BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapeter 46


__ADS_3

Mereka berada di ruang tengah, tidak yang tidur lagi setelah kejadian. Fokus mereka hanya pada siapa pelaku yang sudah berani menggangu mereka.


Langkah kaki mengalihkan perhatian mereka, melihat siapa yang baru saja datang dari pintu utama dan ternyata dia adalah Kaisar yang baru saja datang entah dari mana.


Pakaian dengan jaket tebal, sarung tangan dengan tangan yang menenteng kantung kresek.


"Ada apa ini?" tanya Kaisar mengerutkan keningnya " kenapa berkumpul disini? apa sesuatu telah terjadi?" beberapa pertanyaan Kaisar lontarkan melihat situasi yang sedikit tegang.


"Dari mana kau!"


Brillo bertanya dengan intonasi yang sangat berat, wajahnya datar tanpa ekpresi tapi tatapannya tajam memandang netra Kaisar yang berhenti dari jarak meter dari tempat mereka.


"Aku? dari mana? aku keluar membeli ini" jawab Kaisar santai.


Hiebert mendekat ke arah Kaisar dan berhenti tepat dia hadapan Kaisar " kenapa kau pergi selarut ini? apa kau tidak bisa menunda sampai besok pagi keluarnya!"


Hiebert berntanya dengan tatapan tajamnya, tapi itu tidak membuat Kisar takut atau pun merasa terintimasi.


"Aku keluar karena aku membutuhkan barangnya sekarang juga, lalu apa aku harus menunggu besok? lagi pula apa yang sudah terjadi katakan padaku!"


"Seseorang menyelinap masuk kemari, dan sialnya CCTV sudah mereka manipulasi"


Kaisar mengerutkan keningnya,"Bagiamana bisa itu terjadi? kenapa ada yabg berani menyelinap masuk kemari"


"Itulah yang ingin aku tanyakan, kenapa tepat saat kau keluar orang lain menyelinap masuk kemari!"


Terdengar ucapan tegas dari orang lain yang ada disana, dan orang itu adalah Brillo Jokson yang sedari tadi menatap Kaisar dengan tatapan tajamnya.


Mungkin bisa di katakan jika Brillo menjadikan Kaisar tersangka utama dalam kasus ini.


"Aku tidak tau masalah itu tuan Jokson, dan jika kau bertanya seperti itu maka aku tegaskan jika bukan aku lag pelakunya!" ucap Kaisar dengan lantang.


"Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?" tanya Brillo dengan alis terangkat ke atas.


"Karena semua orang bisa memahami arah pertanyaanmu tuan muda, bahkan orang bodoh sekalipun bisa tau jika anda sedang mencurigai hanya karena suatu kebetulan yang bertepatan" jawab Kaisar tanpa ragu sedikitpun.


Mereka semua diam, bahkan Brillo tidak lagi melanjutkan perkataanya karena memang benar yang di katakan Kaisar bahwa dia sedang mencurigai pria yang baru saja tiba itu entah dari mana.


" Sudah hentikan! semua bubar, aku merasa aku sudah mengetahui siapa dia, dan aku harap dia tidak menyesal karena sudah menghianatiku!" ucap Kerenza tegas.


"Love jika kau sudah tau, maka kau eksekusi saja orangnya sekarang juga!" pinta Brillo


"Benar nona, kenapa kita harus menunggu lebih lama? itu hanya akan menjadi bomerang bagi kita nanti" timpal Mattew yang merasa setuju dengan perkataan Tuan Jokson.

__ADS_1


"Tidak! aku harus bicara empat mata denganya dulu!" Jawab Kerenza.


"Siapa yang kamu maksud Keren?" tanya Kaisar.


"Kau pasti tau siapa yang kau maksus" jawab Kerenza tegas.


"Silahkan bubar!" titah Kerenza yang di ikuti oleh semuanya.


Kaisar sudah berada dikamarnya dan mendapatu Catline yang susah terlelap dalam tidurnya, Kaisar membersihkan dirinya dan kemudian kembali keluar untuk menenangkan pikirnnya.


Kaisar sudab berada di salah satu ruangan yang bisa menikmati indahnya dan bisa merasakan sejukanya angin malam yang sebentar lagi akan tergantikan dengan fajar.


Ditemani beberapa botol minuman, dan satu bungkus rokok yang sudah beberapa batang terhisap dan berakhir menjadi asap yang keluar dari mulutnya.


"Bisa aku bergabung denganmu?" Tanya Kaisar setelah Setengah jam Kaisar berada disana.


"Kau? kenapa belum tidur?" tanya Kaisar tanpa mengalihkan pandangnya dari depan.


"Aku tidak bisa tidur" jawab Kerenza kemudian duduk di sebelah Kaisar dengan meja yang menjadi pembatas mereka.


"Kenapa? apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Kaisar yang kini manatap Kerenza.


"Iya! ada banyak pertanyaan yang berputar dalam pikiranku dan itu sungguh sangat mengganguku" jawab Kerenza.


"Apa kau mau mengetahui apa yang menggangu pikiranku sekarang ini?"


Krenza bertanya dan menatap Kaisar dengan lekat, tidak tau apa yang sedang di pikirkan oleh gadis itu, yang jelas saat ini pandanganya tidak teralihkan dari Kaisar.


" Tentu. Bukankah dulu kita selalu terbuka.?" tanya Kaisar.


" Benar! kamu benar sekali" jawab Kerenza.


"Lalu"


" Lalu kenapa kau tidak jujur dan malah menipiku!"


Kerenza menatap Kaisar dengan lekat setelah berkata demikian.


"Apa maksudmu Keren?"


"Maksudku, kenapa kau berbohog padaku?"


"Aku tidak merasa membohongi Keren, sama sekali tidak!"

__ADS_1


"Kau bohong padaku Kaisar!" bentak Kerenza.


"Apa maksudmu?"


Kisar mengertukan keningnya pertanda dia tidak paham akan maksuda dari wanita yang ada didepannya ini.


"Kenapa kau menipuku dengan mengatakah keluar untuk membeli keperluanmu sememtara aku tau jelas jika kau sedang menolong orang itu, atau bisa dikatakan kau lah orang yang di maksud pengawal itu."


Kaisar memandang lekat ke arah Kerenza tidak langsung menjawab atau menyanggah, tapi yan pasti saat ini raut wajahnya menggambrkan kebimbangan.


"Aku tidak menyangka jika kau meragukan setelah sekian tahun bersama, tapi lebih percaya dia pria yang baru kau kenal setelah kembali kemari."


Kaisar berkata dengan tatapan kecewa pada Kerenza yang sudah mencurigainya secara terang terangan.


"Tidak! aku tidak menuduhmu karena aku bagaimana dirimu, hanya kenapa kamu melindunginya?"


Kerenza tidak bicara tentang Kaisar, dia bicara tentang seseorang yang bisa di katakan berharga bagi Kaisar.


"Aku tidak mengerti Keren arah pembicaraanmu"


"Jangan merasa bodoh Kaisar! aku tau kau mengerti siapa yang aku maksud."


"Aku tidak merasa bodoh tapi aku memang tidak mengerti! dan lagi jika memang aku melindungi seseorang maka aku hanya melakukan tugasku!" tegas Kaisar.


"Meski itu membahayakan nyawaku Kaisar?" lirih Kerenza.


Kaisar menatap Kerenza dengan lekat, dia melihat jelas ada raut kesedihan Kerenza, mungkin dia sudah keterlaluan yang secada tidak langsung mengorbankan Kerenza untuk melingdungi seseirang yang belum jelas tujuannya.


"Sudahlah Kerenza, kau jangan memikirkan banyak hal! yang pasti aku tidak menghianatimu dan aku ingin menyelidik sendiri masalah dalang dari semua ini" jelas Kisar.


Kaisar berlalu pergi meninggalkan Kerenza yang masih disana, setelah berkata demikian dan Kaisar yang sempat mengelus lembut pipi Kerenza layaknha saudara perempuannya.


Meninggalkan Kerenza menuju kamar Catline yang ternyata tidak bisa tidur, dia sangat gelisah memikirkan banyak hal.


Menikirkan nasib Kerenza dan Brillo jika terluka, memikirkan bagaiman jika dia ketahuan, dan bagaimana jika Kerenza pada akhirnya kecewa padanya.


Catlien memjamkan matanya saat mendengar pintu kamarnya terbuka, dia sudah bisa menebak jika Kaisarlah pelakunya.


Sementara Kaisar sendiri bisa mengetahui jika Catline tidak benar benar tidur, terlihat dari bahas tubuhnya yang seperti gelisah dan nafasnya yang tidak menunjukan dirinya sedang pulas dalam tidurnya.


Tapi Kaisar membiarkan saja, dan bergeran naik ke atas kasur merebahkan diri di samping Catline dan memeluknya dengab erat.


TBC

__ADS_1


__ADS_2