BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 102


__ADS_3

Brillo memutuskan untuk kembali ke kamarnya, sedangkan Kerenza masih menunggu Brillo kembali, "kenapa tidak tidur Love?"


"Mau menunggumu" jawab Kerenza singkat.


"Kenapa hem.. mau melanjutkan yang tadi?" goda Brillo.


"Ck, kau mesum sekali" decak Kerenza.


Brillp terkekeh mendengar pekataan istrinya," aku mesum pada istriku itu wajar saja" jawab Brillo dan mencium pipi Kerenza.


"Kita tidur lah"


Mereka tidur dengan posisi Brillo memeluk Kerenza dan Kerenza dengan nyaman berada dalam pelukan Brillo, tidak jauh berbeda dengan Kaisar dan Catline yang saat ini kembali tidur bersama.


Ya, saat ini mereka kembali tidur bersama karena sebelumnya saat Catline sakit mereka berdua terpaksa pisah ranjang tapi sekarang Catline sudah sadar dan kembali lagi mereka tidur berasama dan lagi saat ini Kaisar sudah melancarkan aksinya, dia ingin kembali meregul kenikmatan karena sudah sekian lama tidam merasakannya dan Catline yang juga menginginkannya dengan senang hati melayani suaminya.


Mereka malam itu untuk pertama kalinya lagi setelah lama tidak bekerja malam kini dengan panas dan liarnya bekerja di malam ini mencari kenikamatan yang sudah lama padam dan kini akan kembali dinyalakan api itu agar hawa panasnya kembali terasa.


Bahkan Catline yang sebenarnya belum begitu sempurna kesembuhannya tidak peduli, yang dia tau saat ini hanyanya bagaimana cara ubtuk memuaskan dirinya malam ini sehingga dia mengambil aluh permainan malam ini dan Kaisar dengan senang hati menerima pelayanan dari Catline.


"Sayang..." panggil Gilmax pada Anna.


"Hm ada apa?"


"Kenapa kau dingin padaku?"


"Tidak tau dan kau jangan bertanya padaku!" sinis Anna.


"Ohh Honey ada apa denganmu?"


"Kau beramain dengan wanita lain kan?"


Gilmax diam, dia tidak tau bagaimana Anna mengetahuinya dan satu pikirannya adalah Erland, pria yang menjadu bosnya itu yang dia curigai tanpa tau jika Anna sebenarnya tanu dengan ketidak sengajaan.


"Kau kenapa menuduhku seperti itu honey, aku tidak bermain dengan wanita lain" elak Gilmex seraya mendekatkan dirinya dengan Anna tapi dengan cepat Anna menjauhkan dirinya.


"Jangan mendekatiku dengan tubuhmu yang najis itu Gilmax!" ketus Anna.


"Ck, sayang jangan seperti itu, aku tidak suka dan aku tidak bisa" keluh Gilmax frustasi.


"Biarkan saja, dan kau temui saja wanita mu itu!" bentak Anna yang sudah tidak tahan lagi


"Honey" kejut Gilmax.


"Dari mana kau tau hal itu? siapa yang mengatakannya padamu? aku tidak melakuannya" keukeh Gilmax yang tidak mau mengaku.


Anna dengan emosi mengambil ponselnya, dan melemparkannya di atas rangjang agar Gilmax melihatnya, "buka matamu dan kau lihat siapa itu!" teriak Anna menahan air matanya.

__ADS_1


Gilmax menurut dan membuak ponsel milik Anna, dia sangat terkejut melihat foto foti dirinya dengam Jenn bahkan dirinya saat melakukan hubungan dengan Jenn di ruang VIP, tapi bagaikana Anna tau dan bagaimana dia bisa masuk ke sana.


"Bagaimana kau medapatkan ini honey?" tanya Gilmax gugup.


"Kenapa? kau tidak percaya dan kau terkejut karena aku bisa mendapatkan dan mengetahui ini semua!" senis Anna.


"Honey kau jangan marah dulu, tolong dengarkan alasanku menagapa aku melakukan itu" ucap Gilmqx mencoba membujuk Anna.


"No! aku tidak butuh penjelasan, apa yang aku lihat itu sudah cukup"


"Tidak sayang, aku tidak bisa membiarkan kau salah paham aku harus mengatakannya padamu"


"Tidak! aku tidak mau mendengarnya"


"Sayang, ku mohon" pinta Gilmax dan langsung mendekap Anna dengan erat agar tidak memberontak.


"Dengar.... aku harus melakukan itu karena pekerjaan, dari tuan Brillo.-"


"Pekerjaan untuk menikmati tubuh wanita he! bagaimana bisa itu di katakan pekerjaan" sela Anna.


"Dengarkan dulu baru bicara, jangan potong pembicaraanku" ucap Gilmax.


"Tuan Brillo dan aku mencurigai Robert Hans, dan Jenn adalah Sekretaris dari Robert yang ternyata juga adalah ja*angnya Alex yang bjsa keluar masuk di ruangan Alex dan kau tau kan bukti mengatakan jika semua ini adalah rencana Alex termasuk saat terakhir Caroline riada pun Alex lah yang dia katakan" ucap Gilmax menjeda kalimatanya dan Anna dengan setia menunggu kelanjutan certida dari kekasihnya.


"Jadi aku harus menggoda Jenn agar mau melakukan apa yang aku katakan dan dia mau tapi dengan syarat aku harus bercinta dengannya dan aku tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginannya agar aku bisa memintanya mencari semua bukti, dan kini aku sudah mendapatkan satu jalan lagi untuk aku bisa tau siapa dalang di balik ini semua" ucap Gilmax dan mengakhiri ucapannya.


"Ye baby, hanya itu tujuanku dan setelah aku mendapatkan banyak maka aku akan menyingkirkannya jauh dari kehidupanku jika perlu akau akan menbuangnya ke pulau terpencil agar tidak menggangguki lagi" jawab Gilmax.


"Sungguh?"


"Sungguh dan aku berjanji padamu" jawab Gilmax dengan mantap.


"Baiklah"


"Thank you honey" ucap Gilmax, " oh tapi kau tau dari mana ini semua honey? apa kau mengikutiku?"


Anna menatap Gilmax kemudian mulai mengatakan bagaimana bisa dia mengetahui Gilmax dengan Jenn.


Flashback...


Anna baru selesai mandi sementara Gilmax berada di ruang kerja Brillo, saat Anna ingin melangkah menuju ranjang untuk sandaran, matanya tak sengaja melihat layar hp Gilmax berkedip menandakan adanya pesan masuk, awalnya Anna cuek tapi pesan berikutnya membuat dia tertarik saat matanya tak sengaja membaca kata sanya yang mucul di bagian atas ponsel Gilmax dan dengan cepat Anna membukanya dan ternyata Gilmax mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang sudah bisa du tebak Anna jika itu adalah wanita.


"Jangan lupa kita bertemu malam ini Gilmax sayang" isi pesan.


Anna meremas ponsel Gilmax dengan geram, dia tidak suka jika di hianati dan dia juga tau bagaimana sikap Gilmax yang tetap tidak akan mengatakan jika Anna hanya sekedar bertanya sehingga dia pun memutuskan untuk mengikuti kekasihnya nanti malam.


Malamnya benar saja Gilmax siap berangak ke Club tenpat mereka berjanji akan bertemu dengan Jenn sentara Anna pun diam diam mengikuti Gilmax dari belakang, dan dengan bermodalkan kartu nama Brillo Jokson yang dia punya akhirnya dia mampu menerobos masuk hingga ruangan VIP yang pesankan Gilmax.

__ADS_1


Anna melihat semuanya, semua aksi dan kelakuan Gilmax yang begitu menikmati permaian mereka dan dia benar benar marah, dia tidak menangis karena dalam kamus Anna pantang baginya untuk menangis jika menghadapi hal seperti ini, mungkin dia memang kalah dalam adu jotos tapi tidak dengan perasaan.


Anna mangambil ponselnya dan mengambil beberala gambar kekasihnya dengan wanita itu kemudian pergi kembali ke kediaman Kerenza dan saat itu dia masih bersikap biasa saja, tidak mai mempermasalahkanya karena dia pikikir mungkin Gilmax hilaf dan dia akan memberi kesempatan, tapi rupanya ada pertmuan kedua kali di antara mereka yaitu malam ini dan lagi lagi dalam keadaan yang sama mengetahui lewat pesan tapi kali ini berbeda karena gilmax yang lebih dulu meminta bertemu dan itu tidak bisa di toleriri lagi sama Anna.


Flashback off...


"Jadi kau berani keluar hanya untuk membuktikan hal itu honey?"


"Ya, dan sekarang aku tidak masalah lagi karena kau sudah jujur tapi ingat hanya sampai masalah ini selesai dan yang paling penting selalu cari cara untuk menghindari permintaanya!" tegas Anna.


"Ya baiklah Honey kau tau tadi pun aku menolaknya memberi alasan aku banyak pekerjaan" jawab Gilmax seraya mencium bibir Anna dan mel*matnya.


"Honey, apa kau sudah lama dengan tuan Brayen?"


"Iya sejak aku kecil" jawab Anna, "apa apa kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Apa dia mencintai istrinya?"


"Sangat! sangat mencintai istrinya dan itu tidak pernah berubah hingga kami dewasa"


"Apa kau mendengar cerita tentang masa lalunya sebelum bertemu dengan Nyonya Wate?" tanya Gilmax lagi karena dia ingin memastikan sesuatu.


"Dengar, katanya dia tidak pernah menyukai gadis bahkan Caroline yang sejak gadis mengabdi pada tuan besar dan selalu memggodanya bahkan pernah mengutaran perasaanya tapi tuan besar tidak mau tapi setelah bertemu denga nyonya besar tuan langsung merasakan jatuh cinta, memanganya ada apa?" tanya Anna mengakhiri ceritanya.


"Tidak ada, aku hanya penasaran, ok mari kita istrhat honey karena banyak pekerjaan yang menunggu" ucap Gilmax memejamkan matanya tapi otaknya sedang berpikir.


Brillo sedang berbaring dengan kedua tangan sebagai bantal dan Kerenza memeluknya dari samping, lelaki itu sedang berpikir keras memikirkan kemungkinan Robert Hans yang menjadi dalangnya dan ada banyak pertanyaan di benaknya jika benar itu adalah Robert maka apa alasannya melakukam hal itu?


"Kenapa kau melenyapkanku setelah kau merawatku sekian tahun Robert? aku berharap dugaanku salah dan kau tidak bersalah dalam pengusutan masalah ini tapi jika itu benar dirimu, aku tidak tau apa yang akan aku lakukan padamu nanti" ucapnya.


Brillo memejamkan matanya tidak mau lagi memikirkan hal ini karena benar benar membuatnya pusing, dia berpikir biarkan saja Gilmax yang melakukan pencarian ini dan dia akan menunggu hasilnya saja yang entah apa nanti hasilnya.


Di sebrang negara lainnya Keitari sibuk mengarahakn anak buahya untuk terbang keingris untuk melakukan kekacauan terhadap pembangunan perusahaan yang akan menjadi cabang baru bagi Brillo, dia lakukan itu agar mengecoh orang orang yang setia ikut dan orang orang kuat yang ada di sisi Brillo agar nanti Keitaro mudah menyerang Brillo dan Krenza jika anak buahnya yang kuat tidak lagi bersama mereka dan dia sangat menunggu hari iti tiba, tapi siapa yang tau nanti jika itu malah sebaliknya hari yang di tunggu tunggu rupanha malah menjadi hari terakhirnya berada di bumi.


"Louis kirimkan tiga orang mata mata untuk menghancurkan pembanguna perusahaan Brillo Jokson di Inggris tapi ingatkan mereka untuk bertindak hati hati!" titah Keitaro.


"Baik bos besar, akan saya kirim orang orang handal kita agar tidak mengecewakan anda"


"Bagus! lakukan sekarang tapi pastikan mereka memiliki tempat persembunyia yang sulit untuk di lacak mereka agar waktu yang mereka gunakan lama disana dan kita bisa menyerang yang ada disini!"


"Baik Bos"


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2