BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 103


__ADS_3

"Lakukanlah!"


Louis pergi meninggalkan Keitaro yang sedang duduk dengan di temani seorang wanita cantik yang berpakaian sexy yang sudah bisa di pastikan jika itu adalah jal*ng Keitaro yang akan menemani malamnya di ranjang.


"Kali ini kau akan lenyap Brillo Jokson, kau akan membayar nyawa pengikut ku yang sudah kau lenyapkan!" ucap Keitaro dengan mata yang melanyalakam kobaran api kemarahan dengan tangan kiri yang memegang cerucuknya dan rangan kanannya mengepal kuat, sangkin kuatnya sampai buku buku tangannya memutih.


"Tuan, kau jangan marah nanti kita tidak bisa bersenang senang dan kau pasti tidak akan menikmati service dariku" ucap wanita itu.


Tangannya dengan lancang meraba raba tubuh Robert Hans untuk membangkitkan gairah pria tua itu bahkan kini dengan tanpa terbebannya tangan wanita itu kini mengelus senjata Keitaro di bawah yang sudah mulai beraksi karena simulasi dari wanita malam itu.


"Ahhh..." Keitaro mengerang kecil merasakan jari jari cantik nan halus itu langsung menyentuh senjatanya.


"oh baby kau benar benar nakal tapi aku suka wanita nakal" ucapnya dan tanpa aba aba Keotaro menyerangnya tanpa ampun meraup bibir wanita malam itu dengan sangat rakus dan sedikit tergesa dan kasar dalam bermain tapi wanita itu sudah biasa dan tidak terkejut lagi.


Keitaro mungkin memang sudah tua, tapi dalam hal seperti ini dia bagaikan lelaki muda yang akan puas hanya dengan satu kali main, Keitari terus memacu dirinya hingga beberap ronde barulah dia tumbang dan gadis itu menyingkir setelah di berikan cek oleh Keitaro.


Keitaro merasa sangat puas dan sepertinya suasana hatinya sangat bagus karen mengingat rencananya yang tinggal menunggu satu penyelesaian lagi yaitu Inggris, jika nanti di Inggris anak buahnya sudah merasa bisa beroperasi dan tempat persembunyian mereka benar benar aman barulah aksinya akan dia lancarkan, tapi jangan pikir jika dia akan menyerang sekaligus? tidak itu tidak akan di lakukan Keitaro karena akan mengundang kecurigaan bagi mereka.


Keitaro tidak mau jika ada yang tau kalau ada penyerangan untuk mereka, Keitaro ingin melakukannya perlahan dan tidak terlihat agar bisa mengusir para kesetia Brillo dengan sempurna.


Keesokan paginya Brillo sudah siap dengan pakaian kerjanya, dia akan berangkat bekerja tapi kali ini tujuannya adalah perusahaan BW Group untuk melakukan pertemuan dengan para investor guna mengatakan semua fencana dan keputusan perihal penggabungan kedua perusahaan itu.


Brillo sangat yakin jika itu akan membuat semuanya sangat syok tidak percaya dan sudah pasti mereka akan meminta bukti dari kesepakan itu, jadi Brillo sudah menyiapkan semuanya bahkan Kerenza kali ini akan ikut dirinya ke perusahaan sebagai pimpinan lama BW Group.


"Kau sudah siap Love?"


"Sebentar" jawab Kerenza yang masih sibuk dengan kegiatannya.


Brillo mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang, mencium pipi kanan Kerenza " sini aku bantu" ucapnya dan kemudian mengambil alih sisir yang ada di tangan istrinya dan mulai menyisiri ranbut Kerenza.


"Brillo"


"Yes Love"


"Daddy akan ikut bukan?"


"Yeah seperti yang kau katakan"


"Lalu apa yang akan di katakan?"


"I dont no, dan biarkan saja, satu hal yang harus kamu tau jika dia tidak adak keberatan" jawab Brillo.


"Dari mana kau bisa tau kalai daddy tidak akan keberatan?"


"Tidak ada, hanya menebak" jawab Brillo acuh.


Kerenza mengangguk tapi pikirannya melayang memikirkan tentang Robert Hans yang mungkin benar saja jika ayah mertuanya itu tidak akan tapi apa alasanya dia tidak akan marah dan Kerenza berpikir mungkin karena dia akan bergabung dengan perusahaan besar.


"Mungkin dia memang tidak akan marah karena aku menyatukan perusahaanku dengan orang besar dan sangat suksed sepertimu" batin Kerenza.


"Aku akan melihat reaksi Robert hari ini, apa dia rela jika perusahaan kita bersatu sedangkan kita tidak terikat apa pun, dan itu kalau dia memang tidak tau sipa aku sebenanya" batin Brillo.


"Selesai Love" ujar Brillo.


"Thanks Brillo" ucap Kerenza kemudian mengecup sekilas bibir Brillo.


Brillo tersenyum mendapatkan ciuman untjk semangat pagi dari istrinya, "ohh ini vitamin pagiku" ucap Brillo dan langsing mencium bibir Kerenza dan mel*matnya dengan tangan kiri yang berada di pinggang dan tangan kana dj tengkuk Kerenza untuk memperdalam ciuman yanh seketika menjadi panas karena balasan dari istrinya.

__ADS_1


"Vitamin yang menggairahkan love" kekeh Brillo


"Kau selalu saja mencari kesempatan!" sinis Kerenza.


"Terlalu sayang jika melewatkan kesempatan Love"


"Sudalah ayo kita berangkat."


"Girl kau mau kemana?" tanya Cloe yang melihat putrinya sudah berpakaian rapi.


" Aku harus ke kantor mebgurus masalah penggabungan perusahaan mom"


"Jadi kau tidak akan di rumah?" tanya Cloe dengan harapan yang sudah besar Kerenza pergi.


"Yeah aku akan pergi" jawab Kerenza yang di sambut helaan napas lega yang ada disana terutama yang akan tinggal dan tetap di rumah.


Bukan ada maksud jahat mereka senang Kerenza keluar dari rumah tapi karena mereka merasa lega karena hari ini akan absen dari perintah berkebun dan mencicipi masakan dan masih banyak lagi gal konyol yang setiap harinya Kerenza lakukan dan sialnya mereka harus berperan dalam setiap kekonyolan itu.


"Ohh syukurlah" gumam mereka bersamaan membuat Kerenzaa megerutkan keningnya.


"Kalian kenapa?!" tanya Kerenza dengan tatapan curiga.


"Oh tidak! tidak ada girl mungkin mereka bermimpi" jawab Cloe.


Semua yang mendengar jawaban Cloe hanya menahan senyumnya karena tidak berani terbahak di hadapan Kerenza tak terkecuali Brillo menahan senyum karena memang dia dua sangat tau kegiatana apa saja yang dinlakukan istrinya dan imbasnya pada siapa saja, bahkan dirinya pun tak jarang merasakan akbat dari yang konon katanya itu mengidam.


"Bermimpi? hei kalian sudah terbangun lalu kenapa harus bermimpi lagi!"


"Bermimpi tidak hanya saat tidur Keren, saat terbangun juga bisa bermimpi" jawab Kaisar asal.


"Sungguh?"


"Benarkah Brillo?"


"Aku tidak tau loev, kau tanyakan saja pada mereka" jawab Brillo yang tidak ingin membuat Kerenza semakin banyak bertanya.


"Ck, kalian benar benar gila!" umpatnya.


"Hahahaha" semua terbahak mendengar perkataan Kerenza tapi seketika terdiam melihat tatapn Brllo yang menghunus tajam siap untuk menerkam.


"Menakutkan sekali kedua orang ini" gumam Mattew tapi masih bis di dengar oleh pasangan itu.


"Matt...!"


"Tidak tuan, nona saya tidak berkata apa pun" elak Mattew dengan cepat.


"Makanlah love?" ucap Brillo dengan lembut pada Kerenza, "Anna tolong siapkan sandwich untuk di bawa ke kantor!" titah Brillo.


"Untuk apa sandwich?" tanya Kerenza.


"Untukmu nanti jika lapar" jawab Brillo.


"Ohhhh"


Mereka sarapan berasama dengan Brillo yang juga meneguk kopi yang sudah di sediakan oleh Kerenza tadi pagi dan setelah itu berulah mereka berangkat ke kantor bersama untuk melakukan rapat pada para pemegang saham.


Sampai di kantor, semua karyawan menunduk hormat pada kedua atasan mereka dan para pemegang saham pula sudah menunggu tak terkecuali Robert Hans juga ada disana bersama Max, dan seketika mereka semua berdiri saat pintu ruanga rapat terbuka dan menampakan pasangan itu.

__ADS_1


Kaisar mengambil alih pidatonya untuk memulai rapat, "Rapat akan di mulai yang di pimpin langsung pimpinan kita"


Kerenza beridir dengan tenang dan jangan lupa ketegasan dan gaya angkuhnya tetap di pertahankan membuat semua yang ada disana tidak bisa berkutik "saya ingin menyampaikam rencana dan keputusan saya, ingat! saya tidak membutuhkan sanggahan apa lagi penolakan!" tegas Kerenza.


"Saya akan menggabungkan perusahaan ku dengan perusahaan ** Group dan di hadapan kalian semua saya akan menandatangani surat pengesahannya!" tegas Kerenza membuat semua yang ada di sana tercengang terkecuali satu orang dan itu tidak pernah lepas dari pandangan Brillo.


"Tolong beri kami satu alasan kenapa perusabaan harus di gabungkan, tidak ada kaitan bisnis di antara kalian jadi kenapa bisa seperti itu?" tanya salah satu pemegang saham.


"Karena istriku tidak aku biarkan untuk mengelolah perusahaan lagi!" jawab Brillo dengan lantang dan tegas membuat semua orang yang ada disanan tercengang dan terkejut.


Tapi lagi lagi seseorang sudah tidak terkejut seolah sudah tau semuanya dan tetap Brillo tidak melepaskan pengamatannya terhadap orang itu, "sudah paham, dan ingat tidak ada penolakan lagi!" lanjutnya.


"Tuan, jangan membual! bagaimana bisa dia adalah istri anda? kami tidak mendengar berita pernikahan kalian?" tanya salah satu yang di angguki semua orang yang ada di sana dan lagi lagi Brillo tidak melepaskan tatapanya dari orang itu.


"Jangan mempertanyakan pernikahan kami karena kenyataanya kami memang sudah menikah!" tegas Brillo, "kau tidak keberatan tuan Robert?"


"Apa yang bisa aku katakan jika sudah tidak di terima penolakan" jawab Robert memberi alasan.


"Oh jadi anda tidak masalah jika menantumu menjadi istriku?" tanya Brillo dengan tatapn penuh selidik.


"Tidak! aku senang karena da bisa melepaskan putraku dan memulai hidupnya"


"Baiklah terimakasih!" jawab Brillo.


Pengesahan dan penandatanganan surat penggabungan kekuasaan pun di lakukan dan setelah itu mereka semua bunar kecuali Robert dan Max yang masih bertahan di sana.


"Selamat" ucap Robert membuat langkah pasangan iti terpaksa berhenti.


"Terimakasih dan maafkan aku dad"


"Tidak masalah, daddy senang kau sudah menikah dan lagi keputusanmu sudab tepat" jawab Robert.


"Thanks"


"Jaga putriku tuan Brillo" ucap Robert.


"Tentu saja, aku akan menjaga istriku dengan baik" jawab Brillo dengan senyum kecilnya.


"Baiklah kami permisi" pamit Robert.


"Silahkan tapi maaf jika tidak bisa mengantar"


"Tidak masalah, saya bisa sendiri bersama putraku"


"Selamat Kakak ipar" ucap Max.


"Thank Max"


"Kami pergi"


"Ayo love kita keruangan dulu kau pasti lapar kan"


"Tentu saja, karena babymu mudah sekali lapat dan maunya makan terus"


Brillo terkekeh mendengar jawaban Kerenza, tapi memang benar semenjak Kerenza hamil, wanita itu suka sekali makan dan bahkam hobi memasak untuk dirinya makan.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2