
" Sudahlah aku ingin istrahat, dan kau istrahat lah biar bibi Caroline yang aka menunjukan kamarmu untuk istrahat" putus Hiebert.
" Kenapa kau berani sekali menutuskan dia istraha disini Hiebert."
" Kenapa?" tanya Hiebert mengangkat sebelah alisnya menatap Catline " Kau tidak suka? apa kau tau cara menghormati seorang tamu?"
" Kau kenapa sangat merasa keberatan dengab kehadiran tuan Jokson disini honey?"
Kaisar bertanya pada kekasihnya karena sejujurnya dia tidak mengerti kenapa kekasihnya ini seperti memiliki sentimen kepada Brillo Jokson.
" Tidak, aku hanya merasa jika tidak baik orang asing berada di kediaman Brayen Wate."
" Kami bukan orang asing nona, jika kau lupa maka aku ingatkan kembali jika Tuan mudaku adalah kekasih dari majikanmu." ucap Gilmax penuh penekanan.
Catlien terdiam mendengar perkataan Gilmax, dia larut dalam pikirnnya yang entah apa itu hanya dia yang tau.
" Sudahlah Honey, selagi Kerenza tidak merasa terganggu maka tidak masalah." ucap Kaisar pada kekasihnya da kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan membawa serta Catline bersamanya.
" Apa kau merasa aneh Hiebert?"
Gilmax bertanya pada Hiebert setelah pasangan itu meenghilang dari pandangan mereka.
" Jangan bertanya di sembarang tempat, ada begitu banyak kuping yang bisa mendengar setiap pembicaraan kita disini."
Hiebert memperingatkan Gilmax dan kemudian berjalan meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya " kau ikutlah denganku ada hal yang harus kita bahas" kata Hiebert.
"Ada apa?"
Gimax bertanya setelag mereka memasuki kamar Hiebert, tapi sebelum itu Hiebert memastikan tidak ada yang mengikuti mereka dan kemudian mengaktifkan alat peredam suara yang dia pasanga secara diam diam.
"Aku sedang mengawasi pergerakan Catline, Aku curiga Jika dia termasuk kaki tangan dari orang yang sedang kita buru." ucap Hiebert setelah memastikan semua keadaan aman.
" Dari sudut mana kau mencurigainya."
Gilmax bertanya meminta pendapat Hiebert, walau sebenarnya juga dia merasa curiga dari sikap Catline Tetapi dia tetap meminta pendapat Hiebert, Siapa tahu ada sesuatu yang bisa menjadi petunjuk untuk mereka memperkuat kecurigaan.
" Aku pernah memergoki dirinya sedang menelpon seseorang dan melaporkan semua yang di lakukan oleh Kerenza tapi saat itu saja, selebihnya kau tidak mendapatinya selama dalam pantauanku."
" Mungkin dia sedang berbicara dengan keluarganya dan masalah kegiatan Kerenza bisa saja karena keluarganya bertanya."
Gilmax terus memancing Hiebert dengan memberi penjelasan yang logis mengenai Catline, itu ia lakukan agar dia bisa menggarap lebih lagi analisa Hiebert tentang Catline.
" Tidak. Tidak mungki, aku yakin jika wanita itu menggunakan siasat untuk mengelabui kita." kekeh Hiebert yang merasa sangat yakin.
"Kau tenang saja, kita susun rencana agar bisa mengungkap siapa wanita itu."
__ADS_1
" Tentu, oh bagiman dengan si ja**ng yang satu itu." tanya Hiebert yang tak lain adalah Dinel Xiau.
" Dia akan kembali besok lusa dan tuan muda akan memulai rencananya." jawab Gilmax.
" Aku harap Nona muda kita tidak berubah menjadi macan saat mengetahui suaminya bersama wanita lain." ucap Hiebert terkekeh
Gilmax ikut tertawa mendengar perkataan Hiebert, tentu saja akan sangat bahaya jika Kerenza marah kalai tau Suaminya bersama wanita lain.
" Aku harap tuan muda mau berterus terang dengannya."
"Iya kau benar, jangan sampai kita menjadi korban dari pertengkaran mereka hahahaha" timpal Hiebert.
Mereka terus tertawa dengan dan menyampaikan hal lucu yang mereka pikirkan tentang tuan dan nona muda mereka.
Mereka terus berbincang, sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan kerena keadaan tidak memberi mereka ijin, tapi senja ini hal itu terjadi mengingat satu masalah mereka selesai, masalah tentang tuan muda mereka yang sudah mendapatkan kembali cintanya.
Mereka akhirnya terlelap karena sudah lelah akibat perbuatan mereka yang jail.
Sementara di dapur Catline sedang membuatkan minuman segar untuknya dan Kisar, tapi kegiatananya terhenti saat Caroline menarik paksa dirinya dan membawa Catline ke tempat yang aman.
" Lepaskan nyonya." sentak Catline yang tidak terima dengan perlakuan Catline.
"Jangan bersikap tidak sopan padaku, kau harus menghormatiku."
"Ck, siapa kau! kenapa aku harus berlaku sopan padamu."
Catline mengangkat wajahnya dengan angkuh di hadapan Caroline dan berkata.
" Siapa kau hingga berani menentukan nasibku."
" Aku adalah orang yang tau semua penghianatanmu selama ini kepada nona muda Alana dan jika aku mau aku bisa membongkar semuanya." ucap Caroline dengan seringai liciknya.
Catline terkejut mendengar perkataan Caroline, wajahnya mendadak pucat karena tidak menyangka ada orang lain yang bisa mengetahui gerak geriknya selama ini.
Ya, ternyata Catline yang melakukan penghianatan selama ini, dia menghianati Krenza dengan membongkar setiap rencana Kerenza kepada seseorang.
" Kenapa? kau terlihat sangat terkejut dan juga wajahmu pucat sekali." kata Caroline berjalan mengelilingi tubuh Catline dengan tangan menyilang di depan dada.
"Tidak. Aku tidak mengerti apa maksudmu." jawab Catline setelah bisa menguasai dirinya.
" Kau sungguh tidak mengerti maksudku nom Catline?" tanya Caroline penuh penekana.
" Jangan berbasa basi padaku! katakan apa maumu." bentak Catline yang tidak bisa lagi menguasai dirinya.
" Ck, kau pemarah sekali nona, apa kau tidak takut jika menjadi tua." kekeh Caroline.
__ADS_1
"Katakan apa maumu!" sekali lagi Catline meminya apa yang di inginkan wanita tua ini.
" Mudah saja."
Caroline berkata dengan senyum liciknya dan kemudian membisikan sesuatu di telinga Catline dan wanita itu sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya.
"Jangan gi*a kamu!" bentak Catline.
"Tidak. aku tidak gila, kau hanya perlu mengikuti dan melakukanya saja."
" Aku tidak mau."
"Tidak masalah, berarti kau siap untuk berakhir" ancam Caroline.
" Maka kau akan berakhir bersama ku Nyonya karena aku akan mengungkap siapa dirimu di hadapan Kerenza.
" Tidak masalah jika aku hancur sendirian, tadi bagaimana denganmu dan keluargamu?"
Caroline menebar umpan denga begitu liciknya karena dia tau kenapa wanita muda yang ada di depannya ini mau mengikuti semua perintah tuannya dan menghianati Kerenza.
Catline kembalu terdiam dan memikirkan sesuatu, hingga akhirnya dia terkejut karena memahami sesuatu.
" Jangan bilang kau bekerja denga orang yang sama." tebak Catline.
" Tepat sekali." jawab Caroline.
" So, pikirkan dengan baik baik anak muda dan pertimbangkan dengan dengan baik pula."
Ucap Caroline dan pergi begitu saja meninggalkan Catline yang terdiam di tempatnya dengan pikirannya sendiri.
Catline kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaanya, tapi pikiranya sedang sangat kacau saat ini.
Bimbag, Catline sangat bimbang akan apa yang harus dia lakukan saat ini, sungguh ini merupakan pilihan yang sangat sulit untuknya.
" Honey kenapa kau lama sekali."
Perkataan Kaisar membuat Catline sangat terkejut hingga tak sengaja tanganya menyenggol gelas yang ada di sampingnya dan terjatuh.
Pranggg
" Kau tidak apa apa honey?" tanya Kaisar khawatir.
" Tidak. Aku tidak apa apa." jawab Catline dengan gugup dan wajahnya sedikit pucat.
" Kau sakit honey? wajahmu pucat." Kaisar menaruh telapak tangannya mengecek keadaan Catline.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya butuh istrahat saja." jawab Catline yang langsung pergi meninggalkan Kaisar yang merasa kebingungan dengan perubahan sikap Kerenza.
TBC