
Brillo dengan penuh amarah kembali keluar dari kediaman Kerenza, tujuannya adalah markas untuk mengerahkan semua anggotanya menyerang Keitaro sekarang. Brillo tidak mau menggu lagi karena nyawa orang yang di cintainya ada dalam bahaya yang dia pikir adalah Keitaro pelakunnya.
Maydeline yang merasa akan ada bahaya langsung menghubungi Kaisar untuk mengatakana keadaan kacau saat ini sementara Anna yang memang tidak bisa dalam hal seperti itu hanya bisa menghubungi Gilmax yang dari kemarin kesusahan untuk di hubungi.
Cloe sendiri tidak berhenti menangis saat mendengat anak angkatnya yang di culik, bukan menangis karena Kerenza yang tidak bisa melawan tapi Cloe menangis karena Kerenza yang sedang mengandung.
.
Gilmax saat ini sedang berada di markas, perkiraan Keitaro yang berpikir jika Gilmax akan kesusahan mencari anak buahnya ternyata melesat karena kenyataanya Gilmax mampu menangkap dam melumpuhkan anak buahnya hanya dalam beberapa jam pencarian saja.
Gilmax duduk dengan tegasnya, wajahnya muram penuh dengan aura kegelapan karena merasa dj permaikan disini, sebelah tangan kirinya sudah ada pedanh sebelah tangan kanannya adalah pistol.
"Katakan siapa yang menyuruhmu? apa Keitaro?" tanya Gilmax dengan nada dinginnya.
Tidak ada yang menjawab di antara mereka bertiga, tatapan sinis mereka layangkan pada Gilmax seolah tidak merasa takut dengan apa yang di pegang Gilmax.
"Kalian tidak mau berkata? tapi sebernarnya aku tidak peduli kau berkata atau tidak karena kenyataanya aku sudah tau siapa tuanmu tapi aku hanya ingin bermain main saja" ucap Gilmax lagi kemudian berdiri dan mendekati para tawanannya.
Tanpa basa basi Gilmax mengayunkan pedangnya dan sretttttt, pedangnya menebas leher salah satu dari ketiganya. Mereka berdua yang tersisa sangat tekejut dan ketakutan melihat kepala temamnya yang jatuh bergelinding di lantai.
"Itu akibat jika berani menatapku dengam sini" ucap Gilmax dengan seram.
"Ampun.. tolong ampuni kami, kami hanya menjalankan perintah darinya.."pinta mereka.
"Tidak ada kata ampun bagi orang yang sudah memasuki kandang singa yang kelaparan" ucap Gilmax dengan seringai iblisnya.
Gilmax hendak melayangkan kembali pedangnya tapi binyi ponsel membuatnya maengurungkan niatnya. Dengan segera Gilmax meraih ponsalnya dan ternyata kekasihnya Anna yang menghubungin.
"Hallo honey.." jawab Gilmax dengan lembut.
"Gilmax... Ku mohon kembalilah, tuan muda sedang menghadapi musuh dan... dan nona muda sdi sandar" ucap Anna dengam nada yang penuh kekhawatira.
Gilmax sangat terkejut mendengar perkataan Anna, bagaimana bisa di lengah dan tidak memperkirakan hal ini. Harusnya sejak awal dirinya sudah bisa menebak akan apa rencana rencana musuhnya sehingga dia bisa memerintahkan orang lain untuk menghandle masalah yang ada disini.
__ADS_1
Rahangnya mengeras, tangannya meremas kuat ponselnya, tapi sebaik mungkin dia mengendalikannya agar tidak menakuti Anna, "dimana yang lain? kenapa tidak ada hmyang bisa menjaga tuan dan nona muda..?" tanya Gilmax dengan tenang tapi Anna bisa menebak jika saat ini kekasihnya sedang menahan dirinya.
"Mereka juga sedang pergi karena adaasalah di perusahaan tuan yang ada di Spanyol, katanya pimpinannya di sandra dan Hiebert yang kesana sedangkan Kisar dan Catline ke Paris karena masalah seseorang yang membawa kabur dan perusahaan nona muda" ungkap Anna.
Semakin tersulut emosi Gilmax, tanpa bicara lagi dia mematikan sambungan ponselnya dan mengarahkan pistolnya menembaki sisa musuhnya.
Dor Dor Dor Dor
"Akhhhhhhh...."
Giax menembak mereka seiring denga sura kesakitan keduanya berpadu dengan suara kemaran Gilmax, tidak sampai di situ Gilmax kembali mengayunkan pedangnya memototng motong tubuh keduanya dengan cara membabi buta walau sudah tidak beryawa tapi Gilmax tidak merasa puas.
"Ahkkkkk.... mati kalian....Enyahhh...!" teriak Gilmax begitu frustasinya tapi tangnya belum berhenti dengan kegiatannya.
"Tuan berhenti tuan, mereka sudah bernyawa.."
Salah satu anak buahnya yang memang sedikti dekatn dengnnya menghentikan aksi gila Gilmax baginya kali ini Gilmax benar benar menyeramkan selama dia mengenal pria yang menjadi tuannya itu.
"Hentikan tuan... lebih baik sekarang berangkat ke Los Angle untuk membantu tuan muda" ucapnya.
Seketika Gilmax tersadar, dia terlalu emosi sehingga pikirannya kacau dan melupakan jika saat ini tuannya pasti butuh dirinya, "siapakan jet, aku harus berangkat.!"
"Baik tuan."
Gilmax segera pergi meninggalkan markas sementara anak buahnya yang lain membersihkan potongan potongan daging yang berserakan di lantai tahanan akibat kegilaan Gilmax.
Dk sepanjang jalan Gilmax hanya bisa diam sesekali mengecek semua alat penyadapnya sebelum lepas landas nanti karena sudah tidak akan bisa menggunkana ponsel di dalam Jet.
Dengan cekatan Gilmax mengotak atik konputrnya dan ponsel miliknya hingga akhirnya wajahnya berubah pucat lalu berganti kemarahan saat mendapati salah satu alat penyadap yang ternyata berasal dari Rebeca si ja*ang Robert Hans.
"Si**an...! berani sekali dia bertindak, aku susah mendunganya dan harusnya aku membunuhnya saja kemarin...!" teriak Gilmax.
"Tuan, Jet sudahl tiba, anda sudah bisa berangkat" ucap salah satu anak buahnya.
__ADS_1
Tanpa bada basi lagi Gilmax melangkah dengan cepat menuju Bandara Jet saat ini, Gilmax ingin tiba dengan cepat agar bisa melindungi tuan mudannya dan melepaskan Kerenza dari sandraan Robert Hans, tapi sepertinya dia harus menyusun rencana agar Robert tidak manyadari pergerakan mereka.
Kurang lebih hampir tiga jam Gilmax mengudara dan kini dirinya sudah berada di bandara internasional Los Angel dan segera menghubungi Brillo Jokson tapi sepertinya tidak mendapat jawaban.
"Si*l..! kepana tuan muda tidak mengangkat panggilanku" umpat Gilmax.
"May kau dimana sekarang?" tanya Gilmax pada Maydeline.
"Tuan muda menuju markas tapi aku tidak yakin jika dia masih disana" jawab Maydeline.
Gilmax kembali menutup ponselnya dan segera melesat pergi menuju markas setelah jemputannya tiba, dengan kecepatan di atas rata rata Gilmax mengendarainya dan satu jam kemudian akhirnya sampatu tapi markas sudah terlihat sepi tidak ada tanda tanda ada orang di sana.
"Si*l tuan muda sudah bergerak.! umpatnya lagi.
"May, cari tau markas Keitaro!" titah Gilmax.
"Baiklah"
Tak sampai lima menit, Gilmax kembali memacu mobilnya menuju markas Keitaro, dia berharap tuan mudanya belum sampai disana agar Kerenza bisa di selamatkan dari Robert Hans, terur melaju dengan sesekali menghubungi Kaisar yang ternyata masih dalam perjalan menunu Los Angel.
"Cepat kembali Kaisar, susul ke markas Robert Hans!" titah Gilmax.
Setelah menghubungi Kaisar, Gilmax kembali menghubungi Hiebert agar pria itu kembali dan menyelamatkan Kerenza.
.
Sementara Brillo susah tiba di sana, masing masing mengambil posisi sesuai dengan arahan Brillo Jokson, Brillo Jokson sendiri memilih untuk menyerang secara langsung agar cepat menemukan istrinya tanpa tau jika dirinya salah tempat mencari Kerenaza.
.
.
TBC
__ADS_1