BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 16


__ADS_3

Kring kring ......


Ponsel milik Kerenza berbunyi pertanda kalau dia di hubungi. " Hallo ada apa.?" tanya Kerenza memutar bola matanya jengah saat mendapati bahawa yang menelponnya adalah Brillo.


"My love, aku sudah dijalan menuju kantormu."


"Untuk apa kau kemari?" tanyanya tidak senang.


"Untuk menjemputmu love."


"Mau kemana? aku ini banyak pekerjaan." jawan Kerenza yang berniat mematikan ponselnya.


"Love, jangan menolakku ok. karena aku tidak suka" kata Brillo dingin.


"Lalu apa urusanku? jika tidak suka maka kau pergi saja."


"Jangan berpikir kau bisa pergi dariku love. Jadi bersiap karena kita akan mencari pakaian intuk nanti malam" kata Brillo yang langaung mematiakn ponselnya.


"Sia*-n kau Brillo." umpat Kerenza karna tidak bisa lagi membantah.


Tak lama kembali ponselnya berbunyi tapi tidak dihiraukan, masih terus fokus pada pekerjaannya.


"Nona, ada Tuan Br-." tidak sempat Mattew berkata sudah disosor olehya.


"Love, kenapa tidak mengangkat panggilanku hm." tanya Brillo yang langasung menyambar mencium pucuk kepala Kerenza yang spontan membuat wanita itu medongak menatap Brillo dengan tajam.


" Jangan lancang Brillo!" bentak Kernza.


"Oh my love, what happen for you hmm? kenapa kau masih saja marah saat aku bersikap begini.?"


"Karena aku tidak menyukainya."


"Tapi aku menyukai dan menikmatinya. Jadi aku mau kau juga menikmatinya ok."


"Jangan memaksaku tuan, aku sangat tidak menyukai hal itu."


"Dan aku tidak suka ditolak apalagi di bantah love!" kata Brillo yang langsung menyambar tubuh Kerenza dan menggendongnya dan membawanya keluar dari ruangan itu.


"Apa yang kau lakukan, turunkan aku!" teriak Kerenza.


"Tenanglah love jika kau tidak mau jatuh" kata Brillo dengan tegas.


Kerenza akhirnya menurut perkataan Tuan muda itu, dari pada jatuh mending memeluk, dan Kerenza pun mengalungkan tangannya di leher Brillo yang membuat lelaki itu tersenyum puas dan berkata.


"Kau jauh lebih manis jika menurut pada ku love." ucao Brillo dan terus berjalan menuju luar perusahaan.


"Kau mau membawa ku kemana Brillo?" tanya Kerenza saat mobil yang mereka naiki sudah berjalan.


"Mencari pakaian pesta untukmu dan untukku sayang."


"Aku tidak perlu gaun pesta karena aku sudah memilikinya."

__ADS_1


"Tidak love, kau harus memiliki gaun pesta yang sangat bagus dan indah. Kau harus menjadi bintang malam ini, karena apa? karena kau adalah kekasihku" Brillo panjang lebar menuturkannya.


"Aku tidak mau." tolqk Kerenza.


" Penolakanmu tidak diterima love" jawab Brillo dengan tangan mengelus lembut pipi Kerenza dan mengecupnya sekilas.


"Tapi aku tidak suka Brillo. Aku akan datang hanya sebagai tamu saja." Kerenza masih saja terus menawar.


Melihat Kerenza yang keras kepala dan tidak mau di ajak dengan lembut, seketika terlintas ide gila di kepala Brillo.


"Baiklah, aku bisa mengabulkan permintaanmu."


"Benarkah?" tanya Kerenza dengan mata berbinar


"Tentu saja, tapi ada hal yang harus kau lakukan sebagai bayarannya." senyum licik sudah terbit di sudut bibir Brillo, karena ia yakin ini akan menajadi peluang untuknya.


"Aku sudah tau kau tidak akan mengatakan sesuatu tanpa kelicikan" kata Kerenza dingin.


"Ohhh tentu saja Love, semua harus ada timbal baliknya untuk ku."


"Katakan lah apa yang kau inginkan."


"Mudah saja. Kau harus tinggal bersamaku atau aku yang tinggal dirumahmu."


"What.! kau sudah gila ya.!" pekik Kerenza.


"No my love, I am not crazy! aku mengatakannya dengan kesadaran penuh." jawabnya meyakinkan.


"Untuk bisa dekat, memangnya apa lagi." jawabnya santai.


"Jangan gila kamu"


" Berarti kau memilih mau mendampingiku di acaraku nanti."


"Jangan bertingkah Brillo, disana mertuaku juga akan datang."


"Mantan mertuamu love. Kau tidak lupa statsumu sekarang bukan."


"Tapi tetap saja dia ayah Erland dan aku harus menghormatinya." kekeh Kerenza.


"Kalau begitu kau harus menyetujui perkataanku."


"Up to you" jawabnya pada akhirya.


"Good girl. Kau mengambil keputusan tepat." ucap Brillo yang lagi lagi mencuri ciuman Kerenza.


"Ck." Kerenza hanya berdecak mendengar perkataan Brillo.


Saat ini mereka sudah sampai di butik ternama di kota LA, memilih pakaian yang akan digunakan untuk pesta nanti malam dan mungkin setelah dari sini mereka akan langsung kesalon.


Selesai dengan itu semua, mereka berdua pergi meninggalkan salon, kerenza kembali terlebih dahulu ke rumahnya, karena ia tidak mau jika daddy Robert tau kalau dia sedang menjalin hubungan dengan lelaki lain. Bukan karena takut hanya saja merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"kau sudah kembali nona Alana? Bibi Caroline saat mendapati Kerenza berada di ruang tengah rumah miliknya.


"Ya!" Jawabnya singkat.


"Kau mau kemana nona.? apakah berpesata."


"Iya. dan mungkin aku tidak akan kembali malam ini. "jawab Alan.


" Baiklah Nona Alana." jawabnya yang kemudian pergi karena Kerenza sudah pergi lebih dulu.


kerenza sudah masuk kedalam kamarnya, kemudian merogoh dan mengobrak-abrik tasnya dan meraih ponsel miliknya, menleoon seseorang yang tak lain adalah orang orangnya


"Apa kalian sudah bersiap?" tanya Kerenza kepada Hiebert.


"Sudah Keren, dan saya akan segera menjemputmu."


"Cepatlah! Jangan sampai kita terlambat."


Saat ini mereka sudah berada di gedung ** Corp tempat acara dilaksanakan. Kerenza datang dengan didampingin oleh Kaisar, Catline, Heibert dan tak ketinggalan Mattew yang menjadi kekuatan mereka dalam segi teknologi.


Semua undangan yang masuk wajib di periksa dan harus menunjukan kartu identitas dan undangan mereka. Disetiap undangan sudah ada pengenal berupa logo emas yang ada dipojok kanan atas yang berfungsi untuk mengenali kelas undangan agar memudahkan pelayan yang bertugas dalam melayani tamu.


"Selamat datang nona Kerenza Alana Wate." sapa salah satu pelayan yang bertugas sebagai penyambut para tamu.


Tidak ada sahutan dari Kerenza, hanya anggukan kecil yang diberikannya, tapi tangannya memberi kode pada Hiebert untuk menyerahkan kartu pengenal perusahaan mereka serta undangan yang mereja terima.


"Mari nona saya antarkan ke ruang VIP, untuk istrahat sejenak sebelum acara dimulai." ucap pelayan memberi jalan pada rombongan Kerenza.


Mereka kini sudah sampai di depan ruangan yang dimaksud pelayan. " Maaf tuan Gilmax menggangu kesibukan anda." kata pelayan membungkuk hormat.


"Katakan!" ucap Gilmax tanpa menoleh kearah suara.


"Saya membawa perwakilan dari perusahaan Bryan Wate untuk istrahat sebelum acara simulai tuan Gilmax."


"Baiklah, persilahakn saja dia masuk, dan kau sediakan hidangan untuk mereka." ucap Gilmax.


"Baik tuan."


"Nona muda Kerenza Alana silahkan anda masuk dan selamat beristrahat nona."


Mereka memaauki ruangan dan disana sudah ada Gilmax didalam yang menyambut mereka. " Selamat datang Nona Muda Alana silahkan duduk dan beristrahatlah sejenak, tuan muda akan segera sampai." ucap Gilmax membungkuk hormat kemudian mengangkat kepalanya mandang tamu istimewa tuan mudanya.


"Adam!"


Sebut Kerenza terjeut. Ya, kerenza sangat terkejut dan spontan menyebut nama Adam yang tak lain adalah asisten Erland Hans tiga tahun yang lalu.


"Siapa yang anda maksud nona Alana." Tanya Gilmax bingung.


"Kau Adam. Kau yang aku maksud."


TBC

__ADS_1


like,koment,vote, rate dan beri author hadiah


__ADS_2