
"Ada apa kau kemari ha."
" Oh my love, begitukah caramu menyambutku."
Brillo berdiri dari kursinya menghampiri Kereza yang berdiri di depan pintu, menarika tangan Kerenza hingga gadis itu tertarik dan masuk kedalam pelukannya.
" Apa yang kau lakukan Brillo."
" Aku hanya ingin memeluk wanitaku."
" Ais kau ini. Kau tau kalau ini di kantor bukan
dirumah."
" Jadi jika dirumah aku boleh memelukmu begitu."
" Mimpi saja kau."
Brillo terkekeh melihat ekpresi Kerenza kesal, baginya itu sangat menggemasakn.
" love kenapa kau harus menggunakan cara itu untuk mengetahui siapa dia?"
"Apa maksudmu? "
" Kenapa kamu harus melakukan cara itu?"
" Siapa yang kamu maksud?"
" Tentu saja Dinel. Percaya lah love kau tidak akan menemukan itu di tubuhnya."
" Dari kau tau rencanaku ini.?"
Kerenza kaget mendengar penuturan Brillon, bagaimana mungkin lelaki itu tau tentang rencana mereka.
" Tentu saja aku tau love. Apa yang tidak aku tau tentang dirimu."
" Katakan siapa yang memberi tahumu Tuan?" kata Kerenza dengan dungin.
" Tidak ada love. Sudahlah kau selesaikan urusanmu, dan aku akan membantumu."
" Tidak perlu."
" Kau butuh bantuanku love, kau tau kenapa? karena kau butuh orang tambahan untuk menyakinkan dia bahwa rapat ini benar benar asli, dan bukan tipuan."
Sejenak berpikir tentang rencana Brillo, hingga akhirnya Kerenza menyetujuinya. " Baiklah, kau boleh ikut."
Mereka segera bergegas kesana dan menuju ruang tempat pertemuan. Sampai disana Dinel sudah berada disana duduk santai dengan gaya genitnya.
" Tuan Joksaon." seru Dinel yang tau kedatangan Brillo.
" Selamat datang nona Xiau."
Brillo menyapa dan bersikap seolah sudah tau tentang rapat ini, semata mata dia lakukan agar target tidak merasa curiga.
" Jadi anda juga ikut dalam rapat ini?"
" Tentu tuan, tapi sayang sekali mereka tidak memberitahu ku tentang kau yang ikut dalam pertemuan kita ini."
" Bukankah ini bisa menjadi kejutan untukmu nona Xiau?"
__ADS_1
" Tentu saja ini merupakan kejutan untukku tuan Jokson, satu kehormatan bagiku bisa bertemu denganmu."
Dinel berbicar dan membungkuk hormat pada Brillo sehingga menampakkan buah da*anya yang besar, karena model kerah bajunya yang jatuh memudahkan siapa saja melihat bemda yang tersbunyi itu.
" Ck" Dekak Kerenza yang tidak suka cara mereka berbicara rasanya sangat menjijikan sekali.
Sedangkan Brillo tersenyum kecil melihat ekspresi Kerenza. " Nona bisa kita muali meetingnya?" tanya Kerenza datar.
" Tentu saja."
" Apa kau cemburu love?" Bisik Brillo saat Dinel membelakangi mereka.
" Dalam mimpimu saja!"
Disana semua berkumpul baika Hiebert, Kaisar, Catline, Mattew dan Cristable juga ada disana dengan Criatabel lah yang menjadi pembicara.
Rapat pun di mulai, Dinel duduk di sebelah kiri Brillo sedangkan Kerenza berada di ujung meja sebagi tuan rumah.
Tak lama setelah rapat di mulai, minuman disuguhkan untuk para anggota rapat termasuk Dinel yang minumannya sudah di campuri obat tidur.
Tanpa rasa curiga Dinel meneguk minumannya kemudian kembali memperhatikan seseorang yang presentase di depannya, namun tak lama setelah itu kantuk tiba-tiba saja menyerangnya dan tanpa bisa dikendalikan lagi dia tertidur di meja rapat.
serempak mereka sama mengalihkan pandangan ke arah Dinel yang sudah tertidur baik itu Brillo, Kerenza dan para anggotanya termasuk Mattew dan Hiebert yang ada disana.
" Segera lakukan pekerjaan kalian."
" Baik nona."
" Oh my love kau benar benar ya. lalu bagaimana nanti kalau dia terbangun?"
Brillo bertanya seolah tidak tau apa yang dimasukan dalam minuman itu. Padahal sebenarnya semua rencana detail yang di lakukan Kerenza sudah di ketahuinya dan dia pun tau kalau rencana ini tidak akan membuat mereka menemukan apa yang mereka cari.
" Kau menghabiskan waktumu Alana. Rencanamu terlalu terbaca bagi musuhmu." gumam Brillo dalam hatinya sambil terus memperhatikan wajah Kerenza.
Kerenza mengikuti mereka masuk ke dalam ruangan itu, memperhatikan Christabel yang membuka pakaian Dinel, sedangkan Brillo masih duduk diam di tempatnya sembari memperhatikan setiap gerak-gerik mereka.
Beberapa menit kemudian Kerenza keluar dengan wajah yang merah padam menahan amarah, dia meremas jarinya membentuk gumpalan tinju, sungguh dia benar benar kesal sekali.
" Bagaimana hasilnya love?"
Brillo berjalan mendekati Kerenza sambil mulutnya bertanya Bagaimana hasil dari rencana mereka.
" Hiebert, Mattew.!.Apa kalian tidak bisa mencari informasi yang lebih bagus lagi! apa kemampuan kalian dalam melacak identitas sudah menurun!" Bentak Kerenza.
" Maafkan kami nona. "
" Aku tidak butuh permintaan Maafmu! yang aku butuhkan kau membawa pelakunya padaku secepat mungkin!"
Kerenza pergi meninggalkan ruangan tanpa menghiraukan sura Brillo yang terus memanggilnya.
" Kalian berhati hatilah terhadap seseoarang."
Brillo memberi peringatan sebelum akhirnya dia pergi menyusul Kekasihnya.
" Apa maksud dari perkataan Tuan Brillo Jokson?"
Kaisar bertanya dan memandangi satu persatu wajah orang yang masih tertinggal disana, tentang maksud dari peringatan itu.
Mereka diam dan sibuk pada pikiran masing-masing. mereka juga sama bertanya-tanya Apa maksud dari perkatataan itu.
__ADS_1
" Apa ada seorang penghianat di sini? " Hiebert melontarkan perkataan itu jangan menatap sinis satu-persatu orang yang ada di depannya.
" Ku peringatkan pada kalian jangan sekalipun ada yang berani berkhianat kepada Kerenza, pikirkan jasanya terhadap kehidupan kalian! " Kata Kaisar penuh penekanan.
" Jangan hanya kau tegaskan pada kami tapi tegaskan juga untuk dirimu sendiri. Jangan pernah kau berhianat walau sedikitpun. " jawab Hiebert.
" Ck, tentu saja aku tidak akan pernah berkhianat pada kerensa."
"bakilah waktu yang akan menjawabnya. dan aku akan mencari tahu siapa penghianat di antara kita. "
"bisa tidak bertengkar! lebih baik saat ini kita mencari cara bagaimana kita memagkap pelakunya." tegur Mattew.
"benar apa yang dikatakan Matew, kita harus memikirkan cara lagi untuk menangkap siapa pelaku yang sebenarnya." Sahut Catline.
" Apa yang kau pikirkan love?" saat ini Brillo sedang berada di ruang Kerenza.
"I really hate this situation."
"Relaxing love. Don't be too hasty in planning."
" Apa maksudmu Brillo?"
" Bagaimana jika aku membantumu love?"
" Tidak. Aku tidak mau."
" Why love?"
" Karena ini masalahku maka aku yang akan mengurusnya.
" Tapi kau kekasihku love, dan aku tidak mau kau kesusahan."
" Tidak Brillo, aku tidak akan kesusahan..Ada yang lain yang akan membantuku."
"Apa kau begitu percaya pada mereka Love?"
" Tentu saja aku percaya, karena mereka sudaa bersamaku sejak dulu. Dan seharusnya padamulah aku harus antisipasi."
" Apa maksudmu love?"
" Kau baru saja aku kenal, dan mendadak kau mau jadi kekasihku dan lahi kau tau dari mana informasi rencanaku ini." Tutur Kerenza dengan tatapan tajam yang sudah mengarah pada Brillo.
" oh my love kau mencurigaiku ternyata? kau sungguh keterlaluan Aku bahkan berniat ingin membantumu tapi kau malah mencurigaiku.' kesal Brillo.
" Ck, untuk apa kau membantuku? kau pasti merencanakan sesuatau kan."
" Tentu saja aku merencanaka sesuatu dan rencananya adalah aku ingin kau menjadi milikku."
Brillo terkekeh melihat perubahan wajah Kerenza yanh dari semula penuh intimadasi berubah menjadi wajah yang kesal.
" Kau sungguh menggemaskan my love."
" Dan kau sangat menyebalkan."
" Hahahahaha, aku yakin saat ini dia pasti akan sangat marah karena tidak bisa menemukan tato iti di tubuh sibodoh itu." ucap seseorang yang merasa sangat puas karena berhasil mengelabui Kerenza.
"Benar tuan,.Dia pasti sangat marah saat ini."
" Kau awasi Tuan Jokson, jangan sampai dia start lebih dulu dalam menguasai Alana. dan satu lagi cepat kau kirim wanita itu untuk membuat Alana mengejarnya tapi pastikan dia tidak membuka mulutnya saat tertangkap.
__ADS_1
" Baik Tuan. Saya akan mengatur pertemuan mereka."
TBC