BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 78


__ADS_3

Gilmax menelan ludahnya kepayahan mendengar perkataan Kerenza yang terlihat kental sekali jika wanita itu tidak suka, semakin kuatlah pemikiran Gilmax jika singa betina lebih garang dan menakutkan dari pada singa jantan, karena kini Kerenza jauh lebih menakutkan dari pada Tuan mudanya Brillo.


"Maafkan saya nona muda" ucap Gilmax menunduk hormat.


"Jika tidak penting maka jangan ganggu waktu kami, atau kau bisa menunggu hingga besok pagi untuk bertanya" ujar Kerenza dan langsung berbalik memasuki kamarnya.


Brillo tersenyum pada Gilmax, tepatnya senyum mengejek dia lemparkan pada bawahannya itu, sementara yang di ejek hanya memasang wajah datarnya.


Brillo menutup pintunya dengan keras membuat Gilmax terjangkit kaget "si**an!" umpat Brillo kemudian pergi meninggalkan kamar pasangan yang gila itu menurur Gilmax.


Sementara di kamar wanita cantik, Anna sedang menangis, mengingat kembali kenangan buruknya semua bercampur denhan kenanangannya bersama Adam.


Andai saja wakti bisa di putar kembali maka Anna akan memaksa Gilmax menarus semua pengawal lebih banyak lagi untuk menjaga pesta pernikan Erland dan Alana.


Flashback...


"Sayang, entah kenapa perasaanku tidak enak" ucap Anna waktu itu.


Mereja berada dalam kamar milik Anna dalam kediaman Brayen Wate, mereka baru saja selesai memadu kasih, mendahului tuan da nona mudanya menggadrungi samudra kernikamatan sebelum sah menikah.


"Kenapa? kenapa kamu memikirkan dan merasa cemas? bukankah kamu harus senang karena setelah itu kita akan menikah" jawab Brillo dengan bertanya.


"Tidak, entah kenapa aku merasa akan ada bahaya yang datang di hari pernikahan nona muda Alana, dan itu akan membuat kita terpisah" jawab Anna memberi alasan kegelisahannya.


"Sudah sayang tidak perku khawatir, itu hanya perasaanmu saja dan sekarang lebih baik kita istrhat saja"


"Tapi tempatkanlah pengawal di setiap sudut agar bisa menjaga keamana pernikahan mereka" ucap Anna memberi dara.


Tapi Adam hanya terkekeh mendengar ucapan kekasihnya " jika aku menetapkan banyak pengawal maka yang meramaikan adalah pengawal lalu tidak akan ada tempat bagi tamu undangan" jawab Adam dengan kekehan renyahnya.


"Sudahlah kita istrhat saja" lanjut Adam.


Flashback offf...


Anna menghapus air matanya yang mengalir tanla bisa di bendung lagi, dia benar benar tidak bisa melupakan kejadian itu, dan kejadian berikutnya yang di lakukan Caroline padanya dan itu semua karena dia tidak mau mengikuti perintah Caroline untuk menghabisi keluarga Brayeb Wate dan Caroline semakin marah mana kala Anna selalu menghalau rencananya menghabisi Nyonya dan Tuan besarnya, tapi semua berakhir beberapa bulan yang lalu karena dia yag di tipu oleh Caroline hingga perhatiannya teralihkan dan kejadian naas tidak bisa di elakkan lagi.


Dilain tempat, Musuh masih sibuk membuat rencana, karena ternyata mereka baru mendapatkan kabar jika Brillo dan rombonganya selamat, tidak ada satu pun yang tiada, selain hanya beberapa pengawal yang berasama meraka dalam penerbangan itu.

__ADS_1


"Si*l! bagaimana bisa mereka lolos dalam mau itu? lalu dimana pilit bo*oh itu!" umpat Robert menggeram marah.


"Kau bikang tidak adak gagal lalu, apa sekarang? lagi lagi rencanamu gagal melenyapkan mereka!" sindir Keitaro.


Padahal Keitaro sudah kembali ke negaranya mengurus bisnis yang sedang bermasalah karena anak buahnya berhianat, awalnya Louis yang ingin menangani hal itu tapi Keitaro tidak akan bisa jika tidak turun tangan langsung untuk menebas tubuh penghianat itu.


Dan saat ini dia kembali lagi ke Los Angel karena mendengar kabar itu, dia pun sama seperti Robert yang mengamuk karena lagi lagi target tidak berhadil lenyap oleh rencana mereka, bahkan kini pilot itu pun mengehilang entah dia lenyap dalam ledakan itu atau bagaimama mereka tidak tau.


"Diamlah! jika kau terus seperti ini jangan salahkan aku jika kau akan menjadi korban keserakahanku!" ancam Robert membuat Keitato melotot tak percaya.


Ya, Robert sudah berencana untuk menyingkirkan sekutunya ini nanti jika rencana mereka berakhir, karena jika dia menyingkirkan Keitaro maka dia akan menduduki jabatan Keitaro dan menjalankan bisnis gelap yang di geluti Keitaro, tanpa Robert tau jika dia memilih partner yang sama serakahnya dengan dirinya, Keitaro pun berencana melenyapkan Robert beserata Max putranya untuk menguasai perusahaan Robert untuk di jadikan topeng agar bisnisnya tidak tercium oleh pihak berwajib.


"Apa kau bilang!" bentak Keitaro yang tersulut emosi.


"Jangan membentakku! makanya jika kau tidak mau maka kau tutup mulutmu dan bantu aku untuk berpikir rencana lainnya" ucap Robert tanpa rasa takut sedikit pun.


"Kau.!"


"Sudahlah, bukan saatnya kita berdebat, saat ini adalah saatnya kita memikirkan rencana baru, dan jika kau mau kita saling menghabisi nanti saja setelah kita berhasil melenyapkan mereja" ujar Robert.


Keitaro pun akhirnya diam, dia mendengar saran Robert dan dia tidak mempermasalahkan perkataan Robert yang menurutnya hanya sebuah lelucon, padahal dia tidak tau jika itu sudah masuk dalam list rencana Robert.


"Si*l! kemana si Robert, kenapa dia tidak bisa ku hubungi!" umpat Caroline saat tidak bisa menghubungi Robert untuk meminta bantuan.


"Si*l kemana dia!" umpat seorang pria yang tak lain adalah Micke.


Dia mengumpat marah karena tidak berhasil mendapatkan Caroline dan kini dia kehilangan jejal wanita tua itu lagi, "hei kalian! cari terus jangan sampai kita kehilangan jejaknya atau kita akan terus berada disini lebih lama lagi" bentak Micke.


"Baik tuan" jawab mereka dan terus berpencar mencari Caroline.


Padahal Carolien bersembunyi tidak jauh dari sana, tepatnha di tumpukan sampah masyarakat disana, karena hanya tempat itu yang logika Caroline pikir jika dia tidak akan ketahuan, dan benar saja dia memang tidak ketahuan karena hingga kini dia tidak tangkap dan anak buah Kerenza masih berkeliling sana sini mencarinya.


Bedal lagi dengan kegiatan Kaisar, malam ini dia mengerahkan anggotanya untuk melumpuhkan semua pengawal yang berkaga di tempat keluarga kekasihnya di sandar, mereka sudah mengatur posisi setelah sebelumnya sudah melakukan pemantauan terhadap lokasi dan kini masing masing sudah berada di tempat sesuai instruksi dari Kaisar.


Sedangkan Kaisars sendiri beridiri di gugus depan untuk menyelamatkan dan bertarung secara langsung pada para pengawal yang ada disana, dan menyelamat kan keluarga Catline.


Kaisar berdiri di depan pagar yang menjulang tinggi, gerbanganya di tutup dari luar, sepertinya untuk mengecoh orang orang agar berpikir tidak ada penghuni dalam rumah itu.

__ADS_1


Kaisar membuka paksa gembok itu sengan menggunakan senjata apinya an sekali tembakan saja gembok besar itu hancur dan pagar dengan mudah di buka oleh Kaisar dengan sekali tendangan saja.


Semua orang yang berjaga disana mendengar dan sesegera mungkin mengalihkan perhatian merekan ternyata ada seorang pria berdiri disana dan membuta kekacauan dalak mension itu.


"Hei siapa kau!"


Seseorang pengawal berteriak dan hendak melesatkan tembakanya tapi sudah terkapat lebih duku dengan kepala yang sudah bersimbah dara, tak lama setelah itu di susul lagi temannya juga hendak menarik pelatuknya, mereka tidak lagi bernyawa.


Kericuhan semankin terdengar saat teman teman mereka terkapar begitu saja tanpa melakukan apa pun lebih dulu, dan Kaisar di serang dari segala sisi oleh para penjaga.


Dengan gesit Kaisar mengekak dan kenghindari tembakan itua bahkan kadang bersalto untuk menghindarinya tapi dia tidak melakukan perlawanan karena anggotanya yang bersembunyi sudah lebih dulu menyerang.


Kaisar terus maju dan menembaki musuh yang tertinggal, yang belum di habisi oleh anggotanya hingga akhirnya semua ambruk tak bernyawa lagi di atas lantai keramik yanh ada disana, dan Kaisar dengan cepar masuk dan menendang dengan kuat pintu utamanya.


"Aunty...Aunty Cloe...Wher are you!" seru Kaisar dalam rumah tamu.


"Aunty...where are you Aunty"


Kaisar terus menysuri setiap ruangan dan kamar yang ada disana, hingga akhirnya dia tiba di ruangan paling ujung dan sepertinya itu ruangan terkkir yang ada dalam mension ini.


Dengan sekuat tenaga Kaisar mendobrak pintunya dan benar disana dia menemukam yang ia cari, mereka dalam keadaan di rantai dan kondisi mereka sangat merka sangat memprihatinkan.


"Aunty Cloe"


"Hmmm hmmmm" merak bertiga tidak bisa membuka mulut karena di tutup dengan solatip.


Kaisar dengan cepat melepaskan semua ikatan mereka satu persatu "Aunty, ayo aku akan membawa kalian pergi dari sini" ucap Kaisar dan di angguki oleh Cloe, karena saat ini dia belum mampu untuk berkata.


Mereka di bawa dengan di bantu oleh beberapa orang pengawal lainnya, mereka meninggalkam tempat itu setelah sebelumnya mereka mengumpulkan mayat yang berserakan itu dan mengumpulkan dalam satu ruangan kemudian melekatkan peledak dalam tubuh beberapa mayat dan.


Duarrrr


Semuanya meledak dan sebagian bangunan itu pun ikut meledak.


.


TBC.

__ADS_1


Kapan kapan crazy up lagi ya guysss😁😂


__ADS_2