BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 56


__ADS_3

Kerenza sudah bersiap, tujuannya adalah markas dan terutama ruanganya yang biasa digunakan untuk mencari tau musuh karena semua alat alat canggih sudah lengkap disana.


"Nona, anda mau kemana?" tanya Elsa.


"Saya mau ke suatu tempat, dan kau awasi rumah, perhatikam setiap gerak gerik orang ini"


Kerenza menunjuk foto seseorang, dia yakin kali ini akan mendapatkan bukti karena dia susah bosan bermain main sehingga masalah terus saja datang bahkan kini suaminya haeus pergi untuk menyelesaikan permasalahan yang dia yakini adalah sebuah konspirasi.


"Baik nona, saya akan mengawasinya tapi lebih baik Maydeline ikut dengan anda nona agar ada yang bisa mengawal anda" ucap Elsa.


"Memangnya apa yang bisa dilakukan wanita itu!"


"Tentu saja melakukan sesuai perintah dari nona muda" jawab Elsa.


"Baiklah, Maydeline...Maydeline..!" teriak Kerenza.


"Iya nona saya disini" jawab Maydeline.


"Kau akan ikut denganku!" ucap Kerenza.


Bergegas pergi meninggalkan kediamannya tanpa menunggu jawaban dari bawahannya dan Maydeline pun tanpandi perintah dua kali langsung bergegas mengikuti langkah Kerenza.


"Kau bisa menyetir May?" tanya Kerenza.


"Tentu saja nona, dan akan sangat dengan sengam hati jika nona mengijinkan saya menyertir mobil anda" jawab Maydeline.


Kerenza langsung meleparkan kuci di hadapan Maydeline yang langsung di tangkap dengan sigap, mobil mulai berjalan membelah jalan raya.


"Tuan, target sudah berjalan bersama dengan pelayan lemah" pesan seseorang pada Robert.


"Keitaro! target sudah berjalan, sipakan seluruh anak buahmu!" perintah Robert pada Keitaro yang langsung disambut dengan antusias oleh pria itu.


"Semua bergerak, dan pastikan di tempat yang tidak akan mengundag kecurigaan masyarakat!" titah Keitaro.


Semua bergerak, mencari posisi di detiap titik, karena dalam rencana tetik penyerangan bukan hanya satu melainkan beberapa.


Robert yang licik itu sudah memperkirakan semua kemungkinan yang terjadi, kemungkin Kerenza selamat di penyerangan pertama maka titik ke dua akan bergerak dan begitu seterusnya hingga lima kekompok yang sudah bersiap.

__ADS_1


Kerenza dan Maydeline berjalan masih dengan kecepatan sedang, karena memang Kerenza tidak mau terlalu terburu buru.


Namun saat mobil yang mereka kendarai melewati jalan pinta, tiba tiba timah panas melesat di kaca belakang mobil yang membuat penumpang itu sangat kaget.


"Si*l!" umpat Kerenza "May percepat lajunya!" perintah Kerenza.


"Baik nona" jawab Maydeline dan langsung menginjak pedal gasnya menancap kencang melaju memebelah jalanan.


Seketika aksi kejar kejara terjadi antara Kerenza dendan beberapa mobil yang diyakini adalah mobil musuh.


Dorr


Satu tembakan lagi terlepas menuju ke arah mobil dan Maydeline yang tau hal itu terpaksa membanting setirnya hingga sedikit oleng untuk menghindari temabakan yang dia yakini pasti akan melesat tepat ke arah mereka jika peluru itu berhasil menerobos kaca mobil bagian belakang.


"****!" umpat Kerenza " mereka semakin ganas saja, May kau atur kecepakan dan aku akan menghalau mereka" ucap Kerenza yang langsung di anggukan Maydeline.


Kerenza mengambil senjata apinya yang berada di kursi penumpang, setelahnya dia membuka stelan kemejanya sehingga tinggal menyisakaan tanktop, lalu mengucir rambutnya ke atas agar tidak mengahalanginya.


Selesai dengan itu, kaca mobil terbuka Kerenza sudah mengambil posisi dan ancang ancang untuk menyerang balik, tanganya bergerak lincah untuk mebembaki musuh.


Dor dor dor.


"Sia**n!" umpat pemimpin dari musuh "hei kau! serang dia dan kau juga cepat tempak ban mobilnya agar tidak bisa berjalan lagi!" titan pimpinan.


Kerenza yang tau gerak gerik penembak mengincar roda mobilnya langsung memperingatkan Maydeline "May! kebut ke sembarang arah! jangan biarkan mereka menembak roda mobil!" seru Kerenza memberi peringatan.


"Baik nona"


Maydeline muai mengemudikan mobilnya tidak menentu arahnya, membelok kana dan kiri untuk menghindari peluru yang melesat ke arah mereka.


"Lebih cepat!" seru Kerenza yang masih sibuk melesatkan pelurunya.


"Nona, gunakan senapan api saja!" usul Maydeline.


Kerenza kembali pada posisi duduk, dia mulai berpidah tempat dan kini berada di kursi penumpang bagian belakang, tangannya dengan gesit merakit senapan dan memasukan peluru yang hanya sekali tembakkan saja akan menimbulakn ledakan dan kebakaran sasaran.


"May, buka atap mobil"

__ADS_1


Kerenza sudah berdiri melalui atap mobil yang sudah terbuka, karena disana dia bisa leluasa menembaki musuh musuhnya dengan sekali tembakam saja.


"Itu dia! cepat tembak!" seru musuh.


Kembali peluru di lepaskan mengarak pada Kerenza yang beridir dengan tenang, menghadap mereka, dia fokus mencari titik sasaran yang tepat agar satu peluru yang dia lesatkan bisa mengahcurkan satu mobil.


Dor


Duarrrrr


Satu ledakan dilepaskan oleh Kerenza tepat dibagian tangki mobil yang langsung disusul dengan ledakan besar dan yang pastinya penumpang didalamnya tidak akan selamat.


"Si**an! berani sekali dia melumpuhkan anak buahku! kau hubungi titik ke dua suruh untuk bersiap mereka sudah hampir tiba disana" ucap pimpinan.


Dalam sejekap saja berita itu tentu saja sudah sampai di terlinga Robert, tangannya mengepal kuat menahan amarahnya karena apa yang dia takutkan terjadi juga, tapi walau begitu dia tidak khawatir karena masih ada empat lagi titik yang sudah siap mengahbisi Kerenza.


"Kau lihat, anak buahmu tidak becus! untung saja aku memberikan renacana seperti ini jika tidak maka Kerenza susah lolos dan anak buahmu yang lenyap!" ucap Robert dengan senyum mengejeknya pada Keitaro.


Sedangkan Keitaro menahan amarahnya yang di sebabkan oleh berita dan perkataan Robert, rasanya jika saja dia tidak butuh otak cerdas Robert sudah di pastikan jika Robert hanya akan meninggalkan nama di bumi ini.


"Kalian pastikan Target lenyap!" teriak Keitaro melampiaskan amarahnya.


Kembali pada Kerenza, setelah tersisa satu mobil lagi dan mobil itu tidak lagi berekasi membuat Kerenza berpikir jika pengemudinya ketakutan tapi walau begitu Kerenza masih wanti wanti.


Tak lama Keenza merasa aman, serangan kembali melesat menembus kaca mobil bagian depan, jika saja Kerenza dan Maydeline tidak menunduk dan maka kepala mereka sudah menjadi sasarannya.


"Si**an! merja belum berhenti rupanya!" umpa Kerenza "May kau punya bom mainan"


"Nona ingin bermain? jika ya maka dengan senang hati memberikan kolekasiku" jawab Maydeline dengan seribgai liciknya.


"Berikan"


Kerenza mengambil dan kembali berdiri tenang, dia kembali mengambil ancang ancang mobil siapa yang ingin dia ledakan lebih dulu di antara keempat mobil yanga menghalau jalan mereka.


Melihat ada mobil yang atapnya terbuka sama seperti milik mereka dengan segera menyuruh Maydeline untuk menginjak pedal gas lebih cepat dan kembali menyuruh untuk menginjal remnya dalam dalam hingga menimbulkan decitan mobil.


Duarrrrr

__ADS_1


Satu mobil kembali meledak dan orang orang yang beridi tidak jauh dari sana menjadi sasaranya, mereka terlempar dan terpental jauh dengan keadaan badan yang terlukan bahkan pengemudi susah terbakar oleh api bom dari Kerenza.


TBC


__ADS_2