BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 63


__ADS_3

Kerenza sibuk mengutak-atik komputer miliknya melacak keberadaan kali melalui nomor ponsel untuk mengetahui di mana lokasi keberadaan Caroline saat ini karena dia yakin jika wanita tua pasti belum lah pergi jauh dari negara ini karena kenapa? karena Kerenza tahu jika kalau Caroline masih mengincar nyawanya dan wanita tua itu tidak akan berhenti sebelum keinginannya tercapai.


"Kudapatkan kau tua bangka!" sorak Kerenza karena akhirnya dia menemukan lokasi keberadaan Caroline.


Kerenza langsung melesat pergi meninggalkan ruangannya setelah sebelumnya mematikan kembali komputer miliknya dengan cepat ia melangkah dan memanggil untuk membantu dirinya menangkap buronan.


"Elsa... elsa.... Dimana kau!" teriak Kerenza.


"Ada apa nona?"


"Kau akan ikut aku menangkap buronan kita yang menjadi kepala penghianat di rumahku" jawab Kerenza tapi tatapanya mengarah pada pasangan yang sedang diam membatu di ruang tengah dengan wanita yang masih terikat dan pria yanh nampak frustasi.


"Ku beri waktu hingga malam tiba Kaisar, jikA dia tidak memberi informasi maka aku akan melenyapkanya, dan ku peringatkan kau untuk tidak menyelamatkannya atau kau dan dia beserta seluruh keluarga kalian akan menjadi tawananku!" ucap Kerenza dengan penuh ketegasa.


"Nona, kita berangkat sekarang" ucap Elsa.


"Ke markas!" titah Kerenza.


Kerenza pergi meninggalkan pasangan yang entah bagaimana kelanjutannya nanti, mengemudikan mobil menuju markas untuk membuat rencana penangkapan target, Kerenza sengaja tidak ingin membahas lagi di rumah karena mangantisipasi adanya kecurangan lagi, karena bisa saja Caroline menaruh akat penyadap di kediamannya jadi dari pada rencana gagal lebih baik Kerenza mencegahnya dari sekarang.


"Hubungi Hiebert agar ke markas tapi peringatkan agar tidak ada yang mengikuti dirinya hingga markas, jangan sampai markas kita di serang nantinya!" titah Kerenza


"Baik nona, akan saya hubungi" jawab Elsa dan langsung melakukan perintah.


.


Langkah Kerenza terdengar tegas menginjak lantai keramik maraks mereka, dan semua anggota setia yang melihat kedatangan big bos mereka langsung datang menyambut dan membungkuk hormat pada Kerenza sebagai tanda penyambutan mereka terhadap wanita itu.


"Selamat datag nona Kerenza" sapa mereka bersamaan.


Kerenza hanya mengangguk kecil menanggapi sapaan pada anggotanya, langkah tegasnya langsung mengayun membawanya menuju aula rapat setiap kali mereka membahas rencana penyerangan.


"Kita akan menangkap mangsa!" ucanya singkat.


"Diaman letak sasaran agar kita bisa menyusun rencana nona muda" jawab salah satu anak buannya yang bernama Micke.


"Avalon!" jawab Kerenza singkat.

__ADS_1


Avalon berada di lokasi dekat pantai barat Amerika Serikat, Avalon memiliki nuansa khas Mediterania. Rumah-rumah yang terselip di lereng bukit, tumbuh-tumbuhan rimbun, dan air biru yang cemerlang semuanya berperan menciptakan getaran lembut ini.


orang yang luar biasa mengunjungi setiap tahun untuk mengambil bagian dalam kegiatan petualangan luar ruang spektakuler yang ditawarkan, dan di situlah Caroline menyembunyikan diri, mengingat tempat itu ramai di kunjungi oleh orang orang yang ingin memanjakan mata sehingga Caroline berpikir jika dia tidak akan di temukan disana.


"Avalon, kenapa dia memilih tempat itu? apa dia pikir kita tidak bisa mememukan dirinya" tebak Micke dengan kekehannya.


"Mungkin saja!"


"Lalu bagaimana rencana selanjutnya nona muda?" tanya Elsa.


"Micke yang akan ke sana dan memimpin pasukannya untuk membekuk Caroline dan aku akan fokus pada penghianat gadungan yang tidak tau diri itu dan juga mencari keberadaan suamiku" jawab Kerenza.


"Jadi bagaimana? rencana apa yang harus kita lakukan?" tanya Micke.


"Utuslah mata mata untuk mencari tau dimana tempat tinggalnya, tapi usahakan kalian mengintai dengan benar di bagian pemukiman, karena aku yakin dia tidak akan bersembunyi di pedesaan pinggir kota, karena dia akan dengan mudah di ketahui" ucap Kerenza.


"Jadi maksdmu kita mencarinya di khalayak ramai nona?"


"Benar! menyamarlah sebagai pengunjung tempat itu, dengan begitu kalian akan dengan mudah menjelajahi seluruh tempat kunjungan dan itu akan membantu kalian menemukannya, tapi ingat dia bukan orang lemah jadi jangan remehkan dia, selain licik dia juga pandai bela diri!" beber Kerenza.


"Baik nona hari ini juga kami akan ke sana" jawab Micke.


"Baik nona, saya akan mengatur semuanya" ucap Micke dan langsung pergi untuk menilih siapa saya yang akan ikut bersamanya dalam misi ini.


Mengingat ini adalah pertama kalinya Kerenza memberi perintah langsung pada Micke membuat pria itu sangat bersemangat dan dia akan melakukan yang terbaik untuk misi perdanya ini, maka dari itu dia akan memilih siapa saja anggota yang terbaik yang bisa membantunya untuk menangkap buronan noan mudanya.


"Elsa untuk beberapa Hari kau akan menggantikanku ke perusahaan, kau akan menyamar sebagai diriku agar tidak ada yang mencurigai diriku dan pencarianku terhadap suamiku bisa berjalan" ucap Kerenza setelah semua anggota sudah membubarkan diri.


"Tapi mereka pasti akan mengenaliku nona"


"Tidak! kau tidak akan di kenali karena kau akan berakaian seperti diri dan style mu akan seperti diriku, dan satu lagi aku akan membuat permak wajahmu sama seperti diriku" ucap Kerenza sengan senyum liciknya.


"Aku akan mengikuti permainamu nona, tapi maaf saya tidak bisa melakukan pekerjaan anda disana" keluh Elsa.


"Apa kau bo**h!" ketus Kernza, "kau hanya perlu duduk manis dan setiap berkad apapun itu suruh saja mereka mengirimkannya leawat emailku biar aku memeriksanya lebih dulu" jawab Kerenza dengan kesal.


"Biaiklah nona saya paham" jawab Elsa.

__ADS_1


"Kita kembali!"


Mereka kembali, dan situasi yang sejak merak pergi tidak lah berubah, posisi dua orang itu masih sama tidak ada yang beranjak sedikit pun dari sana.


"Bagaimana keadaan Anna May?" tanya Kerenza setelah tiba di kediamannya.


"Dia sudah lebih baik nona muda" jawab Maydeline.


"Bagus! dan sekarang bawa penghianat ini di ruang bawah tanah, aku akan memberi dirinya kesempatan untuk memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil? mengaku atau tiada!" ucap Kerenza dengan tatapan tajamnya.


"Jangan lakukan itu Kerenza!" sarkas Kaisar.


"Kenapa? kau tidak suka! bukankah kau sudah tau bagaimana cara memperlakukan seorang penghianat? atau kau tiba tiba hilang ingatan karena tau penghianatnya adalah kekasihmu!" sindir Kerenza dengan penuh penekanan.


Kerenza kini benar benar berubah, dia tidak ada lagi rasa persahabatan dimatanya untuk Catline mungkin karena dia sedang di kuasai oleh api kemarahan dan kekecewaan sehingga bersikap seperti itu.


"Kau mau memberiku pelajaran Keren? silahkan saja tapi aku tidak akan membuka mulutku" jawab Catline tegas. Seolah mengatakan jika bagaimana pun hukuman yang dia terima tetap saja tidak akan membuat dia membuka mulutnya.


"Kau lihat! kekasihmu bahkan dia sudah menegaskan di hadapanmu kalau dia memilih menjadi penghianat hingga mati dari pada mengatakan siapa yang mengendalikan dirinya!" bentak Kerenza di hadapan Kaisar.


"Honey, katakan padaku siapa dia honye? jika kau memilih tiada, tapi aku tidak ingin kau tiada, jadi katakan padaku honey siapa dia dan apa yang sudah dia lakukan padamu hingga kau mau mengikuti perintahnya?" tanya Kaisar dengan sendu.


Mata Catline berkaca kaca memandangi Kerenza dan Kaisar bergantiam, dan Kerenza yang mengetahui jika dia di tatap malah mengalihkan pandanganya enggan membalas tatapa Catline.


"Aku tidak bisa mengatakan pada mu Kaisar, ada banyak yang akan terluka bahkan akan ada yang tiada jika aku mengatakan siapa dirinya" jawab Catline yang masih menatap Kerenza.


Ya, Catline enggan mengatakan bahkan berniat tidak akan mengatakan apa pun pada Kerenza walau nyawanya yang terancam tetap dia akan bungkam, karena untuk menyelamatkan nyawa keluarganya dan juga agar Kerenza tidak terluka jika tau orang yang melakukannya adalah orang terdekatnya yang sudah ia percayai.


"Katakan saja, kita akan berusaha untuk menyelamatkan nyawa mereka" jawab Kaisar.


"Maaf tapi aku tidak ingin ada yang terluka" jawab Catline dengan tatapan sendunya.


"Elsa...bawa dia ke gudang bawah tanah!" titah Kerenza.


"Aku pikir kau akan mengatakannya padaku, tapi ternayata tidak" batin Kerenza.


"Maafkan aku Kerenza, aku tidak ingin kau terluka dan keluargaku dalam bahaya" batin Catline.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2