
"Kalian baik baik saja Aunty? atau kita harus ke rumah sakit dulu barulah kita kembali" ucap Kaisar setelah mereka cukup jauh dari sana.
"No Kiasar, Aunty ingin kembali saja" jawab Cloe.
"But, yang lain butuh pengobatan Aunty, dan kita haru kerumah sakit terlebih dahulu" jawab Kaisar.
"Aunty takut jika merak kembali menemukan kira Kaisar, Aunty tidak mau mereka menemikan kita" ujar Cloe dengan nada cemasnya.
"Aunty tidak perlu cemas karena tidak akan ada yang bisa menemukan apa lagi menyandra Aunty lagi jika sudah bersamaku" jawab Kaisar.
"Baiklah jika seperti itu, Aunty menurut saja" jawab Cloe pada akhirnya.
Mereka menunu rumah sakit untuk mengobati ibu dan kedua adik kekasihnya, sembari menunggu Kaisar menguhubungi Elsa untuk menyiapkan jet malam ini juga karena mereka harus leoas landas dan meninggalkan negara itu sebelum anak buah Alex mendengar berita ini dan akibatnya akan berimbas pada kekasihnya.
Setelah mendapat jawaban dari Elsa dan Cloe serta kedua anaknya selesai di obati, mereka langsung pergi, mereka tidak ingin berlama lama dalam satu tempat jika tidak mau tercium keberadaannya oleh musuh, karena Kaksar sangat yakin jika masih ada anak buah lain Alex yang berada disini dan jika mereka tau kekacauan yang terjadi dan sandra mereka hilang maka mereka akan bergerak cepat untuk mencari keberadaan mereka.
Kaisar tidak takut menghadapi musuh tapi yang dia pikirkan Aunty Cloe dan yang lainnya, dia takut jika dia lengah dan fokus menghadapi musuh dan mereka di bawa kembali dan di jadikan sandra lagi maka akan susah bagi Kaisar mencari keberadaan mereka nanti.
"Kita akan disini menunggu hingga jet datang Aunty" ucap Kaisar setelah mereka sampai di tempat terbilang sangat kecil dan bisa di katakan tidak layak huni lagi menurut orang orang setempat.
Bukan tanpa alasan Kaisar memilih tempat itu, Kaisar mempertimbangkan banyak hal serta berpikir dengan logika dan menyetarakan dengan keadaan san kelas kehidupan mereka.
Kenapa Kaisar seperti itu, alasannya adalah sudah pasti anak buah Alex akan berpikir jika mereka akan menginap di hotel atau semacam rumah rumah mewah lainnya mengingat Kaisar anak buahnya Kerenza dan Kerenza yang memiliki harta sudah pasti akan memiliki tempat berkelas untuk bersembunyi.
Kaisar sedang sibuk mengontrol keadaan melihat sekeliling dan memastikan keadaan aman atau tidak.
Jika di tanya kemana anak buah Kaisar yang lain maka jawabannya adalah mereka mencari tempat sendiri dan menyamar sebagi orang biasa agar mengelabui musuh tapi tetap mereka berada tidak jauh dari tempat persembunyian Kaisar dan yang lainnya.
Kaisar yang memantau keadaan, mendapat pesan dari anak buahnya mengatakan jika jer sudan tiba dan dengan segera mereka melesat pergi meninggalkan tempat itu dan tujuan mereka kini adalah Los Angel.
Sementara di Lose Angel sendiri, Catline sedang melakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk memastikan kondisi sebelum operasi di jalankan, bertanya di tempat operasinya? maka jawabanya adalah dalam kediaman Kerenza operasi berjalan.
__ADS_1
Banyak alasan mengapa operasinya di lakukan di kediaman Kerenza dan bahkan Kerenza sendiri mau menanggung semua biaya alat perawatan dan operasi agar bisa di pindahkan ke kediamannya bahkan ada sebagian peralatan Kerenza beli untuk menunjang berjalannya operasi Catline.
Semua itu Kerenza lakukan agar menghindari kecurigaan musuh dan menghindari jika ada penyerangan mendadak dari pihak musuh dan kemudian memilih mengaktifkan peledak yang akan merenggut nyawa Catline tanpa bisa di tolong nantinya.
Itulah alasanya semua di lakukan dalam rumah Kerenza, dan wanita itupun tidak merasa keberatan karena juh dalam lubuk hatinya jika masih sangat menyayangi Catline seperti saudaranya sendiri, dan itu tidak bisa di pungkiri walau dia sudah di hianati oleh orang yang sudah menjadi keluarganya itu.
"Bagaimana? bisa di keluarkan bomnya?" tanya Kerenza dengan suara datarnya
Dokter yang berjenis kelamin pria itu terkagum dengan gadis yang ada di hadapannya itu, dia sangat kagum dengan sosok paras cantikya tapi terlihat sangat dingin dan terlihat kaku pada siapa pun yanh berbicara padanya.
"Jangan menatap istriku jika kau masih ingin menggunakan matamu!"
Suara bariton dari tempat tidak jauh dari merek, mengalihkan perhatian mereka semua, Dokter itu tersenyum kikuk kerena merasa di pergoki sementara Kerenza tersenyum mendapati suaminya ada disana dan hal itu sukses membuat sang dokter terpaku dengan senyum manis Kerenza.
"Ternyata sangat manis senyumnya" batinnya.
"Sungguh kau tidak mau menggunakan matamu lagi!" tanya Brillo penuh ketegasan dan penekanan.
"Kerjakan pekerjaanmu san jawab pertanyaan istriku!" tegas Brillo.
"Baik tuan muda" jawabnya dan mulai mengatakan bagaimana kondisin Catline, resiko apa yang akan di tanggung dan berapa lama waktu operasi berjalan.
"Lakukan jika kau sudah mendapatkan persetujuan darinya dan ingat jangan sekali pun kalian mengeluarkan suara atau kalian semua tidak akan keluar dari sana dalam keadaan masih bernyawa!" ancam Kerenza.
"Ya Tuhan...Dia seperti ratu iblis" batin Dokter.
Dia hanya mengangguk pasrah medengar semua perintah apa saja yang harus dia lakukan dan apa saja yang tidak boleh dia lakukan juga selama operasi, dan artinya dia harus menggunakan bahasa tubuh hari ini.
Lain hal lagi dengan Caroline yang kini mencari tempat persembunyian dan itu sudah tempat ke lima dia bersembunyi, Caroline semakin terpojok karena anggota Kerezan semakin banyak yang mencari bahkan, dan kini jujur saja dia lemah dan tidak bisa lagi melakukan perlawanan jika nanti dia ketahuan di tempat terakhir ini bararti dia pun akan mengalah tapi sebelum mengalah dia akan tetap mencari jalan keluar.
Caroline mengetikan sesuatu di dalam ponselnya untuk di pada Robert, karena sejak tadi Caroline tidak bisa menghubunginya.
__ADS_1
"Jika kau terus tidak bisa di hubungi maka jangan salahkan aku jika setelah aku kau yang akan di incar oleh anak dan menantumu!" tulis Caroline dalam pesannya.
Caroline terus celingukan memastikan keadaan aman, dia tidak boleh lengah karena jika di lengah sedikit saja maka sudah bisa di pastikan dia aka di sandra dan di seret paksa kembali ke Los Angel.
Satu hal yang tidak Caroline sadari jika saat dia membuka ponsel dan jaringannya aktif di situ pula tempatnya akan di ketahui oleh orang orang Kerenza karena ternyata tanpa sepengetahuan Caroline saat itu Kerenza sudah menanamkan alat pelacak dalam ponsel miliknya dan kini Kerenza setiap saat menshare perpindahan tempat persembuyiannya.
Caroline yang merasa lelah memejamkan matanya dan pada saat itu pula Micke datang dan bertkata, "apa kah lelah nyonya? jika ya maka jngan coba kabur lagi atau aku akan menghabisimu saat ini dan jasatmu yang akan saya bawa ke Los Angel."
Carolien tentu saja terkejut mendengar seseorang, dia membuak matanya dan menengadah ternyata micke sudah berada di dahadapannya dengan seringai licik yang terlihat jelas di sudut bibir pria itu.
Carilone tidak mau tertangkap begitu saja, dengan segera berdiri dan melayangkan tangannya hendaj memukul Micke dari samping tapi dengan cepat Micke menghindar dari serangn itu, kembali lagi Caroline memukul dengan tangn kirinya dan lagi lagi pemuda itu mengelak, kaki kini bergerak menendang tapi gerakan Micke jauh lebih cepat menahan dan memeutar sekuat tenaga dan kemudian melepaskannya alhasil Carolien ikut berputar ti atas udara dan Bruk...
Carolien terjatuh, dadanya membentur ke lantai hingga meresakan sakit yang luar biasa, tapi rupanya wanita paru baya itu masih belum menyerah, dia bangkit walau dadanya ke kaskitan dan langkahnya mulai terseok tapi tstp dia berusaha untuk tegap.
"Berhentilah melawan tuan bangka jika kau tidak mau tulangmu yang sudah kropos itu menjadi patah lebih cepat" ucap Micke dengan senyum sinisnya.
"Ck, anak muda yang tidak punya etika" sinis Caroline.
"Karena kau tua bangka yang tidak perlu di hargai! kau itu iblis yang harus di basmi!" tawa Micke.
"Si**an..!"
Caroline kembali meyerang Micke setelah dia sudah bisa menguasai napasnya. Pertarungan pun di mulai, saling menyerang dan saling mengelak dan menangkis serangan satu sama lain, hingga akhirnya Micke sagat kesal karena waktunya terbuang banyak dan dengan seklau tendangab kuat saja Caroline terpental jauh dan tidak bisa lagi bangun walau sudah berusaha.
Darah segar mulai keluar dari mulut Caroline akibat tendangan yang pas mengenai ulu hatinya sehingga susah untuk melawan kerena benturan yang sangat kuat.
"Ck, aku sudah mengatakan untuk kau menyerah saja agar kau tidak merasakan kesakitan yang luar biasa" decak Micke.
.
TBC
__ADS_1