
"Tidak tuan muda, aku hanya berkata jika semua berawal dari nona Alanya yang memburu Keiji dan melenyapkanya" jawab Hiebert.
"Itu sama saja bodoh!" umpat Gilmax dan menoyor kepala Hiebert.
"Hei! jaga tangan kotormu agar tidak sembarangan!" sentak Hiebert.
"Dan kau tutup mulut kotormu agar tidak sembarang berucap" balas Gilmax yang sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam Hiebert.
"Ck, menyebalkan sekali kau Gilmax! tidak pernah beruhan walau namamu sudah berganti!"
"Tidak ada urusanya debganmu bodoh!"
"Hei jangan mengataiki bodoh terus, jika kaju lupa aku banyak menolongmu!" teriak Hiebert yang semakin tidak terima dengan perkataan Gilmax.
Menurut dirinya dia tidaklah bodoh, walau mereka sudab terbiasa dengan kata kata yang seperti itu tapi tetap saja Hiebert tidak suka dan tidak mau di katakan bodoh.
"Bisa hentikan!" bentak Brillo.
Seketikan keduanya diam, mereka selalu seperti itu, akan lupa tempat dan situasi keberadaan mereka jika sudah bertengkar seolah tidal peduli dengan tatapan membunuh yang sudah siap menerkam dan baru akan tersadar jika harimau jantan menguarkan taringnya.
"Masih ingin berdebat di hadapanku!" tanya Brillo dengan suara datarnya.
Masih tidak ada yang mengeluarkan suara, merak berdua masih bungkam dengan kepala yang sama sama tertuntuk, marena malas dan takut untuk bersitatap dengan singa jantan.
"Tidak ada yang menjawab! jika tidak maka lanjutkan tapi uasakan harus ada yang terlukam agar aku bisa tau siapa yang lebih hebat di antar kalian dan jika ada yang terlukan maka bersiaplan untuk ku penggal!" ucap Brillo dengan penuh ketegasan.
Sontak keduanya mengankat kepala dan serepmak pula menggeleng sebagai jawaban jika mereka tidak akan bertengkar lagi dan akan menutup mulut rapat rapat.
"Jangan menggeleng, aku tidak suka bahasa tubuh atau kalian mau aku cincang saja"
"Tidak tuan! kami tidak akan bertengkar lagi!" jawab keduanya serempak.
"Yakin!"
"Yakin tuan!" jawab mereka bersamaan lagi.
"Baiklah! tapi ingat lain kali tidak akan ada peringatan lagi!" tegas Brilo.
"Baik tuan muda"
"Sekarang katakan bagaimana itu bisa terjadi!"
Gilmax menghela napasnya kemudian mulai berkata, "Louis berkata jika kemarin sore ada penyerangan saat Keitaro dalam perjalanan dan ternyata penyerang itu mengaku sebagai anak buah kita, sehingga mereka mengintai anda dan ternyata mereka salah sasaran karena anda tidak berada dalam mobil melainkan kami pengemudinya, jadi perkelahian terjadi hingga menewaskan tiga puluh pasukan Keitaro tapi tuan tenang saja karena anggota kita sudah memberekannya dan Mattew sidah meretas CCTV"
"Jadi bagaimana kau bisa bertemu dengan Louis!"
Gilmax tidak langsung menjawab, sejujurnya dalam hati dia mengumpat karena sedari tadi di jelaskan tapi belum mengerti juga, "ck, kadang kadang bodoh juga"
"Jangan mengataiku Gilmax! tinggal jawab karena dari penjelasanmu tidak ada Louis disana, lalu bagaimana kalian bisa bertemu!" ucap Brillo dengan datar membuat Gilmax lagi lagi merutuki kebodohannya yang berani mengatai tuannya yang sudah jelas jelas akan tau jika itu dia lakukan.
Dengan menarik nafasnya akhirnya Gilmax kembali bersuara, "di akhri Hiebert membunuh Pimpinan preman, Louis datang bersama beberapa anak buahnya, awalnya aku berpikir mungkin dia kana menyerang tapi ternyata dia hanya menyatakan pertempuran dan menyuruh anda untuk bersiap"
"Hmm, ada yang ingin mengadu domba antara aku dan Keitaro rupanya"
"Benar tuan, dan perkaran kematian Keiji juga berasal dari informan katanya!" tambah Hiebert.
"Baiklah, biarkan saja dia seperti itu, tapi ingat perketat penjagaan terhadap keluargaku jangan biarkan orang asing datang ke kediaman istriku"
"Termasuk tuan besar?" tanya Gilmax.
"Brillo terdiam mendengar pertanyaan itu dia sampai kini belum mendapatkan bukti dan dia tidak bisa melakukan hal itu pada Ayah angkatnya dan jika boleh jujur dia berharap jika bukan ayahnya dalang daru semuany.
__ADS_1
"Entahlah tapi terus awasi gerak geriknya jika dia mendekati istriku, dan aku akan mengawasinya dari penyadap di tubuh istriku"
"Baik tuan muda"
Ponsel milik Brillo berbunyi membuat percakapan mereka terhenti dan terpaksa Billo meraih ponselnya yang ternyata video call dari istrinya, dengan senyum yang mengembang Brillo menggeser layat ponselnya dan menampakan Brillo dengan kostum yang masih sama.
"Oh Brillo sayang, kau masih menggunkama kostumnya?" tanya Kerenza dengan girang.
"Yes Love, dan ini semua untukmu dan baby" jawab Brillo dengan senyum yang di buat semanis mungkin
Walau sebenarnya Brillo mengumpati kedia bawahanya karena batu datang sehingga membuat Kerenza melihat kembali kostum menjijikan itu, tapi apa boleh buat untuk menyenangkan istrinya, maka dia harus lakukan"
"Ohhh thank you so much honey, kau yang terbaik"
"Sama sa love, dan kau juga yang terhebar dan terbaik terutama di atas ranjang!" kekeh Brillo membuat Kerenza bersemu mereka, mengabaikam kedua anak buahnya yang yang saling menatap"
"Benar benar tidak tua tempat" ucap Gilmax seolah berkatan seperti itu lewat sorotan matannya terhadap Gilmax
"Kalau sudah gila karena cinta memang seperti itu" balas Hiebert lewat sorotan matanya juga.
Akhirnya mereka berdua hanya menghela napas melihat tuan muda mereka seperti orang bodoh saat ini terseyuk layaknya anak remaja dan bersemu jika di puji Kerenza.
"Benar benar gila" uca mereka bersamaa masih lewat sorotan mata.
"Ehm keluar!" titah Brillo setelah dirinya selesai menghubungi istrinya dan ekspresinya sudah kembali normal menurut kedua bawahanya,
"Kami sudah bisa pergi tuan?" tanya Hiebert.
"Pergilah, tapi ingat cepat selesaikan pekerjaanmu Gilmax pepet hingga dapat informasi"
"Baik tuan muda" jawabnya membuat Hiebert jadi penasaran pekerjaan apa yang saat ini di kerjakan Gilmax.
"Hei, apa pekerjaamu kenapa harus di pepet? apa seorang gadis?" tanya Hiebert.
"Ya baiklah!"
Gilmax menghubungi seseorang yang dia tugaskan untuk memata matai Rebeca dia akan bertemu seolah tidak sengaja dengan wanita itu dan pastinya dia harus mendapatkan simpati wanita itu agar bisa menempelkan alat penyadap juga di tubuhnya.
"Bagaimana?"
"Dia baru saja keluar tuan tapi dengan para pengawal"
"Ikuti terus dan kataka dimana dia akan menepi!"
"Baik tuan"
"Aku harus mendapatkanmu Robert! agar pekerjaan sialan ini cepat berakhir!" gumam Gilmax penuh dengan penekanan.
Gilmax keluar dari kantornya dan menuju mobilnya untuk segera menyelesaikan pekerjaanya yang satu ini, dan setelah sekesai dengan Rebeca dia akan bertemu lagi dengan Jenn untuk mempengaruhi wanita itu agar bisa mengobrak abrik ruangan Alex dan Robert.
"Katakan dimana!"
"Mereka di mall pusat kota tuan, sepertinya dia sedang berbelanja"
"Terus pantau, aku segera meluncur!"
"Baik tuan"
Gilmax mempercepat laju mobilnya menuju pusat kota agar dia bisa mengatur startegi dan tempat pertemuannya dengan Rebeca.
Sedangkan Kerenza saat ini sedang bersenang senang dengan para pelayannya, dia tidak mau lagi memikirkan masalah perusahaan karena sebentar lagi akan di gabungkan dengan perusahaan milik Robert dan lagi sekarang Kaisar yang mengambil alih tempatnya jadi segala urusan menjadi urjsan Kaisar dan dua hanya duduk menikmati masa kehamilannya.
__ADS_1
Tapi dia yang menikmati dan orang lain yang sengsara ibaratnya, bagaimana tidak jika saat ini banyak pengawal dalam rumahnya dia dandani ala princes make up tebal dan pakaian dress ala kerajaan membuat pesta kerajaan seperti dalam dongeng.
Entah dari mana saja Kerenza mendapati ide itu yang pasti Tv dan handphone tidak lah baik saat ini untuk dirinya karena akan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang.
"Hei Anna cepat kau dandani mereka!"
"Baiklah nona tapi tidak bisakah kau mengganti kostum mereka ini, biarkan mereka menggunakan pakaian pria saja" ucap Anna memberi saran.
"Tidak bisa Ann, karena mereka sudah aku bagikan bagian" jawab Helena sembari mengunyah kentang gorengnya.
"Tapi lihatlah mereka, bukankah lebih cocok jadi badut?"
"Biar saja, dan kau jangan banyak bicara lagi!"
Anna akhrinya diam, dia tidak lagi meneruskan perkataanya karena menurutnya percuma saja jika Kerenza sudah menginginkannya maka itu tidak akan bisa berubah, lagi pulan bukankah ini akan menjadi hiburan untuk mereka juga nanti, jadi tidak lah masalah.
"Siapa tuan putrinya nona?" tanya Anna.
"Benar, siapa tuan putrinya?" timpal Catline yang sedari tadi tidak bisa menahan tawanya.
"Tentu saja aku, dan pangeranmya Tom" jawab Kerenza membuat mereka semua melongon.
Harusanya mereka sudah bisa menebak jika wanita hamil ini akam ikut andil, bahkan sudah memilih pangeran untuk dirinya, tapi kenapa harus Tom? kenapa bukan tuan muda Brillo? semua jawaban hanya Kerenza yang tau dan nanti mereka pun akan ikut tau jika Kerenza mengatakannya atau jika ada yang bertanya.
"Kenapa bukan suamimu Girl?"
"Karena dia sudah tua dan tidak pantas menajdi pangeran lagi!" jawab Kerenza asal.
Sonta saja semua yang mendengar hal itu terbahak, baik anak buah maupun pelayanh tak terkecuali Cloe yang tertawa mendengar pengakuan putri angkatnya yang mengakui jika suaminya sudah tua.
"Tapi dia tetap tampan" lanjut Kerenza dengan senyum mengembang di bibirnya membuat semuanya kembali melongo apa lagi ekspresi yang seperti sedang kasmara.
"Ck, menjijikan sekali, habis di jeleki sekarang di puji" cibir Catline.
"Biar saja, dia suamiku dan kau jangan ikut campur" ucap Kerenza tak kalah sinisnya.
"Sudah lebih baik bantu aku bersiap dan kau Tom segeralah bersiap karena pesta akan segera di mulai" lanjut Kernza yang langsung beranjak.
.
Sementara di Mall, Gilmax masih menunggu waktu yang pas agar bisa bertabrakan dengan Kerenza karena ternyata sedikit sulit adanya para pengawal yang terus mengikutinya kemana pun.
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, Gilmax memiliki kesempatan bertemu dengan Rebeca, kini wanita itu berjalan menuju toilet dan dengan cepat Gilmax menuju tempat itu agar bisa bertabrakan seolah dirinya baru daja keluar dari toilet umum.
Rebeca yang berjakan sedikit tergesa tidak lagi melihat dan Gilmax sendiri yang sibuk dengan ponselnya membuat mereka bertabrakan.
Brukk
"Sorry, aku tidak sengaja" ucap Gilmax.
"No problem" ucap Rebeca sembari berdiri dan segera Gilmax meraih tangan Rebeca dengan tangan kanannya dan tangan kirinya dia letakan di bahu Rebeca.
"Are you ok?"
"Yes i am ok"
"Baiklah saya permisi" ucap Gilmax kemudian pergi dengan senyum liciknya.
.
.
__ADS_1
TBC