BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 26


__ADS_3

Saat ini semuanya sudah berkumpul di markas sesuai dengan instruksi dari kerensa semalam, dan kini mereka sedang menantikan ke Reza memulai pembicaraan.


" Katakan Bagaimana tanggapan kalian tentang wanita itu? "kerenza langsung to the point pada inti permasalahan mereka saat ini tanpa basa-basi lagi melayangkan pertanyaan kepada anggotanya.


" Sepertinya dia wanita licik nona dan anda tidak bisa pergi ke sana sendirian, saya takut dia sudah menyediakan jebakan di sana."


Mattew menjawab dan sekaligus memberi saran nya terhadap pertanyaan kerensa.


"Yang dikatakan Mattew benar keren, kau tidak bisa pergi ke sana tanpa persiapan. jika wanita itu bisa mengelabui kita di acara pesta semalam bukan tidak mungkin dia sudah menyediakan jebakan untukmu "kata Caisar yang ikut angkat bicara.


" Aku tahu itu. dan sekarang aku ingin kalian memberi saran untuk rencana pertemuanku dengannya. ingin dia tertangkap dalam keadaan hidup dan menginterogasinya secara langsung. saya ingin tahu siapa dia dan siapa yang sudah membayarnya."


kata Kerenza dengan mata yang sudah berkilat amarah, tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dia tidak akan pernah berhenti sampai dia benar benar menemulan dalang dari kematian Erland.


Sebelum dalanganya tertangkap maka dia tidak akan bisa tenang. Maka dari itu dia selalu emosi setiap mengingat suaminya yang di habisi tanpa belas kasih.


" Katakan Apa rencana kalian jadi "


" Kita harus membawa beberapa anggota untuk mengawalmu dari jauh, dan tempatkan juga beberapa orang di setiap sisi tempat pertemuan kalian agar kita bisa mudah mengepungnya, tapi pastikan jika kau benar benar bertemu dengan orangnya dan kau bawalah beberapa senjata untuk perlindungan dirimu." usul Kaisar.


" Benar, aku akan berada tidak jauh dari tempat kalian bertemu dan pastikan juga anggota kita berada di setiap pintu, toilet dan juga ruang ganti dalam mal, karena bisa saja akan terjadi keributan disana dan dia melarikan diri, jadi dengan berpencarnya semua anggota maka akan memudahkan kita untuk menangkap buruan." lanjut Hiebert meberi komentar.


"Dan aku akan meretas semua CCTV yang ada di dalam mall untuk memantau keberadaannya dan memudahkan kalian dalam menemukannya jika seandainya nanti dia mencoba untuk melarikan diri. "


Mattew kali ini ikut angkat bicara karena menurutnya keahliannya kali ini akan sangat diperlukan dan ternyata benar dugaannya, semua orang setuju bahkan Kerenza pun setuju.


Tapi ada yang menjanggal di dalam perasaan Kerenza saat ini, yaitu tentang Hebert yang masih dicurigainya.Jujur saja saran dari Hibert memang bener-bener bagus tapi apa Lelaki itu tidak akan menghianati? nya apakah rencana itu benar-benar akan berhasil?. Sungguh Kerenza harus memastikannya dulu.


Kerenza memandang Hiebert dengan lekat, menelisik setiap gerak-gerik dan ekspresi Hiebert, mencoba mencari tahu apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh lelaki itu atau tidak, Apakah lelaki itu benar-benar memberikan rencananya karena ingin mendukungnya atau Dia memiliki rencana lain yang justru akan membuat Kerenza terperangkap dan akhirnya gagal lagi dalam menangkap wanita misterius itu.


Hiebert sendiri sebenarnya tahu jika Kerenza masih mencurigainya dan dia sedang nilai-nilai tentang dirinya. tapi dia tetap berusaha bersikap setenang mungkin seolah tidak terjadi sesuatu apapun dan semuanya baik-baik saja.


"Sepertinya kamu sudah menyusun semua rencanamu ini dengan baik Hiebert? apa menurutmu ini benar-benar akan berhasil? "


kirain bisa mengangkat sebelah alisnya saat dia mempertanyakan tentang rencana hyper. dan lebar pun menjawab dengan setenang mungkin.


"Tentu saja ini akan berhasil jika tidak ada yang membocorkan rencana kita." jawab hebat dengan penuh ketegasan.


karena Jujur saja dia tidak mempercayai semua anggotanya baik Kaisar , Catline, Mattew dan miko masih menjadi kandidat yang harus dicurigai dan termasuk Bibi Caroline.


"Apa maksud dari perkataan Hiebert." sergah Catline yang merasa tidak suka dengan sindiran dari Hiebert.


"Sepertinya kau tidak suka dengan perkataanku Catline"


"Tentu saja aku tidak suka! kau pikir kita akan melihat kepada Kerenza? apa kau pikir kita akan melupakan kebaikannya kepada kita semua? itu tidak mungkin hiber!" Bentak Catline.

__ADS_1


"Jika kau benar-benar pengikut yang setia maka kau tidak akan tersinggung dengan perkataanku. kulihat hanya kau yang tidak suka dengan perkataanku sedangkan yang lain baik-baik saja dengan perkataanku tidak keberatan sama sekali. "


" Apa maksudmu Hiebert? kau berpikir jika Catline berhianat?"


Kali ini Kaisar angkat bicara karena kekasihnya di sudutkan oleh Hiebert.


" Tidak. Aku tidak menuduhnya, aku hanya bertakta kenapa dia tidak suka dengan perkataanki sedangkan kalian saja tidak bermasalah."


" Sudah hentikan!" bantak Kerenza.


mereka semua terdiam mendengar bentakan dari Kerenza, tidak ada lagi yang berani bicara diantara mereka, apalagi melihat tatapan mata Kerenza yang tajam seperti pedang yang siap menghunus lawannya.


" Bisa kah kalian tidak saling menuduh! bisa kalian untuk fokus pada rencana kita dan menghentikan perdebatan konyol ini. Harusnya kalian sadar dan tanyakan pada diri kalian sendiri sebenarnya untuk siapa kalian bekerja.? dan satu lagi saya tegaskan pada kalian, aku akan mencari tau siapa saja yang menjadi penghianant dan berhianat padaku. Dan Jika aku menemukannya maka jangan harap aku akan melepaskan kalian begitu saja, aku akan menghabisimu tanpa ampun apalagi jika kau bekerja untuk musuhku.!"


" Itu tidak akan pernah terjadi Kerenza.Aku maupun yang lainnya akan tetap setia untuk kamu." Jawab Kaisar mantap.


" Baiklah. Jika rencana sudah matang maka persiapkan semuanya utnuk pertemuannku dua mendatang. lalu bagimaja dengan pemilik pestanya? sudah informasi."


"' Menurut informasi yang saya dapat dari informan kita, ternaya tidak terjadi apapun padanya sejak dari pesta dan satu lagi Kerenza......."


Hiebert menjelaskan semuanya namu di akhrinya dia berhenti daj tidak lagi meneruskannya. Jujur dia sangat untuk mengatakannya.


" Dan apa Hiebert? jangan mengantung kalimatmu." Desak Kerenza.


" Jangan bermain main denganku Hiebert.! cepat katakan apa yang kau ketahui disana."


" Ini tidak terlalu penting keren. Iya kurasa ini tidak akan penting."


Hiebert lebih memilih untuk tidak meberitahukan pada Kerenza, tapi dia bertekat akan mencari tau. Lumayan jika dia tau informasi ini maka akan dia sampaikan pada bosnya dan dia sangat yakin jika bosnya akan sangat senang dengan berita itu.


" Katakan padaku sekarang!"


Kali ini Kerenza sudah tidak bisa lagi bersabar, dan mungkin dia harus menggunakan kekuasaanya di sana untuk mendesak Hiebert. Wajahnya sudah sangat kaku menahan rasa amarah dan penasaraanya yang bercampur menjadi satu.


" Baiklah jika kau memaksa, tapi aku hanya kecewa dengan informasiku karena tidak memberi hasil yang memuaskannmu."


" Katakan kataku."


Menarik nafanya dan Hebert kemudian berkata." Setelah acara itu ada seorang pria yang datang padanya, tapi informan kita tidak mengenali wajahnya."


" Bagaimana bisa tidak terlihat wajahnya."


" Mereka mengintai dari jauh Kerenza, akan bahaya jika mereka sampai ketahuan."


Kerenza teridam dan kemudian kembali berkata. " Datangi kediamananya dan interogasi bagaimana pun caranya, bahkan jika harus dengan kekerasan maka lakukan saja.! aku sudah tidak bisa menunda lebih lama lagi."

__ADS_1


" Baiklah aku dan Hiebert yang akan menemuinya." jawab Kaisar.


" Baiklah, aku percayakan semuanya. Karena aku yakin pemilik pesta dan wanita itu pasti hanya memiliki satu server saja."


Masih dalam pembicaraan tentang rencana pengungakapan dalang, tapi tiba tiba Mattew berseru kaget tapi tatapannya tidak beralih dari tablet milikknya.


" Ada masalah di perusahaan."


Semua mengalihakan pandangan ke arah Mattew yang sibuk mengotak atik tabletnya.


" Katakan ada apa Mttew." desak Kerenza


" Manager keuangan kita membawa lari dana perusahaan nona."


" Apa yang kau katakan Mat?"


" Benar nona, dia membawa dana perusahaan yang dikhususkan untuk membayar gaji karyawan bulan ini dan biaya pembangunan yang akan kita mulai di pusat kota."


" Si*l." umpat Kerenza.


" Catline, Mattew ikut dengan ku dan kalian uruslah urusan kalian."


Kerenza memberi instruksi dan tanpa menunggu jawaban dia langsung melesat pergi meninggalkan markas.


****


Sementara seseorang yang dengan setia mendengarkan pembicaraan mereka mulai dari rencana dan musibah perusahaan tersenyum dengan penuh kemenangan.


" Tidak sia sia aku menggunakan ancamanku karena ternyata aku bisa dengan mudah membaca setiap rencana mereka."


" Lalu apa yang harus kita lakukan untuk rencana berikutnya tuan?" jawab Asistennya.


" Kirimkan wanita lain, dan tahan Anggun agar tidak keluar dari persembunyiannya."


" Tapi bukankah lebih menyenangkan jika kita mengadu kemampuan bela diri mereka tuan."


" Ah,,, iya kamu benar tapi dengan rencana mereka yang seperti itu tidak akan baik bagi Aggun. Dia pasti akan tertangkap."


" Bagaiamana dengan perubahan tempat pertemuan secara mendadak tuan."


" Aku rasa tidak buruk. Baiklah kau arahkan dia dan untuk si bodoh itu suruh dia untuk lari dari negara ini. Jangan sampai dia tertangkap oleh Alana."


" Baik tuan, tapi setelah dia memberikan sebagian uang itu pada kita."


TNC

__ADS_1


__ADS_2