BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 8


__ADS_3

Tiga hari sudah Catline menjalankan tugas dari Alana, dan selama tiga hari itu juga dia selalh bersama Keiji bahkan ikut minum bersama yang artinya Catline sudah memasuki sarang buruan.


Selama tiga hari disana, Catline sama sekali tidak menemukan celah kesalahan yang dilakukan Keiji tiga tahun yang lalh dan juga ia sama sekali tidak tau siapa otak dari kejdian dari tiga tahun itu.


Dan malam ini mereka sedang berepsata ria dengan para bawahannya, merayakan kesuksesan bisnis mereka yang tadi sudah melakukan jual beli barang haram dan ilegal.


"Mari bersulang untuk kesuksesan kita" seru Keiji dengan mengangkat gelas minumam alkoholnya.


Sedangkan Catline ada di sebelah kanannya untuk memanjakan Keiji layaknya seperti pelacur.


Bukan tanpa alasan ia melakukan itu, tapi karnaaia ingin menerebos masuk di dalam kamar pribadi Keiji yang tidak pernah di maauki oleh siapa pun, bahkan jika Keiji ingin bercinta dengan lajang maka ia akan menggunakan kamar yang lain dalam markasnya.


Masih terus berpesta dan Catline pun masih saja menuang minuman di gelas Keiji, padahal dia sudah sangat mabuk.


"Ayo sayang minumlah sedikit" ucap Keiji mengajak Catline yang sedari tadi hanya menuang minuman untuknya.


"Tidak Keiji, aku harus tetap sadar untukmu, agar nanti aku juga bisa menikmati saat bercinta dengnmu.


"Ohh sayang kau sangat manis baby, kau sudah tidak sabar ingin bercinta dengaku hem?" tanya Keiji setengah sadar.


"Ya. Dan aku ingin bercinta di tempat yang berbeda Keiji karna aku tidak mau bercinta di tempat jalang jalang mu bercinta dulu" jawab Catline dengan sedikit menggoda.


Dan hal itu benar benar membuat Keiji terangsang. Keiji langsung meraup bibir Ctline dengan sangat rakus dihadapan semua anggotanya, namun tak lama kemudian Catline melepaskannya.


"Keiji bagaimana kalau kita berpesta berdua saja tanpa anggotamu itu" ucap Catline manja.


"Ohhh sayang aku sudah tidak sabar. Ayo kita berpesta" ajak Kaisar sembari meremas bokong Catline.


Catline sungguh merasa geram dengan kegenitan Kaisar, namun apa boleh buat dia harus menahan dirinya agar semua rencanyan bisa tercapai.


Mereka menuji kamar Kaisar sesuai keinginan Catline, dan disana mereka masih meneruskan acara minumnya, oh bukan, lebih tepatnya Kaisar lah yang masih minum.


Kaisar masih terus minum, sedangkan tangan Catline maaih saja bekerja untuk menuang minuman dan matanya berkelana menyusuri setiap sudut kamar itu.


Dia mencari tau apa kah ada kejanggalan atau tidak disana.


***


Sedangkan di LA Kerenza dan yang lainnya masih menanti kabar dari Catline yang katanya akan memberikan kabar hari ini.


"Bagaimana Mattew, apa sudah ada kabar dari Catliene?" tanya Kerenza


"Belum nona, mungkin ia sedang berusaha mencari kejanggalan."


"Memangnya dimana posisinya sekarang?" tanya Kaisar yang sudah sedikit gusar. Gusar, juka kekasihnya dalam bahaya, gusar jika kekasihnya benar benar bercinta dengab Keiji..


"Sepertinya di sudah berada dtempat yang jauh dari keramaian, bisa jadi mungkin sekarang dia sudah masuk ke dalam ruang pribadi Keiji" jawab Mattew.


Kaisar semaik gusar dibuatnya mendengar informasi dari Mattew.


Ya. Mereka bisa mengetahui posisi Catline saat ini karna, gps dan alat pendeteksi keberadaan dan mengetahui situasi yang terjadi disana.


Mereka melakukan itu agar dapat dengan mudah mendapat informasi jika Catlibel dalam bahaya.

__ADS_1


"Ada nomor telpon masuk nona." ucap Mattew.


" Nomor telpon? pasti dari Catline!" seru Kaisar.


"Sepertinya, Catline menyuruhku memeriksa ponsel ini nona,sebab ada kode dan ID posel yang ia kirim padaku."


"Cepat periksa! dan kau Kisar suruh Catline untuk bersabar disana, dan usahakan dia kembali bersama dengan Keiji agar kita bisa lebih mudah melacak keberadaannya, san mudah bagi kita mengetahui situasi yang aman untuk berburu."


"Baik Kerenza, baik nona! jawab mereka bersamaan.


Di Spanyol, tepatnya bandara Internasional Spanyol, seorang lelaki tampan bak Dewa Yunani itu sedang menunggu jet pribadinya lending, karna ia akan kembali ke LA hari.


Ya, semua urusan pembukaan cabang baru perusahaan miliknya akan segera di gelar tepatnya dua tiga hati kedepan.


"Kenapa mereka lama sekali sih!" gerutuntnya.


Sedangkan asistennya, hanya diam tidak menyahut tapi tangannya bergerak untuk mengecek ponselnya memastikan keberadaan Jet yang akqn mengantarkan mereka kembalu ke kota asal.


"Tuan. Sebentar lagi mereka leanding."


"Pastikan pilot nya tidak lagi bekerja denganku setelah ini! berani sekali dia membuatku menunggu!" masih saja dia menggerutu.


Tak lama, pesawat mereka tiba dan mereka langsung berjalan memasuki pesawat yang memeiliki interior mewah dan benar benar hight class.


Selama perjalan, lelaki tampan itu hanya memejamkan matanya menuggu kapan pesawatnya mendarat dan membawanya menginjakan kakinya di tanah kelahirannya.


"Bagaimana Mattew?" tanya Kerenza


"Ini sepertinya, ponsel yang digunakan Keiji tiga tahun yang lalu, dan semua bukti percakpan mereka ada disini nona, Tapi nomor yang terkait tidak memiliki identitas di ponsel ini." ujarnya.


Percakapan pertama


" Hallo, saya punya tugas untukmu."


"Tugas apa itu? kau tau kan aku tidak suka pekerjaan yang bayarannya sedikit."


"Kau tenang saja, bayaran seharga satu milyar untuk melenyapkan satu orang saja."


"Menarik. baiklah aku terima."


"Bagus. Kau tunggulah perintah selanjutnya."


Percakapan kedua.


"Perispakan anak buahmu untuk berburu tiga hati lagi, tepan di hari pernikahannya."


"Katakan siapa yang akan kami habisi."


"Erland Hans. Putra pertama dari Robert Hans. Ingat jangan sampai gagal, karna saya sudah membayar mahal akan hal ini.


Perakapan ketiga


percakapan ketiga, jika di lihat dari taggal dan waktunya itu bertepatan dengan hari pernikahan Alana dan Erland.

__ADS_1


"Ambil posisimu dan anak buahmu. waktunya sepuluh menit lagi dari sekarang."


Percakapan itu terhenti, ternyata memang sudah jauh jauh hari ini di rencanakan, dan yang menjadi perkaranya sekarang adalah siapa penelpon itu, kenapa tidak ada nama yang disebut kecuali suami dan ayah mertunya saja.


Mungkinkah mereka sudah di incar sejak lama, atau konspirasi ini memang hanya motid pribado seseorang saja.


"Apa kau mengenali suara itu Keren?" tanya Hiebert.


"Aku tidak yakin Hiebert, suara siapa sebenarnya itu" jawab Kerenza masih berpikir keras mencoba mengingat ingat siapa yang memiliki suara yang sama dengan itu.


"Nona, ada satu percakapan lagi yang terlewatkan oleh kita." seru Mattew.


"Putarkan!"


"Tapi ini sedikit lama nona, karna saya harus membobol sandinya dulu. Mereka menguncinya, sepertinya ini percakapan yang sangat penting.


"Usahakan membobolnya Mat"" seru Kaisar


"Ya Mattew kau harus membobolnya. Mungkin saja kita akan menemukan jawabanya disana." kata Kerenza.


Selagi Mattew berusaha mengotak atik komputernya, bunyi ponsel milik Hiebert terdengar " Hallo." jawab Hiebert


"Tuan Hiebert Ada anggota tuan Robert datang menuju perusahaan dan sekarang mereka sudah sampai di loby perusahaan." Seru anggota Hiebert yang bertugas mengawasi dari jauh dan pemberi informasi agar tidak ada yang menggangu rencananya.


"Hiebert langsung mematikan sambungan telponya, da kemudian bebicara " Ada anggota tuan Robert datang nona."


"Hentikan Mattew dan alihkan pembicaraan."


Tapa aba aba, pintu ruangan Kerenza terbuka menampakan seorang lelaki dengan postur tubuh yang tegas nan berwiabawa berdiri di tengah pintu melihat dan mendengar pembicaraan Kerenza dan anggotanya.


"Bagaimana Kaisar, apa kau sudah mengurus proyek baru kita di California."


"Saya sedang memantaunya nona Alana, karena saya tidak mau jika perusahaan mengalami kerugian. Dan satu lagi nona, perusahaan BF Group akan membuka cabang baru, disini dan kita mendapat undangan secara Elsklusif dari pimpinanya." Ujar Kaisar panjang lebar.


"Undangan spesial" gumam Kerenza berpura pura berpikir tapj ekor matanya dengan jeli menatap siapa yang sedang memantau mereka.


"Ya nona Alana, dan saya rasa ini adalah kesempatan untuk kita meraih kerja sama dengan mereka."


Kerenza berpikir dan mecoba mencari cara memutar badanya agar terkesan tidak sengaja.


"Sekretaris Alex ada apa kemari" tanya Kerenza berpura pura terkejut.


"Tidak ada nona ALana. Saya hanya ingin memastikan keadaan anda sesuai instruksi dari Tuan besar Robert.


"Ohhh bagitukah, daddy menyuruhmu memastilan keadaanku" tanya Kerenza penuh selidik.


"Benar nona, kalau begitu saya pamit undur diri" pamit Alex dan berlalu pergi begitu saja


Sedangkan Krenza dan anggota hanya menatapnya dengan ekspresi datarnya. Tidak ada yang tau apa yang sedang mereka pikirkan sekarang.


"Kau benar benar bod*h!" umpat seseorang. "jangan memberitahuku informasi yang tidak penting sia**n."


Setelah mengatakan hal itu, lelaki itu langsung pergi meninggalkan perusahaan Bryan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2