
Sementara Cloe meminta ijin pada Kerenza agar bisa memasuki ruangan Catline, dia ingin melihat keadaan putrinya bagaimana, karena selama dua hari ini berada dalam kediaman Kerenza dia sama sekali tidak mengetahui keadaan Catline.
"Girl, boleh mommy melihat Catline?"
"Tentu saja mom, tapi jangan sampai mengganggu istrhatnya, dan nanti dokter akan terus memantau kesehatan Catline" jawab Kerenza.
"Baiklah terimakasih girl" ucap Cloe.
Cloe berbelok arah menunu ruangan Catline, sedangkan Kerenza sendiri memilih untuk melangkah menuju ruangnya, mencari tau selama ini Alex berhubungan dengan siapa saja, dan Kerenza akan mencari informasu itu mulai dari tiga tahun yang lalu hingga kini, karena ada beberala kejanggalan yang dia alamai, serta hatinya yang tidak siap menerima jika yang membawahi Alex adalah ayah mertuanya sendiri.
Kerenza tidak akan bisa menerima kenyataan jika semua itu benar adanya, oleh sebab itu Kerenza berharap ada cela baginya mengetahui jika Alex bekerja sama dengan orang lain dan bukan pada mertuanya.
Melangkah masuk dan langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, tangannya dengan lincah menari nari di atas keyboard miliknya, dan matanya dengan jeli menatap layar komputer untuk mencari tau apa yang ingin dia ketahui.
Sementara kink Brillo sendiri sudah berada di perusahaan miliknya, dia memeriksa semua berkas yang selama beberapa hari dia tinggalkan karena insiden yang membuat dirinya harus bertahan di hutan selama beberapa hari lamanya bersama Gilmax membuat perusahaan tidak di pantau dengan baik dan untungnya para karyawannya tidak ada yang berani bermain curang padanya, entah itu kerena kesetiaan atau karena ketakutan mereka terhadap Brilo Jokson yang sudah terkenal bagaimana sepak terjangnya dalam urusan bisnis.
"Gilmax! aku mau kau mulai mengawasi gerak gerik Alex, apa pun yang berhubungan dengannya maka laporkan padaku, apa pun itu bahkan bertemu pada siapa pun kau harus jeli mengawasinya" ucap Brillo.
"Baik tuan muda, bagaimana jika salah satu penyusup kita masukan ke dalam perussahaan agar bisa mengawasi Alex dalam kantor, dan di kediaman tuan Besar juga kita masukan agar bisa mengawasi dalam rumah" usul Gilmax.
"Kau pasti tau bagaimana kesetian Hans Group dalam pada pimpinan, tidak akan mau berhianat hanya dengan iming ining uang" ucap Brillo.
"Anda benar tapi bagaimana caranya? oh aku tau, sekretarisnya!" seru Gilmax.
"Jangan bilang jika kau ingin menggoda sekretarisnya Gilmax" tebak Brillo.
Gilmax menghembuskan nafasnya dengam kasar, "mau bagaimana lagi jika hanya dengan cara itu kita bisa menggali informasi" desah Gilmax.
"Berarti juga bisa menggoda rebeka bukan? peyalan sexy yang ada di kediaman Hans?" tanya Gilmax dengan kekehan renyahnya.
"Jika hanya dengan begitu, maka aka aku lakukan" jawab Gilmax dengan wajah datarnya.
"Baiklah, silahkan anda mulai saja!" jawab Brillo dengan entengnya dan kemudian kembali bekerja tanpa mempedulikan wajah Gilmax yang masam.
"Lakukan sekarang Gilmax! jangan memasang wajah seperti itu!" sentak Brillo.
"Ck, dasar si tuan sia**n! bisanya hanya mengatur dan memerintah!" umpat Gilmax.
"Jangan mengumpatku Gilmax!"
Gilmax mengelus dadanya seharusnya di sudah bisa tau jika dia mengumpat pasti tuannya akan mengetahui hal itu, "saya permisi" ucap Gilmax kemudian pergi meninggalkan ruangan Brillo.
Gilmax meraih ponselnya dan menghubungi nomor kantor Hans Group, "bisa bicara pada sekretaris Hans Group?" tanya Gilmax membuat suaranya selembut mungkin.
"Ya, saya sendiri" jawab sekretaris Robert dengan suara sexy nya.
"Saya asisten dari ** Corp, boleh kita bicara nona?"
"Ini kita sedang bicara tuma Gilmax" jawab Jenn yang sudah tau siapa nama dari asisten pengusaha muda itu
__ADS_1
"Oh bukan, bukan itu maksudku, aku ingin berbicara denganmu secara pribadi karena saat itu aku belum sempat berbicara dan berkenalan deganmu" .
"Ohh, satu kehormatan bagiku karena tuan Gilmax yang ingin berkenalan denganku dan aku dengan senang hati akan memenuhi permintaanmu tuan, catatlah nomor ponselku" ucap Jenn dengan girang.
"Baiklah terimakasih nona" ucap Gilmax dan segera memutus sambungannya.
"Sial aku seperti lelaki perayu saja!" rutuk Gilmax.
Di kediaman Kerenza, wanita itu masih belum beranjak dari komputer miliknya karena belum mendapatkan informasi apa pun terkait Alex yang berhubungan dengan orang lain, yang dia tau justru ALex hanya bekerja untuk Robert seorang dan tidak menemukan cela penghianatan Alex.
"Jadi dia tidak menemui siapapun dan tidak berkomunikasi dengan siapa pun selama ini" gumam Kerenza.
Kerenza menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menyandarkan punggungnya dan kepala menengadah menatap langit-langit ruangannya pikiran yang mencoba mengingat semua kejadian selama tiga tahun ini mengalami satu persatu dan menghubungkannya adakah kemungkinan jika ayah mertuanya yang menjadi dalang dari semua ini? dan jika iya, maka apa alasannya Kerenza pun tidak bisa menemukan jawaban itu.
jika karena masalah kebencian maka itu sama sekali tidak masuk logika karena Robert selama ini memberi kasih sayang yang tulus kepada Brillo, dan Jika ternyata itu adalah karena harta jelas itu tidak mungkin lagi karena yang mereka tahu jika perusahaan selama ini adalah milik Robert lalu apa yang mereka perebutkan lagi.
Tapi seketika terlintas di benak Kerenza tentang status keluarga mereka, Broillo hanya anak angkat dan artinya jika Robert adalah ayah angkat yang dulu mengaku sebagai sahabat ayah dari ayah Brillo, berarti bisa jadi jika perusahaan itu sebenarnya miliki Brillo, tapi lagi lagi Kerenza kembali berpikir jika memang seperti itu lalu kenapa tidak sejak dulu dia menghabisi Brillo? kenapa baru sekarang.
Kerenza dengan cepat bergegas tujuannya kini adalah perusahaan Brillo, dia akan menanyakan semua kejelasan yang pada suaminya dan jika ternyata dugaannya benar maka sudah bisa dipastikan jika pelakunya adalah Ayah mertuanya dan setelah itu dia akan menyiapkan rencana untuk menjebak dan menangkap Ayah mertuanya dan perkara apa yang menjadi hukuman, mungkin dia akan menyerahkan kepada suaminya untuk menghukum Ayah angkat yang dianggapnya mulia itu.
"Kau mau kemabmna girl?" tanya Cloe
"Mencari kebenaran mom, agar aku bisa menangkap musuhku dan hidup kita bisa tenang" uca Kerenza kemudian memeluk dan mencium pipi Cloe
"Berhati hatilah"
"Hei bau parfum apa yang kalian gunakan! kebaoa baunya sangat tidak enak" teriakn Kerenza membuat semua karyawan menghentikam aktifitas mereka.
"Hei kalian jawab! parfum apa yang kalian gunakam! kenapa sangattidak enak membuatku pusing saja" ucap Kerenza tapi tak lama perutnya bergejolak ingin memuntahkan semua isi perutnya.
Dengan segera Kerenza berlari menuni westafel untuk mengeluarkan semuanya, "Sia**n! bagaimana bisa mereka menggunkan parfum yang wanginya tidak enak? seperti tidak punya uang saja!" gerutu Kerenza.
"Love! apa yang terjadi padamu?" tanya Brillo.
Brillo menyusul Kerenza setelah tadi dia tidak sengaja melihat istrinya berjalan masuk ke dalam perusahaanya tapi langkahnya terhenti saat mendengar teguran istrinya saat mengatakan jika parfum para karyawannya tidak enak padahal sudah jelas jika itu sudah terbiasa di gunakaj oleh para karyawanya dan sekarang Brillo menjadi khawatir karena Kerenza mual.
"Aku mual, aku tidak suka dengan bau parfum mereka" ucap Kerenza dan langsung memeluk tubuh Brillo dan mengendus wangi yang berasal dari suaminya.
Kerenza ternyata bisa berubah menjadi manja pada suaminya jika sedang berduaan, dia tidak akan menjadi Kerenza yang bersikap dingin apalagi menjelma menjelma menjadi malaikat mau jika sudah bersama suaminya, seperti dia hidup normal jika di dekat Brillo.
"Ayo ke ruangan" ajak Brillo dan langsung membopong tubuh Kerenza ala bridal style.
Kerenza mengalungkan tangnya di leher Brillo dan mencium pipi suaminya dengan lembut, sudut bibirnya tersenyum dengan hangat pada Brillo yang di balas ciuman mesra di bibi Kerenza dan kemudian melangkah menuju lift dan memasuki ruangan Brillo.
Brillo meletakan tubuh Kerenza di atas sofa terlebih dahulu kemudian di susul Brillo duduk dan dia kembali lagi mengangkat Kerenza dan mendudukannya di pangkuannya.
"Kau masih mual love?" tanya Brillo
"Iya, perutku tidak enak sekali" jawab Kerenza
__ADS_1
"Apa mungkin dia sudah hadir Love?"
Brillo menurunkan pandanganya ke arah perut Kerenza dan tanganya terulur mengelus lembut perutnya yang dk ikuti Kerenza dan meletakan tangannya di atas punggung tangan Brillo, pikirannya mencova mengingat kaoan terakhirnya dia datang bulan.
"Brillo, aku belum datang bulan dan ini sudah berjalan satu minggu" seru Kerenza dengan mata berbinar
"Really love"
"Yes, aku tidak berbohong"
"Baiklah tunggu" ucap Brillo kemudian berjalan menuji mejanya dan menghubungi Gilmax, "keruanganku sekarang!" titah Brillo
"Ada apa tuan muda"
"Belikan tespack untuk istriku!" titah Brillo
"Apa itu tuan?"
"Ck, kau tidak tua hal itu! itu alat tes kehamilan untuk istriku!" ketus Brillo.
"Benarkah nona muda hamil tuan muda?" tanya Gilmax yang ikut bahagia.
Dsar bo**h! aku bilang alat tes berarti baru akan di tes apakah bemar istriku hamil atau tidak!" ketus Brillo.
"Ck, tuan marah marah saja!" balas Gilmax tak kalah ketusnya kemudian pergi meninggalkan pasangan itu.
Tak lama Gilmax kembali dan membawa apa yang di pesankan oleh tuan mudanya "pesanan anda tuan muda"
"pergilah!" usir Brillp setelah mengambil kantongan berisi taspack itu.
"Saya ingin menunggu kabar baik tuan muda, jadi tolong jangan usir saya" ucap Gilmsx dan tetap berdiri disana.
"Jangan membut saya marah Gilmax!" tekan Brillo.
"Biarkan saja, lebih baik kau urusi saja urusan kita" sela Kerenza.
"Baiklah, ini langsung gunakan" ucap Brillo dan kemudian pergi menuju kamar mandi yang ada di dalam, dan mulai membukan dan menggunkannya setelah sebelunya membaca cara penggunannya.
Brillo berjalan mondar mandir dengan gelisah membuat Gilmax memutar bola matanya malas, tapi seketikan kembali pada posisi awal ketika mendegar teguran Brillo.
Kerenza membuka pintu kamar mandi dengan ekspresi yang tidak bisa di baca, menuju Brillo dan menunjukan hasilnya di depan Brillo.
"Ini...!"
.
.
TBC
__ADS_1