
Gilmax menormalkam wajah dan perasaanya dengan deheman kecil sebelum akhirnya kembali menatap wanita yang sangat dia rindukan, wanita yang selama ini dia cari dan masih dia tunggu hingga kini "kenapa kau berada disini? siapa kau!" tanya Gilmax dengan nada dinginnya.
"Aku...Aku Anna, pelayan pribadinya nona Alana, anda sendiri siapa tuan? aku baru melihatnu disini?" ucap Anna kemudian kembali bertanya.
"Aku asisten tuang muda Brillo" jawab Gilmax dengan datar.
Anna kembali merasa kecewa karena ternyata harapannya tidak sesuai, padahal dia sedikit banyaknya berharap jika pria yang ada di hadapannya ini benarlah kekasihnya dulu tapi mendengar jawab Gilmax yang mengatakan jika dia bawahan kekasih Kerenza membuat Anna tidak lagi mengharapkn pria itu sebagai pria nya yang dulu.
Kerena jelas saja, wajah Brillo sudah tidak seperti dulu lagi, operasi terpaksa di lakukan karena mengobati lukanya yang dulu dia terimannya saat kejadian naas itu, namun Anna tidak tau itu sehingga membuat dia percaya jika Brillo adalah orang lain dan Gilamx yang ada di hadapannya itu juga orang lain.
"Bolehkah saya tau nama anda tuan?" tanya Anna yang masih tidak mau menyerah, dia berharap sedikit saja ada kesamaan dari pria itu dengan kekasihnya.
"Gilmax!" jawabnya singkat.
Raut wajah kecewa jelas saja tidak bisa di sembunyikan dari Anna, kenapa semua tidak ada yang sama sedikit saja bahkan namanya tidak sama dan jauh melenceng.
"Kau sendiri kenala berada disini? aku baru melihatmu di sini?" tanya Gilmax setelah menjawab pertanyaan Anna.
"Aku sudah lama bekerja dengan nona muda" jawab Anna.
Giimax mengerutkan keningnya, dua ingin tau kemana Anna selama ini, kenapa informasi tentang dirinya tidak bisa di ketahui olehnya.
Anna mendesah pelan, dha tidak ingin mengingat kenangan buruk itu, dia tidak mau mengingat walau hanya segelintir kenangan lagi, karena benar benar kenangan terburuk dalam hidupnya mengingat bagaimana Caroline menyiksa dirinya baik dengan tindakan maupun dengan kata kata yang menyakitkan.
"Aku tidak ingin mengingatnya lagi" lirih Anna.
Gilmax semakin tidak mengerti dengan perkataan gadisnya ini, apa yang sudah tertinggal olehnya selama tiga tahun ini, apa yang tidak di ketahuinya yang sudah di lewati Anna.
"Boleh aku tau?"
Annn menggeleng sebagai jawaban bahwa dia menolak permintaan Gilmax, tak terasa matanya mengembun tidak kuasa lagi untuk menahan air matanya, hanya karena mengetahui sesuatu yang tidak di sengaja membuat dia harus menjalani masa sulit beberapa tahun, merasakan tekanan dan siksaan fisik dari Caroline dan puncaknya adalah karena dia bisa jadi kunci terbongkarnya kejahatan Caroline.
"Hei jangan menangis.!"
Gilmax refleks memeluk Anna, dia tidak kuasa menahan diri untuk tidak meneluk gadisnya, dia benar benar tidak kuasa melihat air mata wanitanya keluar membasahi pipi Anna.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihatmu memangis, aku terlukan jika kamu menangis seperti ini" gumam Gilmax tanpa sadar membuat Anna mengerutkan keningnya.
Anna melepaskan diri dari pelukan Gilmax, sebenarnya dia cukup kaget dengan perlakuan pria itu, tapi saat ini dia butuh pelukan hangat dan Gilmax memberikan sangat dia butuhkan, tapi keterkejutannya berlanjut saat mendapati perktaan Gilmax.
__ADS_1
"Maaf tuan, jangan seperti ini" ucap Anna.
Gilmax yang tersadar langsung melepaskan pelukanya dia tidak sadar dengan apa yang lakukan apalagi yang dia katakan pada Anna, dia berpikir mungkin Anna akan berpikir yang tidak tidak.
"Maaf" cicit Gilmax.
"Tidak masalah, saya permisi" ucap Anna dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Gilmax yang masih menatapnya sengan sendu.
"Aku sangat merindukannmu Ann, sangat merindukan dirimu" gumam Gilamx.
"Tidak, aku harus mencari tau apa yang terjadi pada gadisku selama aku pergi meninggalkanya, jika aku melihat ada penderitaan, aku tidak akan pernah memafkannya!" tekat Gilmax dengan tangan yang terkepal kuat.
Dengan langkah cepat Gilmax mendekati kamar tuan dan nona mudanya, dia ingin bertanya bagaimaa Anna kembali ke kediamannya, dan bekerja kembali.
Dengan gerakan tergesa Gilwmx mengetuk pinti kamar Kerenza membuat sang pemilik kamar menjadi terganggu dengan kegiatan panas yang sedang mereka rajut, tapi walau terganggu mereja terus melanjutaknnya dan lagi lagi ketukan pintu terdengar bahkan semakin lebih kerasa dari yang sebelunya.
"Si*l!" umpat Brillo, "terlalu berani sekali dia mengganggu aktifitasku" rutuknya.
Sedangkan Kerenza terkekeh mendengar umpatan suaminya, dia pun sebenarya terganggu tapi mau bagaimana lagi dia berpikir mungkin ada sesuatu yang genting.
"Temuilah dulu, mana tau ada yang penting" ucap Kerenza dengan lembut.
Brillo berdecak kesal, tapi gerakannya terjadi dan meraih celana pendenknya untuk di kenakan tanpa dalaman, karena masih berniat untuk melanjutkan kembali nanti aktivitasnya.
Tangannya terurlur meraih knop pintu dan membukanya, rahangnya mengeras melihat siapa yang datang, apa kah pria itu tidak mengenal dirinya dengan baik sehingga begitu berani mengusik ketenanganya di pagi hari, atau pria itu sudah bosan hidup dan ingin segera tiada? apa pun itu yang Brillo tau saat ini dia sangat marah pada orang kepercayaanya itu.
Sementara Gilmax yang melihat tuannya membuka pintu langsung tersenyum kikuk melihat penampilan tuannya yang acak acakan dan keringat yang masih meebanjiri tubuhnya.
Sebenarnya Gilmax takut jika tuannya marah, tapi rasa takut itu dia tepiskan untuk mendapat apa yang dia harapkan yaitu mendapatkan iformasi bagaimana gadisnya bisa kembali ke rumah itu.
"Selamat malam tuan muda, saya ingin bertemu dengan nona muda" ucap Gilmax dan ingin segera melesat masuk, tapj lengan kokoh Brillo menghentikan langkahnya.
"Kau sudah bosan hidup!" tanya Brillo dengan wajah datarnya.
"Maafkan saya tuan muda, saya hanya ingin bertemu dengan nona muda, saya ingin menanyakan sesuatu yang penting padanya" ucap Glamax dengan tatapan memohon.
"Kau benar benar tidam tau malu ya! sudah menggangguku dan kini kau mau bertemu istriku! kepentingan apa yang mendesakmu dan mengganggu kegiatana kami!" tanyq Brillo dengan nada mencibir.
"Maaf tuan muda, tapi sayan tidak punya waktu berbicara, saya harus bertemu dengan nona muda" desak Gilmax yang memaksa untuk masuk.
__ADS_1
"Hei! kau benar benar mau mati Gilmax!" bentak Brillo.
Bentaka Brillo sukses sampai di pendengaran Kerenza, dia mengerutkan keningnya, bertanya tanya ada apa, dan karena penasaran dia akhirnya bergerak dan memakai pakaiannya sama seperti Brillo tanpa menggunakan dalaman, kemudian melangkah menuju tempat dimana tuan dan bawahan itu berada.
"Ada apa ini? tidak kah kalian sadar kalian membuat keributan!" ucap Kerenza dengan nada dinginnya.
Brillo mendengus sebal sedangkan Gilmax tersenyum lega karena orang yang ingin dia temui akhirnya berdiri di hadapannya,
"Nona muda" panggil Gilmax.
"Ada apa?" tanya nya masih dengan sikap dinginnya.
"Ada harus saya tanyakan padamh nona"
"Sepenting dan semendesak apa sampai kau mengganggu waktu istrhatku!"
Gilmax menelan ludahnya melihat ekspresj wajah nona mudanya yang ternyata jauh lebih mengerikan dari tuannya, ternyata memang benar jika singa betina jauh lebih garang dan ganas dari pada singa jantan.
Sementara Brillo tersenyum menang karena ternyata bukan hanya dia yang merasa terganggu tapi istrinya pun terganggu dengan kehadiran Gilmax.
"Saya ingin tau bagaimana Annaku berada kembali disini?" tanya Gilmax membuat kedua pasangan itu melotot tidak percaya dengan pertanyaan itu.
"Jadi kau mengganggu waktu kami hanya untuk menanyakan itu!" seru Brillo tidak percaya.
Dia benar benar tidak percaya sekaligus geram dengan sikap bawahannya dan Kerenza pun sama geramnya hingga ingin sekali dia menghabisi Gilmax saat ini juga.
"Kenapa tuan yang protes, saya bertanya pada nona muda buka ada anda tuan!" sarkas Gilmax yang juga ikut geram karena tuannya terus mengganggunya.
"Dan apa kau pikir aku tudak keberatan dengan yang kau lakukan ini!" ucap Kerenza dengan nada beratnya.
Glek.
.
TBC
Maaf ya guysss..🙏🙏🙏
Author mau bahas masalah kasmara dulu, agar semuanya dapat pasangan karena kedepan masing masing pria akan melindungi pasangan masing masing dari serangan si musuh yaa.....
__ADS_1