
"Bukankah suamiku sangat tampan?" tanya Kerenza dengan mata berbinarnya.
"Ck, bagaimana bisa kau menganiaya suamimu ini! baju haram ini kau katakan ganteng!"
"Tentu saja kau terlihat tampan dan sangat menarik Brillo sayang"
"Oh god mulutmu benar benar manis!" kesal Brillo.
"Tuna muda, apa kau akan menggunakan seragam itu?" tanya Hiebert.
"Aku aka-"
"Tentu saja suamiku akan menggunakannya hinggat riba di kantor, dia di larang membukanya sebelum tiba di ruangan!" tegas Kerenza menyela ucapan Brillo.
"Oh no!"
"Brillo sayang, kau ingat bukan apa yang aku katakan?"
"Yes Love dan aku sangat benci dengan pilihan itu!"
"Sudahlah boy untuk baby mu lakukanlah itu" lerai Cloe yang paham akan kemauan Kerenza walau terbilang aneh tapi tetap Cloe berpikir positif.
"Biklah jika itu memang demi my baby"
Sarapan selesai dan benae saja Kerenza tidak memperbolehkan Brillo melepaskan pakaian iti, bahkan kini Kerenza menyururuh Brillo untuk mengenakan Motor agar terlihat lebih keren dan sesuai dengan film yang di tonton karena tidak mungkin suaminya terbang seperti laba laba dan itu tidak akan pernah terjadi, jadi sebagai gantinya agar fantasinya tidak terputus Kerenza meminta Brillo mengemudikan motor dengan kecepatan tinggi.
"Ingat Brillo sayang, mata mataku ada dimana mana, jadi kau tidak bisa curang!" ucap Kerenza manja tapi penuh nada penegasan.
"Ya baiklah untuk kesenanganmu, aku akan lakukan" jawabnya pasrah.
Akhirnya Brillo mengendari motornya melaju meninggalkan istana Kerenza dengan helm yang menutupi sempurna kepalanya membuatnya tidak terlihat, begit pun dengan mata mata Keitaro yang melihat pengendara motor dengan pakaian sipiderman itu malah tertawa terpikal melihatnya.
"Apa anggota mereka ada yang tidak waras? sehingga menggunkan kostum itu?" tanya mata mata satu.
"Mungkin sedang syoting film hahaha" timpal yang lain.
"Ada ada saja, dunia film membuat orang orang menjadi gila"
"Sudahlah, lebih baik kita fokus pada tareget jangan sampai terlewat!" lerai pimpinan mereka.
Tak lama setelah kepergian Brillo, mobil sport yang biasa di kendari oleh Brillo keluar dari gerbang, mengikuti arah lajunya motor Brillo yang ternyata penumpangnya adalah dua orang pria tampan yang tak lain adalah Gilmax dan dan Hiebert sedangkan mobil di belakangnya menyusul yang ternyata adalah Mattew, Elsa yang menggantikan Catline dan Kaisar yang mengemudi"
Mobil mereka berjalan beriringan denga sanyai dan mata mata yang melihat mobil target keluar langsung melaporkannya pada Louis orang kepercayaan Keitaro.
"Target sudah bergerak, siapkan pasukan!" ucapnya lewat earphone.
Mungkin ada untungnya juga Brillo tidak menggunkana mobil dan keluar hanya menggunakan motor saja, kareba ternyata bahaya sedang mengintai dirinya bukan ksrena tidak akan bisa melawan tapi tidak ada yang tau bahaya seperti apa yang kini akan terjadi.
Mobil Gilmax yang menjadi target melaju dengan kecepatan sedang, karena waktu yang masih terlalu pagi untuk ke kantor, membuat dirinya berjalan begitu santai, tapi saat mobilnya tiba di jalanan yang sepi tiba tiba bom di lemparkan agak jauh dari mobilnya dan seketika meledak membuat Gilmax menginjak pedal rem dalam dalam membuat selipan ban dengan jalan raya dan meninggalkan bekas.
"Si*l...! siapa yang melemparkan granat sembarangan!" umpat Gilmax.
"Mereka ingin bermain Gilmax" kekeh Hiebert.
Tidak jauh berbeda dengan Gilmax mobil yang di tumpango oleh ketiga orang itua pun berhenti mendadak karena melihat granat yabg meledak di tengah jalan yang hampir saja menganca nyawa Gilmax.
"Ada yang ingin bermain main" gumam Kaisar yang di anggukan keduanya.
"Siapkan senjata kalian!" titah Kerenza dan langsung di anggukan oleh kedua orang itu.
__ADS_1
Mattew menghubungi Hiebert karena hanya pada pria itu Mattew berani sedangkan pada Gilmax harus berpikir ratusan kali untuk berbicara padanya.
"Hiebert, kami di belakang, aku akan mertas CCTV jalanan" ucapnya.
"Lakukan dan ingat jangan makan waktu!"
Gilmax kembali melajukan mobilnya setelah sekian lama berhenti dan kini karena merasa aman, Gilmax pun memutuskan untuk melaju tapi baru beberapa meter lagi lagi granat meledak dan itu membuat Gilmax kembali melakukan hal yang sama bahkan kembali mengumpat.
"Hei kau! hububginso bodoh itu kenapa lama sekali dia meretas CCTV nya" teriak Gilmax.
Baru saja Hiebert ingin menghubungi Mattew tapi pria itu lebih dulu menguhubungi dirinya, "kenapa kau lama sekali bo*oh!"
"Sudahlah kau diam! mereka ada di balik pohon dua orang, dan dibatas gubung lima orang tapi ingat senjata mereka bukan main"
"Baiklah dan terus pantu mereka"
"Mereka ada di balik pohon"
"Jadi apa yang ingin kau lakukan?"
"Tentu saja untuk bemain,"
Hiebert membuka sedikit kaca mobil dan menaruh mulut senapannya dan mengarah pada pohon menunggu musuh muncul dan jika sudah terlihat maka dia akan melesatkan tembakannya.
"Berjalan perlahan"
Gilmax mengikuti perkataan Hiebert dan tepat saat musuh keluar dari persembunyian Hiebert langsung melesatkan tembakannya dan
Dor dor
Sekalo tembakan yang di lepaskan Hiebert membuat satu musuh dan yang satunya lagi dari Elsa yang ternyata kekasihnya, mereka saling melindungi walau tidak ada komunikasi.
"Thank you baby" gumam Hiebert.
"Jangan iri, aku tau kau kesal karena kekasihmu tidak bisa bertarung seperti ini bukan!" ejek Hiebert.
"Brisikk..!"
Mereka kembali melaju, dan Mattew kembali mengatakan pada Hiebert perkara lima orang yang berada di atas gunung kini sudah berpindah tempat dan sekarang sudah berkumpul bersama segerombolan orang berkisar tiga puluh menunggu menghadang jalan sekitar lima meter dari belokan.
"Mereka sudah berpindah, hati hati mereka berkumpul lima meter setelah belokan berkisar tiga puluh orang" ucap Mattew.
"Wow mereka mau berpesra di tengah jalan" seru Hiebert.
"Jangan bergurau Hiebert, pastikan kau melindungi dirimu!" sentak Elsa yang merebut paksa earphone dari telinga Mattew.
"Baiklah Honey aku akan menjaga diriku"
Mobil sudah sampi belokan dan benar saja mereka melihat segerombolan orang dengan mobil yang bejejer membentuk barisan sebanyam lima buah, sehingga mengalangi jalan raya dan sudah pasti tidak bisa di lewati oleh mobil yang di kendarai Gilmax dan Kaisar.
"Seperti gerombolan sapi saja mereka disana!" decak Gilmax dan langsung menghentikan mobilnya tepat tiga meter dari hadapan segerombolan itu.
Tidak ada pistol apalagi pedang di tangan mereka semua bahkan ketiga penunpang yang berada di belakang juga turun dengan tangan kosong namun siapa sangka jika di balik badan mereka ada banyak senjata yang bisa mereka gunakan untuk melumpuhkan lawan.
"Dimana target kita!"
Gilmax mengerutkan keningnya mendengar jika mereka bukanlah targetnya lalu siapa yang mereka maksud.
"Hei bukan kah mata mata itu mengatakan kalau mobil target sudah bergerak lalu kenapa tidak ada!" teriak pimpinan mereka.
__ADS_1
Gilmax kini mengerti jika yang mereka incar adalah pemilik mobil sport ini yang tak lain adalah Brillo Jokson tapi sayang sekali sepertinya keberuntungan ada di pihak Tuannya sehingga dia tidak perlu menghadapi para sampah yang tidak mengenal mereka.
"Kalian mencari pemilik atau pengendara mobil ini?" tanya Gilmax dengan senyum mengejek.
"Tentu saja mencari pemiliknya"
"Maka aku lah pemiliknya" jawab Gilmax membuat yang lainya merasa sangat kesal karena informasi yang mereka dapatkan ternyata salah.
"Kami mengincar nyawa Brillo Jokson! dimana dia!"
"Berarti kalian pun salah orang karena dia bukan pemilik dari mobil ini" timpal Hiebert dengan kekehannya.
Sementara ketiganya masih memasang wajah dingin, merka siap untuk menyerang jika Gilmax memberi aba aba tapi seperti pria pria itu masih ingin bermain main dengan para lalat itu.
"Jangan bermain main dengan kami! cepat katakan dimana pengendara mobil ini!" bentaknya.
"Aku! aku pemilik dan pengendar sedangakn tuanku adalah penumpangku!" kekeh Gilamz membuat ketiganya ikut tertawa karena Gilmax bisa membuat lelucon.
"Ternyata kau bisa membuat lelucon juga Gilmax!" ucap Kaisar yang masih tertawa.
"Iya, aku pikir hidupnya tidak pernah ada lelucon tapi ternyata aku salah karena dirinya sendiri yang membuat leluconnya" timpal Hiebert.
"Ck, berhenti menertawakanku karena! aku tidak membuat lelucon, aku berkata sebenarnya jika tuan muda adalah penumpang setiaku sehati hari dan aku di bayar tiap bulan untuk itu!" ucap Gilmax membuat mereka semkain terbahak.
"Jadi kau masih meneriam bayaran Gilmax"
"Tentu saja aku butuh bayaran untuk menikahi Annaku nanti.
"Kau masih butuh menikah? bukankah kau sudah mencicipinya setiap hari? tidak perlu menikah yang penting tetap mendapatkan jatah" ucap Hiebert yang langsung mendapat tarikan kuping dari Elsa.
"Jadi kau tidak berniat menikahiku dan kau hanya ingin memuaskan dirimu saja ha!"
"Tidak! tidak honey bukan begitu, aku pasti akan menikahimu sesuai janjiku, aku hanya bercanda saja" ucap Hiebert dengan usara melepaskan diri dari kesakitan maut.
"Hahahaha kau kasihan sekali Hiebert memiliki kekasih yang bisa menyiksamu kapan saja hahaha" ucap Mattew.
"Benar sepertinya aku harus mengabadikan hal ini" ucap Kaisar dan mengambil ponselnya untuk merekam kejadian itu.
"Ayo teruskan Elsa, lebih kencang lagi jangan beri ampun pada pria hidung belang seperti itu" kompor Kaisar.
Mereka sibuk sendiri mengabaikan para preman yang menahan kekesalan karena tingkah kelimanya bahkan Gilmax pun seolah tidak tau jika ada musuh disana.
"Hei kalian diam!" teriak pimpinan preman.
Serempak mereka teridam mendegar teriakan dari musuh itu, mereka pun baru tersadar jiak saat ini ada musuh yang menantikan eksekusi dari mereka semua, menantikan kematian seperti apa yang akan di berikan untuk mereka.
"Astaga aku lupa jika ada yang sedang menunggu kita" Kaget Kaisar
"Kau benar, karena kekasihku yang memberi hukuman membuatku tidak sadar jika masih ada yang menantikan mautnya dari kita!" ucap Hiebert dengan tatapannya yang kini menajam, auranya berubah mendadak dingin dan datar, membuat siapa saja ingin menghindari tatapan itu tapi karena harga diri membuat mereka menutup mata dan tetap maju untuk memberi penyerangan.
"Jangan bayak bicara! cepat serang mereka"
Sepuluh orang pertama maju untuk menyerang tapi tidak sampai lima menit kesepuluhnya lumpuh dan tidak bernyawa lagi.
"Sia*an! berani sekali kalian menghabisi anak buahku!"
"Kalian semua serang....!" teriaknya.
.
__ADS_1
.
TBC