BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 70


__ADS_3

Di hutan, Brillo yang juga kesusahan mencari jalan keluar, sayup sayup mendengar suara yang memanggil dirinya "kau mendengar suara itu?" tanya Brillo pada lengawalnya.


"Saya mendegarnya tuan, dan itu sepertinya tidak jauh dari tempat kita hanya saja saya bingung dari mana asal yang sesungguhnya karena ini saling bersahutan di setiap arah terdengar tuan" jelas pengawal sekaligus berkeluhan.


Brillo terkekeh mendegar keluhan anak buahnya, dia juga mendengarnya hanya saja dia masih ingin memastikan keaslian dari asal suara, jika benar berasal dari setiap arah maka kemungkinan besar orang orang berpencar mencari keberadaan mereka dan itu tidak masalah, pada kubu siapa pun dia bertemu bukahlan permasalahan, hanya saja yang akan menjadi masalahnya adalah jika mereka berasal dari pihak musuh yang mengincar nyawa mereka maka habislah mereka.


"Kita tunggu disini, dan cari tempat persembunyian, aku khawatir jika nanti itu bukan anggota kita maka kita dalam bahaya, kadi biarkan mereka melewati tempat ini dan kita akan tau siapa mereka, dan jika ternyata mereka adalah anak buah ku maka kiat bjsa pulang hari ini, tapi jika bukan maka persiapkan dirimu dengan segala kemungkin yang terjadi, karena kita tidak punya senjata sama sekali" ucap Brillo memberi perintah sekaligus pengetian.


"Baik tuan muda"


Mereka muali mencari tempat untuk bersenyembunyi, dan mereka akan menunggu siala yang mencari keberadaan mereka, sembari menunggu Brillo mematahkan beberala ranting kayu untik di jadikan tambahan senjata.


"Kau pantau terus, biar ku runcingkan ranting ini"


"Baik tuan muda."


Sementara Kerenza sudab sangat frustasi karena tak kunjung menemukan belahan jiwanya, benar benar membuat dia kehilanga semangat hidupnya, sesekali wanita itu akan menjambak rabutnya frustasi dan mengusap wajahnya yang sudah di banjiri air mata.


"Brillo Jokson...! kau dimana, jangan membuatku mati karena tidak menemukanmu Brillo!" teriak Kerenza yang untuk kesian kalinya.


"Tuan muda.....! jawab kami jika kau mendengarkan teriakkan kami!" ucap Hiebert ikut berteriak.


"Brillooo.....!!"


"Tuan! bukankah iti suara nona muda?" tanya pengawal yang merasa kehadiran orang orang semakin dekat dan suara yang memanggil mreeka semakin terlihat jelas siapa pemiliknya"


"Jawab tapi jangan keluar"


"Nona Muda...! kami disini..!" jawab pengawa tak kalah kencang, tapi posisi mereka masih bersembunyi.


"Hiebert kau mendengar jawaban itu? seseorang menjawabku Hiebert, berarti suamiku tidak sendirian, dia bersama seseorang Hiebert, ayo cepat kita cari mereka!"


Dengan segera mereka berjalan maju untuk mencari sumber ke beradaan suara yang merespon mereka, "Brillo kau kah itu..! dimana kau Brillo...!" panggil Kerenza.


"Kami disini nona muda...!"


Kembali Kerenza dan Hiebert mendengar sahutan dan mereka percaya itu pasti salah satu pengawal yang bersama Brillo tapi kenapa dia yang menjawab? dimana Brillo?"


"Kau dimana? cepat keluar..!"


"Kami disini my Love!" jawab Brillo yang kini sudah berdiri tidak jauh dari tempat Kerenza berada.


Kerenza berpaling melihat dimana sumber suara, suara yang saat ini menjadi alasanya mengapa sampai di tengah hutan seperti ini, suara yang sangat dia cintai, suara yang dia rindukan dan suara yang pemiliknya adalah belahan jiwa Kerenza.


"Brillo, kau kah itu?" tanya Kerenza dengan bibir bergetar.

__ADS_1


"Yes love ini aku" jawab Brillo dengan senyum manisnya.


Keadaan Brillo saat ini jauh dari kata elegan, bagaimana tidak? baju yang dia kenakan tidak terganti selama tiga hari, bahkan celana yang dia kenanak robek, dan kemeja yang dulunya mahal tidak lagi terlihat karena kusut dan bernoda.


Tanpa aba aba, dia langsung berlari memwluk tubuh Brillo, tubuh yang sangat dia rindulan, walau tidak mandi sekalipun tapi khas dari pria itu masih sangat kendal dirasakan Kerenza ketika mereka berpelukan "aku merindukanmu sangat merindukanmu Brillo" ucap Kerenza semakin mengeratkan pelukannya.


"Me too love, i miss you somuch" jawab Brillo membalas pelukan hangat istrinya.


Mereka melepaskan pelukan, kini kening mereka menyatu saling mentapa lekat pasangan dan perlahan tapi pasti kedua bibir itu bertemu dan beradu, saling mengecap lembut menyalurkan rindu lewat ciuman itu, dan itu ciuman tanpa gairah.


Sementara Hiebert memalingkan wajahnya, tiba tiba bayangan wajah cantik Elsa terlintas dipikirannya entah apa penyebabnya tapi yang pasti wajah gadis itu berhasil membuat jantung Hiebert berdetak tak karuan.


"Sial, kenapa aku mengingat wajah gadis menyebalkan itu!" umpat Hiebert menggeleng kepalanya mengusir bayangan Elsa yang masih berterbangan di pelupuk matanya seakan itu nyata.


"Sayang apa yang terjadi dengan bawahanmu itu?" tanya Kerenza setelah pangutan keduanya terlepas.


"Entah, mungkin saja memikirkan gadis itu" jawab Hiebert acuh dan kembali meraup bibir istrinya.


"Ck, menyebalkan sekali mereka! tidak tau tempat dan kondisi saja" gerutu Hiebert.


Dia melihat sekeliling dan ternyata bebrapa anggota yang tadinya berpencar kini berada dan mendekat pada mereka, "Bisakah kalian tidak mempertontonkan kemesaraan tuan muan muda dan nona muda yang terhormat!" sindir Hiebert dengan sinis.


"Ck, kau mau aku menikahkanmu denganya!"


Brillo tidak habis pikir bagaimana bisa prianyang dulunya sangat tidak peduli bhakan tidak sekalipun menganggap wanita spesial, dan tangan ptria itu pun tidak akan segan menghabisi wanita yang menyebalkan kini dengan gampangnya menerima wanita yang baru beberapa lama bergabung dengannya bekerja untuk Kerenza.


Sementara Kerenza sendiri tidka jauh berbeda dengam suaminya, dia terkejut mendengar jawaban anak buahnya itu menerima dengan senang hati tawaran suaminya, "siapa dia Hiebert? hebat sekali wanita itu membuatmu jatuh hati seperti ini?" tanya Kerenza di sertai decakam kagumnya.


"Elsa!" jawab Brillo dan Hiebert bersamaan.


Kerenza terkejut bukan main ternyata selama ini pria dingin ini menyimpan perasaan pada Elsa yabg bisa di katakan tak kalah dinginnya dengan Hiebert, lalu bagaimana nanti jika merek bersama? apakaha akan mencaris es nya.


"Es bertemu dengan es? laku bagaimana nanti jadinya, apa kalian akan membuat rumahku menjadi sarang Es?" sinis Kerenza.


"Sadar diri nona muda bagaimana anda selama tiga tahun bersama!" balas Hiebert.


Satu hal yang harus kita tau, kaua Hiebert akan mengubah panggilannya jika Kerenza sudah bersama Brillo, dari panggilan nama maka akan beruabh menajdo beruabh menajdi nona muda jika Brillo bersama mereka, karena sekali saja Hiebert memanggil Kerenza dengan nama maka bersiaplah Hiebert untuk di penggal dan itu bukan hanya berlaku pada Hiebert saja tapi semua anggota di berlakukan seperti itu.


"Hei kau berani sekali mangatakan hal itu pada istriku! kau mau mati ya!" sarkas Brillo.


"Tuan muda, bukankah itu benar? tapi setelah kalian kembali bertemu sikap nona muda berubah dan tiga hari anda terdampar disini nona muda sudah menghabisi nyawa beberapa orang dan kini dia sesang mengincar nyawa Caroline dan menyandra nyawa Catline" papar Hiebert dengan gampangnya tanpa mempedulikan tatapn horo Kerenza.


Brillo yang mendengar penuturan Hieberr langsung menatap Kerenza sendan Horor membuat wanita itu menciut nyalinya, walau dia juga tidak kalah sadis tapi pada saat Brillo marah maka dia tidak akan berani berkutik lagi, tapi kini tatapan horor itu tertuju padanya dan dia harus mencari cara untuk melepaskan diri dari keadaan seperti ini.


"Ada yang aku lewatkan my love?" tanya Brillo pelan tapi terdengar menyeramkan di telinga Kerenza.

__ADS_1


"Em sayang....mari kita pulang, kau bau sekali dan kau butuh air untuk memberihkan dirimu dan ranjangng untuk merelax kan tubuhmu danaaku sendiri kau butuhkan untul memijit tubuhmu hingga ke dalam dalamnya" ucap Kerenza sengaja berbisik sexy di telinga Brillo agar pira itu melayang.


"Jangan merayuku love, atau aku akan menghukumu! jadi katakan apa yang aku lewatkan!" tegas Brillo.


Kerenza menghela napasnya dengan kasar, "aku akan menjelaskan semuanya padamu tapi kita harus kembali lebih dulu, ada banyak hal yang kai tidak tau terjadi selama tiga hari dan alasan mengapa aku menguncar nyawa mereka pun aku memiliki alasan sendiri" jawab Kerenza.


"Baiklah tapi apa kalian sudah menemukan Gilmax dan yang lainnya?" tanya Brillo.


"Belum tuan muda, setelah ini kita akan mecari keberadaan merek" jawab Hiebert.


"Baiklah kita pergi" jawab Brillo.


***


Disisi lain Nergara yang tidak jauh dari Los Angel tepatnya di pemukiman negara itu, wanita paruh baya sedang cemas karena merasa mulai tidak aman, keberadaannya sudah di ketahui oleh anggota Kerenza dan sudah bisa di pastikan jika dia sedang di incar saat ini.


Beberapa kali dia berusaha untuk menghubungi tuannya tapi sepertinya orang yang dia maksud sangay siuk sehingga tidak lagi menjawab panggilannya.


"Si**an! kemana dia? jika aku sampai di tangkap maka aku tidak akan tinggal diam, aku akan mengatakan kalau dia dalang dari semuanya dan otak dari segala yang terjadi" geram Caroline.


Dia kembali mengusap layar ponselnya dan menghubungo lagi orang itu dan kali ini di jawab, ada sahutan dari sana.


"Hallo! aku sudah di ketahui berada disini dan mereka sedange mencariku" ucap Caroline tanpa basa basi saat pannggilannya terhubung.


"Kau pergilah dari sana, pinda ke Negara mana pun! jangan sampai kau tertangkap" tegas orang itu.


"Tapi mereka menyebar di setiap sisi Negara ini, bahkan bandara dan pelabuhan pun mereka ada bahkan kini bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk menangkapku" ucap Caroline.


"Sia**n..!" umpatnya dari sebrang sana.


"Dengar! kau harus membantuku keluar dari sini, jika aku sampai tertangkap maka jangan harao namamu tidak terseret, dan aku pastikan kau akan tertangkap juga!" ancam Caroline.


"Kau jangan mengancamku! jika aku mau aku bisa melenyapkanmu saat ini juga!"


"Lakukan jika ku mau kita tertangkap saat ini! lebih baik kau pikirkan bagaimana caranya agar aku bisa pergi dari sini, kirimkan bantuan padaku sekarang juga!" ucap Caroline dan langsung memutus panggilannya.


"Si**ann...! berani sekali dia mengancamku, kenapa semua orang sekarang mengacam diriku!" umpatnya marah.


"Kita kirimkan saja orang untuk menjemputnya lalu kita lenyapakan saja, susah tidak ada gunanya dia bagi kita" ucap asistennya yang tak lain adalah Alex.


"Maka lakukan! kirim beberapa orang dan ingat mereka harus menyamar agar tidak ketahuan!" titah Robert.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2