
"Love, kau dari mana? kenapa lama sekali kai kembali?" tanya Brillo saat Kerenza memasuki kamar mereka.
Sekarang mereka tinggal bersama, karena sudah terbukti jika Brillo Jokson adalah Erland Hans, suami dari Kerenza.
"Aku hanya cari angin, susah memjamkan mata soalnya" jawab Kerenza yang langsung bergerak naik ke atas ranjang dan tidur di samping Brillo yang langsung memeluk dirinya.
"Tidurlah love, jika kau sudah lebih baik" ucap Brillo dengan mata terpejam.
Sementara Hiebert sudah merasa sangat geram, dan itu tidaj jauh berbeda dengan Gilmax.
"Sia**n! dia sudah berani masuk kemari!" umpat Hiebert.
"Kita harus apakan dia Hiebert!"
"Lebih baik kita sekap saja dia tapi kita pilih waktu saat tuan dan nona muda tidak berada disini!" jawab Hiebert dengan api kemarang yang terlihat jelas mengkilat di matanya.
"Ya! kau benar tapi kita tidak bisa melakukannya sendir, kita butuh pengawal yang melakukannya agar kita tidak ketahuan"
"Kenapa? kau takut!"
Hiebert bertanya dengab suara beratnya medapati perkataan Gilmax yang merasa takut jika di ketahui.
"Bukan takut tapi aku hanya tidak mau mngecewakan nona Alana, aku yakin jika nona Alana pasti sudah merencanakan sesuatu dan juga pasti menunggu wanita tua itu mengakui semuanya."
"Tapi bagaimana mungkin Gilamax! wanita sia**n itu tidak akan mau berhenti apalagi mengakui kesalahannya" jawab Hiebert dengan sedikit membentak.
"Kau tenanglah, aku sudah menyuruh sesorang untuk menajdi mata mata kita"
"Apa maksudmu?"
"Kemarilah"
Gilmax membisikan sesutu di telinga Hiebert dan hiebert mengangguk mengerti dan berkata "Tidak buruk, dan kau atur agar secepatnya bisa kita jalankan"
"Tentu! tentu saja aku pastikan dia akan masuk ke mari" jawab Gilmax dengan yakin.
Pagi pagi sekali Kerenza Brillo dan yang lainnya sudah bersiap untuk bekerja, sarapan sudah selesai dan sekarang bersiap untuk berangkat.
"Kerenza, naiklah ke mobilku saja" pinta Kaisar saat mereka sudah berada di tempat parkiran.
"Kenapa?" tanya Kerenza.
"Tidak apa, hanya aku ingin juga kau sesekalu naiklah ke mobilku" jawab Kaisar memberi jawaban.
"Tidak! Alanaku akan bersamaku!" sela Brillo.
"Oh tuan muda, bagaimana jika anda juga berangkat menggunakan mobilku saja!"
Kaisar memberi usulan agar Brillo menaiki mobilnya.
__ADS_1
"Ck, mobilku jauh lebih bagus dari mobilmu dan aku tidak butuh tumpangan" jawab Brillo sombong.
"Tuang Gilmax, bisakah tuan muda Brillo menaiki mobilku yang murahan ini!" pinta Kaisar dengan ekspersi wajah yang tidak bisa di tebak.
Gilmax menatap Kaisar sejenak, dan ternyata bakak jeli yang di miliki oleh Gilmax bisa mengetahui jika ada sesuatu yang di sedang di hindari oleh Kaisar dan yang pastinya ini akan sangat berbahaya bagi tuan mudanya.
"Oh saya lupa tuan muda, mobil anda belum sata bawa ke bengkel untuk service. Saya takut jika nanti akan membuat kendala bagi kalian" jawab Gilmax yang membantuk Kaisar agar bisa membujuk Brillo.
"Ck, kau sejak kapan tidam becus!" sentak Brillo.
"Maaf tuan muda, mari silahkan naik mobil Kaisar untuk hari ini" pinta Gilmax.
"Kenapa tidak menaiki mobil Kerenza saja, pasti akan lebih nyaman"
Catlien ikut angkat bicara saat mengetahui
rencana mereka akan gagal, entah kenapa Kaisar tiba tiba saja meminta pasangan itu menaiki mobil mereka.
"mobil nonq muda akan saya bawa sekalian" jawab Gilmax singkat.
"Tapi kan bisa nanti siang, kenapa harus sepagi ini"
Catlien masih memberi penawaran, tanpa sadar jika sikapnya ini justru menimbulkan kecurigaan padanya.
Mereka semua memandang ke arah Catline, sepertinya pikiran mereka kali ini sama, yaitu mencurigai Catlien, mengingat kejadain semalam di garasi mobil.
"Sudahlah sayang, bukanlah lebih baik jika mereka bersama kita? satu kehormatan buka bagi kita jika tuan muda Brillo mau satu mobil dengan kita"
Kaisar berkata dab langsung menarik Catline munuju mobil dan di susul pasangan itu memasuki mobil yang sudah di buka lebih dulu oleh Gilamax.
Sebenarnya jauh dalam lubuk hati Catline dia bersyukur karena kedua majikannya ini tidak jadi menaiki mobil yang sudah dia rusak, tapi tetap saja dai takut jika orang yang menyuruhnya mengancam dirinya lagi.
Kerenza dan Brillo berpisah karena tujuan dan tempat usaha mereka yang berbeda.
Brillo sudah berada di ruangannya dan menatap tajam pada Gilamx dan Hiebert.
"Katakan! apa yang kalian ketahui!" pinta Brillo dengan tajam dan tegas.
"Maaf tuan muda, saya hanya mau melindungi nayawa anda dan nona muda" jawab Gilmax.
" Melindungi? apa yang terjadi dengan mobilku dan Alana?"
"Tuan pasti akan mendengar beritanya nanti" jawab Hiebert.
Dan benar saja, tidak sampai lima menit Gilmax dan Hiebeet berkata, ponsel milik Brillo berbunyi dan itu panggilan sari Kerenza.
"Ya love? apa kau sudah merindukan aku sehingga menelponku lagi?" gurau Brillo
.....
__ADS_1
"Apa!"
Briklo terkejut mendengar perkataan dari Kerenza, dia terpaku tapi tatapannya mengarah pada kedua kaki tangannya.
"Katakan apa yang terjadi"
Kali ini Brillo menuntuk jawaba dari kedua orang kepercayaannya terhadapa apa yang barus saka dia dengarkan dari Kerenza bahwa Mattew mengalami kecelakaan saat mengemudikan mobil milik Kerenza.
"Seperti yang anda tau tuan, mobil anda dan nona Alana susah di sabotase dan itu karena ulah penyusup yang lolos semalam"
"Kalau kalian sudah tau kenapa memebiarkan Mattew meniki mobil itu dan parahnya ada korban dari kecelakaan itu!" teriak Brillo.
Gilmax dan Hieberr saling menatapa karena ini memenag adalah rencana mereka, menumbalkan sedikit Mattew agar bisa mencapai tujuan mereka.
Tapi jujir mereka tidak ada berniat untuk menyingkirkan Mattew dan mereka sangat berharap Mattew tidak terlula parah.
"Maaf tuan, ini untuk mengetahui sejauh aoa penyusup itu melakukan aksinya, dan saya yakin jika Mattew pasti akan bail baik saja" jawab Gilmax meyakinkan.
" Kenapa kau sangat yakin sekali"
"Karena Mattew bukan orang yang mudah tiada tuan muda" jawab Hiebert dengan sudut bibir yang sedikit berkedut.
"Segera kita temui mereka"
Mereka berlalu pergi menuju rumah sakit tapi sebelum itu mereka akan menjemput Kerenza karena dia akan berasam istrinya membesuk Mattew.
Sampai di sana, Kerenza dan Brillo langsung menuju kamar rawat Mattew dan Hiebert beserta Gilmax menuju kamar suruan mereka.
Mereka bebicara disana dan memutuskan langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Kali ini mereka akan melakukannya sendirian, membuka dan menemukan bukti agar memiliki alasan membekuk target mereka.
Sementara lagi lagu seseorang meradang marah karena rencana mereka gagal lagi, korbannya dalam kecelakaan itu tukan target mereka tapi hanya pria suruhan atau kaki tangan Alana.
"Bren***ek..!!! aku sudah tidak sabar lagi..! aku ingin menghabisi mereka semua!" teriknya.
"Tenanglah tuan! kita masuh memiliki pion dan kali ini kita akan menyaksikan baku hantam dari kedua pihak." ucap Asisten sembari berusaha menahan tuannya agar tidak menyakiti dirinya.
"Katakan siapa yang bisa kita jadikan pion kali ini."
Asistennya tersenyum licik dan kemudian berkata "Keitaro" sebutnya "Alana dan suaminya lah yang menghabisi Ben Han Keiji" lanjutnya dengan seringai liciknya.
"Apa kau benar?"
"Tuan bisa melihat ini" ucap Asistennya memberi map pada Tuannya.
"Menarik"
TBC
__ADS_1