BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 68


__ADS_3

Mereka langsung tertidur setelah panggilan terputus, karena mereka yakin jika saat ini alat penyadap yang melekat di dalam tubuh Catline sedang aktif untuk memanti keaslian perkataan Catline, dan perkara bagaimana rencanan berikutnya maka besok Kaisar akan meminta bantuan Maydeline agar membantunya melepaskan keluarga kekasihnya dan semoga saja wanita itu mau membantu melancarkan rencananya.


***


Keesokan harinya, karena benar benar tidak ada signal di tengah laut maka baik yang ada di laut maupun yang di darar tidak bisa bertukar kabar, itulah sebabnya Kaisar tidak bisa melapor atau mengatakan rencananya pada Kerenza atau Hiebert dan akhirnya memilih untuk menjalankan rencana yang bisa dia tangani sendiri.


Begitu pun sebaliknya Kerenza beserta anggota tidak bisa memberi kabar atau informasi terkait keberadaan mereka, hanya sebatas alat pelacak keberadaan mereka saja yang bisa di kirimkan itu pun jika cuaca bagus, oleh sebab itu Kerenza beserta anggotanya sudah mempersiapkan sehagak kebutuhan mereka, semua yang akan mereka butuhkan muali dari makanan, pakaian bahan bakar bahkan senjatan dan peluru pun mereka adakan persediaan.


Karena segala sesuatunya bisa saja terjadi, kelaparan tentu saja menghampiri mereka dan itu sudah lumrah sehingga stok makanan dan minuman wajb tersedia dan pakaian juga mereka butuhkan untuk pakakan salin mereka, sedangkan senjata dan dan benda tajam mereka bawa tentu saja untuk keamanan nyawa karena segala kemungkina yang mebahayakam nyawa bisa saja terjadi dan mereka temui disana.


"Kau sudah bangun sepagi ini Keren?" tanya Hiebert.


Saat ini waktu masih menunjukan pukul lima pagi waktu setempat, dan Kerenza sudah terbangun dari tidurnya tapi bukan hanya dia Hiebert pun juga sama dan alasannya hanya satu yaitu tidak bisa tidur karena pencarian mereka belum membuahkan hasil.


"Apa aku bisa tidur dengan keadaan yang seperti ini?" tanya Kerenza di sertai dengan desahan frustasinya.


"Kita pasti akan menemukan mereka Keren entah dalam keadaan apapun itu" jawab Hiebert yang juga sama frustasinya.


"Apa semua sudah bangun? jika iya maka kita harus segera berlayar lagi" ucap Kerenza.


Hiebert mengangguk dan memberikan aba aba pada anak buahnya karena kapal yang mereka naiki saling berdekatan jadi tidak sulit bagi Hiebert untuk memberikan aba aba bagi anak buahnya.

__ADS_1


Matahari baru saja menampakan wujudnya Kerenza dan yang lain sudah kembali melajukan kapalnya kemabli berlayar untuk menemuka Brillo yang entah kemana mereka akan menemukanya tapi akan tetap mereka cari walau dalam keadaan apa pun nanti mereka temukan.


"Kau tau Hiebert? saat dia pergi meninggalkan ku tanpa kabar dan aku menganggap dia sudah tiada, rasanya sebagai hidupku juga pergi entah kemana, dan sisi lain mengambil kesempatan untuk menguasai diriku dan membentuk karakter baru menjadikanku seperti ini, tidak berperasaan, kejam dan dingin tapi semenjak dia kembali perlahan hidupku yang dulu pergi perlahan juga kembali"


Kerenza menghembuskan nafanya dengan berat, rasanya sesuatu tiba tiba menghantan hatinya membuat dia merasakn sesak yang sangat dalam hingga sulit untuk sekedar menarik nafasnya.


Sementara Hiebert hanya menjadi pendengar setia karena memang dia pun sudah tau bagaimana Kerenza selama dua tahun ini dan kini dia paham kalau sebenarnya sikap Kerenza bukanlah yang dia lihat selama dua tahun tapi sesungguhnya sifat aslinya ada bersama Brillo, di bawa pergi oleh pria itu, dan setelah tuan mudanya kembali, Hiebert bisa melihat Kerenza yang sering tersenyum, tidak mau peduli pada segala keadaan lagi karena sudah ada panglima hatinya yang menangani semuanya.


Tapi tiga hari ini Kerenza kembali pada sikapnya yang dingin bahkan sekarang dia merasa jika nyawa seseorang tidaklah berharga dan terbukti dari caranya yang ingin melenyapkan Catline karena di hianati jika saja Kaisae tidak datang tepat waktu.


"Apa aku akan kembali kehilangan dirinya lagi?" lirih Kerenza dengan suara yang bergetar menahan tangis.


Tapi kehilangan tuan Brillo sudah membuat Kerenza lemah seperti ini, lalu apa kabar nanti jika seandainya mereka tidak bisa menemukam Brillo lagi? apakah Kerenza akan kembali seperti dulu atau lebih parah lagi , atau kemungkinan kecilnya Kerenza akan mengakhiri hidupnya, pikir Hiebert.


Dengan segera pria itu menggeleng mengusir pikirannya yang sudah memikirkan segala kemungkinan yang bahkan belum terntu terjadi, "percayalah tuan muda pasti selamat, dia tidak mungkin meninggalkanmu" ucap Hiebert memberi ketenangan.


"Tapi bagaiman jika dia tidak selamat? apa aku akan kembali pada masa tiga tahun yang lalu atau mungkin aku akan tiada saja agar bisa bersama dengannya?" tanya Kerenza yang membuat Hiebert benar benar terkejut.


Di tambah lagi kini Kerenza melihat dirinya dank Hiebert bisa melihat dengan jelas sorot mata menyerah, frustasi, takut bercampur di sana dan Hiebert tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak memberikan kekuatan pada teman sekaligus majikannya itu.


Dengan segera Hiebert membawa Kerenza dalam pelukannya menepuk pelan bahu wanita itu untuk menyalurkan ketenangan dan kekuatan, "percayalah jika tuan muda akan kembali, dia masih hidup dan kita akan menemukannya. aku pastikan itu Keren!" ucap Hiebert penuh keyakinan.

__ADS_1


Kerenza menggeleng mendengar jawaban dari Hiebert, "tidak! jangan memghiburku Hiebert jangan membuatku penuh harapan dengan perkataanmu" ucap Kerenza yang kini sudah menangis meraung dalam pelukan Hiebert.


"Tidak! bukan untuk menghiburmu tapi ini keyakinanku Keren, aku yakin tuan muda pasti masih hidup, ini keyakinanku benar benar keyakinanku" ucap Hiebert semakin mengeratkan pelukannya karena Kerenza yang memberontak.


Beberapa saat akhirnya Kerenza menjadi lebih baik, dia sudah bisa menguasai perasaanya dan dia baru tersadar jika ada banyak pengawal yang bersa dengan mereka dan itu benar benar membuat dia malu sekali bagaimana jika mereka melihat dirinya yang rapuh dan lemah, apa kata anggotanya nanti.


"Mereka tidak melihat" ucap Hiebert seolah tau apa yang di pikirkan Kerenza.


Kerenza kembali memasang muka datarnya setelah dia bisa menguasai peradaanya sedangkan Hiebert hanya terkekeh melihat ekspresi yang cepat sekali berubah itu.


"Nona...! ada pulau di sebelah sana" ucapsalah seorang pengawal dari kapal kedua.


Kerenza dan Hiebert dengan segera melihat ke arah yang di maksud pengawalnya dan benar saja merka bisa melihat puku tapi untuk menempuh dan sampai di pulai itu membutuhkan waktu satu jam baru bisa menepi mengingat keadaan mereka yang masih berada di tengan lautan yang luas.


"Arahkan kapal ke sana!" perintah Hiebert yang seolah tau apa keninginan hati Kerenza.


Kapal ketiganya sedikit berbelok arah, menuju pulau yang mereka maksud dengan tidak sabar Kerenza memerintahkan agar kapalnya di lajukan dengan kecepatan tinggi, dan lebih parahnya lagi jika tidak di hadang oleh Hiebert maka Kerenza akan mengambil alih setir kapal dan menjadi Nakhoda untuk sementara.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2