BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 90


__ADS_3

Pagi harinya, Kerenza membantu melanyani suaminya, dia memasangkan kemeja dan dasi Brillo seseuai dengan permintaa suami itu semalam bahwa mulai hari ini Kerenza hanya kana bekerja melayani dan tidak boleh lagi bekerja eapa lagi masuk kantor, dan mungkin jika tidak berhalangan kedua perusahaan akan di gabungkan menjadi satu agar Brillo bisa memantau dengan lebih mudah.


"Sudah selesai" ucap Kerenza dan mengibas ibaskan tanganya di kemeja Brillo memastikan tidak ada debu yang akan mengotori pakaian suaminya.


"Thanks love" jawab Brillo dan mencium pipi Kerenza dengan lembut dan kemudian beralih pada bibir kenyal milik istrinya.


"Ok, sekarang kita sarapan, anakmu sudah lapar" kekeh Kerenza.


"Baiklah ratuku, berpeganglah padaku" ucap Brillo sambil mengulurkan tangannya.


Mereka berjalan menuruni anak tangga menuji meja makan, "good morning gays" sapa Kernza dengan senyum lembutnya.


"Morning"


"Kau tampak bahagia girl? apa baby membuat suasan hatimu baik?" tanya Cloe.


"Yeah seperti yang mommy lihat" jawab Kerenza.


"Oh my girl, you so beautifull"


"Thank youm mom, kau juga masih sangat cantik" jawab Kerenza memuji kembali.


"Sudah" kita sarapan dulu" sela Brillo


Mereka makan dengan nikmat dan henibg tapi itu tidak berlangsung lama karena harus terganggu dengan kedatangan Robert yang menarik semua perhatian yang ada disitu dan membuat mereka serempak menghentikan sarapan..


"Morninga guys...!" sapa Robert dengan hangat.


"Daddy" seru Kerenza.


Kerenza terkejut mendapati kedatangan Robert dan bukan hanya dia saja yang lain juga ikut terkejut kecuali Gilmax dan Brillo yang hanya diam saja tanpa ekspresi.


"How are you girl?"


"I am fine"


"Ada anggota baru?" tanya Robert mengarahkan tatapannya pada Cloe dan kedua anaknya pura pura tidak mengenal mereka.


"Oh, dia mommy Cloe, ibu angkatku" jawab Kerenza.


"Kau tidak ingin mengenalkannya pada daddy?"


"Sorry dad, aku lupa" jawab Kerenza, "mom...! ini ayah mertuaku daddy Robert"


Cloe mengalihkan padanganya pada Robert dan berganti pada Brillo yang terlihat bisa saja, bahkan terkesan dingin tanpa ekspresi melihat kedatangan Robert, " Brillo kenapa kau diam saja boy? bukankah kau-"


"Mom, aki harus pergi tolong jaga istriku!" sela Brillo yang sudah paham arah pertanyaan Cloe.


"Yah baiklah, berhati hatilah boy"


"Love, aku pergi dan jaga dirimu dari bahaya" ucap Brillo yang langsung menarik Kerenza dalam pelukannya dan menelusupkan tangannya di cela pelukan mereka untuk mengelus perut istrinya, Brillo sengaja menyembunyikan kegiatang itu karena tidak ingin Robert tau jika istrinya sedang mengandung karena belum adanya petunjuk untuk menemukan musuh.


Padahal tidak ada yang tau jika Robert sudah mengetahui hal itu dan dia datang untuk memastikan kebenarnya dengan matanya sendiri agar dia bisa secepatnya bertindak.


"Baiklah, dan hati hati!" jawab Kerenza.


"Tuam Robert, saya pamit leboh dulu karena urusan kantor sedang menungguku" ucap Brillo dengan sedikit membungkuk seperti sebelum sebelumnya agar tidak mengundang curigan.


"Baiklah tuan Jokson, tapi aku masih ingin bersama menantuku"

__ADS_1


"Baiklah,"


Brillo melangkah semakin menjauh tapi tangannya bergerak cepat, mengantifkan alat penyadap yang tertempel pada tubuh istrinya, bukan tanpa alasan Brllo melakukna itu, keren dia harus memantau keadaan istrinya agar sewaktu waktu dia bisa dengan cepat datang jika istrinya dalam situasi yang sulit.


Seperti saat ini Brillo mengatifkannya untuk mengetahui apa saja yang istri dan ayah angkatnya tapi sambil menunggu dia terlebih dahulu menghubungi Elsa untuk terus berada di dekat Kerenza.


"Pantau pergerakan pria tua itu, jangan biarkan dia menyentuhnya sedikitpun!"


"Girl bagaimana kabarmu?"


"Aku baik dad, dan sangat baik"


"Apa kau bahagia?"


"Tentu saja, sesuai permintaan daddy padaku waktu itu untuk melupakan suamiku"jawab Kerenza mendramatisir keadaan.


"Bagus, tapi kau tetap akan menjadi putri daddy pengganti putraku"


"Tentu saja aku tetap putrimu walau aku bersama dengan orang lain"


"Lalu kapan kau akan menikah dengannya? daddy sangat ingin memiliki cucu" kekeh Robert.


Roberr sengaja memancing Kerenza dangan meminta cucu karena dia berpikir mungkin wanita itu akan mengatakan jika saat ini dia sedang hamil, dengan begitu dia tidak akan kesusahan mencari tau.


"Tunggulah dad, kami pasti akan menikah, tapi kami belum ingin memiliki keturunan, kami ingin berdua dulu" jawab Kerenza tak kalah liciknya.


"Si*l, kenapa dia tidak mengatakan jika dia hamil atau mungkin dia tidak hamil" batin Robert .


"Aku tidak mungkin tertipu Robert! selama aku belum menemukan pelakunya, aku tidak akan percaya padamu" batin Kerenza yang menatap Robert dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Baiklah, oh ya daddy melihat banya anggota baru, lalu dimana yang lain? gadis itu dan kekasihnya tidak terlihat?" tanya Robert.


"Bagaimana bisa kau mempercayai orang lain girl?"


"Dia bukan orang lain, dia adalah kekasihku dan akan menjadi suamiku, lagi pula dia juga tidak di ragukan lagi bukan dalam berbisnis?"


"Ya, kau benar dan kau tepat mempercayainya" ucap Robert, "baiklah daddy harus pergi" lanjutnya.


Selepas kepergian Robert, Kerenza langsung menghubungi mata matanya untuk memantau pergerakan Robert, kali ini wanita itu akan memantau dan akan mengfokuskan pencariannya terhadap Robert, agar bisa secepatnya menyelesaikan masalah mereka.


"Awasi terus pergerakannya!"


Sementara Robert sendiri mengumpat kesal karena tidak bisa mendapatkan informasi mengenai kehamilan Kerenza membuat dia melampiaskan amarahnya pada Alex, memukul Alex hingga puas.


"Dasar bod*oh...! apa kau sudah tidak bisa di gunakan lagi! kenapa akhir akhir ini kau seribg melakukan kesalahan ha!" bentank Robert pada Alex hang tertunduk bersimpuh di hadapan Robert dalam ruangan kerjanya.


"Tapi mata mataku tidak mungkin berbohong tuan" jawab Alex membuat Robert semakin tersulut emos.


"Jadi kau berfikir jika aku yang salah! informasi dari mata dan telingaku sendiri salah begitu ha!"


"Tuan tidak salah, tapi mungkin mereka yang menyembunyikannya dari orang luar, bisa saja mereka sengaja sembunyikan agar tidak di ketahui"


"Apa maksudmu aku orang luar?"


"Bisa saja mereka kini mencurigai banyak orang, dan bisa saja termasuk tuan" jawab Alex membuat Robert diam.


"Susah ku bilang tuan untuk kita jangan menyerang terang terangan, kita harus menunbalkan seseorang lagi seperti sebelumnya"


"Siapa?"

__ADS_1


"Tentu saja Keitaro" jawab Alex singkat membuat senyum licik terbit di sudut bibir Robert.


"Lakukan penyerangan dan tentu saja kau tau apa yang harus mereka lakukan jika tertangkap"


"Tentu saja tuan muda"


tok tok tok.


"Maaf tuan, tuan Keitaro ingin bertemu" ucap Jenn.


"Bukankah keuntungan berpihak pada kita Alex?"


"Anda benar sekali tuan, ini kesempatan kita"


"Lakukan segera!"


"Selamat datang tuan Keitero!" sambut Robert.


"Bagaiman perkembangan?"


"Belum tuan, dan kita haru menunggu untuk penyerangan berikutnya"


Brillo mengerjakan pekerjaanya denang samgat serius, karena dia ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaanya agar bisa kembali ke rumah dan menemai istrinya, dan setengah jam yang berikutnya pekerjaan yang sedari tadi dia kerjakan kini sudah selesai dan dia segera bergegas untuk melangah keluar meninggalkan ruangannya.


Brillo berjalan dengan penuh ketegasan, dan beberapa karyawan yang berpapasan denganya mengangguk hormat yang hanya di balas anggukan kecil dari Brillo.


Sedangkan di tempat yang guga merupakan gedung tidak dari gedung milk Brillo, seorang sniper sedang menunggu kedatangan Brillo untuk di tembak sesuai dengan arahan dari Alex, dia hanya kan menggores lukan dan membiarkan dia tertangkap dan kemudian akan mengatakan siapa yang menyuruhnya lalu akan di bebaskan pikirnya


Dia dengan setia menunggi sambil sesekali matanya mengintip di balik teropong untuk memantua dari kejauhan, dengan posisi yang telungkup dan tangan yang sudah memposisikan senjata apinya agar nanti hanya menarik pelatuknya untuk melesatkan tembakan.


"Si*l, kenapa dia lama sekali! aku harus menyelesaikan misiku dan mengambil uangku" gerutunya.


Ya, sniper itu berpikir dia masih bisa kembali dengan selamat jika sudah mengatakan siapa yang membayarnya dan kemudian mengambil bayarannya, tanpa tau jika itu adalah akhir dari perjalan hidupnya di bumi karena siapa pun yang sudah masuk dalam ruang eksekusi tidak akan kembali lagi walau hanya jasat.


Brillo dengan santai tapi tegas keluar dari lobi menuju parkiran khusi untuk presdir, tapi tangannua bari saja akan merai untu kembuka pintu tapi gerakannya terhenti saat mendapati anak peluru melesat tepat diarahnya, dengan cepat Brillo meyamping untuk menghindari peluru singga dia berhasil dan tidak terluka sesuai ekspetasi si sniper.


"Si*l" umpatnya.


Dia kembali lagi melesatkan pistolnya dan melepaskankan satu peluru lagi dan lagi lagi pendengaran tajam Brillo yang mengetahui arah peluru kembali mengelak dengan cara bersalto kembelakang dan yeah dia berhsalto menghindari peluru


"Si*lan! ada yang tidak sayang nyawa rupanya!" umpat Brillo.


Dengan cepat Brillo mengambil ponselanya dan mengarakan kamera untuk mengetahui posisi lawan setelah di skrensort, barulah dia kirim pada Gilmax untuk menangkap pelakunya tapi sebelum Gilmax tiba dia akan mengalihkan perhatian orang itu agar tidak beranjak dari tempatnya.


Selesai mengirimkan pesan pada Gilmax, Brillo kembali beridiri, berpura pura mencari keberadaan sniper itu, tapi pria itu seolah tidak takut dengan Billo dia bahkan kini beridiri di atas atap gedung dan kembali mengarahkan senapanya dan


Dorrr


Sayang sekali jika pria itu adalah sniper terhebat, seorang pebembak jitu dalam jarak yang jauh bisa melumpuhkan lawan tapi berbeda dengan Brillo yang ahli dalam membaca situasi dengan telinya, membawa arah lawan hanya dengan suada gesekan angnin terbukti saat ini Brillo dengan mudah mengelakkan diri dari penyerangan.


"Si*lan orang itu! bagaimana bisa dia punya kemampuan mengelakkan diri dari tembakkanku!" umpat pria itu.


Brilll sediri hanya tersenyum licik karena saat ini dia sudah yakin jika Gilmax sudah berada di sana dan di pastikan salam waktu sepuluh menit orang itu sudah bisa di bekukan oleh Gilmax.


Tapi sepertinya kali ini tebakan Brillo meleset karena sniper yang dia anggap hanya bisa memanah itu ternyata mempunyai kemampuan lari yang luar biasa, bahkan dengan mudahnya dia melompat dari satu atap ke atap lainnya dan membuat pasukan Gilmax kewalahan.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2