
"Gilmax dan Jenn sudah selesai dan kini keduanya akan kembali membicarakan kelanjutan hubungan mereka dan apa saja yanh harus dilakukan oleh Jenn untuk bisa jadi kekasih Gilmax, "jadi apa yang akan ku lakukan untuknu sayang?"
"Mudah saja, kau tinggal menghianati Alex" jawabnya.
"Apa maksudmu, aku tidak paham"
"Aku ingin menghancurkan karirnya yang busuk itu, dan aku mau kau cari bukti kejahatannya apa pun itu dapatkan untukku"
"Maksudmu aku harus mencari bukti kejahatan yang dia miliki?"
"Yes, dan kau harus berada terus di dekatnya dan sadap apa pun pembicaraan mereka, kau tau kan siapa mereka?"tanya Gilmax yang di jawab gelengan oleh Jenn.
" Robert Hans!"
"Jadi aku harus memata matai mereka berdua sayang?"
"Yes, pekerjaan mudah bukan?"
"Yeah, sangat mudah dan aku pastikan tidak akan lama kau akan mendapatkan kabar dariju"
"Kau memang yang terbaik sayang!" ucap Gilmax dan mel*at bibir Jenn tapi dengan cepat di tarik kembali saat tau Jenn membalas ciumannya.
"Biklah aku pergi dulu sayang"
"Ok sampai jumpa lagi" jawab Jenn dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya.
"Aku akan mendapatkan bukti itu sayang, agar kau tidak berpaling dariku" gumam Jenn setelah Gilmax pergi.
Di tempat lain, Keitaro sedang menyusun rencana untuk menyerang kubu Brillo, Keitaro sudah tidak bisa menahan diri lagi berlama lama dalam permainan itu, dia ibgin segera mengakhirinya dan menghabisi nyawa Brillo Jokson dengan memegal kepalanya dan istrinya akan dia habisi dan di berikan siksaan yang sama dengan yang di terima Keiji dulu.
Keitaro memimpin rapat, dia memanggil sisa anak buahnya yang masih berada di markan miliknya, dan setelah semua berkumpul, Keitaro kini berdiri di depan meja dengan fokus mata pada peta letak keberadaan kediaman Brillo hingga perusahaan, mereka berencana akan menyusup sebagai pengawal baik di kediaman Kerenza, perusahaan Kerenza maupun Brillo.
Dan satu satu nya cara untuk bisa menyusup adalah melenyapkan salah tau pengawal di titik yang sudah di tentukan dan targret utama mereka adalah orang orang yang bekerja khusus pengawal yang melayani Kerenza daj Brillo.
"Ingat! sasaran utama adalah pelayan pribadi mereka berdua, yang bertugas memenuhi kebutuhan keduanya agar memudahkan kita dalam menyekap mereka bedua" ucap Keitaro pada para bawahannya dan langsung di anggukan oleha mereka sebagai tanda mereka mengerti.
"Lakukan sekarang!"
Di perusahaan Robert, Max kembali datang dari Spanyol untuk menggantikan posisi ayahnya memimpin perusahaan untuk sementara karena alibi Robert yang sakit padahal itu hanya sebagai alasanahar dirinya bisa lebih leluasan memantia Keitaro dan juga target lainnya.
Alasan Robert memantau pergerakan Keitaro karena dia akan mengambil keuntungan dengan itu, dia akan menjadikan Keitaro sbagai kambing hitam dan dia yang akan menyandar Kerenza serta Brillo atau minimal salah satu ada yang mati di tangannya dan sasarannya adalah Kerenza.
Kenapa Kini Kerenza yang menjadi incaran Robert, karena Kerenza sedang mengandung anak Brillo sehingga dia merasa percuma menghabisi Brillo jika keturunanya masih hidup, itu sama sama akan menjadi ancaman baginua terusyama di masa depan.
"Rencana yang bagus, tapi sayang kalian akan sama sama mati dan aku yang akan memenangkan pertempuran" gumam Robert dengan senyum liciknya saat mendengar rencan renca yang di sampaikan Keitaro.
Jangan tanya bagaimana dia bisa tau daa dengar rencana itu, sudah pasti gaya klasik Robert adalah pengadap. Robert sudah melakukan alat penyadap di tubuh Keitaro pada saat wanita baru Robert melayani Keitaro dn kesempatan di ambil dengan wanita itu yang menjadi jembatanya.
"Daddy" seru Max.
"Kau sudah datang boy?"
"Yeah, dan bagaiamana keadaanmu dad? kau baik? lebih baik daddy istrahat biar aku yang mengurus semuanya?" ucap Max.
"Thank you boy! kau selalu bisa daddy andalkan" ucap Robert lalu bangkit berdiri dan berlajan keluar dari ruangan.
Tujuannya saat ini adalah marksanya, dengan di antar oleh Alex mereka keluar tap baru sampai di lobi, Jenn mencegat mereka.
__ADS_1
"Tuan besar, tuan Alex kenapa mau keluar? ada rapatkah?"
"Tidak ada dan jangan banyak bertanya!" tegas Alex.
Jenn merasa sedikit takut, tapi mengingat misinya Jenn harus memberanikan dirinya untuk mendapatkan bukti kejahatan Alex, karena dia pun sebenarnya sudah muak untuk melayani pria itu, sehingga saat mendengar Gilmax yang ingin menghancurkan Alex dengan senang hati Jenn akan membantu.
"Baiklah" jawab Jenn kemudian berinjit dan mengecup bibir Alex lalu berbisik, "kapan kau kembali? cepatlah aku rindu erangan karenamu" bisik Jenn dengan nada sensual.
Bibir Alex tertarik mendengar ja*angnya merindukan kegitaan, dengan segera Alex kembali meraup bibir Jenn dan mel*matnya dengan penuh gairah dan tangan meremas bokong Jenn tapi hanya sebentar karena Robert akan menunggu mereka, "tunggulah di ruanganku dan kau persiapkam pose menantangmu" bisik Alex dan bibirnya menjilat telinga Jenn membuat wanita itu mengerang kecil.
Setelah kepergian Alex, Jenn menghubungi Gilmax untuk meretas CCTV di dalam ruangan Alex agar tidak ketahuan jika Jenn meriksa ruangannya, dan Gilmax sendiri sudah mengetahuinya karena memang mereka menunggu aksi Jenn bersama dengan Brillo di dalam ruanga.
"Ya, sayang" jawab Gilmax pura pura.
Brillp terkekeh mendengar Gilmax memanggil wanita lain dengan panggilan sayang, dia jadi berpikir bagaimana reaksi Anna jika tau kekasihnya sudah meniduri wanita lain sebanyak dua kali.
"Sudah aku retas, kau mulailah bekerja" uca Gilmax.
"Kau memanggilnya sayang, bagaimana jika Anna tau?" tanya Brillo dengan kekehannya.
Wajah Gilmax berubah seketika, jangan sampai Anna tau masalah ini apa lagi dirinya yang sudah dua kali menikmati surga dunia, walau tidak bisa Gilmax berbohong kalau permainan Jenn sangatlah hot bahkan lebih hot dari Anna.
"Apa permaiannya hot?" tanya Brillo dengan sebelah alisnya naik.
"Sangat Hot, baru sekali main sudah membuatku puas" jawab Gilmax jujur.
"Kau menikmatinya?"
"Tentu untuk sementara sebelum dia tiada hahaha!"
"Tentu saja, karena hanya Anna yang akan aku nikahi"
Sementar Jenn masih berusaha untuk menggeledah ruangan Alex sambil sesekali dai bertanya pada Gilmax masalah keadaan di luar, meminta Gilmax untuk memantau agar dirinya tidak ketahuan pada Alex.
"Kau temukan atau tidak?"
"Ada beberaoa foto yang saya temukan Gilmax tapi ini sudah usang sepertinya ini foto yang sidab sangat lama" jawabnya
"Ambil saja, aku pasti akan membutuhkannya" ucap Gilmax, "cari lagi yang lain" lanjutnya.
Jenn kembali mencari dan kini membuka branks yang dia sudah tau sandinya, karena Alex yang sudah mempercayainya, tapi walau begitu Jenn belum pernah menggeledah isi brankas itu.
"Kau bisa membukanya?"
"Tentu saja," jawabnya di tengah kesibukannya.
"Tidak ada apa apa di sini Gilmax hanya dokumen dokumen saja" ucap Jenn.
"S*al sepertinya aku salah jika berpikir semua bukti ada pada Alex!" batin Gilmax.
"Bereskan kekacauan itu Jenn, jangan membuat Alex curiga padamu dan kau layani saja dia seperti biasa"
"Kau tidak cemburu!" ketus Jenn.
"Tentu saja, tapi untuk rencana kita maka aku harus menahan diri" ucapnya berdusta.
"Baiklah tapi ku harap kita bisa berjumpa lagi"
__ADS_1
"Sesuai keinginanmu sayang"
Panggilan terputus dan Gilmax berdeck kesal karena sepertinya perhitungannya salah, tapi tidak masalah setidaknya mungkin melalui foto itu mereka bisa menemukan bukti dari kejahatannya"
Di tempat lain, Robert sedang bersitatap tajam dengan Keitaro, "kau yakin tidak ingin mengatakan rencanamu?" tanya Robert dengan senyum liciknya.
Padahal dirinya sudah mengetahj rencana licik itu tapi dia ingin menguji Keitaro dan jika prai itu tatap bersikeras tidak mau mengatakannya maka itu akan menjadi kesempatan bagus padanya karena dengan begitu maka dia bemar benar akan bersih dari pertikaian itu nantinya.
"Tidak! aku tidak akan mengatakannya, mulai sekarang kau urus saja urusanmu dan aku mengurus urusanku!"
"Tidak masalah, tapi aku hanya ingin mengatakan kau harus memecah mereja terlebih dahulu agar mudah melumpuhkan lawan"
"Apa maksudmu"
"Serang perusahannya Kerenza yanga da di Paris dan perusahaan Brillo Jokson yang ada di Spanyol, dengan begitu mereka semua akan berpencar untuk menyelematkan perusahaan dan itu akan menjadi kesempatan bagimu menyerang keduanya" jelasnya.
Robert tetap memberi saran untuk Keitaro karena dia benar benar tidak akan mau ikut canpur dalam masalah ini agar tangannya bersih dari kotoran.
"Kau benar, karena mereka di kelilingi orang orang hebat yang tidak bisa di remehkan sama sekali" gumam Keitaro membenarkan ucapan Robert.
"Terimakasih atas saranmu tuan Robert tapi sayang sekali karena anda tidak bisa terlibat dalam rencana ini"
"Tidak masalah, asalkan kau bisa melakukannya dengan baik" jawabnya.
"Baiklah terimakasih"
Robert tersenyum puas karena umpannya kini tidak sia sia lagi, dan dia yakin dialah yang akan memenangkan permainan ini tanpa harus bertempur.
"Semua kita tambah rencana!" titah Keitaro dan Robert yang mendengar itu tersenyum puas karena lagi lagi rencana demo rencana sudah dia ketahui dan sekarang dia tinggal menunggu tanggal mainnya dimana ti tanggal itu akan menjadi tanggal kemenangannya.
"Ahhh Alex aku sangat menikmati ini" ucapnya.
"Saya sudah tidak sabar tuan"
"Sabarlah sedikit dan setelah itu kita akan mejadi orang terkaya di seluruh dunia" jawabnya.
***
Brillo akhir akhir ini di sibukan dengam berkas berkas kepemilikan perusahaan BW Group perusahaan milik mendiang Brayen Wate yang kini di jalankak oleh Kerenza dan sebentar lahi akan berada di bawah kekuasaan Brillo karena akan di persatukan.
"Kau sudah mengurus semuanya Kaisar?" tanya Brillo yang kini berada di dalam ruangan kaisar yang sebelumnya adalah ruangan Kerenza.
"Sudah tuan, kita hanya menunggu pengesahannya dari pemilik perusahaan dan itu akan menjadi tugasmu tuan"
"Baiklah, dan perintahkan seluruh petinggi perusahaan untuk pertemuan sepuluh menit lagi tanpa terlambat sedikitpun!" tegas Brillo.
"Baik tuan"
"Pastikan tidak ada yang terlambat Kaisar, aku sangat tidak sukan hal itu"
"Baik tuan muda saya pastikan semua akan berkumpul sebelum sepuluh menit"
"Pergilah!"
.
TBC
__ADS_1