BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 80


__ADS_3

"Hei kalian! cepat seret dia, jangan membuat aku kesusahan lagi!" titah Micke dan anggotanya pun langsung melakukan perintah Micke.


"Hallo nona muda, target sudah berada di tangan tapi terpaksa aku harus melumpuhkan dengan caraku karena dia tua bangka yang menyebalkan!" ucap Micke saat sambungan telponnya tersambung dan di jawab oleh Kerenza.


.....


"Baik nona muda, saya masih mengingat semua yang anda katakan karena jika saja saya tidak ingay mungkin saja hanya mayatnya saja yang saya bawa di hadapanmu" kekeh Micke.


.....


"Baik nona, kami segera meluncur"


Sambungan terhubung dan kini Micke dan anggota serta sandra berada di jet pribadi Brillo yang di gunakanKerenza agar memudahkan anggotanya beroperasi menangkap dan membawa pulang target.


"Kakatan pada pilotnya agar segera lepas landas jika tidak maka aku yang akan menjalankannya dan dia harus bersiap untuk terjun bebas!" titah Micke dan langsung di anggukan anak buahnya.


Sementara di kediaman Kerenza, gadis itu tersenyum dengan begitu mengerikan setelah mendapat kavar bahagia jika orang yang sudah banyak melakiulam kejahatan pada keluarganya serta kejahatan pada pelayan pribasinya sudah di bekuk dan kini dalam perjalanan menuju tempat eksekusi dan Kerenza sudah sangat tidak sabar memberikan penderitaan yang tidak akan pernah di lukama oleh wanita tua itu, Kerenza tidak sabar untuk mendengar jeritan kesakita dari wanita itu dan kesenangan tersendiri bagi Kerenza jika mendengarkan teriakan memilukan itu.


Mungkin akan banyak orang mengatakan dia wanita jelmaan iblis yang tidak berperasaan atau wanita pyskpat yang sudah kehilangan akal sehat, atau lebih parahnya lagi adalah dia akan di katakan malaikat mau pencabut nyawa, tapi Kerenza tidak peduli akan hal itu, dia tidak mau memusingkan perkataan orang orang, karena yang dia ingin tau adalah membalaskan dendamnya.


"Love, apa yang terjadi sehingga kau tersenyu seperti itu?" tanya Brillo yang baru saja memasuki kamarnya.


"Tentu saja aku senang karena sebentar lagi hasratku akan terpenuhi" jawab Kerenza.


"Jangan bilang jika buronan sudah berada di tangan?" tebak Brilo.


"Kau tepat sekali sayang, buronan sudah berada di tangan dan aku sudah tidak sabar" jawab Kerenza dengam seny iblisnya.


"Kau benar benar mengerikan love" ucap Brillo dengan kekehannya.


"Dan kau tidak berbeda denganku" jawab Kerenza yang membuat Brillo semkin terbahak.


"Sudah, sebelum kau bersenang senang dengan mereka, bagaimana jika kita bersenang senang terlebih dahulu" ucap Brillo dengan seringai liciknya.


"Ck, selalu saja otakmu mesum di malam hari!" ketus Kerenza.


"Tentu saja otakku mesum karena lawanku barada di hadapan dan aku tidak bisa menyia nyiakam kesempatan" kekeh Brillo dan langsung menerkam bibir sang istri.

__ADS_1


Mereka menikamati malam penuh dengan gairah kembali menyesap dan mengarungi samudra kenikmatan tanpa ada kata bosan apa lagi lelah bagi keduanya, yang mereka tau adalah merka bisa mencaai kepuasana akan nikmat surga dunia.


Berbeda dengan Kaisar yang sudah begitu cemas karena sebelum lepas landas, Elsa mengatakan jika operasi akan segra di lakukan tanpa menunggu dirinya lagi, segala konsekuensi dan bagaimana kondisi kesehatan Catline yang ternyata sudah hampir seperempat kesehatannya di kendalikan oleh penyadap yang merangkap sebagai peledak itu.


Dan kini resiko untuk mencabutnya pun bukan main, nyawanya dalam bahaya tapi Catline tetap keukeh ingin melepaskan peledak itu, sungguh benar benar licik musuh ini sudah memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi sehingga menyiapkam penyerangan balik.


Tapi bukan cuma itu yang di pikirkan Kaisar saat ini, dia memikirkan Aunty Cloe juga, bagaimana dekasi beliau jika mengetahui semua yang terjadi dan mengetahui jika Catline berhianat untuk menyelamatkan mereka.


Dia sangat yakin jika sudab pasti Cloe akan syok mendengarnya, tapi untung saja tidak ada riwayat penyakit jantung padanya sehingga tidak akan berefek pada kesehatannya.


"Kita tidak akan ke kembali ke Pris Aunty" ucap Kaisar membuat Cloe menoleh dengan kening yang mengerut.


"Kenapa nak? lalu kamana kita akan pergi?" tanya Cloe.


"Kita tidak mungkin kembali ke paris, karena sidah pasti merka akan kembali mengincar kalian, dan kita akan menuju Los Angel, Aunty pasti sudah tau siapa yang akan kita temui disana" ucap Kaisar panjang lebar.


Cloe berbinar mendengar jika mereka akan ke negara temlat ke dua putrinya berada, "baiklah Aunty begitu senang mendengarnya" ucap Cloe dengan auara bahgiannya.


Kaisar hanya tersenyum melihat calon ibu mertuanya bahagia karena akan bertemu dengan putri putrinya, dan Kaisar hanya bisa tersenyuk miris memikirkan akan apa yang terjadi kelak.


Sementara di runag operasi Catline masih saja berjuang untuk menjalankan operasi, matanya terpejam tapi tubuhnya terasa kaku tidak dapat di gerakan, akibat suntikan obat bius yang masuk merajai tubuhnya, tapi jika boleh jujur disa sangat cemas tapi tetap sebagian hatinya bersi keras untuk melakukan operai ini.


"Love, bukankah kau tadi bahagia? lalu kenapa kau murung setelah kita bercinta, apa kau belum puas? jika iya, maka aku akan dengan senanh hati melayanimu" ucap Brillo dengan senyum devilnya.


"Ck, itu sih maunya kamu!" ketus Kerenza, "aku hanya memikirkan keadaan Catline, sebentar lagi mommy dan adik adik akan sampai dan aku tidak tau harus menjawab apa jika mereka bertanya" desah Kerenza.


Brillo menarik Kerenza dalam pelukannya, dia mengusap punggun wanitanya dan sesekali mencium pucuk kepala Kerenza, "katakan saja pada mereka apa yang akan terjadi, karena itu akan lebih baik dari pada mereka tau dan dengar dari orang lain dan aku yakin love jika Kaisar belum mengatakan hal ini pada mereka" ucap Brillo.


"Ya kau benar, mungkin lebih baik jika aku mengatakan kebenarannya pada mommy" jawab Kerenza.


"Sudah, kau jangan pikirkan lagi leih baik kau pikirkan usaha kita membuat anak, aku sudah sangat menginginkan anak" rengek Brillo sebagai langkah awal untuk memulai aksinya lagi.


"Ck, modusmu tidak berguna untukku!" ketus Kerenza kemudian berbaring memunggungi Brillo yang menjadi masam.


Kaisar sudah berada di bandar pribadi milik Brillo yang tidak jauh dari mension yang menjelma bak istana itu, dan supi rsudah tersedia yang akan membawa Kaisar dan yang lainnya ke kediaman Kerenza.


"Kau sudah siap Aunty Cloe?" tanya Kaisar.

__ADS_1


"Tentu, aku sudah siap untuk bertemu dengan kedua putriku,"


"Baiklah mari kita langsung berangakat" ucap Kaisar yang berjalan lebih dulu dan Cloe beserta kedua anaknya mengikuti dari belakang.


Mereka memasuko mobil mewah milik Brillo setelah pintnya di buka oleh Kaisar, dan setelah memastikan semuanya masuk, barulah Kaisar masuk dan duduk di samping supir yang membawa mereka.


"Apa Kerenza sekaya ini Nak, sampai dia memiliki banyak mobil mewah dan pengawal yang begitu banyak?" tanya Cloe.


"Aunty akan tau bagaimana nanti? tapi yang pasti dia tidak akan pusing hanya untuk menampung kita, jika pun kediamananya tidak cukup maka kita bisa tinggal di istana ini" jawab Kaisar.


Cloe membulatkan matanya mendengar perkataan Kaisar, bagaimana tidak, jika istana yang mereka maksud adalah istana yang ada di depan mata mereka yang bukan main luasnya, bahkan mereka harus menggunkan kendaraan untuk bisa sampai ke ujung lainnya dalam rumah ini.


"In ini benar milik Kerenza nak?" tanya Cloe yang masih belum bisa memepercayai hal ini.


"Bukan! tapi ini milik kekasihnya" jawab Kaisar.


Cloe terdiam mendengar Kaisar mengatakan Kerenza memiliki kekasih, buka karena tidak suka hanya saja terlaku sulit untuk dia percaya, karena selama ini Kerenza selalu menutup hatinya untuk orang lain kerena cintanya hanya untuk suaminya.


"Kau tidak salah informasi?" tanya Cloe.


"Tidak, bahkan kini kekasihnya tinggal bersama dengan dirinya" jawab Kisar yang masih berpikir jika Brillo orang lain dan pria yang baru menjali hubungan dengan Kerenza.


"Aunty sulit percaya ini" gumam Cloe.


"Why?"


"Karena Aunty tau dia sangat mencintai mendiang suaminya, jadi sangat tidak mungkin jika dia sudah memiliki kekasih"


"Tapi kenyataan berkata begitu, jadi kita tidak bisa berbuat apa apa jika Kerenza sudah membuka hatinya" tutur Kaisar.


Cloe diam, hatinya masih belum bisa mencerna semuanya. Rasanya tidak mungkin sekali jika Kerenza baru beberapa bulan kembali dan kini sudah memiliki tambatan hati, entah kenapa Cloe merasa ada yang aneh dan ada sesuatu yang terlewati oleh Kaisar.


"Jangan pikirkan Aunty, kita akan bertemu dengan mereka nanti dan Aunty bisa bertanya padanya" ucap Kaisar.


"Baiklah" jawab Cloe singkat.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2