
Pesta kerajaan belum berakhir, dan kediaman Kerenza mendadak heboh karena itu dan Brillo yang rernyata baru tiba berseru heboh karena hal ini.
"Wow keren!" serunya.
"Apa ada pangeran yang datang?" tanya Hiebert tak kalah hebohnya.
Beberapa orang yang melihatnya berhenti ada yang bernafas lega dan ada juga yang kembali tertawa mengingat perkataan gelisah ia mengatakan jika suaminya sudah tua, "Wow sedang berpesta kerajaan?" tanyanya sambil mendekat.
"Oh Brillo, aku senang kau datang, karena ini akan melengkapi acaraku" uca Kerenza dengan senyum manisnya.
Brillo yang melihat senyum manis istrinya mendadak tidak enak, dia merasa akan ada bahaya selanjutnya yang akan membuat harga dirinya kembali jatuh di hadapan anak buahnya, dan ini benar benar akan menjadi musibah besar bagi dirinya.
"Love aku sangat lelah, jadi kalian saja yang berpesta" uca Brillo memberi alasan.
"Tidak ada alasan sayang ku, jika kau tidak mau maka bersiap saja" ucap Kerenza berbisik tapi penuh ancaman.
Brillp menelan ludahnya kepayahan, semakin kesini Brillo semakin yakin jika ini benar benar akan berbahaya padanya dan sudah pasti harga dirinya akan jatuh sejatuh nya.
"Love, kau suruh Hiebert, Mattew atau yang lainnya saja ya" mohon Brillo.
"Aku sedang menanti mereka karena akan ada bagian masing masing" jawab Kerenza membuat Brillo sangar frustasi.
"Love...." rengek Brillo.
"Penolakan tidak di terima Brillo sayang"
"Baiklah apa yang bisa aku lakukan untukmu"
Baru saja Kerenza ingin menjawab pekerjaan apa yang akan menjadi bagiannya, suara dari luar menghentikan Kerenza tapi berganti dengan bibirnya yang merekah karena orang orang yang di harapkan sudah tiba sehingga membuat Kerenza merasa formasi mereka lengkap.
"Ohhh kalian sudah datang, kebetulan sekali karena kalian harus berperan dan ini peran penting" ucap Kerenza.
Mereka mengerutkan kening melihat ruang tamu yang sudah disulap dekorasinya seperti ala dekorasi kerajaan terlebih lagi pakaian orang-orang yang ada di dalamnya adalah pakaian pakaian kerajaan membuat mereka tidak mengerti ini siapa yang mengusulkan acara ini dan acara apa yang sedang mereka gelar.
"Wow pesta kerajaan?" seru Elsa.
"Yes dan kalian datang tepat waktu" jawab Kerenza.
"Apa hubungannya dengan kami? kami tidak ada urusannya dengan pesta ini" ucap Elsa.
"Tapi kalian harus mengambil andil unuk acar ini" jawab Kerenza, Anna...! kostum apa saja yang masih kosong?" tanya Kerenza.
Anna membawa kostum yang masih tersisa, ada dua baju pelanyan, dua baju penari dan dan dua lagi baju pohon membuat ke enam itu hanya melongon dan berharap mereka tidak menggunakan pakaian menjijikan itu.
"Nah ini baju pelayan untuk Brillo dan Elsa" ucap Kerenza membuat Elsa terseyum lega sedangkan Brillo melotot melihat kostumnya yang di jadikan pelayan.
"Love, kenapa kau memberikan aku baju pelayan? kau putri raja dan harusnya aku pangeranmu?" tanya Brillo.
"Karena sudah ada Tom yang menjadi pangeran" jawab Kerenza.
"Dan dia berkata kau sudah terlalu tua untuk menjadi pangeran" ucap Catline membuat mereka kembali tertawa termasuk anggota yang baru saja tiba.
Bagaiman Brillo? jangan di tanya lagi karena saat ini mukanya sudah sangat masam, karena dalam satu hari saja dirinya di permalukan sudah sebanyak tiga kali oleh istrinya sendiri.
"Jadi kau mengatai suamimu tua Love?" tanya Brillo dengan nada yang penuh penekanan.
Semua orang mendadak diam, tidak ada lagi yang berani membuak mulutnya termasuk Kerenza yang kini menunduk tak berdaya saat mendapati tatapn suaminya yang seperti itu, entah kenapa sikapnya yang dulu mendadak berubah menjadi wanita cengeng dan mudah terbawa perasaan.
__ADS_1
"Kau jahat!" ketus Kerenza dan langsung berbalik meninggalkan ruang tamu.
"Hei Love, ada denganmu? jangan segini come on love" bujuk Brillo sembari langkahnya terus mengikuti Kerenza.
"Kau jahat padaku, kau tidak mau berpesta dengan baby" ucap Kerenza ketus.
"Hei jangan begini, tentu saja aku mau berpesta dengan baby kita tapi please jangan menjadi pelayan" melas Brillo
"Sudah! aku pergi saja!" ketus Kerenza yang ingin kembali berbalil tapi dengan segera di tahan oleh Brillo.
Pria itu memeluk istrinya dari belakang menaruh dagunya di bahu Kerenza dan mengelus perut Kerenza dengan lembut, "jangan mengangis mom, nanti baby akan ikut bersedih ok" ucap Brillo " aku akan ikut berpesta dan menjadi pelayan sesuai dengan keinginanmu" lanjut Brillo membuat senyum merekah di bibir Kerenza
"Really?"
"Yeah benar"
"Baiklah, and thank you" ucap Kerenza dan mencium pipi Brillo dengan singkat kemudian kembali bergabung dengan yang lainnya.
"Perhatian guys, Brillo dan Elsa akan menggunakan kostum pelayan, Hiebert dan Mattew akan menggunkama kostum penari dan Gilmax serta Kaisar akan jadi pohon! so ganti pakaian sekarang!" titah Kerenza.
Gilmax hendak protes tapi tatapan tajam Brillo seolah mengatakan "jangan berani menolak istriku atau nyawamu jadi incaranku" seperti itulah kira kira arti dari tatapan Brillo saat ini membuat Gilmax mau tak mau akhirnya mengalah dan menuruti kemauan nona mudanya itu dengan keadaan sangat terpaksa.
Pesta berjalan begitu menyenangkan bagi sebagian orang, tapi sangat sial bagi Brillo yang terus mondar mandir membawa minuman dan melayani para anak buahnya bahkan tak segan dari mereka memanfaatkan kesempatan untuk mengerjai Brillo, menyuruh ini dan itu dan dengan terpaksa Brillo harus mengikutinya agar tidak membuat istri cantiknya menangis.
Di lain tempat lagi lagi Keitato merasa geram karena ternyata sasaran mereka tidak ada dqlm mobkl hari ini, dan malah anak buahnya habis tanpa sisa terbunuh oleh anggota Brillo Jokson.
"Kau tau Robert aku sudah tidak tahan lagi dengam semua ini, rencanamu selalu saja gaga!" ucap Keitaro dengan nada emosinya.
Bisakah kau jangan emosi seperti ini? kau justru membuat pikiranku buntu" sentah Robert .
"Kau tau! aku sudah tidan tahan menunggu lebi lama hanya karean satu orang!" bentaknya.
"Aku ingin menghabisinya sekarang juga!"
"Maka lakukan, tapi aku tidak bisa membantumu dalam hal ini!"
"Kau memang selalu seperti ini, tidak bisa membantuku tapi rencanamu selalu saja gagal! aku jadi menyesal telah mengikuti semua rencamu!" cibir Keitaro.
"Tidak masalah kau berkata seperti itu, yang terpenting adalah mengatakan kebeneran padamu, lagi pula aku tidak perbah meminta imbalan bukan padamu, jadi kau tidak rugi aoa apa!" ucap Robert dengan penuh ketagasan..
"Kami akan menyerang!" ucap Keitaro dan kemudian pergi meninggalkan Robert yang tediam di tempatnya.
"Awasi terus pergerakan Keitaro! jangan biarkan kebodohannya berdampak bagi kita"
"Baik tuan besar!"
"Bagus, kemana ja*angku!"
"Akau ku panggilkan"
"Bagaimana Hiebert?"
"Sudah selesai, kini aku akan kembali dengan Jenn malam ini di tempat sebelumnya" Jawab Gilmax.
"Bagus! segera selesaikan"
"Baik tuan muda"
__ADS_1
"Bersiaplah, lumayan wanita sexy itu" kekeh Brillo sedangkan Gilmax hanya tersenyum tipis.
"Love, kau sudah tidur?" tanya Brillo.
Saat ini keduanya sudah berada dikamar, setelah selesai berpesta kini Kerenza merasa sangat kelelahn dan kini berbaring dengan Brillo yang memijit betisnya yang terasa berdenyut karean higls yang di gunakan sebagai teman gaunnya.
"Belum, aku masih menikmati pijitanmu"
"Ohh jadi kau menikmati pijitanku love?" tanya Brillo senyum mesumnya.
Perlahan tangannya merayap dan di susupkannya di balik gaun tidur Kerenza dan kini memijumit pelan paha istrinya.
"Jangan bertingkah honey!"
"Tidak bertingkah hanya memijit" jawab Brillo dengan santai.
"Brillo stop!" tegur Kerenza saat tangan brillo semakin naik mendekati area intinya.
"Oh my love ini tidak bisa di hetikan lagi!" jawab Brillo dan langung meraup bibir Kerenza dan mel*matnya dengan mesra dan seketikan li*ah keduanya saling bertautan mengecap rasa nikmat yang tidak ada duanya, sedangkan tangan Brillo sudah merasapdi bawah sana menciptana desana sexy dati mulut wanitanya.
Brillo sangat puas akan hal itu, tangannya semakin mempercapt laju gerakan tangnya membuat Kerenza tidak tahan lagi menggeliat kesana kemari mencari yang lebih nikmat dati itu.
"Oh Honey aku butuh yang lebih and i neet you" ucap Kerenza membuat senyum kemenangan terbit du sudut bibir Brillo.
Brillo tidak lagi membuang kesempatan, dia tidak mau membuat istrinya kecewa dan frustasi karena tidak menuruti keinginannya, dengan tidak sabar Brillo melepaskan pakaiannya dan memposisiskan dirinya.
Desahan kenikmatan terus terdengar seiring dengan nafas yang sudah sangat terdengar keluar dari mulut keduanya, dan pada akhirnya pelepasan di raih dan reangan lolos dari keduanya, Brillo tumbang di samping Kerenza dan tangannya menghapus peluh di kening istrinya lalu mencium kening Kerenza.
"Thank you so much love, kau memang yamg terbaik" ucap Brillo kemudian memeluk tubuh istrinya dan mereka pun tertidur.
Gilmax sendiri berada di club tempat dia bertemu sebelumnya dengan Jenn, dan malam ini dia akan menjerat wanita itu untuk mempercepat pekerjaanya, "Hallo nona manis" sapa Gilmax.
"Sorry Gilmax aku baru datang, kau tau kan aku selalu di awasi"
"Jadi kau masih menjadi kekasih tua bangka itu?" tanya Gilmax dengan senyum sinisnya.
"Kau taulah aku butuh pekerjaan"
"Bukan pekerjaan tapi kau butuh uang"
Jenn diam, apa yang di katakam Gilmax benad, dan Gilmax yang tau akan hak itu hanya terseyum licik, dia akan menawarkan kesempatan ini pada wanita murahan itu, "kau mau kekasihku"
Jenn berbinar mendengar pertanyaan Gilmax, mimpi apa dia semalam sehingga mendaoat penawaran menggiurkan dari pria yang dia inginkan itu, "Seriously?"
"Ya, tapi tidak mudah untuk kau jadi kekasihku Jenn, kau simpanan sainganku"
"Tidak, aku tidak akan menjadi simpanan tuan bangka itu asal kita menjadi pasangan kekasih" ucap Jenn dengan cepat.
"Tidak masalah, dan kau tau? bukan hanya jafi kekasihku, aku juga akan membiayai kebutuhan mu asal kau mau menuruti keinginanku!" uca Gilmax.
Jenn mengerutkan keningnya mendengar perkataan Gilmax, dia tidak mengerti tapi dia akan menerima permintaan Gilmax asalkan keinginannya terpenuhi tanpa tau jika Gilmax saat ini sedangan memperalat dirinya.
"Katakan Gilmax"
"Kemarilah sayang, aku butuh dirimu saat ini"
.
__ADS_1
.
TBC