BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 15


__ADS_3

Pagi pagi sekali pria tampan yang tak lain adalah Brillo sudah terbangun dari tidur indahnya semalam, bagaimana tidak jika di sampingnya ada seorang wanita cantik yang sudaa mengisi hatinya dari bertahun tahun lamanya.


"You very very beatufull baby. bahkan disaat sedang tertidurpun aura kecantikanmu tetap terpancar" Brillo asyik dengan kegiatannya yang sangat menyenangkan menurutnya dari hari hari sebelumnya selama tiga tahun ini.


Tangannya bergerak menelusuri setiap sisi wajah wanitanya, mengelus lembut dan penuh dengan cinta dan mendamba, hingga sang pemilik tubuh terbangun merasakan sentuhan itu di wajahnya.


"What are you doing Brillo?"


"Good morning honey" ucap Brillo tanpa menjawab pertanyaan Kerenza dengan gerakan cepat ia mengecup bibir manis wanitanya yang berhasil membuat Kerenza terjangkit kaget.


"Heii you crazy Brillo! why are you kissing me." bentak Kerenza.


"Slow baby jangan marah, itu hanga ucapan selamat pagi untuk kekasihku." jawab Brilo santai


"But, aku bukan kekasihmu Brillo." debat Kerenza.


"Are you forget baby? you are my girlfriend. Jangan lupa perjanjian kita semalam." ucap Brillo dengan alis terangkat keatas.


Kerenza tidak lagi menjawab, karena sudah kembali mengingat kalah dia sekarang adalah kekasih dari Brillo Jokson sejak kemarin malam.


"Aishhh aku bisa gila jika seperti ini " Keluh Kerenza dengan mengacak acak rambutnya yang sudah kian berantakan.


"Mandilah bersihkan tubuhmu, kau harus menemaniku hari ini, dan di lemari itu ada pakaian, ambil dan gunakan." kata Brillo seraya keluar dari sana.


"Hei kita kemana!" hei aku harus bekerja." teriak Kerenza.


"Mandi dan jangan banyak bicara sayang." jawab Brillo denga tetap berjalan pergi menjauh dari Kerenza.


"Dasar sia** n kau!" maki Kerenza.


Dengan sedikit kasar dan penuh kekesalan Kerenza pun mengikuti perkataan Brillo, menuju lemari dan membukanya, dan sungguh ia sangat tercengang melihat isi lemari itu.


Lemarinya berisikan pakaian wanita semua dan ukurannya jika di amati semua adalah ukuran tubuh Kerenza.


"Pakaian siapa ini? apa kekasihnya?" Kerenza bertanya tanya sambil tangannya terus bergerak mengobrak abrik lemari itu, melihat pakaian yang cocok dengan seleranya.


Kerenza kini sudah bersiap, rapi dan juga sudah berdandan sesuai proporsi nya saja, melangkah keluar dan menghampiri Brillo yang sudah bersantai menunggunya di sana dengan ditemani secangkir kopi yang kelihatannya masih menunjukan uap panas.


"Kau sudah selesai honey?" tanga Brillo ketika Kerenza sudah mendaratkan bokongnya di kursi meja makan.


"Seperti yang kamu lihat." jawabnya acuh.


Brillo membalasnya dengan senyum manisnya sungguj wanitanya kini benar benar sudah berubah, menjadi cuek dan acuh dan lebih parahnya ia berubah menjadi wanita kejam.

__ADS_1


"Makanlah sarapanmu my love, karna kita akan segera berangkat" kata Brillo yang kembali melihatbdan fokus pada koran ditangannya.


Kerenza makan rotinya yang sudah di bakar entah siapa yang membutnya, makan dengan diam dengan mata yang menelisik setiap sudut markas itu.


"Makan dan jangan banyak bergerak hanya untuk memangang markas ini" kata Brillo tanpa mengalihkan tatapannya dari koran itu "Jika kau mau kau bisa tingga disini seperti kataku semalam, atau kau tinggal saja dirumahku." lanjut Brillo.


Kerenza terkejut mendengar teguran Brillo. ia berpikir jika lelaki itu tidak tau apa yang dia lakukan, karna fokusnya pada koran itu saja, terlebih lagi tawarannya yang benar benar sangat enteng di ucapkannya.


"Kenapa menatapku begitu hem?" tanya Brillo yang kini sudah melipat korannta dan mendekat kearah Kerenza dan mencium pipi waniga itu sekilas, dan hal itu membuat Kerenza kembali kesal.


"Bisa kah kau tidak menciumku lagi." kata Kerenza dengan nada dinginya yang justru membuat Brillo terkekeh.


"Tidak bisa." jawabnya santai.


"Aish kau ini." Desis Kerenza.


"Ayo berangkat." ajak Brillo.


"Kemana Kaisar, dan yang lain.?" tanya Keremza dengan pandangan ia edarkan kembali mencari sosok yang anak buahnya.


"Mereka sudah pergi lebih dulu." jawab Brillo.


"Kenapa tidak ada yang mberitahuku."


"Kau sedang tidur dengan nyenyak, maka mungkin mereka mengganggumu."


"Mereka sudah pamit padaku dan sekarang aku sudah menyampaikannya padamu." jawab Brillo santai dengan kaki mulai melangkah dan menggeret tangan Kerenza untuk berjalan bersisian.


Kerenza hanya bisa bersungut mendapati sikap Brillo yang sesuka hatinya, baru semalam menjadi pasangan kekaksih tapi sudah banyak hal yang di ambil alih oleh Brillo atas dirinya.


Mereka kini sudah sampai di perusahaan milik Kerenza, tanpa menunggu Kerenza ingin langsung melesat keluar dari mobil Brillo, tapi tertahan oleh cekalan tangan lelaki tampan itu.


"What is strong?" Kerenza menautkan kedua alisnya saat Brillo mencekal tangannya.


Tanpa menjawab, Brillo langsung melesatkan bibirnya dan mengisapnya sedikit dan lebih lama." vitamin semangat my love."


"Fa*k" maki Kerenza keluar membanting pintu mobil mahal Brillo dan melesat pergi meninggalkan Brillo yang terkekeh.


Di Ruangan Kerenza sudah ada Robert Hans dan Max Hans putranya, menunggu kedatangan pemilik ruangan itu


"Daddy, max." sebut Kerenza saat mendapati mertua dan adik iparnya duduk santai di ruangnya.


"Oh Alana anakku." sambut Robert.

__ADS_1


"Hallo kaka ipar " sapa Max dan langsung memeluk Alana.


Sesegera mungkin Kerenza melepaskan dirinya dengan menggunkan selueuh kekuatan dan mau tak mau pelukan itu pun terlepas paksa.


"Hai max, lama tidak berjumpa dan silahkan duduk." ucap Alana lembut.


"Kau dari mana saja Alana, kenapa tidak pulang kerumah?" tanya Robert khawatir


"Dari mana daddy kau tau kalau aku tidak pulang."


"Tadi daddy kerumah tapi kata bibi Caroline lau tidak pulang."


"Ohh, saya tidur di apartement Catline dad, karena semalam kami ngopi bareng, tak sengaja ketemu di supermarket.' jawabnyAa tenang.


"Ohh daddy pikir terjadi sesuatj padamu."


"No daddy, jangan khawatir padaku."


"Oh ya daddy lupa kalau kau memiliki teman teman yang akan membantumu,Tapi ingat girl daddy akan selalu ada jika kau butuh sesuatu dan max juga ada disini."


"Ya daddy, aku pasti akan mengatakannya padamu. Dan ada apa daddy pagi pagi datang menemuiku apa ada sesuatu yang penting daddy?" tanya Kerenza.


"Tidak sayang, daddy hanya mau menjengukmu dan juga Max yang ingin berjumpa denganmu.


"Ohhh hanya itu kah dad?"


"Tidak itu saja, daddy ingin bertanya apa kau mendapatakan undangan dari ** Corp?"


"Yes dad, aku mendapatkannya.


"Apa kau mau ikut dengan daddy dan Max? kita aka pergi bersama kesana."


"Maaf daddy, aku tidak bisa. Kerena aku juga mendapat undangannya dan aku harus menemani seseorang disana."


"Maksudmu kau akan menjadi pasangannya begitu."


"Yes, daddy benar sekali, dan aku tidak mungkin mengecewakannya.


"Baiklah, karena kau sudah memiliki pasanagn maka daddy bersama Max saja.'


Sedangkan max sedari tadi terus saja mandang dua orang didepannya, oh bukan lenih tepatnya tertuju pada Kerenza tanpa berniat untuk ikut masuk dalam obrolan itu.


"Max kita pulang." ajak Robert.

__ADS_1


"Baiklah dad, ayo kita pulang."


TBC


__ADS_2