BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 75


__ADS_3

"Hei bisakah kalian menghargai majikan!" teriak Brillo yang merasa terganggu dengan pemandangan itu.


Semua pasangan yang sedang di mabuk asamara itu hanya menyengir mendapati tuan muda mereka menggeram kesal, tak terkecuali Hiebert yang tersenyum dengan licik karena berhasil membalas tuan mudanya.


"Jangan tersenyum seperti itu atau aku akan menghukummu lebih berat lagi!" ucap Brillo dan hal itu sukses membuat Hiebert bungkam.


Acara makan malam sudah selesai dan Kerenza langsung bergegas pergi setelah memberi perintah "segera ke ruanganku!" titah Kerenza.


Mereka bergegas tanpa di peritah dua kali memasuki ruangan Kerenza, ada Maydeline, Elsa, Mattew, dan Hiebert.


"Kenapa hanya kalian?" tanya Kerenza dengah kening mengerut dalam.


"Tidak mungkin Catline ikut karena itu akan membuat orang lain ikut mendegar percakapan kita" jawab Elsa.


"Katakan!" titah Brillo.


"May! kau yang jelaskan atau aku!" tanya Elsa datar.


"Ck, kau saja! jangan bertanya lagi padaku!" ketus Maydeline karena merada terganggu dirinya yang sedang di mabuk cinta.


Elsa tidak lagi berkomentar tapi langsung mengambil posisi untuk mengungkap semua yang mereka ketahui.


"Pertama, saya mau mengatakan jika dalam tubuh Catline ada penyadap yang merangkap sebagai peledak yang terhubung pada sua syarafya dan beradan tepat di sebeha hati nya berada dan jika peledak dia aktifkan bisa di pastikan hatinya akan terserang lebih dulu dan kemungkinan naasnya sama seperti yang di alamai buruna ruan mau waktu itu" ucap Elsa memaparkan apa saja yabg terjadi dan konsekuensi dari semuanya.


"Bagaimana bisa Catline mendapatkan itu,sementara dia tidak pernah keluar tanpa di ketahui oleh ku dan yang lainnya.


"Di suatu kesempatan, maka akan terjadi pertemuan, lalu jila ancaman dan tawan di lancarkan maka bukan tidak mungkin kerja ama terjadi" jawab Maydeline yang kali ini ikut bicara.

__ADS_1


Kerenza berpikir sejenak menangkap maksud dari kedua bawahan suaminya tapi perkataan suaminya memuat dia tersadar dari pikirannga karena apa yang di katakan suaminya sudah mewakili perasaanya.


"Jangan katakan jika keluarganha jadi ancaman hinga akhirnya memilih untuk melakukan hal ini, bekerja sama dengan mereka untuk menyingkirkan istriku!" tanya Brillo dengan tatapan mematikannya.


"Sayangnya itu benar sekali tuan" jawab Elsa datar.


Brillo mengepalkan kedua tangannya menahan amarah karena mengetahui jika nyawa istrinya yang menjadi taruhannya, sementara Kerenza ikut terbawa emosi kerena yang ada dalam benaknya saat ini adalah keadaan mommy Catline dan saudaranya yang lain yang sudah di anggap keluarga sendiri oleh Kerenza.


"Dimana mommy dan adik adiku berada?" tanya Kerenza dengan rahang yang sudah mengeras.


"Kaisar sudah kesana dan beberapa anak buahnya juga ikut, nona muda tidan perlu khawatir karena aku sudah menyadap mobil bhakan Kaisar dan semua anak buahnya aku beri penyadap agar bisa mengetahui keberadaan mereka dan bagaimana keadaan disana" tutur Elsa.


"Lalu siapa?!" tanya Kerenza dengan datar.


"Kita tuntaskan perihal Catline lebih dulu nona" ucap Elsa, "kami sudah mencari dokter terbaik yang akan menangani memutus keatifan peledak yang tehubung dengan syaraf Catline, baru setelah itu kita akan memeriakn dia alat penyadap padanya mereka semuan yang akan mereka lakukan termasuk percakapan dalam ponsel jika mereka melakukan semua komunikasi melalui via panggilan" ucap Elsa dengan lugas tanpa memberikan kesempatan bagi yang lain menyela.


"Katakan Elsa siapa pelakunya?!" desak Kerenza.


Elsa mengeluarkan semua bukti, baik itu percakapan antara Kaisar dan kekasihnya lewat tulisan, maupun percakapan Maydeline dan Alex tempo hari serta percakapan Catline bersama Alex terakhir yang berujung diketahui keberadaan keluargaanya.


Semua di beberkan tanpa ada yang kurang sedikit pun atau melebihkan, semua murni dari hasil penyelidikan yang mereka lakukan selama Kerenza tidak ada.


"Maaf nona, kami mencari bukti tanpa nona, itu semua kami lakukan untuk menangkap secepatnya siapa yang selama ini sudah memisahkan kalian" ucap Elsa menunduk karena nona mudanya yang tak kunjung memberi respon.


"Lalu kalian sudah memiliki rencana?" tanya Brillo yang sedang berusaha mengontrol emosinya agar tidak meledak karena sudah bisa menebak siapa pelaku untuk sementara.


"Kami sudah menyusun rencana tapi semua harus atas persetujuan nona dan tuan muda" jawab Elsa.

__ADS_1


Dari awal hingga akhir hanya Elsa yang menjadi juri bicaranya karena memang hanya dia dan Maydeline yang menyusun rencana ini bersama Kaisar dan Maydeline pun sudah menyerahkan sepenuhnya pada Elsa karean dirinya sibuk memadu kasih dengan Mattew semendara kedua pria itu memang tidak tau apa apa karena mereka tidak ikut dalam rencan ini.


"Jadi semua ini Alex yang menjadi dalangnya" gumam Kerenza dengan pelan tapi berisi amarah di sana, dari sorot matanya.


"Bisa jadi iya dan bisa jadi dia hanya orang suruhan" jawab Elsa


Kerenza kembali mengerutkan keningnya mencoba memikirkan apa yang baru saja di sampaikan Eksa padanya adakah orang lain yang membawahi Alex? jika ya, maka pertanyaanya siapa yang menjadi bos nya, mungkinkah Robert Hans? tapi itu tidak mungkin karena Robert adalah ayah dari Erland Hans yang kini menjadi Brillo Jokson, jadi sangat tidak mungkin jika itu adalah dalangnya.


Kerenza menepiskan pikirannya tidak mau memeprcayai asusimnya yang merangkai kejadian dan situasi, tapi entah kenapa dalam hati kecilnya tidak bisa berbohong kalau sebagian kecurigaanya mengarah pada ayah mertuanya.


Sementara Brillo pun hanyut dalam pikirannya juga, tidak bisa di pungkiri jika dia pun mencurigai Ayahnya, tepatnya ayah tirinya yang sudah mengasuhnya selama puluhan tahun, lalu apa mungkin dia tega melakukan itu? dan kalau pun iya, lalu apa alasanya? kenapa Ronert tidak melenyapkannya saja sejak dulu dan kenapa Robert Hans memberinya cinta seorang selama ini.


Tidak, tidak bisa di terima akal, kedua pasangan itu tidak bisa menerima kenyataan jika kecurigaan mereka benar dan Robert Hans adalah pelakunya.


"Aku ingin kau cari tau semua ini!" tegas Brillo pada Elsa, "dan kau! suruh Gilmax kemari!" titah Brillo pada Hiebert.


Hiebert yang melihat tuan mudanya sedang dalam keadaa tidak baik, tanpa di perintah dua kali langsung melesat pergi meninggalkan ruangan Kerenza menuju kamar Gilmax tang entah kenapa pria itu tidak mau keluar dan lebih menilih mengurung diri di kamar semenjak kedatangannya siang tadi.


Tak lama setelah itu, Gilamx orang yang di maksud datang dan langsung berdiri di hadapan Brillo dengan wajah datarnya.


"Ada yang bisa saya lakukan untukmu tuan?" tanya Gilmax dengan datar.


"Kita akan melakukan penyelidikan"


Brillo berdiri dari tempatnya "Love aku harus pergi sebentar" ucap Brillo kemudian mencium kening dan bibir Kerenza barulah dia pergi dan Gilmax mengukutinya dari belakang.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2