BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 109


__ADS_3

Baku tembak terjadi antara anggota Brillo dan anak buah Keitaro yang baru saja tiba, sebenarnya mereka sempar heran karena saat mereka datang keadaan tempat ini sudah berantakan tapi karena perintah terpaksa mereka melanjutkan aksi rusuhnya dan usaha untuk melenyapkan Brillo Jokson sesuai dengan perintah Keitaro.


Sementara Kerenza sedang dalam perjalan untuk kembali tapi tiba tiba mogok mobil yang mereka kenadarai sehingga membuat Kerenza harus menunggu, tapi Mattew yang melihat Kerenza akan kelelahan mengambil inisiatif untuk menghubungi anak buahnya di kediaman Kerenza.


"Kirimkan satu sopir untuk menjemput nona Kerenza!" titah Mattew saat panggipan sudah terhubung.


"Siapa yang kau hubungi Matt?"


"Sopir pribadi nona, saya tidak mau anda kelelahan menunggu"


"Baiklah lalu bagaimana denganmu?"


"Saya akan menunggu,"


"Tidak! kau akan ikut deganku biarkan sopirnya yang menunggu"


"Baiklah nona"


Tak lama menunggu supir yang di maksud oleh Matte datang dan dengan segera Mattew mengambil alih kemudi dan menyuruh si supir untuk menunggu mobilnya.


"Mereka sudah berangkat tuan, sepertinya kali ini mangsa dua orang yang masuk perangkap" ucap seseorang yang tak lain adalah supir tadi.


Rupanya dia bukan supir sesungguhnya di kediaman Kerenza, dia adalah salah satu anak buah Keitaro yang menyusup masuk ke dalam kediaman Kerenza setelah lebih dulu supir aslinya di habisi tanpa ampun olehnya.


.......


"Baik tuan saya akan mengikuti dari belakang" jawabnya lagi.


Panggilan terputus dengan segera supir itu mengikuti mobil Kerenza setelah temannya datang memberi tumpangan sementara Keitaro tertawa puas berpikir jika rencanannya akan berhasil sesuai dengan keinginannya tanpa tau jika masih ada lawan yang menyamar jadi kawan.


Sementara Robert langsung tersenyum puas karena dia tau saat ini yang menjadi rekan dari anak buah Keitaro adalah anak buahnya setelah sebelumnya tadi anak buah Keitari sudah di singkirkan dan anak buahnya berganti seragam agar tidak ketahuan.


"Hahahaha.....Keitaro Keitaro.. Kau sangat bodoh, aku pastikan aku lah yang akan memenangkan permaianan ini" ujar Robert dengan tawa puasanya.


"Alex, kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Robert dengan senyum liciknya.


"Tentu saja tuan, anak buah kita sudah berjaga sesuai dengan rencana kita"

__ADS_1


"Bagus, aku sepertinya harus berterimakasih karena kita tidak perlu susah susah untuk menangkap asistennya itu, dengan sendirinya di datang untuk tiada hahaha....!"


"Anda benar tuan, tapi saya ingin mengatakan jika saat ini anak buah Keitaro sudah kalah dan Brillo Jokson sedang menyusun rencana"


"Tidak masalah, bukankah itu puncak yang kita nantikan? peperangan di antara mereka"


"Kita akan menyalip disaat yang sudah tepar dan pastinya target baik Brillo Jokson maupun Keitaro tidak akan selamat dari jebakan kita" lanjutnya


"Segera laksanakan!" titahnya kemudian.


"Baik tuan"


Di jalanan, Kerenza sudah merasakan pening di dalam mobil sertinya racun yang di tebar yang sengaja mereka campurkan di AC itu sudah mulai bekerja terbukti dari Kerenza yang semakin lama semakin melemah dan akhirnya pingsan.


Tidak jauh berbeda dengam Mattew, pria itu juga sepertinya sudah mulai terkontaminasi oleh racunny, gejala yang sama dengan Kerenza tapi sebisa mungkin Mattew menyadarkan dirinya agar tetap stabil dan berusaha untuk terus membangunkan Kerenza tapi sepertinya sia sia karena nona mudanya sudah pingsan.


"Nona....Nona muda, bangunlah jangan pinsang seperti ini nona muda.." panggil Mattew dengan fokus yang terus di depan.


Tapi sepertinya racun yang di hirup mattew semakin banyak membuat dirinya tidak bisa lagi bertahan dan akhirnya ikut pingsan dan mobil yang mendadak oleng itu menabrak tiang listrik di pinggran jalan.


Mobil yang di kendarai anak buah Robert sudah berhenti tepat di belakanh mobil Kerenza, mereka segera turun tapi perkelahian sempat terjadi saat anak buah Robert menyerang anak buah Keitaro yang tadinya menyamar sebagi supir pribadi Kerenza.


"Bos, tawanan sudah di tangan"


Anak buah Alex melapor dan dengan cepat laporan itu juga sudah sampai di telinga Robert Hans membuat pria paru baya itu tertawa sangat kerasa sangkin bahagianya.


"Bagus..! pekerjaan yang sangat bagus, suruh mereka ke markas Alex dan ingat tingglakn jejak yang mengarah pada Keitaro" titah Robert


"Baik tuan"


"Pergilah...!"


Di markas Brillo menyusun strategis untuk melakukan penyerangan pada Keitaro, awalnya Brillo Jokson tidak mau mencari masalah tapi kekacauan kali ini benar benar tidak bisa di tolerir lagi olehnya dan terpaksa perlawanan haris di lakukan. Entah bagaimana nanti jika Brillo mendengar berita penculikan Kerenza bisa saja Brillo kembali menggila dan berubah menjadi monster.


"Kita akan melakukan perlawanan, untuknsaat ini Micke akan bersama kita dan dia yang akan memimpin penembak jitu dan Micke juga yang akan mengatur posisi setelah informasi lokasi markas Keitaro berhasil kita ketahui. Kalian tau kan kalau bukan disini kota asalny, tapi aku yakin dia akan menyeret semua anak buahnya dalam pertempurannya denganku" ucap Brillo denga tegas.


"Aku, Mattew yang akan menerobos masuk ke dalam markas" lanjutnya lagi.

__ADS_1


Kring kring kring


Di tengah tengah perkataanya yang menyampaikan rencana penyerangan, bunyi ponsel mengalihkan perhatiannya dan ternyata itu dari Maydeline.


"Ada apa!"


"Tuan muda, gawat... ini sangat gawat, nona muda tidak ada" ucapnya dengan nada panik.


"Apa maksumu!" sentak Brillo.


"Mobil yang di tumpangi nona muda bersaam Mattew menabrak tiang listrik tapi mereka sudah tidak ada di tempat" jawab Maydeline.


Brillo langsung menutup sambungan ponselnya, dengan wajah yang penuh dengan kemarahan Brillo bergegas pergi meninggalkan markas memacu mobilnya dengan kecepatan menuju kediaman Kerenza.


Brillo akan meminta kejelasan dari peristiwa ini yang sudah pasti jika istrinya susah di culik, dan jika ternyata pelakunya adalah Keitaro maka jangan pernah berharap akan terbebas dari kejaran Brillo.


"Kerenza.....Love dimana kau....!"


Brillo berteriak menanggik Kerenza setelah mobilnya sudah tiba di kediaman mereka, tapi sampai di sana hanya Maydeline yang dia lihat dengan wajah yang menunjukan kecemasan.


"Dimana istriku!"


"Seperti yang saya katakan tuan, jika nona sudah tidak ada dalam mobil saat anak buah kita melacak keberadaan nona muda" jawab Maydeline yang merasa sedikit takut dengan tatapan kemaran dari Brillo Jokson.


"Siapa pelakunya?"


"Keitaro tuan, dan dia menyelipkan surat di dalam mobil milik nona muda" ujar Maydeline sembari memberikan selembar kertas yang berisikam surat yang mereka pikir dari Keitaro.


"Datanglah dan selamatkan istrimu dari genggamanku jika kau mampu " isi surarnya.


Brillo menggeram marah, tangannya meremas kuat kertas itu dan matanya sudah berkilat kemaran yang siap untuk membunuh musuh.


"Aku akan melenyapkanmu Keitaro...!!!"


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2