BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 34


__ADS_3

Kerenza sudah bersiap-siap hendak berangkat menuju mall tempat pertemuan yang sudah mereka janjikan dengan wanita misterius itu.


Semua sudah dipersiapkannya senjata dan peluru beserta pisau cukur yang selalu setia Dia bawa kemana-mana dimasukkan ke dalam tasnya untuk berjaga-jaga jika wanita misterius itu berbuat curang kepadanya.


"Mattew, kau sudah menghubungi Hiebert?" Kerenza bertanya kepada Mattew yang sedari tadi juga nggak sibuk mempersiapkan dirinya.


" Nomornya tidak bisa dihubungi Nona sejak satu jam yang lalu, sementara Kaisar dia sudah berada di sana dan Catline pun sudah dalam perjalanan menuju tempat dia akan menunggu."


Mattew menjawab pertanyaan Kerenza peserta menjelaskan keberadaan dan kegiatan yang lainnya.


Itu dia lakukan agar Kerenza tidak kembali bertanya lagi dan memang begitulah sistemnya menjelaskan sedetail mungkin kepada Kerenza.


" kemana lagi dia " kesal Kerenza " Kenapa dia selalu tidak bisa di hubungi setiap ada pekerjaan yang penting seperti ini."


" Mungkin dia memang sedang sibuk nona, karena jika tidak salah dia sempat membahas masalah komban kecelakaan kemarin dan dia ingin mengurus itu sampai tuntas dulu."


" Apa tidak bisa waktu lain selain di waktu aku membutuhkannya."


"Saya tidak tau nona." jawab Mattew yang kembali meneruskan pekerjaanya.


Sementara di lain tempat Brillo sudah mengerahkan beberapa anggotanya untuk mengepung mall tempat pertemuan Kerenza dengan wanita yang mengaku-ngaku sebagai pemilik tato tato itu.


" Apa kalian sudah mempersiapkan semuanya."


Brilo bertanya kepada Gilmax dan Hiebert yang saat iti sedang berada di kantor milik Brillo Jokson.


" Semua sudah beres Tuan muda, tapi bagaimana dengan nasib saya jika nona muda kembali menyerangku dengan banyak pertanyaan."


Hiebert menyampaikan keluh kesahnya kepada Brillo tentang Kerenza yang sudah mulai mencurigai nya dan mengawasi setiap gerak geriknya.


" Kau tenang saja, ini tidak anak lama lagi."


Jawab Brillo memberi ketenangan pada Hiebert yang sudah menekuk wajahnya.


"Sudahlah, kau cengeng sekali hanya masalah nona muda itu." ejek Gilmax.


" Kau tidak tau saja, bagaimana dia. Aku sudah menghadapinya selama dua tahun dan aku tau bagaimana garangnya nona muda kita itu."


Hiebert terus saja berkeluh kesah, tanpa menghiraukan Brillo yang sudah melototkan matanya mendengar Hiebert menjelekan wanitanya.


" Kau berani menjelakan wanitaku dihadapanku Hiebert."

__ADS_1


Perkataan Brillo sukses membuat Hiebert bungkam, rupanya dia benar benar lupa jika ada tuan mudanya disini lelakinya Kerenza Alana.


"Maaf tuan muda." cicit Hiebert yang mulai ketar ketir melihat tatapan Brillo yang tajam mengarah padanya.


" Kau mau aku melemparmu ke pulau terpencil."


Brillo berkata dengan lembut namun tersirat penekanan di setiap kalimatnya.


" Jangan tuan muda, Aku sudah sangat nyaman berada disini."


Hiebert menjawab dengan cepat perkataan prilo, jangan sampai Tuan mudanya benar-benar melemparkannya ke pulau terpencil yang akan membuatnya susah di kemudian hari.


"Maka perhatikan setiap ucapanmu jika kau tidak ingin saya lemparkan ke sana."


" Baik tuan muda saya akan memperhatikanya lagi." jawab Hiebert dengan nafas leganya.


Sementara Gilmax menahan senyumnya melihat wajah pucat Hiebert saat mendapati perkataan dari Brillo, sungguh ini merupakan penampakan yang langka yang ditunjukkan oleh Hiebert karena selama ini dia tahu pria itu tidak pernah takut apapun.


Tapi giliran tugas di pelosok saja dia sudah pucat, itu hanya perkataan belum tindakkan yang sesungguhnya.


"jangan menertawakan ku tuan atau kau akan merasakan akibatnya."


Hiebert mengancam Gilmax yang sama namun itu sekali tidak membuat gentar Gilemax, malahan dia tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman itu yang terdengar lucu di telinganya.


" Sudahlah, kau tidak cocok memberiku ancaman, yang ada aku yang akan memberimu pelajaran."


"Ck kau sangat menyebalkan Gilemax."


" Sudah kalian diam dan segera selesaikan urusan kalian." lerai Brillo yang melihat perdebatan itu masih belum berakhir.


" Baik tuan muda." jawab Mereka bersamaan.


" Pastikan kalian membawa wanita itu di hadapanku dan Ingat jangan sampai Alana lebih dulu menangkapnya dibandingkan kalian." ultimatum Brillo kepada kedua asistennya.


" Baik Tuan muda."


Mereka membungkuk hormat sebelum akhirnya meninggalkan Brillo menuju mall untuk menjalankan misi mereka, sementara brillo kembali menyandarkan punggungnya dan menghela nafasnya sebentar.


Tangannya bergerak meraih ponselnya dan menghubungi beberapa rekan bisinisnya yang kemungkinan akan bisa di hubungi Kerenza untuk memjalin kerja sama.


Dia juga harus mengerkakan bagiannya untuk mngikat Kerenza dan kali ini dia ingin melakukannya langsung agar ultimatumnya tidak terbantahkan lagi.

__ADS_1


Beberapa orang dia hubungi hingga selesai dan terakhir pada Robert Hans yang merupakan ayahnya dan mertua dari Kerenza Alana.


" Hallo tuan Jokson."


Robert menyapa dengan suara yang sehangat mungkin pada pengusaha muda itu, karena bagaimana pun ini merupakan kehormatan baginya bisa di hubungi secara pribadi oleh pengusaha itu.


" Selamat sinag tuan Hans, maaf jika mengganggu waktu istrahat anda." ucap Brillo


" Tidak, tidak mengganggu sama sekalu tuaj Jokson, justru satu kehormatan bagiku di hubungi secara pribadi olehmu."


"Baiklah saya tidak ingin berbasa-basi, saya hanya ingin meminta agar anda tidak membantu perusahaan Brayen Wate untuk menyuntikan dana kepada mereka. " ucap Brillo tenang.


" Kenapa? ada apa ada masalah tuan Jokson?"


Robert Hans bertanya kepada Brillo alasan kenapa dia tidak bisa membantu Kerenza untuk menyuntikkan dana di sana.


"karena saya yang ingin menyuntikkan dana itu kepada perusahaannya , saya ingin menjalin kerjasama dengan nya."


" Lalu kenapa anda tidak lakukan saja."


" Karena menantumu itu yang tidak menginginkan aku menyuntikan dananya."


"Bagaimana itu mungkin."


" Kenyataan seperti itu tuan Hans, menantumu itu sangat keras kepala." kesal Brillo.


" Baiklah jika itu permintaanmu, karena sesungguhnya saya juga tidak bisa membantunya karena dana perusahaan saya sedang di alokasikan di proyek pembangunan yang baru berjalan satu minggu belakangan ini."


" Bagus, jika kau butuh dana kau bisa datang padaku tapi harus tetap sesuai prosedur."


" Baik terimakasih tuan Jokson."


Brillo tidak lagi dijawab tetapi segera mematikan sambungan ponselnya, kemudian memasang earphone di telinganya untuk dan mnyalakan tabletnya menyadap setiap pembicaraan anggotanya yang sedang menjalankan misi saat ini.


Karena dia tidak bisa berada di sana maka dia akan memantau dari sini, alasannya adalah dia tidak mau jika Kerenza curiga kepadanya.


Karena itu membuat dia akan semakin sulit untuk mendekati wanita itu, maka dia harus melakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan wanita itu dan mengerjakan semua pekerjaan Kerenza agar wanitanya tidak menjadi wanita yang kejam.


" Aku yang akan mengambil alih pekerjaanmu love, aku tidak bisa membiarkanmu dalam bahaya seperti ini." gumam Brillo yang terus memantau anggotanya.


Brillo tetap fokus pada tablet yang ada di hadapannya dan telinga benar-benar terpasang untuk mendengarkan setiap pembicaraan dari anggotanya, dia tidak ingin melewatkan sedikitpun pekerjaan misi mereka itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2