
" Ada apa nona?"
Mattew bertanya Kerena melihat raut muka Kerenza yang seperti sedang menahan amarahnya.
" Dia mau bermain main denganku Mat, bahkan dia tidak membiarkan aku terlambat sedetikpun"
" Berarti nona harus berangkat lebih cepat."
" Bukan hanya itu."
" Lalu."
Kerenza memyodorkan kertas itu di hadapan Mattew dan langsung di sambut oleh pria itu dan kemudian membacanya.
Tidak berbeda dengan Kerenza, dia juga terlihat marah, terbukti dati kertas yang sudah penyok itu kemblai di remas oleh Mattew.
" Sepertinya dia sudah mengetahui langkah ini nona."
" Ya, kau benar, dan kau cari tau siapa yang sudah mengirim bingkisan itu."
" Baik nona."
Jari Mattew bergerak dengan lincah mengotak atik komputer miliknya dan meretas semua CCTV yang mengarah pada gerbang perusahaan dan kegiatan satpam disana, serta siapa saja yang sudah keluar masuk dengan gerak gerik mencurigakan disana.
Sementara Kerenza kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya dia punggung kursi kebesarannya.
"Seorang wanita yang mengantarkannya kemari nona."
Mattew mengatakan setelah beberapa menit bergelud dengan komputernya.
" Berikan padaku."
Mattew menyodorkan komputernya untuk bisa di lihat oleh Kerenza dan benar saja ternyata iti adalah seorang wanita yang berpakaian rapi dan sexy dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya membawa bingkisan yang berisi surat itu.
Gerak gerik wanita itu terlihat sangat santai seolah dia bukanlah seorang penjahat atau semacamnya.
" Dia santai sekali datangnya."
" Benar nona, dia sudah memprediksi waktu kapan akan ke sana."
" Bagaimana perisiapannya?"
__ADS_1
" Mereka semua bergerak disana dan nona tenang saja mereka tidak akan mengundang kecurigaan karena pakaian mereka sudah di atus seperti orang biasa."
" Bagus, atur dan pantau terus jangan biarkan kita gagal kali ini." titah Kerenza.
" Baik nona."
Kerenza kembali bekerja memeriksa berkas, tapu itu tidak lama karena dia harus memimpin rapat lagi untuk membahas masalah penggelapan dana perusahaan yang disebabkan oleh manager keuangan tempo hari.
" Kita mulai rapatnya."
Kerenza langsung memberi titahnya saat dirinya sudah duduk di kursi kebesarannya sebagai pemimpin rapat siang pagi ini.
Dia harus menyelesaikna rapatnya secepat mungkin agar dia bisa menjalankan rencananya bertemu dengan gadis misterius itu.
Rapat di mulai dan beberapa oramg sudah melaporkan hasil dari kegaduah yang terjadi akhir akhir ini, dan hasilnya mereka harus memilik investor lagi yang mau menyuntikan dana untuk mereka.
" Bagaimana jika nona meminta bantuan Tuan muda Brillo saja."
Mattew memberi idenya sebagai usul untuk masalah yang sedang mereka hadapi saat ini tapi Kerenza sepertinya tidak akan mau menerimanya semudah itu.
" Tidak perlu meminta bantuannya, kita bisa mencari yang lain" jawab Kerenza.
" Tapi itu akan memakan waktu yang lama untuk kita noan, sedangakn jika dengan tuan Brillo pasti dia tidak akan mempersulit kita."
" Saya tidak lupa nona, dan saya juga tidak luap jika perusahaan nona di paris masih di tutupi siapa pemilik yang sesungguhnya."
Kerenza dim tidaa lagi menjawab karena apa yang dikatakan oleh Mattew benar adanya, perusahaan miliknya belum ada yang tau dan tidak boleh ada yang tau jika dia memiliki perusahaan disana sebelum dia menyingkirkan dan menyelesaikan masalah dendamnya.
Dan jika dia melakukan penggabungan tentu saja secara tidaj langsung dia mengungkap siapa dirinya dan itu akan membuat dia semakin banyak pesaing bisnis dan akan membuat dia makin banyak masalah nantinya
" Aku tau kau tidak akan mengambil keptusan gegabah nona." batin Mattew.
Mattew mengetikan sesuatu di ponselnya untuk di kirimkan pada Brillo.
" Target hampir mendekati umpan yang kita tuabr tuan muda, tungggu saja kabar gembiranya."
Itu lah isi pesan yang dikirimkan Mattew pasda Billo dan penerima di sebrang sana hanya tersenyum puas saat mendapatkan kabar itu.
Tidak sia sia jika dia mendekati Mttew dan memebrikan penawaran yang bagus untuk Mttew sehingga jalannya untuk semakinmedekati kekasihnya akan semakin terbuka.
Dan buka juga karena Mattew mau berhianat, tapi dia berani melakukan ini karena memang tetap untuk kebaikan nona mudanya yang sudah menyelamatkan kehidupan keluarganya.
__ADS_1
Mungkin jika Mattew di suruh berhianat untuk menghabisi Kerenza dan mengambil alih perusahaanya sudah pasti akan di tolak olehnya karena baginya balas budi yang di telah dia dapatkan dari Kerenza jauh lebih dari uang yang di sogokkan padanya.
" Jadi bagaimana nona? apa masih mau menggabungkan perusahaan nona yang ada di paris?" tanya Mattew menunggu jawaban.
" Tidak!" jawab Kerenza tegas.
Baru saja Mattew bernafas lega karena artinya rencananya akan berjalan tapu rupanya dia salah, karena kerenza kembalu berkata.
" Tapi saya tetap tidak bisa meminta bantuan Brillo."
Mattew mendadak murung mendengar perkataan Kerenza, jika seperti itu maka remcana mereka akan gagal dan artinya Brillo Jokson tidak bisa menjalankan rencananya untuk mengikat Kerenza."
" Kenapa?"
" Aku akan mencari jalan lain dan meminta bantuan Perusahaan lain untuk membantu."
" Kaj pikir itu mudah nona? tidak semudaj iti karena apa,? karena tidak akan mau memberikan dana pada perusahaan yang yang tidak bisa memantau pekerjanya untuk tidak berbuat curang." ucap Mattew.
" Aku akan tetap berusaha." jawab Kernza tegas.
Mattew tidak lagi membantah, karena dia yakin jik Brillo Jokson tidak akan membiarkan Kerenza lepas begitu saja, kerna jika itu terjadi maka jalannya untuk mengikat wanita itu akan semakin sulit.
Dan jalan satu satunya adalah menghasut semua investor agar tidak menanmkam modalnya disana sehingga nanti Kerenza tidak lagi memiliki pilihan lain selain datang pada Brillo Jokson.
Itulah yang saat ini ada di pikiran Mattew dan sudah pasti dia akan mengatakan usulnya ini pada Brillo Jokson, tanpa tau jika rencana itu juga sudah ada dan di susun oleh Brillo bahkan dia sudah bergerak dan menghubungi beberapa investor untuk mengabaikan Kerenza Alana.
" Baiklah, tapi nona harua menekankan sesuatu pada mereka yang sudah mendengarkan pembicaraan kita."
Mattew mencoba mengingatkan Kerenza tentang pembicaraan mereka agar karyawan yang ada disana menutup mulut dan tidak membeberkan fakta kepemilikan perusahaan Kerenza di paris.
"Ingat tidak ada satu pun dia antara kalian yang membocorkan semua percakapan ini! jika terdapat maka persiapkan dirimu untuk menyambut hari terburukmu."
Kerenza mengatakan dengan penuh penekann kepada karyawan yang ada disana agar tidak mengatakan apa pun yang mereka dengar hari ini.
" Baik nona muda." jawab Mereka serempak mengangguk.
" Rapat selesai"
Kerenza langsung melesat pergi meninggalkan ruang rapat untuk menuju ruangannya dan mempersiapkan dirinya untuk pergi menemui musuhnya siang ini."
TBC
__ADS_1
Bonus untuk hari ini up dua bab..
Readers jangan lupa kasih bonus juga ya untuk authorππ€πππ