
"Katakan bagaimana rencananya? lalu kapan Catline akan operasi? diamana keluargaku di sandra?"
Kerenza meyalangkan banyak pertanyaan pada kedua wanita yang sudah berkerja lebih dulu menyelidiki kasus tiga tahun silam, dan Kerenza juga bertanya karena kedua wanita itu sudah memiliki rencana.
"Maaf nona, Kaisar sudah berjalan satu hari yang lalu dan aku yakin jika sekarang dia sudah mempersiapkan rencana dan pasukan untuk menyeran dan meyelamatkan keluarga kekasihnya" jawab Elsa.
"Mereka juga kekurga!" sentak Kerenza.
Elsa dan Maydeline bungkam mendengar sentakan dari Kerenza, mereka tidak begitu tau kedekatan Kerenza dan keluarga Catline.
"Baiklah nona, Kaisar sedang berusaha untuk menyelamatkan mereka" jawab Elsa.
"Apa kau sudah mengirimkan bantuan pada mereka? apa Kaisar membawa pasukan yang handal yang bisa di andalkan?" tanya Kerenza.
Jujir saja Kerenza tidak bisa menyembunyikan ratu khawatirnya, dia sangat khawatir akan keadaan mommy dan adik adik Catline yang sudah di anggap keluarga juga olehnya.
"Lalu dimana Catline?"
"Dia menjauh lebih dulu dari kita agar tidak menyadap setiap percakapan dan pergerakan kita" jawab Elsa
"Urus secepatnya operasi itu agar Catline segera bebas, dia masih belum mendapat pelajaran dariku"
"Baik nona muda" ucap Elsa.
Sementara di luar ruangan ada Brillo san Gilmax yang sedang beridiri diam tanpa bicara, sejak mereka keluar dari ruang kerja, tidak ada yang bicara sama sekali, mereka sibuk dengan pikiran masing masing.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Brillo setelah sekian lama diam.
"Tidak ada!" jawab Gilmax datar.
"Jangan berbohong! apa kau masih memikirkannya?" tanya Brillo.
"Tidak!" jawab Gilmax dengan cepat.
"Bagaimana jika di kembali?" tanya Brillo yang berhasil perhatian Gilmax.
Gilmax mengalihkan perhatiannya dari yang awalnya memandang lurus ke depan kini beralhi menatap tuan mudanya yang masih bertahan dengan muka datarnya dan posisi yang masih menatap lurus ke depan.
"Jangan mengingatnya tuan! saya tidak tau apa tujuan anda mengatakan itu tapi saya tidak ingin membahasnya!" jawab Gilmax dengan senyum mirisnya.
Entah kenapa perasaanya mendadak bergemuruh mendengar pertnyaan yang yang tidak pernah terlintas di benaknya, bukan tidak mau atau tidak suka hanya saja sangat mustahil menurut Gilmax jika dia kembali lagi sekarang.
__ADS_1
"Tidak mengingatkan! hanya saya bertanya, lalu bagaimana jika semua ini saling berhubungan, kejadian waktu itu bahkan hilangnya kekasihmu semua memiliki hubungan dan semua itu adalah konspirasai yang di mainkan seseoarang" jelas Brillo.
Gilmax semakin dia buat bingung oleh pertanyaan Brillo, dia berpikir keras untuk mencerna semua penjelasan tuannya yang tiba tiba seperti itu.
"Jelaskan maksudmu tuan, pikiranku saat ini tidak bisa mencerna apa yang tuan katakan" pinta Gilamx.
"Alex! Alex Xiau yang melakukan semua ini!" ucap Brillo dengan muka datarnya.
Gilmax kembali menoleh melihat wajah tuannya yang tidak main main, bagaimana bisa tuannya berkata seperti itu? apa yang sudah terlewatkan olehnya.
"Apa ada yang terlewat tuan?"
"Ya! Alex yang berperan dalam kejadian tiga tahun yang lalu bakan hingga kini masih dia yang melakukannya"
"Tidak mungkin jika dia otaknya tuan"
"Entahlah Gilmax, sangat berat bagiku jika harus mencurigai dia" ucap Brillo dengan nada frustastasinya.
"Tuan Robert Hans!" sebut Robert.
"Apa kau berpikiran sama dengan ku Gilmax? apa kau berpikir jika dia yang melakukan ini semua?" tanya Brillo yang seolah enggan menyebutkan nama Robert Hans.
"Bisa jadi dia, tapi aku akan mengusut ini sampai tuntas tuan, tapi bagaimana jika senadainya benar jika dia otaknya?" tanya Gilmax yanh sukses membuat Brillo terdiam.
Brillo hanya bisa berharap semoga saja kecurigaan mereka tidak lah benar, semua hanya sebatas asumsi dan kecurigaan, beraharap jika Alex Xiau bekerja sama dengan orang lain dan bukan dengan ayah angkatnya, itulah harpan besar Brillo sekarang ini, tanpa tau jika semua kenyataan yang semakin akan mereka ketahui nantinya akan membawa dia lada kenyataan pahit.
"Ku percayakan semua padamu dan aku mau informasi yang tidak mengecewakan" ucap Brillo kemudian pergi meninggalkan Gilmax.
Kerenza berada dalam kamarnya, dia sama seperti Brillo yang di liputi banyak pikiran, memikirkan semua kemungkinan dan menghubungannya satu persatu, memikirkan kepada siapa saja Alex Xiau mengabdi selama ini dan keterkaitan Alex dalam setian kejadia selama ini, dan jujur saja jika tidak ada hal yang tidaj berhubungan dengan Robert, semua berhubungan dan bukti semakin mendekati Robert Hans.
"Love..." panggil Brillo dengan lembut, dia melingkarkan lengannya memeluk Kerenza dari belakang.
Mereka kini beridir di balkon kamar Kerenza meresapi angin malam yang berhembus menyentuh kulit, "apa yang kau pikirkan love?" tanya Brillo.
"Tidak ada" jawab Kerenza dengan singkat.
"Lalu kenapa kau berdiri disini? angin malam tidak bail untukmu" ucap Brillo, "lebih baik jika kita bekerja sama membuat baby" lanjut Brillo.
Tangannya kini sudab merayap berada di balil baju Kerenza, mengelus lembut perut rata Kerenza sehingga menimbulkan sensai geli yang di rasakan Kerenza.
"Jangan nakal Brillo" tegur Kerenza seraya berusaha menghentikan tangan Brillo.
__ADS_1
Tapi bukan Brillo namanya jila dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, tangannya berhenti kini berganti bibirnya yang bekerja mengecup pipi telinga dan tengkuk Kerenza membuat tubun wanita dalam pelukan Brillo itu meremang merasakan aliran daranya berdesir kembali mendapatkan sentuhan itu.
"Eugh, jangan Brillo!" ucap Kerenza tapi tubuhnya malah beraksi lain.
Senyum lucik terbit di sudut bibir Brillo menyaksikan bagaimana reaksi istrinya, dia tidak mau berhenti jika langkah awal sudah berjalan
Kembali lagi Brillo menggerakan tangannya dengan cepat dan menangkup dua gundukan istrinya, dia meremas dengan lembut dan memlintir di balil bra milik istrnya.
"Eugh.." lenguhan kembali terdengar dan iti membuat Brillo tidak bisa berhenti lagi, dengan sekali sentakan kini Kerenza sudah berahdapan dengan Brillo yang disambut ******* dari Brillo, Brillo semakin mengeratkan pelukan merka hingga tidak ada lagi jarak membuat Brillo semakin menggila dan kini istrinya di giring ke atas ranjang dan akhirnya fantasi liar Brillo pun terjadi.
Sementara di luar sana, Gilmax baru akan memaskui rumah, setelah tadi bertahan duduk di halam kediaman itu untuk menetralkan perasaanya yang tiba tiba bergemuruh hebat saat mendengar perkataan tuan mudanya tentang kekasihnya yang akan kembali.
Gilmax berjalan memasiuki kamarnya, langkahnya membawanya memasuki kamar miiknha utuk beristrahat, tapi baru saja sampai di ruang tengah langkahnya mendadak berhenti saat penciumannya menangkap aroma parfum yang sangat familiar, aroma yang sangat di rindukannya, aroma wanita yang masih bertahta indah di hatinya.
Gilmax mengedarkan pandanganya menyaou seluruh isi ruangan, mencari asal aroma yang menenangkam hatinya itu, tapi tidak ada seseorang disana tapi aromannya sangat tajam yanh artinya pemiliknya tidak jauh dari tempatnya.
"Siapa pemilik parfum ini? kenapa dia harus menggunakan aroma ini" rutuk Gilamx tidak suka dengan aroman itu, karena membuat dia mengingat kekasihnya.
Kakiya terus melangkah, mencari asal aroma hingga akhirnya kakinya berhenti di ruang tengah tepatnya di depan tv, seorang wanita yang sedang duduk manis menonon sesuatu yang entah apa itu Gilmax pun tidak tau.
Semakin mendekat dan mendekat, dari samping dia bisa melihat gadis itu tapi tidak jelas karena tapi terasa familiar baginya.
Sementara wanita yang duduk manis itua menoleh saat menyadari kehadiran seseorang mendekat padanya dan seketika pandangan mereka bertemu dan
Deg
Jantung Gilamx medadak berhenti mendapati siapa yang ada di hadapanya kini, dia wanita yang sangat dia rindukan, wanita yang selama ini dia cari dan wanita yang ingin dia jadikan bagian dari masa depannya.
Tidak jauh berbeda dengan Anna, dia sedikit syok dengan apa yang dia lihat, pria yang ada di hadapanya ini sangat mirip dengan masa lalunya, mirip dengan prianya, tapi ada yang berbeda dalam diri pria ini.
Anna menelisik penampilan Gilmax, hanya wajah saja yang mirip, itu pun tidak terlalu, tapi style pria itu sangat berbeda membuat Anna kembali kecewa, dia pikir tadinya itu adalah prianya tapi sepertinya salah.
"Maaf tuan butuh sesuatu?" tanya Anna sedikit memaksakan senyumnya untuk menutupi perasaanya saat ini.
Deg
Kembali lagi Gilmax terkejut mendengar pertanyaan Anna, apa wanita itu tidak menganlanya, apa perubahannya benar benar membuat wanitanya tidak mengenalinya, dan jika seperti itu maka Gilamx harus bersandiwara seperti yang di lakukan tuannya dulu.
.
TBC
__ADS_1
Maaf kalau kurang serk bab nya karena author curi curi waktu untuk up, sibuk soalnya🙏🙏