
" Apa kau akan tinggal bersamaku Brillo." tanya Kerenza.
Sekarang mereka sudah berbaring di atas ranjang Kerenza, saling memeluk satu sama lain.
" Kau mau tinggal bersamaku Love?"
Brillo balik bertanya tanpa niat menjawab pertanyaan Kerenza.
"Ck kenapa kau sekarang berubah menjadi sangat menyebalkan sekali." ketus Kerenza.
Brillo terkekeh mendapati reaksi Kerenza yang kembali ketus padanya, tidak akan pernah ada kata bosan bagi Brillo menghadapi sikap wanitanya yang seperti ini.
"Dan kau menjadi sangat menggemaskan sayang."
" Sudahlah! kau jawab saja pertanyaanku."
"Tidak mungkin kita tinggal bersama love, selema kita belum menemukan incaran kita "
"Jadi kau dan aku akan tinggal di kediaman masing masing." lirih Kerenza dengan wajah murungnya.
" Untuk sementara saja love, sampai masalah kita selesai."
" Baiklah, tapi apa kau punya rencana?"
" Ada, tapi aku harap kau tidak cemburu dan marah."
" Apa?"
" Dinel Xiau."
" Dinel model papa atas itu."
" Ya sayang."
"Jangan bilang kau akan mendekati jal**g itu Brillo." tebak Kerenza tidak suka.
" Tepat sekali my Angel karena hanya dia yang akan menjadi jalan kita untuk menuju dalangnya."
" Tapi mana mungkin, bagaimana bisa."
" Tentu saja bisa karena dialah wanita yang kau cari." jawab Brillo lantang.
Kerenza sangat terkejut mendengar kenyataan jika ternyat wanita yang dia cari adalah Dinel Xiau dan yang artinya wanita mistrius itu hanyalah umpan."
" Jangan bilang jika mereka sudah tau kalau aku mengincar wanita itu."
" Tepat sekali, mereka sudah tau kau menguncar wanita itu sehingga mereka dengan liciknya menutupi tato di tubuh Dinel dan mengumpan wanita lain."
__ADS_1
" Tapi bagimana bisa mereka tau jika aku merencanakan semua pertemuan itu? jangan bilang jika ada penghianat di antara anggotaku." tebak Kerenza yang lagi lagi di anggukan oleh Brillo.
" Benar sekali, ada penghianat di antara ketiga anggotamu itu dan yang pastinya bukanlah Hiebert." jawab Brillo.
" Tentu saja buka Hiebert, karena dia hanya setia padamu."
" Tentu saja dia setia padaku. Dan aku sarankan agar kau lebih berhati hati pada wanita itu."
" Wanita siapa yang kamu maksud Brillo."
Kerenza tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Billo, apakah Catline? tapi bagaimana mungkin wanita itu sementara Keluarganya lah orang pertama yang menyambut baik dirinya saat berada di Paris Prancis.
"Jangan katakan jika itu adalah Catline, karena aku tidak akan pernah percaya akan hal itu."
" Kenapa?" tanya Brillo dengan wajah datarnya.
" Karena mereka yang menyambut bail diriku pertama kali aku berada di paris walau pada akhirnya aku membalas budi mereka dengan memberikan kehidupan layak pada keluarganya tapi aku tau mereka sangat tulus padaku."
" Jika bukan dirinya maka orang lain." jawab Brillo yang tidak ingin berdebat karena dalam hati dai bertekat akan membuktikan jika dugaanya terhadap Catlien menurut laporan Hiebert padanya adalah benar jika wanita itu sudah menghianati Kerenza.
"Tinggal Mattew dan Kiaisar yang selalu ada disetiap rencanaku Brillo."
" Dan apa kau mencurigai mereka love."
" Entahlah aku sendiri bingung, mereka sudah mengabdi padalu selama bertahun tahun taoi Mattew baru aku temui saat aku suda berada disini."
" Entahlah untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan apapun itu, karena aku hanya ingin melepaskan rinduku padamu saja."
Kerenza berkata demikian dan setelah itu menyerang bibir Brillo dan mel**atnya dengan sangat rakus.
" Woww wanitaku menjadi brutal." ucap Brillo dan kembali menyambut baik ciuman panas dari wanitanya.
Mereka terus berpacu pada asmara yang semakin menggelora membangkikan gairah pasangan yang sudah lama berpisah itu.
" Oh my Angel aku sudah tidak tahan lagi." ucap Brillo dan langsung mengukung tubuh kerenza di bawahnya dan mulai menjelajahi tubuh wanita yang sudah pernah sah menjadi istrinya hingga sekarang.
Untuk pertama kalinya selama mereka berhubungan asmara, melepaskan hasrat yang tertunda bertahun tahun, terus berpacu di diatas tubuh kekasihnya.
Erangan saling bersahutan memenuhi ruangan ber AC itu, tidak lagi merasakan dinginnya AC arena gairah panas jauh lebih terasa di kulit tubuh mereka.
Sangkin panasnya mereka bermandikan peluh yang berasal dari tubuh mereka.
" Ahhhhh I Love You my Angel."
Erang Brillo sebelum akhirnya dia tumbang di samping Kerenza dengan nafas yang terengah rengah setelah berhasil mencapai puncak nirwana bersama dengan wanitanya.
" Kau benar benar membuatku puas my Angel bukan hanya cintamu tapi tubuhmu benar benar membuatku melayang."
__ADS_1
" Ck, jangan membahasnya Brillo aku sangat malu."
Kerenza menyembunyikan Wajahnya yang memerah menyusup ke dalam pelukan Brilli dan membenamakn wajahnya di dada pria itu.
" Kenapa kau harus malu? aku sudah melihat dan merasakanya." jawab Brillo dengan kekehan renyahnya.
" Ck aku bilang jangan di bahas Brillo."
" Baiklah aku tidak akan membahasnya lagi ayo kita tidur, kau pasti lelah."
Mereka tidur dengan posisi saling berpelukan karena lelah akan kegiatan yang baru saja mereka lakukan.
"Apa mereka masih lama?"
Tanya Gilmax yang ternyata sudah menunggu tuannya bersama yang lainnya di ruang tengah di di temani oleh kopi dan cemilan ringan yang di bawakan Catline.
"Kau pikir saja jika kau sedang menikmati surga dunia apa akan secepa itu." ketus Hebert yang tadi di tugaskan untuk mengecek Tuan dan nona mudanya.
Tapi hasil yang dia dapatkan sangat mengejutkan dirinya, kedua majikannya itu sedang melepaskan hasrat mereka dalam acara pemersatuan diri.
" Sebentar, apa maksudmu surga dunia." tanya Catlien yang merasa bingung.
" Apa kau belum pernah melakukannya pada Kaisar? jika sudah maka kau akan tau maksudku." jawab Hiebert acuh.
Catlien menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, bagaimana mungkin seorang Kerenza akan dengan mudah menyerahkan diri pada pria yang baru saja dia kenal.
"Jangan terlalu terkejut kai bisa tiada jika jantungan." tegur Gilmax santai.
Catline menatap tidak suka pada Gilmax karena perkataan Gilmax membuat dia tersinggung
" Aku tidak terkejut dengan hal seperti itu! yamg membuatku terkejut adalah kenapa Kerenza mau saja melakukanya."
"Lalu kenapa kau mau melakukan dan menikmati surga dunia bersamaku sayang hem.?"
Kali ini Kaisar ikut bertanya pada Catline karena menurutnya wajar jika mereka melakukannya karena sepasang kekasih sama seperti mereka yang sering melakukannya karena sama sama suka dan menikmatinya tanpa tau jika Kerenza melakukan dengan suaminya sendiri Erland Hans.
" Karena kau kekasihku." jawab Catline cepat.
" Maka jawabanya juga adalah karena tuan Jokson adalah kekasih teman kita Kerenza" jawab Kaisar berasumsi seperti itu.
" Tapi bukankah Kerenza hanya mencintai Erland saja." gumam Catline.
" Jangan terlalu banyak berpikir dan menebak jika kau tidak mau cepat tiada karena sakit."
Gilmax menegur Catline yang tidak suka wanita ini terlalu ikut campur urusan tuan dan nona mudanya.
TBC
__ADS_1