
"Love...Benarkah in" tanya Brillo dengam ekspresi seperti orang bodoh.
"Yes, kita akan memiliki bayi" jawab Kerenza dengan senyum yang mengembang.
"Yeahhh kita akan memiliki baby!" ucap Brillo dengan girang.
Dengan cepat dia berjalan dan memeluk Kerenza dengan mesra dan memutarkan badan Kerenza di udara.
"Terimakasih sayang" ucap Brillo dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Selamat tuan muda, nona muda sebentar lagi akan memiliki baby" ucap Gilmax ikut tersenyum bahagia.
"Terimakasih Gilmax" ucap Kerenza.
"Kau buat pesta kecil kecilan di rumah, tapi ingat jangan ada yang tau lebih dulu cerita ini, biar aku dan istriku yang akan mengumumkannya" ucap Brillo.
"Tentu saja tuan muda," jawab Brillo kemudian pamit undur diri.
"Love, aku sangat bahagia" ucap Brillo dan kemudian ******* bibir Kerenza dengan mesra.
Mereka berciunan dengan durasi yang lama, menyalurkan rasa cinta dan kebahagian yang mereka miliki saat ini, karena di anugrahi baby untuk di rawat oleh keduanya di masa depan.
"Aku juga sangat bahagia, mendapati kepercayaan ini" jawab Kerenza dengan tangan yang mengusap perutnya dengan lembut.
Brillo ikut melakukan apa yang dilakukan Kerenza, mengusap lembut operut Kerenza dan mencoba merasakan kehadiran makhluk yang bernyawa di dalam sana, "Love aku merasa ada perasaan yang aneh aku dalam hatiku menyentuh saat perutmu" ucap Brillo.
"Karena kita bisa mendapati kehadirannya dan dia juga merasakan elusan tangan orang tuanya" jawab Kerenza dengan senyum manisnya.
"Really love, dia bisa mengenali orang tuanya?" tanya Brillo.
"Yeah, dan dia pasti sedang bahagia dan tersenyum" karang Kerenza.
Membuat pria tampan itu kembali berbinar mendapati perkataan istrinya yang mengatakan jika baby mereka juga bahagia karena di usap oleh daddynya yang artinya baby bisa merasakan kehadiran mereka.
"Oh ya, aku baru teringat dengan tujuanku datang kemari" ucap Kerenza setelah terlalu lama merea larut dalam kebahagiaan
"Ada apa love?"
"Ada hal yang harus aku tanyakan untuk memastiakn kecurigaanku" ucap Kerenza.
Brillo menuntun istrinya menuju sofa yang ada di sana, menududan istrinya dan kemudian dirinya sendiri duduk di samping istrinya, siap untuk mendengarkan apa yang akan ditanyakan dan ingin di ketahui oleh istrinya.
"Apa yang ingin kau ketahui love?" tanya Brillo.
Kerenza menghela napasnya dengan berar, dia sebenarnya enggan menanyakan ini kerena iti sama artinya dia membuka lukan lama di hati suaminya, tapi mau bagaimana lagi jika hanya dengan cara ini dia bisa memperoleh petunjuk, dengan berat hati Kerenza harus melakukan ini.
"Aku ingin menanyakan beberapa hal, tapi jangan marah apalagi sedih, karena ini aku tanyakan untuk mendapat kepastian dari asumsiku" pinta Kerenza membuat Brillo semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Kerenza.
"Katakan saja love, jika itu bisa membuatmu puas" ucap Brillo meyakinkan.
"Kamu pasti sudah tau jika kau anak angkat daddy?"
"Ya,"
__ADS_1
"Apa kau tau asal usul keluargamu,? em misalnya mungkin mereka orang kaya dan kini mungkin keayaan mereka itu yang ada di tangan daddy Robert? atau semacamnya" ucap Kerenza dengan sedikit khawatir.
Brillo diam mendengar pertanyaan Kerenza, dia juga tidak begitu tau jelas masalah yang menimpa keluarganya, tapi satu yang pasti jika kedua orang tunya mati karena dibunuh dan informasih dari penyelidikan yang dia ketahui lima tahun yang lalu dan berdasarkan pengakuan Robert sendiri jika ibunya yang menitipkan dirinya untul di asuh olehnya tapi masalah kekayaan Brillo tidak terlalu tau karena Robert tidak pernah mengatakan padanya.
"Aku tidak mengerti, tapi aku hanya tau jika mommy dan daddy mati karena di bunuh oleh musuh dengan cara meracuni mereka" jawab Brillo.
"Daddy mengatakan siapa orangnya?"
"No, dia bilang orang itu ikut bunuh diri setelah membunuh kedua orang tuaku"
"Lalu bagaimana dengan harta? apa kah mereka memiliki kekayaan?"
"Itu adalah hal yang tidak aku mengerti love, tapi sejak dulu ayah selalu mengatakan padaku dan membutuhkan tanda tanganku dalam setiap hal" ucap Brillo mencoba mengingat ingat apa yang dulu sering di lakukan oleh Robert.
"Berarti perusahaan itu miliki kedua orang tuamu Brillo dan Robert tidak punya hak atas itu" ucap Kerenza.
"Mungkin tapi itu bukanlah masalah karena aku sudah memiliki segalanya kini" jawb Brillo acuh.
"Kau benar! tapi permasalahannya adalah dia otak dari semua insiden itu" ucap Kerenza membut Brillo melihat heran ke arahnya.
"Apa yang kau katakan love?" tanya Brillo.
"Ya, dia adalah dalangya" ucap Kerenza dengan tegas dan penuh keyakinan.
"Katakan padaku alasannya!"
Kerenza pun akhirnya mengatakan semua asumsinya, semua di certikan jika masalah imi saling terhubung, Alex yang tidak mungkin berhianat pada Robert, dan dia yakini jika selama ini Robertlah yang memegang permaian it,u kemudian Kerenza pun menceritaka asumsinya jika mungkin saja Robert sudah mengetahuo tentang Brillo yang sebenarnya adalah Erland Hans sehingga dia berencana untuk melenyapkan Brillo.
"Kajian analisamu terlalu tinggi love, bisa saja mereka melakukan rencana jahat itu padaku karena tidak mau jika aku bersamamu" sangkal Brillo mencoba mencuci otak istrinya agat tidak memikirkan hal itu.
Karena sesungguhnya, Brillo pun memikirkan hal yang sama, jika kejadian yang mereka alami itu memang benar dengan analisa Kerenza tapi dia juga tidak ingin mengambil kesimpulan dengan istan, dia ingin memprosesya terlebih dahulu dan mencari informasi terkait kebenaran dan keaslian kecurigaan mereka.
"Tapi aku yakin jika itu adalah kenyatannya!" keukeh Kerenza.
"Baiklah, aku akan menyuruh Gilmax menyelidiki hal ini dan jika itu memang benar maka aku sendiri yang akan menemuinya love" ucap Brillo.
Tangannya mengelus pipi Kerenza dengan lembut kemudian menciumnya dengan mesra, "jangan banyak berpikir, pikirkan saja baby kita dan masalah ini biar aku dan Gilmax yang menanganinya" ucap Brillo.
"Baiklah tapi segera temukan bukti agar lita bisa menangani ayah angkatmu itu"
"Baiklah love, kau sekarang istrahat lah" ucap Brillo.
Kerenza mengangguk dan berjalan menuju ruang istrhat yang ada dalam ruangan Brillo, "Aku baru tau memiliki privat room" ucap Kerenza
Brillp berjalan mengikuti langkah istrinya kemudian melingakarkan tanganya dan memeluk tubub Kerena dari belakang mengelus perut rata Kerenza di balik pakaian yang dikenakan.
"Aku sengaja menyipakan ini untuk aku beristrahat jika penat, dan juga untuk istri cantiku jika berkunjung kemari" ucap Brillo dengam bibir yang menyapu lembut bahu Kerenza yang terbuka.
Tubuh Kerenza tentu saja meremang mendapati perlakuan Brillo padanya, dia selalu saja mudah terbuai dengan setiap sentuhan Brillo, tapi dengan cepat Kerenza mengambil alih kesadarannya, dia tidak mau terlena begitu saja karena ada hal yang jauh lebih penting untuk diketahui olehnya.
"Jangan merayuku dengan tindakanmu ini Brillo, aku tdak akan terbuai!" tolak Kerenza dengan suara yang tegas tapi tubuhnya justru berbanding terbalik dengan perkatanya, justru tubuhnya ingin meminta yang lebih.
"Katakan saja Love tapi jangan hentikan aku dengan hobiku" jawab Brillo dan semakin gencar bahkan kini sudah menyapu tengkuk Kerenza.
__ADS_1
"Siapa saya yang sudah kau bawa dalam ruang ini?"
"Tidak terhitung" jawab Brillo asal
Kerenza yang mendengar jawaban dari suaminya langsung berbalik dan mendelik tajam menatap suaminya sementara Brillo memberengut kesal karena kegiatannya terganggu.
"jangan seperti ini love, jangan menghentikan aktifitasku" ucap Brillo yang ingin kembali memposisikan Kerenza pada posisi sebelumnya.
Dan Kerenza tidak berniat mengubah posisinga, dia terap menghadap Brillo bahkan kini sudah menyilangkan kedua tanganya didepan dada membuat Brillo frustasi karena fantasinya harus terhenti karena istrinya.
"Jangan membuayarkan fantasiku Love, cepat kembali pada posisimu yang semual" pinta Brillo dengam wajah memelas.
"Kau lakukan saja fantasimu dengan wanita yang kau bawa itu kemari!" ketus Kerenza membuat pria itu melongo.
Tapi tak lama kemudian, Brillo terbahak kerwna baru menyadari jika istrinya cemburu dengan jawaban yang dia berikan tadi, "Kau cemburu love?" tanya Brillo tapi belum bisa menghentikan tawanya.
"Jangan menertawakanku!" tekan Kerenza dengan wajah datarnya.
"Baiklah love maafkan aku, aku tidak akan tertawa lagi"
"Ck, kau menyebalkan sekali!"
Kerenza hendak keluar tapi tangannya di cekal oleh Brillo dan kemudia kembali perutnya di peluk oleh tangan kekar suaminya, "jangan marah love, aku tidak akan tertawa lagi, dan biar kau tau jika aku tidak pernah membawa gadis disini, tidak sekalipun kecuali dirimu love, karena kau adalah istriku. Percayalah padaku" ucap Brillo dan meletakan dagunya di pundak Kerenza.
"Kau tidak membohongiku?"
"Tentu saja tidak, karena itu tidak bermanfaat untuk dan malah akan merugikan diriku" jawab Brillo.
Tanpa tan aba ab Brillo mengangkat tubuh Kerenza dan menurunkannya perlahan di atas ranjang, lalu mengukungnya tubihnya dan lansung menyerang tanpa ampun pada Kerenza, sementara Kerenza sendiri selalu tidak bisa menolak pesona suaminya.
Sementara di Perusahaan Han Group skretsris yang tadinya berbicara dengan Gilmax kini sedang berberdiri dengan kepala yang tetunduk takut dengan pria tua yang ada di hadapannya.
"Kau berbicara pada siapa Jenn, kenapa kau bertukar nomor ponsel .
"Teman lamaku tuan, dia menghubungiku karena tidak memiliki nomor ponselku dan dia meminta nomorku jadi ku berikan padanya hanya untuk sekedar bertukar jabar saja tidak lebh dari itu tuan" jawab Jenn.
"Kau yakin!"
"Tentu saja yakin tuan mana mungkin aku berani berbohong padamu"
"Kau ingat, aku tidak suka beebohong, apa lagi kau menghinatiku dengsn kau memberikan tubuhmu pada pria lain, kau tau bukan jika tubuhmu ini hanya untukku" ucap Alex.
"Tentu saja tubuhnku ini untukmu, jika aku menolak memberikan untukmu maka aku sangat bodoh"
"Kemarilah.
Jenn berjalan dengan pingggul yang berlenggak lenggok manja di hadapan Alex sedangkam pria tua itu sudah nafsu melihat benda padat milikJenn dangat menantang imannya dan tanpa aba aba, pria tua yang kuat gairah itu menyeranh Jenn dengan Liar yang di layani baik pula oleh wanita yang lebih jelas jelas di katakan wanita pengggoda
.
.
TBC
__ADS_1