BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 91


__ADS_3

"Sudah kalian dapatkan?"


"Belum tuan muda, kami masih mengejarnya" jawab Gilmax.


"Dapatkan dia dalam waktu sepuluh menit jika tidak, siapkan kepalamu yang ku penggal!" titah Brillo dan langsung memutus panggilannya membuat Gilmax mengumpati sniper itu.


Dia sangat hafal jika tuanya tidak main main, perktaannha itu benar benar akan di lakukan, walau pun tidak pasti dia akan memberi hukuman pada Gilmax dan sudah pasti jika hukuman itu bukan hukuman main main.


"Hei cepat kejar dia!" teriak Gilmax.


"Kau tidak akan lolos dari ku!"


Gilmax berjalan mencari jalan pintas, untuk menangkap musuh karena dia tau musuh ingin keluar menggunakan tangga darurat, dan dia memilih melewati pantri dan tembus di belakang gedung, dan benar saja tebakannya jika musuh itu jatuh ingin melewati belakang gedung yang akan membawanya ke pertigaan jalan.


"Sudah ku bilang kau tidak akan bisa lari dariku" ucap Gilmax dengan seringai liciknya.


"Ck, mari bertarung jika kau bisa menangkapku maka kau menang!" tantangnya.


"Tantangan yang hanya akan membuatmu menyedihkan nanti"


"Buktikan! jangan banyak bicara!"


Sniper memasang pertahanan tubuhnya, sementara Gilmax dengan santainya menunggu serangan dari pria itu, tanganya jutru di kantongi tapi tatapannya tajam ke arah musuh siap untuk menerkam.


Dengan tidak sabar serangan melayang me arah Gilmax tapi dengan santai tapi gesit Gilmax menghindari pukulan itu, dan mengarahkan tangan kananya tepat di hati lawan membuat lawab terpukul mundur dan terbatuk.


"Sudahlah, jangan melawa! lebih baik kau ikuti aku dan katakan apa motifmu"


"Baiklah" jawab musuh dengan santai tanpa beban.


Gilmax menatap lawannya dengan tajam, ada sesuatu yang mencurigakan dengannya karena tidak ada satu pun musuh yang mau menyerahkan dirinya cuma cuma tanpa ada rencana licik.


"Katakan apa yang kau rencanakan?" tanya Gilmax dengan tatapan tajamnya.


"Ck kau ini ya! kau bilang aku harus menyerahkan diri, lalu setelah aku ingin menyerahkan diri kau malah menanyakan apa rencanaku" decak pria itu yang merasa kesal karena tidak mudah membodohi pria itu.


"Micke! tangkap dan bawa ke markas, waktuku tidak banyak"


"Dia sudah di giring ke markas tuan muda" ucap Gilmax saat sambungan ponselnya di jawab oleh Brillo.


Brillo yang mendapat kabar itu langsung melesatkan mobilnya menuju markas, keinginannya untuk pulang lebih awal langsung hilang karena kejadian ini, "love aku akan sedikit terlambat pulang" ucap Brillo pada Kerenza yang dia telpon dan berbicara lewat earphone miliknya yang tertempel di telinganya.


Sampai disana, sudah ada Gilmax yang menunggu di depan karena ingin mengatakan kecurigaanya terhadap misuh itu dan dia sangat yakin jika ada rencana dan konspirasi yang akan menimbulkan pertempuran nantinya.


"Tuan muda"


"Kau benar benar masih sayang kepalamu rupanya sehingg kau mengusahakan untuk menangkapnya hahahaha" ucap Brillo denwa renyahnya.


"Aku tidak menangkapnya tapi dia menyerahkan diri setelah aku menyuruhnya"


"Wow itu artinya kau hebat dan dia takut padamu"


"Bukan itu tuan yang saya pikirkan tapi ada yang salah dengan itu"


"Katakan!" datar Brillo


"Dia sangat mencurigakan tuan, tidak ada musuh yang ingin ditankap tapi dia dengan penuh kesadaran malah menyerahkan dirinya untuk jadi sandraku"

__ADS_1


Brilo memikirkan sejenak penjelasan Gilmax, dia juga merasa ada yang aneh dan dia tau itu pasti sesuatu yang akan merugikan dan sudah pasti sesuatu yang menjebak mereka.


Brillo memilih utuk berjalan menuji ruang tahanan temapat para tersangka akan di eksekusi dan Gilmax pun hanya bisa mengikuti karena dia yakin jika tuannya tidak mungkin tidak jeli dalam merumuskan masalah beradasrkan opini dan fakta sebagai bukti.


Brillo duduk di kursi yang sudah di sediakan untuknya, sedangkan sandra hanya menatapnya dengan tatapan remeh dan tidak ada rasa takut sedikitpun, entah karena merasa hebat atau karena pria itu tidak tau siapa yang dia ganggu saat ini.


"Siapa namamu?"


"Ck tidak perlu kau tau siapa aku! kau ingin tau siapa yang menyuruhku? akan aku katakan lalu kau lepaskan aku" ucapnya.


Brillo mengangkat alisnya mendegar perkataan pria itu, dia semakin yakin dengan perkataan Gilmax jika ada yang tidak beres dengan sandra itu, tapi tidak masalah dia akan ikuti permainan ini, Brillo ingin lihat siapa yang menjadi otaknya.


"Katakan!"


"Han Keitaro! dia yang menyuruh ku untuk menghabisi dirimu dan setelah aku menghabisimu dia akan membayarku dengan mahal"


"Hahaha Han Keitaro pelakunya"


"Ya dia pelakunya, sekarang bebaskan aku" pinta pria itu.


"Sayang sekali aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memberiak jawaban pasti padaku"


"Hie apa maksudmu! aku sudah mengatakannya padamu dia yng menyuruhku menghabisimu lalu apa lagi ha!" teriaknya.


Dia benar benar kesal karena kenyataan tidak sesuai dengan apa yang di katakan oleh orang itu padanya, dia menerima pekerjaan itu dan mau menyerahkan diri karena percaya dengan perkataan orang itu jika dia akan di bebaskan setelah memberi jawaban.


"Tapi sayang sekali, aku bukan orang bodoh yang bisa kau tipu dengan jawaban itu!" tegas Brillo.


"Aku sudah mengatakan siapa yang menyuruhku lalu apa lagi!"


"Katakan siapa dia yang menyuruhmu memggunakan nama itu! atau aku benar benar tidak akan melihat dunia lagi!" ancam Brillo dengan nada penuh penekanan dan aura gelapnya seketika mengambil alih tempat itu.


"Gilmax...!"


"Ya tuan muda!" jawab Gilmax dan mendekat, di tangannya sudah ada pedang yang akan menjadu penentu nasip pria itu.


"Kau mau apa? apa yang akan akan kau lakukan ha!" tanya pri itu yang.


Dia mulai panik mendapati dirinya tidak akan selamat, sungguh penyesalan benar benar menghantuinya saat ini mengingat kebodohannya yang mau menyerahkan diri begitu saja dan masuk neraka secaea sukarela.


"Kau ingin mati dengan cara apa? kepalamu ku jadikan pajangan atau tubuhmu ku berikan pada anjing liarku!"


"Jangan kau apa apakan aku, aku benar benar menyesal sudah memgikuti perkataan pria tua itu, jika aku tau nyawakau dalam bahaya maka aku tidak akan menyerahkan diriku pada kalian!"


Brillo menaikan satu alisnya mendangar pernyataan jika sniper itu di jebak dan Brillo bisa menebak jika buka Keitaro pelakunya tapi ada orang lain yang menggunakan nama itu.


"Aku tidak peduli lagi dengan perkataanmu, alu akan memotong kedua tanganmu yang sudah berani ingin mengabisiku!" ucap Brillo, "hei kalian pegang tanannya, aku tidak suka jika pekerjaanku terur tertunda karena ocehannya"


"Baik tuan muda!"


Srettt


Brillo mengayunkan pedangnya dan memotong kedua lengan lengaj pria itu, suara teriakan kembali menggema di sana entah sudah yang keberapa kali teriakan pilu terdengar dari orang orang yang berbeda tanpa berniat bagi sang pemilik untuk menghentikannys.


"Sekarang giliran bola matamu!"


"Jangan...! jangan aku mohon jangan lakukan itu ampuni aku....aku mohon ampuni aku!" triak pria itu seraya menyeret bokongnya untuk mundur, tapi percuma saja mau sejauh apa dia melarikan diri sudah pasti ini adalah hari terakhirnya.

__ADS_1


"Ck, jangan banyak bergerak agar pekerjaanku selesai!"


"Jangan lakukan itu akau mohon,"


"Katakan siapa yang memebayarmu!" bentak Brillo.


"Aku tidak tau, dia hanya menyuruhku untuk menyebutkan nama itu lalu berkata jika aku akan di bebaskan setelahnya"


"Sayang sekali kau terlalu bodoh tidak bisa membaca situasi jika kandangku tidak akan pernah memberi pengampunan!"


Usai bertaka seperti itu, Brillo mencekam wajah pria itu dan mengarahkan pisaunya di kedua bola mata itu


"Akhhhhhh matakuu....! kembalikan, aku tidak bisa melihat akhhhh sakit sekali....!" teriakanya memenuhi setiap gendang telinga yang ada di sana seperti lagu kesedihan yang meratapi kematian dan itu benar benar membuat mereka bergidik ngeri serta bulu roma mereka beridri karena ketakutan.


"Bereskan tubuhnya, jadikan mayat jika belum tiada!" titah Brillo.


Dia berlalu meninggalkan ruang eksekusinya dengan langkah yang tegas tanpa rada bersalah apa lagi ketakutan sama sekali, wajahnya hanya menampilkan ekspresi datar, "cari tau yang dilakukan bajingan itu, aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi!" perintah Brillo dan langsung di anggukan oleh Gilmax.


Dua tau siapa bajingan yang dia maksud, entah bagaimana juga dia lolos dari pantauan mata matanya yang selalu mengawasi gerak geriknya dua puluh empat jam, apa mungkin dia menggunakan via telepon lagi? jika ya, maka dua harus melakukan sesuatu untuk bisa menyadap ponsel pria tua itu dan satu yang terlintas adalah Jenn.


"Jenn marik kita bertemu" pesan Gilmax


"Tentu tuan, tapi aku akan memberimu kabar karena aku tidak bisa keluar sesuka hati karena di awasi" balas Jenn yang tak seberapa lama.


"Ku tunggu kabar baikmu"


Di tempat lain, Keitaro sedangvdaoam perjalan menuju kediaman Robert dengan gadis cantik yang akan menjadi teman pesatnya, tapi dalam perjalanan dua mobil hitam menyerang mereja dari belakang.


Dor dor dor


Tiga tembakan di lesatkan dan mengenai kaca mobil bagian belakang membuat Keitaro harus menunduk dan bersembuyi untuk menyelamatkan nyawanya, dari serangan.


"Si**an...! siapa yang berani menyerangku!" umpat Keitaro.


"Tuan, pistolmu!" ucap Lousi memberikan pistolnya pada Keitaro.


"Kau tetap menunduk honey, aku akan mengurus mereka lebih dulu"


Keitari segera menurunkan kaca mobilngya kemundian menyembulkan dirinya keluar laku mengarahkan pistolnya menembaki mobil itu, sasarannya adalah ban agar bisa menghentikan laju kendaraan itu.


Dor


Satu tembakan mengenai sasaran, dalan sekejap mobil musuh oleng dan berjalan tidak teratur sehingga menabraka kan apa pun dan berakhir pada tembok yang menjulang sebagai pinngiran jalan raya.


"Si*l..! umpat penumpang mobil satunya


Keitaro lai lagi mengbil posisi, "hentikan lajunya Louis! titah Keitaro yang langsung di ikuti.


"Perintahkan anak buahmu untuk mengecek nyawa, aku harus menginterogasi mereka!"


"Baik bos besar" jawab Louis kemudian mengarahkan anak buahnya lewat earphone miliknya.


Dor


Keitaro kembali melesatkan dan selalu sesuai sasaran, dan pada alkhirnya sasaran akhir, mobil meledak dan membakar habis semuanya termasuk para penumpangnya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2