BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 58


__ADS_3

"Hahahaha...!"


Robert tertawa mendengar perkataan Keitaro, Robert sangat tau jika Keitaro hanya bisa beradu jotos tapi masalah kelicikan dia jelas sangat tidak bisa diandalkan, oleh karena itu Robert selalu menggunakn trik licik agar bisa mengelabui musuh termasuk Keitaro yang kini sebagai sekutunya.


"Jangan menertawakaku Robert jika kau tidak ingin aku lenyapkan!" tegas Keitaro.


"Tidak, tidak! aku hanya berpikir bagaiaman kau bisa menjadi orang yang sangat di takuti di dunia hitam jika kau tidak bisa licik!" ejek Robert.


"Jangan berbasa basi Robert! cepat katakan apa maksudmu!" bentak Keitaro.


"Apa kau muu kita berbicara dengan keadaan seperti ini?" tanya Robert dengan alis yang terangkat.


"Turunkan senjata kalian!" titah Keitaro.


" Tapi tuan..-"


Belum sempat membantah Keitaro kembali memerintah "cepat turunkan senjata kalian aku habis di tanganku!" ucapnya penuh dengan aura pembunuhna.


Serempak mereka mengikuti kemauan Keitaro, menurunkan dan menyimpan kembali senjata masing masing dan kembali pada posisi awak setelela Alex dan anak buah Robert yang lain ikut menurunkan senjata mereka.


"Bagus, ini jauh lebih baik untuk kita" ucap Robert dan berjalan menuju kursinya dan diikuti oleh Keitaro dan Alex di belakang Robert.


"Katakan!" desak Keitaro yang sudah tidak sabar ingin mendengar rencana Robert agar cepat menyelesaikan masalahnya di LA dan segera kembali ke negara mereka untuk memantau bisnisnya.


"Kau tidak akan bisa membunuh mereka dengan mudah jika kau tidak nemiliki mata mata yang menjadi orang dalam, dan kau tidak tau bukan jika aku sudah memiliki rencana unuk Brillo Jokson?"


"Katakan Robert jangan banyak kata pembuka!"


"Aku sudah menaruh bom di Jet pribadi milik Brillo Jokson dan aku pastikan tidak lama lagi berita akan kau dengar, dan ingat jangan bertanya kenapa aku memilih tempat, karena aku juga sudah mempersiapkan semuanya" ucap Robert.


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku" tanya Keitari dengan tatapan dan suara mengintimidasi.


Robert menatap Keitaro dengan tajam pula, dia tidak takut dengan tatapan itu kerena sudah banyak dia temui tatapan seperti itu dan berakhir ditangnnya karena otak liciknya.


"Aku ingin kau fokus pada targetmu yang seseungguhnya" ucap Robert "aku pada buruanku yang sebenarnya" lanjutnya dalam hati.


Sementara di atas udara, Brillo masih berada di dalam pesawat untuk kembali menemui pujaan hatinya, tapi kegaduhan terjadi dan itu sukses membuat Brillo sadar jika ada yang tidak beres di dalan pesawatnya.


"Apa yang terjadi!" teriak Brillo.


"Gilmax...! Gilmax... katakan apa yang terjadi Mattew....!" teriak Brillo pada anak buahnya.


"Tuan, keadaan darurat terjadi!" seru Gilmax.


"Ada penyusup masuk dan meletakan bom di bagian mesin pesawat! kita harus menyelamatkna diri tuan muda!" seru Mttew yang tidak kalah kencangnya.


"Si**an..! berani sekali meraka bermain denganku!"

__ADS_1


"Tuan kita tidak punya banyak waktu, cepat kita harus melompat!"


Gilmax berteriak ditengah kesibukannya menari dan alay bantu mereka sedangakan Mattew masih berusaha untuk bisa mengendaliak laju Pesawat agar tetap dan di arahkan di tengah laut karena dengan begitu kemungkina anggita lainnya bisa menyelamatkan diri.


"Hei...! cepat selamatkan diri kalian masing masinh...!" teriak Brillo.


"Tidak penting dengan nyawa kami, tuan harus memyelatkan diri terlebih dahulu!" balas salah satu anggotanya.


"Apa kau gila! kau pikir nyawa kalian tidak penting ha! kalian sama saja denganku,cepatlah selamtakan diri masing masing!" titah Brillo yang langsung di angguki oleh bawahannya.


"Tuan kenakan ini!".


Gilmax segera menghampiri Brillo dan membantu Brillo memasangkan alat bantu di tubuh Brillo dengan terjun payung.


"Jangan sibuk membantuku bod*h! lebih baik kau bantu dirimu sendiri!" kesal Brillo.


"Ada berapa terjun payung in?" tanya Brillo di engah tengah kesibukannya.


"Hanya tiga" uca Gilmax "cepat tuan segeda melompat...!!"


Gimax berteriak saat merasakan getaran pesawat yang sudah tidak stabil, di yakin jika bagian ekot pesawat saat ini sudah terbakar dan tempat mereka saat ini akan segera menyusul.


"Dasar bo**h!" umpat Brillo.


Dia langsung membuka pintu pesawat dan menarik salah satu pengawalnya dan mereka melompat bersama, terjun dengan bebas.


"Baik tuam dan terimakasih!" ucap pengala tersebut.


Sementara Gimax yang melihat aksi tuannya juga melakukan hal yang sama tapi sebelum itu dia memastikan arah pesawat tepat di atas laut agar anggota yang lain bisa menyelamatakna diri walau tidak tau apakah bisa atau tidak.


"Mattew kenakan ini dan tarisksalah seorang!" titah Gilmax dan turun melompat dengan salah seorang anggo lagi.


"Baik tuan!"


Mattew melakukan hal yang sama tapi kaki ini dia menarik langsung dua karena memang hanya tersisa mereka saja.


Mereka segera melompat menyusul Brillo dan Gimax yang lebih dulu, dan tak lama setelah itu bunyi ledakan di atas udara terdengar nyaring dan mereka melihat sebagain body pesawat sudah terbakar dan termakan api menyisakan kepala pesawat yang penerbangannya sdah tidak tentu arah.


"Si*l!" umpt Brillo "aku akan memberi pelajaran pada siapapun itu!" ucap Brillo dengan api kemarahan di matanya.


Walau kini mereka asih berada di udara, tap bukan berarti Brillo tidak bisa mengumpat dan marah, dia bisa melakukan itu walau dirinya harus menyambut angin.


Dirumah sakit, Kerenza menatap Hiebert dengan tatapan nyalang ke arah orang kepercayaan suaminya dan sekaligus kepercayaannya juga.


Kerenza marah karena Hiebert datang dengan wajah panik tapi hingga kini belum mengatakan apa pun padanya "Apa yang terjadi Hiebert!" tanya Kerenza dengan nada tegasnya.


Kerenza tau persis dan dia sangat hafal pasti ada kejadian yang menegangkan sudah terjadi tapi yang tidak tau kejadian apa itu.

__ADS_1


"Katakan Hiebert!" bentak Kerenza.


Kerenza sangat kesal karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari pertanyannya, jika saja tubuhnya tidak lemah sudah pasti Hiebert akan menjadi sara latihan gerakan lincahnya sore ini.


"Tuan Brillo akan kembali Keren!" ucap Hiebert singkat.


Kerenza menatap Hiebert dengan lekat, mencari apakah ada kelanjutanya atau tidak, jika dilihat dari raut muka Hibert sudah jelas jika ada kabar buruk tentang kembalinya Brillo.


"Lalu!"


Hiebert menarik napasnya dengan panjang, sebelum mengatakan berita yang terjadi terhadap tuan mudanya, "Jet yang di tumpangi tumpangi tuan muda terbakar di udara Keren!" ucap Hiebert menundukan kepalanya.


Hiebert tidak berani mengangkat kepalanya untuk menatap Kerenza yang sudah jelas pasti akan sangat syok mendengar berita kecelakan suaminya, sementara Kerenza membatu mendengar perkataan Hiebert.


Kerenza tidak pernah menduga kejadian ini akan terjadi di waktu yang hampir bersamaan nyawanya dan Brillo suaminya terancam bahaya bahkan kini tidak Kerenza tidak tau apakah suaminya masih selamat atau tidak dalam kecelakaan itu.


"Laku bagaimana dengan suamiku!"


"Belum ada tanda tanda keberadaan mereka Keren, karena semua ponsel mereka mati dan sudah mungkin ikut terbakar!" jawab Hiebert.


"Bagaiman bisa bisa itu terjadi Hiebert! bukankah itu jet pribadi milik suamiku, jadi kenapa bisa ada kerusakan!" bentka Kerenza.


"Naafkan aku Keren, aku akan mengusut hal ini tapi menurut informasi anak buahku yang sudahh tiba di lapangan kalau ledakan berasal dari mesin"


"Tidak! aku yakin ada konspirasi disini!" ucap Kerenza dengan tatapan penuh dengan amarah, "Usut sedetail mungin Hiebert dan pastikan kau medapatkan penghianatnya!" ucap Kerenza penuh penekanan.


Hibert yang sudah paham akan maksud dari Kerenza dan karena memang dia juga menenukan kejanggalan dalan kecelakaan itu tidak lagi membantah, dia langsung mengiayakan dan sudah pasti dia akan mengusut masalah ini hingga tuntas.


"Baik Keren, aku pastikan kau yang akan menghabisi penghianatnya!" ucap Hiebert pebuh dengan keyakinan.


Tidak bisa di pungkiri jika Hiebert sangat marah mengetahui kabar ini, dan sudah bisa di pastikan jika tidak akan ada belas kasih pada dirinya untuk si penghianat.


"Aku harus pergi!" ucap Hiebert dan langsung pergi meninggalkan Kerenza yang masih di penuhi dengan amarah.


***


Sementara kedua sekutu saat ini sedang tertawa bahagia, merasa sudah menang karena sesuai dengan rencana mereka pesawatnya terbakar di saat Jetnya masih mengudara, di tambha lagi menurut informasi jika anggota Brillo belum menemukan mayat Brillo dan hal itu membuat mereka berpikir jika Brillo sudah hangus terbakar.


"Aku sudah bilang bukan, jika kekuatan akan kalah dengan otak licik, jila kekuatan tidak bisa membuat mereka lenyap maka otak bisa melumpuhkan mereka hahahaha...!" ucap Robert dengan tawa kemenangannya.


"Kau benar Robert, dan aku mau kau segeda susun rencana untuk Alana, karena aku ingin sera kembali ke negaraku, bisnisku sudah menunggu!" ucap Keitaro.


"Kau tenang saja, kita harus bermain sedikit halus kali ini!"


"Baiklah semua ku serahkan padamu!"


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2