BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 35


__ADS_3

Di mall Kerenza sudah menunggu duduk di meja yang sudah mereka janjikan sesuai dengan istruksi dari wanita itu.


Kerenza duduk di meja yang sudah di tentukan dengan bersandar di punggung kursi dan sesekali dia melirik jam yang ada di pergepangan tangannya memastikan waktu.


Kerenza sengaja datang lebih awal agar tidak jadi alasan bagi wanita itu untuk tidak datang, tapi rupanya sudah lima belas menit berlalu dari waktu yang di tentukan tapi wanita itu belum menunjukan keberadaanya.


" Ck, apa wanita itu mempermainkanku." gerutu Kerenza yang sudah mulai bosan menunggu.


Kerenza masih bertahan disana hingga waktu sudah menunjukan pukul setengah satu siang dan hasilnya sia sia, tidak ada kemunculan wanita itu.


" Apa wanita itu mempermainkanku."


Kerenza merasa sangat geram sekali karena tidak membuahkan hasil dari rencana mereka, tangannya bergerak meraih ponselnya dan mendial orang orang yang terhubung di earphone yang ada di telinganya.


" Apa kalian melihat yang mecurigakan.?" tanya Kerenza melalui earphone itu.


" Serempak mereka menjawap tidak ada seseorang wanita yang terlihat mencurigakan.


" Si*l." umpat Kerenza.


Dia memukul meja dan meremas jemarinya membetuk gumpalan tinju hingga buku buku jarinya memutih.


" Dia benar benar mempermainkanku."


" Bagaimana Kerenza? apa kita akan tetap menunggu disini." tanya Salah seorang yang tak lain adalah Kaisar.


" Tetap berada di tempat, ini masih terlalu cepat jika kita membubarkan diri." titah Kerenza yang masih betah duduk di tempatnya walau dia sharus menahan amarahnya


Mereka kembalu bersiaga menunggu di setipa titik yang sudah mereka rencanakan sejak awal.


Sibuk menunggu tanpa tau kalau memang wanita itu tidak akan pernah muncul karena sudah lebih dulu di sergap oleh pasukan Brillo yang sudah berisap disana sejak pagi tadi.


Flasback beberapa jam yang lalu, Hebert dan Gilmax sudah berada disanan dengan pakaian santai layaknya pengunjung yang ingin refresing atau berbelanja di mall.


Mereka sudah menunggu di tempat yang tidak termasuk dalam rencana Kerenza karena mereka yakin lawan mereka juga pasti sangat licik tidak mungkin melewati jalan yang mudah di tebak bahkan orang bodoh sekalipun.


Sehingga mereka memilih arena permainan, karena keyakinan mereka kalau wanita itu pasti memang akan datang tapi tidak akan mudah menemui Kerenza begitu saja.


Dan benar saja duagaan mereka seraa waktu yang sudah mereka tentukan karena ternyata wanita itu datang dua satu jam lebh cepat dari waktu janji mereka dan tidak melewati pintu utama ataupun belakang.

__ADS_1


Wanita itu melewati salah satu lorong yang yang mengantarnya ke gudang persediaan dengan menyamar sebagai petugas mall, mengantarkan mainan ke arena permainan itu.


Sungguh jika orang biasa akan berpikir dan beranggapan kalau memang benar adanya jika dia adalah petugas pelayanan khusus wahana permainan.


Bahkan Gilmax dan Hiebert yang begitu jeli terhadap musuh pun sebenarnya hampir saja terkecoh dengan penpilannya, jika saja sesutu tidak terjadi sebagi petunjuk untuk mereka.


Dan sialnya lagi petunjuk itu hasil dari pengamatan Brillo yang mengawasi mereka melalu kamera pengintai yang melekat di tubuh bagian kerah baju Gilmax.


" Hei bod*h! perhatikan wanita yang ada bagian kirimu Gilmax." teriak Brillo yang melihat anggotanya tidak menyadari akan hal itu.


Serempak mereka melihat ke arah yang di maksud tuan muda mereka, dan benar saja mereka melihat gerak gerika wanita itu, maski tidak terlalu menonjol tapi tetap saja bisa di lihat oleh mata mata jeli.


" Mendekat tapi jangan sampai menarik perhatian pengunjung."


Gilmax memberi perintah agar aggotanya mendekat dengan gerakan cantik agar tidak menarik perhatian pengunjung lainnya.


" Jangan bergerak, tapi ikuti kemana dia dan sergap jika tidak ada orang lain disana." tambah Hiebert.


" Baik tuan." jawab mereka serempak dan mulai mendekta dengan gerakan seolah mereka adalah pengunjung.


Ada yang ikut bermain dan bergabung dengan anaka anak disana, ada juga yang berpura pura sedang melakukan panggilan tapi gerakan mereka semakin mendekat ke arah wanita itu.


Selesai dengan itu wanita misterius itu berpindah tempat dan melakukan sesuatu yang sama seperti yang sebelumnya tanpa tau bahwa di belakangnya kertas yang dia taruh sudah diambli oleh anggota Gilmax.


Masih sibuk dan beberapa kali berpindah tempat hingga hampir saja dia sampai di toilet tempat anggota Kerenza menunggu, dengan cepat dia di sekap dan di seret keluar lewat jalan yang sebelumnya di lewati oleh wanita itu.


Sempat terjadi perkelahian antara wanitan mistrerius itu yang ternyata memiliki kemampuan bela diri yang tidak bisa diremehkan, bahkan mampu menumbangkan semua anggota Gilmax.


Namun bukan berarti dia bisa menumbangkan Hiebert atau pun Glmax, karena bagaimana pun sabuk hitam yang dimiliki kedua pria itu tidak bisa di remehkan.


Perkelahian terjadi dan Hiebert lah yang bertarung melawan wanita yang mengaku pemilik tato incaran Kerenza itu, hingga akhirnya kelelahan membuat dia kalah dan di seret paksa oleh Hiebert.


" Kau benar benar tidak memiliki perasaan terhadap wanita rupanya ya."


kekeh Gilmax saat mereka sudah berada di dekat mobil mereka untuk pergi meninggalkan mall.


" Kau diamlah! jangan banyak bicara."


Hiebert sangat kesal karena Gilmax yang menertawakan dirinya melawan seorang wanita, tapi mau bagaimana lagi wanita yang satu ini tidak bisa diremehkan dan terpaksa harus menggunakan kemampuan untuk melumpuhkan wanita itu.

__ADS_1


" Ck kau pemarah sekali." rutuk Gilmax yang langsung masuk ke dalam mobil.


" Katakan pada tuan muda aku masih harus menangani wanitanya itu." ucap Hiebert sebelum mobil Gilmax berjalan pergi.


Selepas kepergian Gilmax, kini Hiebert kambali berperan sebagai pengikut setia Kerenza, dia sudah stand by di tempat yang sudah di tentukan sesuai rencana mereka, berada tidak jauh dari Kerenza.


" Apa kau akan tetap menunggu Keren?"


Hiebert bertanya pada Kerenza yang masih setia berada disana sementara waktu hampir menunjukan pukul satu siang waktu setempat.


" Aku akan menunggunya disini sebentar lagi."


Tidak lama setelah Kerenza berkata sepertinitu seorang pelayan datang membawa nampan yang berisikan selembar kertas.


" Permisi nona muda." Sapa pelayan itu.


" Ya ada apa." jawab Kerenza dingin.


" Ini ada titipan surat untukmu."


" Surat untukku." beo Kerenza.


" Ini dari seorang wanita dan menyurus saya untuk menyampaikan surat ini."


Kerenza dengan cepat meraih surat itu dan membaca isinya.


" Kau pasti sangat marah bukan.! tapi maaf lebih baik kau pulang dan jangan pernah berharap akan bisa bertemu denganku! selamat tinggal."


Pesan singkat yang berhasil membakar diri Kerenza setelah membacanya, merada sangat di permainkan oleh wanita itu.


" Sia**n! berani sekali di mempermainkanku." umpat Kerenza.


" Diaman letak CCTV."


Kerenza kembali mengarahkan pandangannya ke arah pelayan itu dan bertanya letak keberadaan CCTV.


" Maaf nona muda tapi sayang sekali CCTV kami tidak berfungsi hari ini." jawab pelayan itu dengan begitu tenangnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2