
Tidak tahu apakah Kerenza menganggap enteng atau memang dia tidak membaca gerak-gerik setiap anggotanya siapa yang patut dicurigai Siapa yang sebenarnya yang setia untuknya, sehingga sampai kini dengan gamblangnya dia terus mengungkap setiap rencananya kepada semua anggotanya tanpa tahu jika itu akan membuat dia akan nembahayakan dirinya kedepan.
Saat ini Kerenza bersama Matthew, dan Catline sudah sampai di parkiran perusahaan dengan langkah cepat memasuki lobi perusahaan dan semua karyawan yang ada di sana masa wanti-wanti. karena berita tentang penggelapan dana yang dilakukan oleh manajer keuangan sudah tersebar luas seantero perusahaan tidak ada yang tidak tahu bahkan cleaning service sekalipun juga sudah mendengar hal ini.
Dengan wajah dingin yang ditampilkan oleh Kerenza, ia memasuki ruangannya dan para karyawan yang berpapasan dengannya sudah bisa menebak jika suasana hati pimpinan baru perusahaan tempat mereka bekerja itu sedang tidak baik-baik saja dan berharap kemarahan pimpinan perusahaan itu tidak berimbas kepada diri mereka.
Saat sampai di lantai dimana ruangannya berada ternyata Robert ayahnya Erland sudah berada disana menunggun Kerenza di kursi tunggun yang berada disana.
" Daddy," Panggil Kerenza dan langsung menghampiri Robert " Ada apa pagi sekali daddy datang?" tanya Kerenza.
" Tentu saja karena daddy sudah mendengar berita menager keuangan bodoh itu."
Robert geram saat mengetahui manager keuangan perusahaan membawa lari uang milik perusahaan dengan jumlah yang sanagt fantastik sekeali, karena dia juga memiliki 10% saham di perusahann Brayen Wate dan jika perusahaan merugi maka sahamnya disana tidak akan menghasilkan apapun.
"Dari mana Daddy mengetahui berita ini? "
Kerenza bertanya kepada Robert Bagaimana lelaki tua itu bisa mendengar berita penggelapan dana yang dilakukan oleh manajer keuangan perusahaan.
"Apa kau lupa girl, kalau Daddy juga salah satu pemegang saham di sini? tentu saja Informasi seperti itu bisa dengan mudah di dapatkan. Dan daddy yakin bukan cuma Daddy yang sudah mengetahuinya pasti pemegang saham lainnya pun sudah mendengar kabar penggelapan dana yang dilakukan si bodoh itu."
" Baiklah daddy tenang saja. Aku akan menangani ini semua dan aku pastikan akan menangkap pelakunya."
Kerenza menjawab sekaligus menenangkan daddy kalau dia akan segera menangani kasus penggelapan dan perusahaan.
" Bagaiamana jika Max membantumu girl"? tanya Robert.
" TIdak perlu dad, aku dan anggotaku bisa menangani ini sendiri."
" Tapi girl daddy yakin kau pasti membutuhkan Max di saat seperti ini. lagi pula saham daddy adalah saham Max juga jadi tidak masalah bukan jika dia ikut membantumu?"
" Benar dad. Daddy memiliki saham tapi jangan pupa dad jika ayahkulah pemilik perusahanaa."
"What is wrong with you? why are you acting like that to daddy. Apa kau tidak menganngap daddy ayahmu lagi?"
Robert sangat terkejut mendapat respon seperti itu dari wanita yang sudah sempat me jadi menantunya itu.
" No daddy. Aku tidak seperti itu, hanya saja biarkan akh membuktikan jika aku bisa menangani ini sendirian dad." lirih Kerenza.
" Baiklah jika itu keputusanmu. Daddy berharap kau bisa menyelesaikan ini."
" Pasti. Pasti aku akan menyelesaikan ini dad, percayalah." jawab Kerenza memberi keyakinan pada ayah mertuanya.
" Baiklah. Silahkan berjuang." senyum Robert yang tidak pernah Kerenza tau selama ini.
__ADS_1
Kerenza tidak mempermasalahkan senyum Robert yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, dia langsung berjalan masuk keruangannya setelah Robert pergi meninggalkannya.
Dibelakangnya ada Mattew dan Catline yang hanya dia sedari tadi tanpa niat ikut bicara.
Bukan cuma Mattew dan Catline saja tapi Cristabel juga ikut sesuai instruksi dari Mattew.
" Kau kumpulkan semua karyawan di bidang keuangan di ruang rapat dalam lima menit."
Kerenza langsung memberi perintahnya saat dia sudah menduduki kursi kebesarannya
" Bail nona muda, segera saya laksanakan."
" Mattew cari tau keberadaan Pencuri itu dab kau Catline hubungin Miko dan kerahkan anak buah untuk mencari keberadaannya juga."
" Baik nona, baik Keren." jawab Mereka bersamaan.
Lima menit kemudian Cristabel kembali dan berkata " Semua karyawan sudah berada di ruang rapa nona muda." ucap Cristabel memberi tahu.
Tidak menjawab tapi gerakan tubuhnya sudah memberi jawabannya, Kerenza berjalan keluar dan diikuti oleh Mattew dan Catline dari belakang.
Kerenza keluar menuju ruang rapat, dan sepanjang kakinya melangkah, tidak ada wajah hangat, tidak ada kehangatan sedikitpun. Wajahnya yang sudah dingin semakin terasa saja saat masalah perusahaan ini
Sampai disana wajah angkuh dan datarnya terlihat yang membuat suasana ruangan ber AC itu seketikan semakin tersa dingin dan terasa menusuk kulit, itulah yang dirasakan oleh orang orang yang berada didalan sana.
Tentu saha semua yang ada disana merasa sangat ketakutan, bukan tanpa alasan ketakutan mereka, itu karena mereka sudah sering mendengar bagaimana sikap Kerenza kini semenjak kejadian yang menimpa hidupnya tiga tahun yang lalu.
" Mattew kau sudah mendapatkan lokesinya."
" Masih dalam pencarianku nona, titik koordinasi ini sepertinya masih akan berpindah lagi, makanya aku ingin mengetahui kebaeradaan yabg sesungguhnya."
" Katakan bagimana ini bisa terjadi.!"
Kerenza kini mengalihakn tatapan dan pertanyaanya ditujukan untuk karyawan yang ada disitu.
Tidah ada yang menjawab, mereka semua hanya nenundukan kepala tak berani memandang kearah Kerenza bahkan untul bernafas saja rasanya sangat sesak sekali."
" Katakan kenapa ini bisa terjadi.!" bentak Kerenza yang tidak mendapatkan jawaban.
Mereka semua terkejut mendengar bentakan yang diiringi geubrakan meja dari Kerenza, ketakutan mereka semakin menjadi bahkan bebapa diantara mereka mengigil karena ketajutan.
" Masih tidak mau menjawabku.!"
" Kami tidak tau nona muda, kami hanya menjalankan instruksinya yang mengatakan kalau ini adalah perintah dari nona muda agar pencairab data perusahaan di percepat dari tanggal biasanya."
__ADS_1
Salah seorang memberanikan diri untuk menjawab karena dia yang langsung mendapat perintah membuatkan surat permohonan dan laporan keuangan.
" Jadi dia mengatakan jika itu istruksi dariku "
" Be benar nona muda." jawabnya gugup.
" Dan kau mengikutinya begitu saja."
" I iy iya nona mudah, saya hanya mengikutinya saja karena dia bilang kalau tidak saya buatkan maka dia akan memecat saya nona."
Karyawan itu sudah mulai keringat dingin saat matanya bersitatap pada mata Kerenza walau hanya sekilas saja karena setelah itu dia kembali menundukan wajahnya, tapi walau hanya sekilas tetap saja tatapan itu mampu mengoyak jantungnya.
" Jadi kau lebih takut padanya.!"
" Maaf kan saya nona, saya hanya menjalankan perintahnya, kareba itu instruksi dari nona muda. Jadi saya berfikir tidak mungkin saya menolak perintah nona, karena itu sama saja mempertaruhkan pekerjaan dan hidup saya."
" Tapi kenyataannya kau sudah mempertaruhlan pekerjaanmu karena ini."
" Ampun nona muda. Ampuni saya, tolong jangan pecat saya.. keluarga saya sangat bergantung pada pekerjaan ini."
Karyawan itu jatuh bersimpuh dia hadapan Krenza, memohon belas kasih wanita yang berstatus sebagai bosnya itu.
" Kau.-" Kerenza belum selsai tapi Mattew sudah memotongnya dengan berita keberadaan manager itu.
" Lokasinya sudah saya dapatkan nona." kata Mattew.
" Katakan dimana."
" Salah satu villa di lokasi jauh dari pusat kota bagian selatan." jawab Mattew.
" Catline hubungin Hiebert dan Kaisar untuk bergera, dan bawa beberapa anggota, mereka akan segera kesana.
" Baik Kerenza."
Mereka bergegas menyelesaikan tugas dari Kerenza yang lagi lagi mereka tidak ketahui kalau orang lain sudah mendengarkan setiap pembicaraan mereka dan bahkan sudah bergerak lebih dulu dari mereka.
" Si*l," umpat seseorang " kenapa mereka cepat sekali menemukan si bodoh itu! hei kau cepat bergerak katakan padan pengawal yang mengintai disana untuk menangkap dia jika perku habisi saja agar Alana tidak bisa menginterogasinya." perintahnya pada anak buahnya.
" Baik tuan. Saya akan kesana dan menghabisinya dengan tanganku sendiri."
" Bagus".
TBC
__ADS_1
JANGANG LUPA LIKE, KOMENT, RATE, BERI HADIAH DAN JIAA PUNYA VOTE YANG MENGANGGUR SIALKAN AUTHRO SIAP UNTUK MENAMUNG... 😘😘😘😘