
"Bren**ek!" umpat salah seorang diantara mereka.
"Hei kau! cepat tembak mereka!" titahnya dengab suara yaring.
"Nona, apa anda masih memiliki peluru?" tanya Maydeline
"Tentu, tapi dari mana kau mendapatkan ini, aku sama sekali belum menaruhnya di dalam?" tanya Kerenza dengan tangan yang terus bergerak membongkar kembali pistolnya dan kemudian merakitnya lagi dan memasangakn pelurunya.
"Bukankah ini menarik nona!" tanya Maydeline dengan suara nyaringnya.
Dor dor dor.
"Iya ini sangat menarik dak kau berhutang penjelasan padaku!" ucap Kerenza tak kalah nyaring suraraya.
"Tentu! aku akan mengatakannya"
Dor dor dor
"Kebut sembarang arah May!" kembali Kerenza menginterusi Maydeline untuk mengbutkan mobilnya.
"Sesuai keinginanmu nona"
Bom Duarrrr
Kerenza kembali melemparkan boom di mobil yang masih bertahan hingga kini, dan terbakar sudah mobil itu tanpa sisa, dan baru saja Kerenza bernafas lega tuba tiba mobil truk minyak melaju dengab kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan.
"May, hati hati!" teriak Kerenza.
Maydeline membanting setirnya dengan kuat, kemudian menginkak pedal remnya, untuk mengehentikan laju mobil mereka tapi naas remnya blong dan rodanya tidak bisa lagi di kendalikan.
Terus melaju dengan cepat menuju jurang, yang terdapat di pinggiran jalan, disusul Truk minyak lainnya mengahntam bodi mobilnya hingga terseret kuat kearah jurang.
"May, melompat.....!" teriak Kernza dan langsung keduanya melompat keluar sebelum akhirnya mobil Kerenza terjun bebas di jurang yang sangat dalam dan Kerenza sendiri tersangkut di ranting pohon yang terdapat disana.
Sementara Maydeline terkapar tak berdaya di atas aspal dengan luka di punggung dan kepalnya, darah segar terus mengakir deras.
"Nona....!" seru Maydeline di tengah keadaannya yang sekarat.
__ADS_1
"Nona, mohon bertahan, tolong....tolong...Tolong nona mudaku, selamatkan dia!" teriak Maydeline yang berusaha tetap sadar.
Saat ini Kerenza dan Maydeline sudah berada dirumah sakit, keadaan mereka cukup parah tapi masih bisa diselamatkan bahkan sudah melewati masa kritis.
Sementara Brillo dalam perjalanan menuji rumah sakit, saat mendengar berita kecelakaan Kerenza dia langsung terbang dan meninggalkan Gilmax dan Mattew di Spanyol untuk mengurus masalah disana.
Sudah Tiga jam Kerenza tertidur dan selama itu pula Catline tidak beranjak dari sana untuk menemani Kernza dan Maydeline.
Sementara Hiebert dan Kaisar pergi mengusut kecelakan Kerenza, bisa bahaya jika Brillo kembali, sudah pasti dia akan merah besar terutama pada Hiebert.
"Keren kau sudah sadar? dokter dokter...! pasien sadar...!" teriak Catline yang melihat Kerenza membuka matanya.
Dokter segera datang dan memeriksa semua kesehatan Kerenza "tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya luka bagian luar yang butuh pengobatan dan istrhatlah beberapa hari" ucap Dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"Suykurlah jika tidak ada yang berbahaya" ucap Catline.
"Baiklah saya permisi" dokter.
Setelah kepergian dokter, keadaan ruangan mendadak sunyi dan hawa dingin mulai mengambil alih ruangan itu saat penghuninya sendiri berubah menjadi sangat dingin dan tatapannya sangat tajam menatap Catline.
"Katakan!" pinta Kerenza dengan suara beratnya.
"Jangan berpura pura bo**h Catline, katakan bagaimana kau bisa ada disana!"
Catline berjalan mendekati Kerenza dan bertanya "apa yang bisa aku katakan Keren, aku hanya ingin mengikutimu, dan tak ku sangka ada yang menyerangmu tiba tiba" jawab Catline menjelaskan.
"Jika memang begitu, lalu kenapa kau tidak memberi bantuan?" tanya Kerenza masih ingin mengiterogasi Catline.
Flashback...
Kerenza pergi bersama Maydeline, mereka awalnya berjalan dengan santai tapi baru beberapa meter saja, Kerenza melihat mobil keluar dari kediamannya dan mengikutinya dari jarak yang lumyana jauh.
Awalnya Kerenza berpikir jika mungkin mereka kebetulan dan tujuannya adalah kantor, tapi rupanya salah, saat Kerenza menuju arah yang berlawanan dengan jalur menuju perusahaan, mobil itu pun mengikutinya.
"Sepertinya dia mengikutiku" batin Kerenza.
"May bisa kau percepat sedikit" ucap Kerenza yang langsung di angguki oleh Maydeline.
__ADS_1
Dan Kerenza kembali melihat jika mobil yang di kemudikan oleh orang yang tak lain adalah Catline ikut memacu kecepatan mobilnya, membuat Kerenza yakin jika Catline sengaja mengikuti dirinya.
Bukan hanya itu, saat terjadi penyerangan pun Catline lebih memilih meminggirkan mobilnya dari pada memberikan bantuan pada mereka berdua.
Tapi saat semuanya berakhir dan Kerenza berada dj ambang antara kematian dan kehidupan, Catline datang memberikan pertolongan hingga kini Kerenza ada di rumah sakit.
Flashback off...
"Aku membantu Keren! membantu membantai musuh yang masih tersisa yang berniat mengejarmu" jawab Catline.
Usai berkata begitu, Catline mendadak mereka sakit di ulu hatinya, seperti ada benda tajam yang menusuk salah satu bagian hatinya.
Sementara di tempat lain, pertengkaran terjadi antara dua sekutu yang bekerja sama untuk menghancurkan musuh yang sama setelah mendapat informasi bahwa musuh mereka selamat dari maut.
"Ini semua gara-gara anak biahmu yang bo**h itu! jika saja mereka jauh lebih hebat perempuan sialan itu tidak akan lolos dari kematian."
Robert sangat marah karena begitu banyaknya anak buah mereka tapi tidak ada yang bisa melumpuhkan Kerenza.
"Jangan salahkan anak buahku Robert! tapi salahkan wanita sia**n itu yang datang membantu Alana dan menyelamatkannya dari ambang maut!" bentak Keitaro.
Keitaro tidak terima jika anak buahnya di katai tidak becus oleh Robert, bukankah mereka sama sama tau jika Kerenza hampir saja di renggut maut, jika saja tidak ada yang menyelamatkanya dan memberi pertolongan.
"Diam kau!" bentak Robet dan langsung mengangkat senjata apinya.
Seketika, ruangan yang tadinya di jadikan tempat untuk menunggu kabar baik, berubah menjadi tempat pertengkaran antara dia sekutu yang bekerja sama untuk melenyapkan yang sama.
Mereka sama sama tidak mau di katai payah, sama sama tidak ada yang mau menghargai usaha masing masing, dan kini mereka berakhir dengan mengankat senjata masing masing.
"Jangan mencoba memancing amarahku Robert Hans! atau aku lenyapkan kau saat ini juga!" bentak Keitaro.
"Hahaha coba saja!" tantang Robert yang kini sudah berwajah datar dan senyumnya tidak bisa ditebak.
Keitaro benar benar marah dengan tantangan Robert, tangannya sudah bersiap menarik pelatuknya, tapi terhenti saat mendengar perkataan Robert.
"Aku ingin lihat sampai dimana kamu bisa melenyapkanku dan bagaimana caramu memburu mangsamu" ucap Robert dengan seringai liciknya.
Keitaro mendelik tajam mendengar perkataan Robert, entah rencana apa lagi yang dimiliki Robert tapi yang pasti Keitaro akui selalu jika rencana licik Robert adalah rencana yang elegan dan bahkan tidak pernah terduga oleh otaknya.
__ADS_1
"Apa maksudmu? jangan mencoba menipuku dengan rencana licikmu Robert Hans! karena aku tidak akan tertipu.!"
TBC