini dan perkara siapa yang menjadi suruhannya belum mereka ketahui.


"Aku mau mengetahui alasannya dulu tuan, karena aku yakin ini bukan hanya perkara uang saja" jawab Hiebert.


"Ku serahkan semua pada kalian, aku yakin kalian bisa melakukan semuanya" ucap Brillo


"Aku tidak bisa tenang jika belum menemukannya" lanjutanya.


"Tuan ada informasi" ucap Gilmax yang baru saja menerima pesan dari anak buanhnya.


"Katakan"


"Dinel Xiau akan kembali besok pagi"


"Bagus, siapkan semuanya dan suruh salah seorang supir menjemputnya" ucap Brillo dengan seringai liciknya.


" Baik tuan, pasti akan saya laksanakan"


Ting ting


Sebuah pesan masuk dalam ponsel Brillo dan ternyata pesan itu adalah dari Dinel.


"Aku akan kembali besok pagi tuan Jokson,"


Pesan singkat dari Dinel membuat pria itu menyunggingkan senyum liciknya sepertinya rencana mereka akan segera di mulai.


"Kau tau, aku rasa ini akan sangat mudah!" ucap Brillo menunjukan ponselnya.


"Sepertinya ini akan sangat mudah tuan muda"


"Tentu"


Mereka kembali ke dalam ruangan melihat apa yang di lakukan oleh Kerenza terhadap kedua wanita itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2