BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 41


__ADS_3

Brillo sendiri ternyata sudah di bawa pergi oleh Adam yang kini, wajahnya hancur tak bisa lagi di kenali karena kerusakan akibat serbuk yang di lemparkan tepat di wajahnya, serbuk yang membuat wajahnya seperti moster.


Bahkan Adam hampir saja tidak mengenalinya jika bukan karena jas pernikahan yang di kenakan Erland, maka Adam tidak akan mengetahui dirnya.


" Tuan muda....Tuan kau dimana." teriak Adan yang mengetahui jika Erland sudah tidak berada di dalam jangkauannya lagi.


" Tolong, adam tolong aku." teriak Erland saat mendengar suara teriakan Adan, meski lemat tapi tetap ia berusaha mengeluarkan suaranya agar terdengar oleh Adam.


" Tuan muda. kau baik baik saja." kata Adam yang langsung berlari ke arah Erland.


" To tolong a aku Adam." saut Erland yang sudah mulai melemah karena kehabisan darah akibat dua tusukan yang terdapat du perut dan punggungnya.


" Tuan muda aoa yang terjadi, kenapa wajahmu seperti in." panik Adam yang langsung mengangkat tubuh Erland dan membawanya keluar.


Adam dan Erland melarikan diri melewati hutan yang bisa menembus di jalan raya sebelah utara, karena adam yakin tidak akan ada yang bisa menemukan mereka disana, karena tidak ada yang tau tentang jalan rahasia itu.


Itu pun Adam ketahui karena Erland yang mengatakan padanya


" Tuan muda kita harus lewat dimana? tidak mungkin kita melawati jalan utama, itu akan sangat berbahaya bagi kita."


Adam mencari cari jalan untuk melarikan diri setelah dia menutup luka Erland dengan kain yang terdapat disana.


" Dimana Alana ku.? tanya Erlan yang masih sempat menanyakan Alana di tengah kesadarannya.


" Tuan muda tidak usah khawatir, karena nona muda baik baik saja." jawab Adam yang terus saja memapah Erland dan membawanya pergi


" Kau yakin dia baik baik saja."


" Tentu. Sekarang katakan tuan muda apa ada jalan yang bisa kita lewati untuk keluar dari sini."


" Di tengah hutan arah utara, jalan menuju jalan raya tapi menuju pedesaan." jawab Erland yang setelah itu tidak sadarkan diri lagi.


"Tuan muda.. Sadarlah tuan muda, tuan bangun."


Adam mengguncang tubuh Erland agar tuannta tetap sadar tapi rupanya Erland sudah tidak lagi bangun, terlalu lemas karena darah yang terus mengalir keluar dari tubuhnya.


Adam tidak mau lagi membuang waktu, dengan kondisi yang sebenarnya juga lemah karena beberapa sayatan luka di tubuh dan lengannya api tetap dia berusaha untuk menggendong Erlan menuju jalan keluar yang tunjukan padanya.


" Bertahanlah tuan, aku akan membawamu mencari bantuan." gumam Adam dan mempercepat laju jalannya walau tertatih.


Adam terus berjalan dan berusaha untuk tetap sadar agar mereka bisa sampai minimal di jalan raya agar memudahkan bagi orang lain menemukan mereka.


Dan benar saja jalan sudah terlihat dan beberapa langkah lagi Adam bisa sampai tapi rupanya kesadarannya sudah tidak bisa membantu dan akhirnya Adam jatuh ambruk bersama Erland di pinggiran jalan raya tak dalan kondisi tak sadarkan diri.


Tidak tau bagaimana cara orang menyelamatkan mereka berdua tapi yang jelas saat siuman mereka sudah berada di rumah kecil dangan penghuni seorang wanita tua yang ternyata adalah seorang perawat pada masanya.

__ADS_1


Mereka di obati lukanya, tapi wajah Erland tidak bisa di tolong oleh wanita itu karena hanya operasi yang bisa membantu.


Erland sendiri merasa sangat syok dengan keadaanya yang begitu mengerikan, jangankan orang lain bahkan dirinya sendiri pun begitu enggan untuk berkaca.


" Haaaaaaaa sia**n...!"


Erland berteriak dan menghancurkan semua yang ada disana saat dirinya terbangun dari pingsanya dan mengetahui keadaan wajahnya yang tidak lagi bisa di kenali.


" Tuan, tenganglah tuan."


Adam memeluk tuannya, menenangkanya agar tidak melukai dirinya.


" Aku tidak bisa seperti ini sia**n...! aku tidak mau seperti ini." teriak Erland yang masih terus memberontak bahkan memukul wajahnya tanpa merasakan perihnya saat tersentuh.


" Tenanglah tuan.! semua masih bisa kembali lagi."


" Bagimana ha! bagaimana caranya." teriak Erland.


" Ada apa ini."


Seorang wanita yang tak lain adalah pemilik rumah membuat mereka berhenti dan Erland melihat wanita itu.


" Siapa kau."


Erland langsung menyembunyikan wajahnya karena merasa tidak percarya diri karena kerusakan yang seperti buruk rupa.


"Jadi ini rumahmu."


" Ya, dan aku tidak ingin mendengar keributan di dalam rumahku."


" Maaf." cicit Erland.


Wanita itu yang namanya adalah Elisabeth berjalan mendekat ke arah Erland, dan melihat itu Erland melanglah mundur bersembunyi di balik punggung Adam, tidak mau di dekati oleh wanita itu.


" Tenanglah, kau tidak perlu malu, karena jauh saat kau tidak sadarkan diri aku sudah melihat wajahmu dan bahkan aku yang mengobatinya makanya bisa sedikit membaik dari sebelumnya."


Mendengar hal itu, Erland menatap wanita itu dan mendekat " Terimakasih."


" Tidak masalah."


" Apa saat kau menemukanku wajahku lebih buruk dari ini?" tanya Erland yang teringat akan perkataan Elisabeth.


" Ya, jauh lebih buruk, tapi kini lebih baik karena sudah mulai mengering."


" Berapa lama aku tidak sadarkan diri."

__ADS_1


" Tiga hari tuan muda."


Kali ini Adam yang menjawab pertanyaan Erland karena benar adanya jika dia dan Erland hanya selisih satu hari waktu mereka sadar.


Adam lebih dulu sadar satu hari baru setelah itu menyusul Erland du hari ketiga.


" Tiga hari." gumam Erland.


" Benar tiga hari, dan selama itu pula aku mengamati dan mengibati lukamu.


"Apa? kenapa bisa seperti ini."


" serbuk yang menyerupai tepunglah yang Menjadi penyebabnya, tapi kau tidak perlu khawatir karena ini bisa di sembuhkan tapi melalui operasi.


" Operasi."


" Benar tuan. tuan bisa operasi jika keadaan tuan lebih baik." jawab Adam


" Tapi kita akan dapat uang dari mana Adam? kau tau sekarang kita tidak memiliki uang saat ini, semuanya tertinggal dan tidak mungkin kita kembali pasti akan sangat bahaya." tanya Erland frusatasi.


" Tuan muda tidak perlu Khawatir, aku akan kembali untuk mengambil uang yang sudah aku pesankan pada salah satu anggota kita dari spanyol."


" Hiebert." tebak Erland.


" Benar tuan, dia akan ke Los Angel untuk mengambilnya."


" Apa dia bisa?"


" Tentu saja, apa tuan lupa siapa Hiebert."


" Baiklah aku percaya padamu."


" Terimakasih dan tuan tidak perlu khawatir, Hiebert akan menjemput kita di pelabuhan dan akan langsung terbang ke spanyol untuk mengobati wajah tuan."


" Tapi bagaimana dengan my Angel?"


" Tidak usah Khawatir tuan, aku yakin nona muda baik baik saja, dan kau tenang saja Hiebert akan menyampaikan kabar tentang nona muda nanti."


" Baiklah."


" Kau lebih baik istrahat lah nak, agar lukamu cepat membaik agar kau tidak memiliki kendala saat pergi nanti." Ucap Elisabeth saat meraka percakapan keduanya sudah selesai.


" Baiklah terimakasih bibi Elisabeth."


" Tidak masalah, aku senang membantumu."

__ADS_1


Ucap Elsabeth dan kemudian pergi meninggalkan mereka dan Erland memilih kembali istrahat sedangkan Adam masih setia menanti kabar dari Hiebert dengan menggunakan ponsel yang di berikan bibi Eisabeth.


TBC


__ADS_2