
"Brillo apa yang terjadi!" seru Kerenza yang datang dengan tergesa.
Ya, berita tentang Dinel yang sekarat medadak sudah terdengar oleh semuanya saat Brillo nenghubungi Gilmax untuk menyiapkan ruang pemeriksaan intensif.
"Entahlah Love, aku merasa ada yang aneh" jawab Brillo.
"Tuan Dia sudah di rujuk ke pemeriksaan spesialis.
"Pastikan dia dokter yang handal yang bisa memberi informasi yang akurat padaku!"
"Tentu saja tuan! dia langsung saya cari dan saya yakin tuan tidak akan merasa kecewa".
"Brillo, aku yakin pasti rencanamu sudah di ketahui seseorang!"
Kerenza memberi pendapatnya, karena mengingat sudah beberapa kali rencananya dulu selalu gagal karena ada penghianat.
"Kita aka tau nanti Love setelah hasil pemeriksaannya keluar!".
"Tuan!" seru Hiebert.
"Ada apa Hiebert"
"Informasi yang aku dapatkan bahwa Keitarp akan datang di Los Angela untuk membalas orang yang sudah menghabisi adiknya"
"Biarkan saja, aku hanya ingin fokus pada misiku yang ini!" jawab Brillo acuh.
"Tapi tuan targetnya adalah nona muda"
Brillo sangat terkejut mendengar penjelasan Hiebert yang mengatakan tergetnya adalah Kerenza, jika seperti itu maka kemungkinan besar ada seseorang yang mengatakan informasi itu pada Han Keitaro.
"Ada seseorang yang sudah mengetehuai masalah ini Brillo."
Kerenza mengepalkan kedua tangannya medengar jika kali ini dia akan berurusan dengan seorang mafia, bukan karena takut tapi masalahnya dia masih ingin fokus mengetahui siapa yang berurusan padanya tiga tahun lalu.
"Kau benar Love, untuk itu kau harus berhati hati dimana pun kai berada" jawab Brillo.
"Tentu aku akan berhati hati Brillo."
"Pantau terus pergerakan Keitaro dan pastikan kita tidak ketinggalan informasi sedikit saja!" tegas Brillo memberi perintah.
"Siapa yanh bertanggung jawab terhadap nona Dinel Xiau!" teriak salah satu petugas medis.
Mereka serempak mengalihkan pandangan kepada petugas medis itu saat mendengar teriakannya, segera mendekat dan bertanya Bagaimana hasilnya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Brillo.
"Silahkan temui dokter agar bisa dijelaskan pada anda" jawab petugas medis itu dan langsung kembali masuk dalam ruangan.
__ADS_1
Brillo dan yang lainnya mengikuti langkah petugas itu memasuki ruangan yang ada Dinel Xiau, dan mereka melihat harapan mereka untuk mengetahui informasi sudah terbujur kaku dengan tubuh yang sudah membiru hitam.
"Apa yang terjadi padanya dokter?" tanya Brillo
Mereka sangat terkejut melihat kondisi tubuh Dinel Xiau yang membiru hitam seperti itu, benar benar sebuah kematian yang baru di temui mereka.
Bahkan Kerenza menutup mulutnya melihat hal itu, mungkin jika dia melihat jasat karena tembakan atau karena sayatan dari pisau yang sering dia temui maka itu tidak bermasalah padanya.
"Kenapa seperti ini? apa yang terjadi padanya dokter?"
Brillo kembali bertannya karena tidak kunjung mendapat jawaban dari dokter yang masig sibuk dengan darah Dinel yang masih di teliti.
"Apa kalian pernah menemui kematian seperti ini?" tanya dokter itu setelah sekian lama sibuk.
"Tidak!" jawab Mereka serempak.
Dokter itu kemudian mengela napasnya, sepertinya mungkin akan sulit di ceritakan melalui nalar, tapi sungguh siapa pun yang menyebabkan kematian ini benar benarlah licik dan pintar.
"Cepat beri tau saya hasilnya! saya tidak punya banyak waktu!" bentak Brillo meraih kerah jas dians dokter.
"Di salam tubuhnya sudah di tanam alat penyadap!" jawab Dokter menghentikan kalimatnya.
"Alat penyadap!" beo mereka.
"Ya, di dalam tubuhnya di tanam alat penyadap yang bisa di aktifkan kapan saja untuk merusak orangan tubuh yang didiaminya, dan ini tepat berada di hatinya yang sudah bertengger selama kurang lebih empat tahun dan ini sudah merasuki semua persendianya, dalam dunia medis kami namanya adalah Microchip" ucap Dokter.
"Karena dalan Microchip nya sudah di campurkan racun Polonium, racun ini merupakan racun yang mematikan hanya butuh waktu dua jam untuk bertahan setelah tersebar di seluruh tubuhnya."
"Tapi dokter! ini belum dua jam dari waktu dia mengalami ini tapi tubuhnya sudah seperti ini?"
"Itu karena kadar dosisnya sudah melebihi dari takaran pada umumnya."
"****!" umpat Brillo.
"Segera urus pemakamannya, tapi ingat jangan biarkan satu orang pun mengetahui ini!" titah Brillo.
Dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit, tujuannya saat ini adalah markas karena dia akan mengatur rencana memasang pertahanan dari serangan Keitaro.
Brillo tau bagaimana bahayanya Keitaro mengingat dirinya yang sudah banyak pengikut jadi tidak akan mudah bagi pasukan Brillo melawan atau menyerang balik jika sewaktu waktu Keitaro menyerang mereka.
Bukan karena dia takut hanya saja Brillo harus memikirkan nasip para pasukannya, terutam mereka yang sudah berkeluarga dan bergantung nasip pada pasukannya.
Brillo sudah sampai di dalam mobil dan tak berselang lama Kerenza sudah masuk dalam mobil Brillo yang membuat pria itu baru teringat pada istrinya.
"Love, maaf aku melupakanmu!" ucao Brillo penuh sesal.
"Ck, kau sangat menyebalkan sekali Brillo! kau tidak pernah berubah!" ketus Kerenza.
__ADS_1
Brillo terkekeh melihat sikap ketus Kerenza, dia benar benar lupa karena fokusnya kini adalah bagaimana agar Kerenza tidak dalam bahaya oleh Keitaro.
"Maaf Love, aku benar benar sedang memikirkan cara mengahadapi Keitaro" ucap Brillo.
Kerenza mengangkat tangannya dan mengusap pipi Brillo dengan sayang, dia bisa melihat betapa khawatirnya Brillo padanya dan itu benar benar membuat Kerenza sangat bahagia.
Rasanya dia kembali pada masa empat tahun silam saat mereka masih bersama, saat merke beluk di hadapkan pada musibah yang masih berujung sampai sekarang, dan dia merasa kembali lagi pada dirinya yang dulu.
"Kau tidak perlu khawatir padaku Brillo, aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Kerenza menenangkan Brillo
"Tidak! aku tidak akan membiarkan kau dalam bahaya love, aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padamu!"
"Tapi aku bukan Alana yang dulu Erland, aku adalah Kerenza yang bisa melindungi dirinya sendiri dalam bahaya!" sanggah Kerenza yang masih bersikeras.
"Itu saat aku tidak berada di sampingmu! tapi kini kau harus berada dibawah pengawasanku dan aku yang bertanggung jawab padamu!" tegas Brillo tanpa bantahan.
"Tap-"
"Tidak ada bantahan lagi love!" tegas Brillo.
Kerenza diam tidak lagi bersuara, dia tidak mau lagi memperpanjang masalah ini karena dia yakin jika Brillo ingin yang terbaik untuknya.
"Selamat siang tuan Keitaro" sambut Alex.
Saat ini Keitaro di sambut langsung oleh Alex Xiau di sebuah restoran ternama di Los Angel sesuai dengan janji mereka.
"Apa tuanmu tidak tau siapa aku! kenapa tidak menyambutku disini!" bentak Keitaro.
Aura kekuasaan dunia gelap kental sekali terlihat dari penampilan dan ekspresi Keitaro, sekali saja orang berpapasan dengannya akan langsung bisa menebak siapa dia dan apa kegiatannya.
"Maaf tuan Keitaro! tuanku sedang sibuk, bukan karena tidak menghargai anda!" jawab Alex membungkuk hormat.
"Ck, aku ingin tau apa yang dimiliki oleh tuanmu sehingga begitu berani mengabaikanku!" tegas Keitaro.
Dia berjalan dengan langkah tegas dan sombong, benar benar menunjukan seorang yang kaya dan menakutkan.
"Selamat Datang tuan Keitaro!" sambut Robert.
"Jadi kau Robert Hans!" tanya Keitaro dengan tatapan tajamnya mengarah pada Robert.
Tapi sayang sekali Robert Hans sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh tatapan itu, baginya kekuatan tidak ada apa apanya dengan otak licik yang dia punya.
"Anda benar sekali, saya adalag Robert Hans, orang yang memberi mu informasi!" jawab Robert tegas.
Keitaro mengangkat alisnya mendengar jawaban tegas dari Robert, dia merasa jika kali ini orang yang mengajak dirinya bekerja sama adalah orang yang seberani ini dan berpikir tidak ada salahnya jika dia menerima tawaran itu.
TBC
__ADS_1