BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 88


__ADS_3

Alex yang sudah tidak muda lagi memberi penyerangan pada gadis muda yang menjelam menjadi sekretaris di perusahan itu agar bisa sewaktu waktu menuntasakan hasrar bila menginginkan hubungan badan, sementara Jenn yang sudah terbiasa hidup glamor dengan senang hati menyerahlan tubuhnya membiarkan pria tua yang sudah hampir setengah aba itu menggerayai tubuhnya agar bisa dipenuhi biaya kelakuannya.


"Ahhh...niknat sekali ahhhhh...."


Desahan kenikmata salinh bersahuta dari bibir kduanya, ternyata walau sudah berumur tapi Alex bisa membuat seorang wanita muda merasa sangat puas dan tidak bisa menahan serangannya kuatnya, tidak menahan racauannya yang semakin menjadi memenuhi ruangan itu.


Tidak jaiuh berbeda dengan Robert, lelaki tua itu pun sama dengan anak buahnya, mengiming imingkan kepuasan kelakuna dan kehidupan glamor pada gadis yang baru saja bekerja di perusahaanya, wanita yang cantik, padat, berisi dan sexy membuta gairah siapa saja memuncak hanya dengan melihatnya saja.


Dan Robert tidak mau menyia nyiakan kesempatan emas saat gadis itu datang padanya, melaporkan diri sebagai anggota baru yang ternyata memang sudah di atur sedemikian rupa oleh Robert seolah setiap anggota baru dalam perusahaan wajib untuk melaporkan diri pada CEO nya.


"Kau tidak menginginkan uang?"


"Tentu saja tuan, jika tidak maka saya tidak akan mau bersusah payah untuk melamar pekerjaan disini"


"Bagimana jika aku memberimu uang dan membiayai segala kelakuanmu asal kau mau memberiku kepuasan dan adikku yang di bawah ini bisa menemui sarang baru"


"Kau tidak punya istri tuan?"


"Tidak, istriku tidak ada karena dia mati bersama kekasihnya"


"Berarti tuan besedia membiayaiku?"


"Tentu"


"Maka dengan senang hati aku memberikanya"


Dan kembali lagi terjadi pertempuran yang panas dan bergairah, pada pria tuan yang yang tak lain adalah pemimpin perusahaan dengan gadis yang baru saja ajkan menjadi mangsanya untuk memuaskan hasrat bila berada di kantor sedangkan di kediaman di biasa di layani oleh Rebeca si pembantu merangkak jadi jal*ng rumah"


Miris bukan, manusia manusia yang ternyata bukan hanya licik tapi juga menarak menjadi penjahat wanita muda, bukankah hidupnya lebih pantas di neraka bahkan mungkin neraka akan enggan untuk menerima oran yamg berdisa dengan macam macam perbuatan seperti mereka.


Selesai dengan kegiatan yang mereka lakukan, kedua pria paru baya itu kembali pada aktifitas normal mereka "Alex keruanganku!" titah Robert dalam sambungan interkomnya.


"Apa yang bisa ku lakukan tuan besar?" tanya Alex setelah berada dalam ruangan Robert.


"Aku ingin kau mengawasi gadis itu, pekerja baru di perusahaan kita itu, awasi gerak gerikanga karena tidak ada yang tau jika dia adalah seorang mata mata"


"Kenapa tuan berkata begitu?"


"Karena dia tidak akan mungkin mau naik ranjang dengan muda"


"Tapi bukankah sama saja, Jenn juga jal*ang yang merangkap jadi sekretaris"


"Tapi konsepnya berbeda Alex, dan aku tidak mau sampai kecolongan hanya karena nafsu birahiku"


"Baiklah tuan, saya akan terus mengawasinya"


"Keluarlah!"


***

__ADS_1


Di kediaman Kerenza, kesibukan mulai terjadi karena Gilmax yang langsung turun tangan mengatus semua pesat kecil kecilan yang akan di adakan malam ini, walau hanya yang berada dalam rumah dan markas yang menghadirinya tapi bukan berarti Gilmax akan memberikan asal jadi, tapi dia akan memberikan pesta meriah untuk jadinya pewaris ** Group dan BW Group, dua perusahaan yang jika di satukam akam menjadi perusahann raksasa di dunia dan mungkin kelak akan di satukan jika penerunya tunggal.


"Anna sayang, tolong makanan kamu yang atur, usahakan makanan khusu untuk nona muda dan berikan makan yang cocok untuk ibu hamil' ucap Gilmax yang berbisik di akhir kalimatnya


Anna tentu saja terkejut bukan main, dan berganti kebahagiaan setelahnya mendengar jika nona mudanya akan memiliki keturunan, "Benarkah!" seru Anna kegirangan tapi dengan cepat Gilmax menutup mulut kekasihnya.


"Stttt jangan mengundang rasa penasaran orang orang dengan suaramu karena berita ini akan menjadi kejutan bagi mereka yang akan di sampaikan langsung oleh tuan dan nona muda" bisik Gilmax yang di anggukan oleh Anna.


"Jadi nona muda hamil Dam?" tanya Anna yang ikut berbisik.


"Yes, dan aku mau kita segera menyusul" jawab Gilmax dengan senyum mesumnya.


"Oh Adam sayang, kau harus menikahiku lebih dulu maka aku akan memberimu baby" ucap Anna dengan tangan yang sudah melingkar di leher Gilmax.


"Jangan memancingku sayang, karena aku harus menahan diri sampai pesta berakhir" ucap Gilmax yang mulai frustasi.


"Oh tuan Adam, aku tunggu nanti malam" ucap Anna dan mel*mat bibir Gilmax kemudian dengan cepat ia lepaskan saat menyadari kekasihnya muali terpancing.


"Oh my god! kau menyiksaku sayang, dan hukumanmu adalah bergadang nanti malam!" ucap Gilmax lalu pergi dari sana.


Gilmax tidak mau terus berada di dekat Anna jika dia hanya akan tersiksa menyaksikan tubuh indah kekasihnya yang sudah pasti tidak bisa dia miliki siang ini akibat pekerjaan yang juga tidak kalah pentingnya.


Sementara di kantor Brilo, pasangan yang di liputi bahagia itu, baru saja terbangun dari tidur mereka, dengan segera Brillo membopong tubuh Kernza menuju kamar mandi untuk membersihaln diri sebelum ke butik mencari gaun yang akan di kenakan Kerenza malam ini di acara pesta keluarga besar mereka.


"Aku bisa sendiri Brillo.


"Brillo, bagaimana jika musuh kita tau jika aku sedang mengandung?"


"Maka jangan mengatakannya"


"Tapi kau tau, jika musuh itu sangat licik dan aku yakin jika informsai seperti ini bukanlah hal yang sulit untuk dia cari tau,"


"Maka kau berdiam diri saja di rumah dan jangan bekerja, ini juga untuk baby kita"


"Tapi bagaimana dengan perusahaan ayahku Brillo?"


"Love, kita bahas nanti jika sudah selesai madi ok!"


Kerenza mengangguk menyetujui perkataan suaminya, dan setelah itu mereka mandi dan taka lama sudah selesai dan kini bersiap untuk berangkat ke butik mencari gaun yang akan di kenakan Kerenza.


"Brillo, kenapa harus mencari gaun lagi? kita kan hanya pesta kecil kecilan dirumah lalunkenapa harus menggunakan gaun mewah?"


Mereka kini sudah tiba di butik ternama dan terbesar di kota itu, yang ternyata adalah miliki Brillo selama tiga tahun terkahir ini karena pemiliki sebelumya bangkrut dan terlilit hutang milyaran dollar pada Brillo dan mau tidak mau Brillo harus menyita semua asetnya agar tidak rugi karena utang yang tidak terbayarkan.


Mereka di sambut baik bahkan managernya haru turun tangan melayani dan menemani tuannya selama berada disana, karena tidak ingin dikatakan tidak sopan yang akan berujung dengan hilanngnya pekerjaannya kelak.


"Carikan gaun terbaik untuk istriku! layani dengan baik!" titah Brillo Jokson pada para bawahanya yang sudah mengetahui jika kini pemiliki butik itu adalah pengusaha muda dan tampan.


"Baik tuan muda, ayo nyonya silahkan ikut kami di ruang ganti" ucap salah satu pelayan butik.

__ADS_1


"Maaf tuan muda, jika pelayana kami kurang baik karena kami tidak mengetahui kalau tuan akan berkunjung jadi kami tidak memiliki persiapan untuk menyambut anda" ucap Manager dengan membungkuk dan tangan yang langsung membawa nampan berisikan kentang goreng untuk menemani pemilik butik menunggu istrinya.


"Tidak masalah, karena kami juga datang mendadak, tapi ingan pastikan para bawahnmu mempelakukan semua tamu sama seperti ku jangan hanya padaku tapi orang lain di abaikan apa pagi jika pelangganya yang menengah ke bawah!" ucap Brillo dengan nada penuh penekanan selalu memastikan pelayanan di butiknya selalu di berikan untuk semua masyarakat.


"Tentu tuan muda, saya selalu memantau para pekerja agar tidak mencoreng nama baik butik kita"


"Bagus tingkatkan pekerjaan kalian"


"Baik muda"


Brillo terus duduk di tempat VIP untuk menunggu istrinya tanpa tau jika kegaduhan terjadi di tempat ruang ganti dan karena dua orang pelanggan sedang memperebutkan gaun yang sama dan salah satunya adalah istri pemilik butik.


"Aku mau gaun ini!" teriak salah satu pelanggan.


"Maafkan saya nyonya, tapi gaun ini sudah lebih dulu di ambil oleh nyonya Kerenza" jawab pelayan dengan sopan.


"Tapi aku mau membelinya, aku akan membayar dua kali lipat dari harganya asal kau memberikan gaun ini padaku!"


"Maaf nona, bukan perkara siapa yang membeyar lebih mahal tapi masalahnya saya yang lebih dulu mengambil gaunnya"jawab Kerenza.


"Ck banyak bicara kau! mana manager kalian, cepat panggil dia sekarang untukku!" bentak wanita itu


Brillo yang sayup sayup mendengar keributan langsung mengalihkan perhatinyan pada Manager yang juga ikut rerkejut dengan itu, dengan cepat mereka berjalan menuju sumper suara, dan Brillo menghentikan langkahnya melihat jika ternyata istrinya yang sedang berduet maut dengan wanita yang berteriak itu.


"Biarkan dulu!" cegah Brillo pada Manager yang ingin maju.


"Tapi tuan muda, nyonya sedang dalam masalah"


"Wanita itu yang dalam masalah bukan istriku" kekeha Brillo.


Manager iti bingung dengan perkataan Ownernya tapi dia hanya bisa mengikuti perkataan pemilik tanpa membanyah sedikit pun, dan mereka menyaksikan adegan ribut yang masih berlanjut.


"Maaf nona, tapi kami tidak bisa mengikuti kemauan anda untuk mendapatkan gaun ini dengan cara yang curang karena kami tidak butuh bayaran dua kali lipat jika harga normal saja sudah memberi kami keuntungan dan gaji yang menjanjikan" jawab pelayannya yang tetap keukeh menahan gaun itu.


"Oh jadi kau melawan pelangganmu, aku akan viralkan butil ini agar tidak ada lagi yang mei berlangganan disini" ancamnya.


"Maaf nona, saya rasa semau masyarakat sudah mengetahui pelayanan kami, jadi percuma anda mengancam karena itu tidak akan berpengaruh" jawab pelayan itu dengab lantang.


Sedangkan Kerenza hanya tersenyum meliaht keberanian pelayan itu yang lebih mengutamakan kejujuran dari pada iming iming uang, dan itu sudah cukup untuk menguji bagaimana cara kerja di butik ini.


Kerenza yang awalnya tersenyum kini berganti dengan senyum mautnya dan mata tajamnya nyalang mengarah pada wanita itu saat mendapati pelayan itu ingin dia hajarnya.


"Jangan sekalipun kau berani menyentuh pelanyanku!"


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2