
"Kau sangat licik Alex dan ini yang membuatku mempertahankanmu" jawab Robert dan langsung menghubungi Keitaro.
"Aku punya kabar baik agar kau bisa melancarkan aksimu"
"Katakan Robert, aku tidak punya banyak waktu"
"Ck, bersabarlah karena kau akan mendengarnya dari ku dan ini informasi dan kesempatan yang bagus untukmu"
"Cepat katakan!" desak Keitaro dengan tidak sabar.
"Ck, jika karena kau kadi pionku maka sudah ku habisi kau sekarang dengan racunku!" batin Robert dengan tangan yang terkepal kuat.
"Kau tau Brillo Jokson akan membuka cabang pembangunaa di inggris, dan aku yakin ini kesempatan bagimu untuk mengalihkan perhatian mereka dan membuat anak buah Brillo Jokson berpencar"
"Kau yakin dengan informasi ini?"
"Tentu saja Keitaro dan informasiku bukanlah informasi recehan karena untuk mendapatkan informasi ini nyawalah yang harus di korbankan" jawab Robert.
"Baiklah dan kau tunggu saja hasilnya"
"Dengan senang hati aku akan menunggu" jawab Keitaro dan panggilan terputus.
Robert tersenyum puas karena renana rencana yang sudah tersusun rapi di otaknya akan semakin mendekati kesuksesan dan kesempurnaan membuat dia tidak sabar untuk menanti hari H nya.
"Love aku pulang...!" seru Brillo yang melihat istrinya dia taman barunya.
"Kau sudah pulang?" tanya Kerenza dengan senyum manisnya.
Brillo mendekat dan mendaratkan bibirnya di pipi Kerenza lalu beralih dengan ******* bibir manis istrinya, "kau semakin cantik Love" bisiknya membuat Kerenza merona malu.
"Jangan menggombalku"
"Tidak love, aku tidak menggombalmu" jawab Brillo.
Seketika tubuh Kerenza melayang di udara karena Brillo yang mengangkat tubuhnya ala Bridal Style dan Kerenza segera melingkarkan tangannya di leher pria tampan itu dan mencium pipi Brillo sebagai hadiah.
"Oh love kau sangat manis jika seperti ini" kekeh Brillo.
"Kau mandilah Brillo"
"Tentu Love karena aku sudah tidak sabar" ucap Brillo dengan senyum genitnya.
"Tidak sabar? memanganya kau mau kemana?" tanya Kerenza dengan polos.
Brillo gemes melihat istrinya yang hingga kini belum mengerti akan kode kode ranjang, dai sangat tidak peka tapi untuk memecahkan misteri dia sangat alih.
"Ck, sangat alih dalam memecahkan masalah tapi dalam hal ini kenapa kau bodoh sekali!" decak Brillo.
"Hei menangakap apa makasudmu! aku sungguh tidak paham!" sentak Kerenza.
"Aku sudah tidak sabar ingin meremas bagian bagian favoritku dan membuatmu mendesah kenikmatan" jawab Brillo dengan gampangnya.
Sedangkan Kerenza tersipu malu mendengarnya, selalu saja suaminya ini tidak pernah menyaring ucapanya, dia suka berteka teki dan sekali mengatakan artinya maka dia tidak akan sungkan.
"Dasar mesum sekali kau ini!" ketus Kerenza.
"Iya aku mesum pada istriku dan itu bukanlah masalah" jawab Brillo dan mendaratkan bibirnya di bibir Kerenza lalu mereka berciuman.
Pandangan mereka bertemu, dan kemudian kembali lagi berciuman dan saling *******, setelah itu barulah Brillo berlalu meninggalkan istrinya dan membersihkan dirinya.
Semetara Kerenza kembali melihat ponselnya dan kali ini yang terlihat adalah film dewasa membut Kerenza gelisah dan tak bisa menahan lagi dia langsung menyusul Brillo, membuka pakaiannya dan menyerang Brilli tiba tiba membuat Brillo kaget namun senang.
"Wow serangan yang enak!" seru Brillo dan langsung membalas perbuatan istrinya, dalam sekejap saja pergulatan panas pun terjadi dan suara suara kenikmatan terus menggema memenuh kamar mandi malam itu kembali.
Di club tempat Gilmax bertemu dengan Jenn, saat ini mereka duduk bersama dengan Jenn yang ada di pangkuan Gilmax, "mana fotonya honey?'
Jenn bergerak membuka tas miliknya dan memberikan selembar foto yang sudah usang dan Gilmax dengan cepat mengambilnya melihat orang orang yang ada disana, ternyata mereka adalah Robert, Brayen, dan satu lagi seorang pria yang tidak di kenali Gilmax serta seorang perempuan yang juga tidak di ketahui siapa oleh Gilmax.
"Hanya ini yang mau dapatkan?" tanya tapi matanya fokus pada foto itu.
__ADS_1
"Iya, hanya itu dan yang lainnya hanya berkas berkas yang tidak aku pahami isinya.
Gilmax mengerutkan keningnya mendengar jawaban Jenn, berkas seperti apa yang tidak di mengerti oleh Jenn. Bukankah dia anak kantoran lalu dimananya letak ketiak pahamannya.
"Apa maksudmu?"
"Ada bebepa berkas tentang aset perusahaan yang membutuhkan tandan tangan Erland Hans tapi sepertinya di ganti dengan jempol dan di sana di tandai sebagai mendiang, berarti sudah meninggal.
Wajar saja Jenn tidak mengenal Erland karena Jenn baru memasuki perusahaan itu dua tahun terkahir ini sementara Erland sudah tidak di sana satu tahun sebelum Jenn datang.
"Surat kepemilikan aset?"
"Ya dan pihak pertama ada tuan Erland dan kedua tuan Robert Hans, sepertinya mereka anak dan ayah" jawabnya dengan tangan yang nakal membelai dada bidan Gilmax yang sudah dia buka dua kancing kemeja Gilmax.
"Baiklah honey, aku masih banyak urusan dan besok kita berjumpa lagi" ucap Gilmax dan menyingkirkan tubuh Jenn disana tapi sebelum itu dia mengambil kesempatan ******* bibir Jenn.
Gilmax segera berlalu sedangkan Jenn awalnya kesal tapi sepertinya melihat pria itu yang terlihat buru buru membuat dia akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu, untuk beristrhat juga karean besok masih bisa untuk dia memadu kenikmatan bersama Gilmax pikirnya.
"Tuan muda...!" panggil Gilmax dengan suara yang sedikit di keraskan, membuat sang pasangan yang belum mereguk nikmatnya dunia mejadi kesal, tapi Brillo tau jika ada sesuatu yang penting sehingga membuat anak buahnya itu menjadi tidak tau tempat.
"Ada apa?"
"Kita bisa bicara tuan, ada hal yang harus aku tanyakan"
"Baiklah, masuk lebih dulu" ucap Brillo dan langsung menutup pintu kembali dan mengambil pakaiannya.
"Katakan apa yang kau tau?"
Gilmax mengeluarkan selembar foto yang tadi di ambil oleh Gilmax dari Jenn kemudian menyerahkannya pada Brillo, dan langsung di ambil juga, "apa ini?"
"Ini? bukankah ini ayah mertuaku dan daddy?"
"Anda benar dan apa kau mengenal yang dua itu pria dan wanita?" tanga Gilmax.
"Ini ayah kandungku?"
"Jadi dia ayah kandugmu tuan, lalu siapa wanita ini?"
"Berarti mereka saling mengenal kan tuan?"
"Iya, dulu Robert bilang jika mereka berteman"
"Bagaimana aku tidak tau akan hal itu tuan?"
Brillo menghela napasnya, dia menerawang memgingat percakapannya dengan Robert kala itu, saat pertama kali dirinya mengetahui kenyataan jika dia bukan anak kandung Robert Hans.
Sebenarnya.....
Flashback...
Erland sebentar lagi akan melamar kekasihnya Alana tapi saat akan menyampaikan kabar itu, justru dirnya yang merasa sangar syok dam tubuhnya membeku di tempatnya, bagaimana tidak jika dirinya baru mengetahui kenyataan jika dirinya bukan keturunan Robert Hans dan dia adalah anak dari sahabat lamanya yang tiada karena di racuni.
"Jangan pernah biarkan Erland tau jika aku bukan ayah kandungnya Alex!" titah Robert yang kala itu berada di dalam kamarnya dengan posisi berbaring sedangkan Alex berdiri tegak tidak jauh dari sana.
"Apa tuan akan menyembunyikam ini semua?"
"Ya, sampai tiba saatnya"
"Apa benar aku bukan putramu dad?" tanya Erland dengan badan yang mulai lemas.
Robert dan Alex tentu saja sangat terkejut mendapati Erland sudah berada di sana, tapi dengan cepat Robert mengubah ekspresinya menjadi biada saja.
"Ada apa kau kemari?" tanya Robert dengan ekspresi datarnya tapi Erland tau jika ayahnya itu menyembunyikan kegugupannya.
"Kau salah dengar!" jawabnya datar.
"Jangan bohng dad atau aku akan membencimu!" tegas Brillo.
Sedangkan Roberr sangat kaget mendengar ancaman Brillo, hingga akhirnya dia membuang nafasnya kasar dan berkata "kemarilah jika kau ingin tau"
__ADS_1
Erland dengan tidak sabarnya mengikuti kemauan Robert dan duduk di sebelahnya, sementara pria paru baya itu membuka salah datu laci mejanya dan mengeluarkan sesuatu di dalam yang ternyata adalah selembar foto dan Erland mengambilnya dengan kening yang mengerut.
"Siapa yang dua itu dad?" tanya Erland karena di antara keempatnya Erland sudah mengenal ayahnya dan Brayen Wate ayah kekasihnya.
"Ibu dan ayahmu!" ucap Robert.
Erland sangat terkejut mengetahui hal ini dan dia melihat foto pria yang masih muda itu sangat mirip dengannya kini dan itu membuat Erland percaya dan tidak menyangkal lagi.
"Lalu dimana mereka.?"
"Di Surga" lirih Robert.
Erland kembali merasa terkejut luar biasa karena ternyata orang tua kandungnya sudah tiada dan lebih parahnya lagi mereka tiada karena di racuni, sungguh saat itu Erland marah tapi mendegar perkataan Robert membuat dirinya kembali tersadar.
"Kau marah boy?"
"Aku hanya kesal karena aku baru tau kenyatannya"
"Maafkan daddy, daddy hanya tidak mau kau merasa di asingkan nanti dengan tida adanya hubungan darah du antara kita"
"Itu tidak akan terjadi, dan terimakasih sudah merawatku" ucap Erland dengan lembut.
"Tidak, jangan berterimakasih karena kau adalah putraku, dan aku harap kau tidak lagi merasa canggung atau asing pada ayahmu ini"
"Tentu, itu tidak akan terjadi dad"
Flashback off...
"Kenapa tuan tidak mengatakam ini padaku sejak dulu? kita bisa mencari tau siapa pelakunya"
"Tidak, karena itu semua percuma"
"Kenapa tuan, ada apa?"
"Karena dia ikut lenyap oleh tangan Robert Hans saat membela ayah dan ibuku"
"Dan tuan percaya?"
"Ya, aku percaya saat itu, tapi mungkin tida sekarang"
"Kenapa?"
"Karena pelakunya adalah sahabat baik mereka, sementara di dalam foto ini hanya ada tiga pria dan itu adalah ayah mertuaku, ayah angkatku dan ayah kandungku"
"Berarti antara keduanya tuan muda" tebak Gilmax.
"Kau benar lalu?"
"Apa tuan mencurigai tuan Brayen?"
"Tidak! tidak mungkin ayah mertuaku karena dia pun sangat mencintai istrinya!" jawab Brillo
"Kenapa tuan mengatakan hal itu, apa masalah di antara mereka karena cinta segitiga"
"Ya kau benar karena perasaan yang menjadi permasalahan"
Glimax diam, dia semakin yakin akan kecurigaanya saat ini tentang Robert Hans yang menjadi dalang dari semuan ini dan itu harus di selidiki lagi oleh Brillo, tapi jika itu benar lalau kenapa Robert tidak melenyapkannya saja sejak dulu.
"Maaf tuan, saya akan mengusut ini hingga tuntas dan saya harap tuan tidak akan kecewa dengan hasil yang saya dapatkan"
"Ku tunggu itu Gilmax"
.
.
TBC
Gayss ada yang baru ya, muali besok udah up😊😍 mampir yaaaaaa?
__ADS_1