BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 23


__ADS_3

Pencarian terhadap gadis itu masih di lakukan berpencar menyusuri setiap lorong lorong hotel, tapi entah karena dia yang gesit dalam melarikan diri atau karena dia yang sudah menguasai denah hotel itu sehingga sangat mudah baginya lolos dan sulit bagi mereka menemukannya.


" Sia**n!" Umpat Kernza setelah berkeliling mencari keberadaan wanita itu.


" Love percayalah bukan dia yang kalian cari."


Brillo yang terus menerus menemani Kerenza berkeliling mencari terus berusahan mengingatkan Kerenza kalau yang mereka cari adalah orang salah. Bukan apa apa, karena mang Brillo sudaa tau siapa sebenarnya pemilik tato itu dan dia mau menangkapnya nanti beserta dalangnya, makanya dia menggunakan cara pendekatan terhadap target.


" Ck kenapa kau terlalu percaya sekali kalau bukan dia pelakunya."


" Karena feelingku tidak pernah salah."


Brillo menjawab dengan sedikit gugup, jangan sampai Kerenza mencurigainya lagi seperti sebelummnnya. Tapi mungkin memang sudah nasib Kerenza kembali mencurigai dirinya.


" Katakan siapa kau sebenarnya Brillo."


Kerenza mentapa Brillo dengan tatapan tajamnya setajam pisau cukur yang sering dia bawa kemana mana.


" Aku? aku adalah pengusaha tersukses tiga tahun berturut turut dan belum ada yang bisa menyaingiku."


Brillo menjawab pertanyaan Kerenza Asal, jangan sampai wanita itu semakin mencurigainya dan pada akhirnya dia memcari tau siapa dia sebenarnya.


" Jawaban macam apa itu! bukan itu yang aku mau!" ketus Kerenza.


" Lalu apa love?" jawab Brillo terkekeh.


" Aishh sudahlah. Aku mau melanjutkan pencarianku."


" Hei love tunggu aku!" teriak Brillo karena sudah ditinggalkan oleh Kerenza.


Sementara yang lain masih saja berpencar mencari keberadaan wanita misterius itu. Sudah satu jam berkeliling tapi tidak menemukan tanda tanda keberadaannya disana.


mungkin iti bagi mereka tapi tidak bagi satu orang ini, yang dengan mudah menemukan wanita yang mereka kejar. Oh bukan, lebih tepatnya wanita itulah yang menunggun dirinya di sebuah ruangan yang terletak di ujung lorong hotel.


" Ck kau lama sekali menemukan." gerutu wanita itu.


" Kenapa kau masih disini. Pergilah jangan samapi mereka menemukanmu. Jika sampai hal itu terjadi maka kau akan menerima akibat fatalnya."


" Aku tertahan disini karena kau bodoh! aku menunggunmu bisa menemukanku, ternyata kau tidak terlalu pandai dalam melacak."


" Jangan mengataiku bodoh sia**n! aku sengaja seperti inibbiar mereka tidak mnecurigaiku, kau tau kan kalau mereka tau maka aku akan menanggung resikonya."


" Ck, bela terus dirimu."


" Sudahlah. Aku sudah disini, jadi kau pergilah dan atur rencana selanjutnya."


" Baiklah aku akan pergi dan ini."


Wanita itu melemparkan sesuatu dan dengan sigap ditangkap olehnya, kemudian tanpa kata wanita itu kembali pergi dan berjalan santai dengan penampilan yang sudah berbeda agar tidak di curigai saat melewati CCTV hotel.


Sementara dia kembali menuju orang Kerenza dan yang lainnya untuk menujukan kertas yang ada di tangannya. Tapi sebelum itu ia menuju pintu utama hotel dengan melewati lorong samping hotel yang sudah si retas CCTV nya untuk meletakan kertas itu dan menjadikan itu seolah petunjuk bagi mereka.


" Bagaimana? kalian sudah menemukannya?"


Kerenza bertanya pada semuanya saat mereka sudah berkumpul di salah satu lorong hotel.


" Tidak." jawab mereka bersamaan.


" Sial**n! tidak ada satupun dari kalian yang todak menemukannya? apa kalian sudah menyusuri semua lorong dan ruangan hotel."

__ADS_1


" Sudah. Tapi kami tidak menemukannya." jawab Hiebert.


" Benar Nona.Kami tidak menemukannya." timpal Mattew.


" Bagaimana dengan kalian?"


Pertanyaan yang di tunjukan pada Kisar dan Catline.


" Kami juga tidak menemukannya." serempak mereka menjawab.


"Ck, sepertinya dia bukan wanita biasa." gumam Kerenza.


" Sudahlah love, lebih baik kita kembali pada acara saja." ajak Brillo angkat bicara.


" Ya baiklah kita kembali saja. "


Mereka semua berjalan bersama menuju Aula tempat dimana acara ulang tahun pernikahan itu diadakan, tapi ada yang aneh disana. Ruangan itu tiba-tiba sepi tidak ada satupun tamu undangan yang ada di sana hanya beberapa pelayan saja yang membersihkan tempat itu.


Kaget? tentu saja mereka sangat kaget Kenapa tiba-tiba saja ruangan itu kosong sementara belum lah lama di mulai saat kemunculan wanita tadi acara itu, Masakah secepat itu selesai.


" Kenapa sepi sekali? "


"Iya kenapa mendadak kosong." timpal Catline.


" Ini aneh sekali."


" Ada yang tidak beres. Sepertinya acara ini hanya sarana untuk kita bisa bertemu dengan gadis itu." terka Mattew.


" Tuan muda!" seru Gilmax.


" Kau mendapatkan sesuatu!" tanya Brillo.


" Lalu kau dari mana saja?"


" Aku dari ruangan CCTV, tapi sepertinya sudah ada yang lebih dulu dariku."


" Benarkah begitu?" tanya Mattew.


" Benar. Tapi jika kau bisa, retas kembali CCTV itu."


" Baiklah akan aku coba."


Sembari menunggu, mereka bertanya pada pelayan yang membersihkan tempat itu dan alasannya adalah mendadak pemilik acara sakit.


" Mendadak pemilik acara sakit, tapi sepertinya tadi dalam keadaan sehat sehat saja." gumam Kaisar.


" Sial." umpat Mattew.


" Ada apa Mat?" serempak mereka menoleh kearah Mattew yang mengumpat kasar.


" CCTV nya ternyata tidak berfungsi sejak acara dimulai, dan baru aktif kembali satu jam satu jam setelah kepergian wanita itu."


" Sepertinya mereka sudah merencanakan semua dengan matang." jawab Hiebert dan Brillo bersamaan.


" Jadi bagaimana?" tanya Catline.


" Tidak ada kah petunjuk yang kalian temukan saat mencarinya?"


" Tidak."

__ADS_1


" Love, lebih baik kita pergi dari sini dulu, dan kita bahas ini di markas saja. Tidak aman jika disini ada kuping yang tidak terlihat disini."


Brillo mengajak kekasihnya dan yang lain untuk pergi dari sana, karena dia yakin kalau di tempat itu pasti ada sesuatu yang bisaendengar pembicaraan mereka.


Dan mereka pun menurut pergi meninggalkan aula itu, berjalan menuju pintu utama hotel, tapi sesuatu menarik hati mereka pada objek yang tertempel tepat di dinding caka pintu utama.


Rasa penasaran membawa mereka semakin mendekat menuju pintu utama dan dengan cepat Kaisar penarik kertas yang tertempel pada dinding kaca pintu itu.


"Apa ini? " tanyanya


Mereka semua mengelilingi Kaisar untuk melihat isi coretan dalam Kertas itu, rupanya itu surat singkat dari wanita misterius yang sedang mereka incar.


" Jika kau penasaran terhadap ku, maka temui aku secara pribadi di mal yang terletak di pusat kota hari rabu tepat pukul dua belas siang dan tidak boleh terlambat. Jika kau terlambat satu detik saja jangan harap kau bisa menangkapku."


Kerenza meremas kertas itu dengan kasar, bagiaman mungkin wanita itu mempermainkannya dengan cara seperti itu, rupanya benar ini sudah di rencanakan sejal awal.


" Rupanya ada yanh ingin bermain main. Catline, Hiebert kalian interogasi yang punya acara malam ini. Mattew dan Kaisar cari data wanita ini, aku yakin dia pasti meninggalakn jejak." perintah Kerenza.


" Lalu apa pekerjaanku Love."


Brillo menawarkan dirinya untuk membantu Kerenza dalam mengungkap kasus ini, sungguh dirinya pun penasaran siapa wanifa misterius ini dan bagaimana bisa dia memiliki tati itu, da lagi siapa yang menjadi pendukungnya.


" Kau urus saja pekerjaanmu."


" Tidak love, aku juga akan membantumu bahkan aku akan mengerahkan semua anggotaku membantumu. Kau tau aku juga sangat penasaran pada wanita itu."


" Terserah kau saja. Asal kau bukan penipu."


"Percayalah padaku Love, aku tidak mungkin menipun kekasihku."


" Baiklah jika kau jujur. dan untuk semua, lebih bail kita pulang saja besok kita mulai pembahasan rencana untul menangkap buruan."


Kerenza memberi perintah bagi semuanya untuk kembali dan mereka pu kembali, tapi Brillo pergi menggunakan mobilnya sendiri.


" Gilmax. Cari taiu wanita iti diam diam. Au tidak mau jika Alanaku terluka."


" Baik tuan muda."


" Bagus."


Mereka pergi menuju istana miliknya, karena untuk saat ini dia dan Kerenza tidak bisa tinggal bersama karena Kerenza yang sangat keras kepala Tapi sepertinya dia akan memalsa Kerenza untuk kali ini tinggal bersmanya untuk kemanan gadis itu.


" Sial! kenapa Brillo Jokson juga ikut membantu Alana.!" teriak seseorang.


" Tenanglah tuan. Kita pikirkan cara untuk membuat dia menjauh dari Alana."


" Bagaimana?"


" Kita jalankan rencana kita yang sempat tertunda."


" Baiklah, kau benar benar licik rupanya."


" Tentu saja. Karena ini demi kemanan kita.


TBC


Masih belum ketemu kah, siapa dalangnya?


sengaja karena itu akan menajdi klimax dari konflik dan juga akan menjadi akhir dari cerita.

__ADS_1


__ADS_2