
Kerenza dan rombongan sudah tiba di kediamannya, tapi baru saja kakinya menginjak tanah dia di sambut oleh Elsa dan Maydeline dengan ekspresi wajah khawatir dan juga ingin menyampaikan informasi penting.
"Nona muda sudah tiba"
"Ada apa!"
"Nona muda Alana, aku ada informasi penting padamu" ucap Elsa.
"Sampaikan nanti saja, aku masih ada urusan dengan Caroline"
"Itulah informasinya nona, dia melarikan diri" ucap Elsa.
Perkataan Elsa berhasil menghentikan langlah Kerenza, dengan tangan yang terkepal kuat dia berbalik "bagaimana bisa wanita tua itu pergi di saat aku mengincarnya!"
"Dia tau jika nona susah mencurigai dan mengincar nyawanya" jawab Maydeline.
"Apa maksudmu"
"Ini nona muda" jawab Elsa.
Maydeline memberikan sesuatu di tangan Kerenza, itu adalah racun yang dulu di hampir di makan oleh Kerenza yang di campur dalam sandwich, racun pembunuh syaraf, dan bukan hanya itu, ternyata dalam kamarnya asa banyak foto disana dan itu adalag foto keluarga Kerenza.
Foto Ayah Ibu dan Kerenza sendiri, dan masing masing di belakang foto sudah di catatkan kematiannya, siapa yang membunuh dan dengan cara apa mereka terbunuh.
Satu persatu foto itu di lihat dan di baca oleh Kerenza, Breyen wate meninggal karena sabotase kecelakan oleh Mr.R, Darren Jokson dan Sharen Jokson juga tiada di tangan irang yang sama tapi kematian karena keracunan, sementara ibunya tidak karena sabotase bunuh diri, yang sebenarya adalah Caroline yang melakukannya dan menyulap semuanya seolah itu adalah bunuh diri.
Kernza meremas foto itu dengan kuat, dia benar benar marah karena ternyata kecelakan dan kematian yamg terjadi adalah di sengaja mulai beberapa tahun silam, yang artinya musuh mereka hanya satu yaitu orang yang memiliki masa lalu dengan keluarganya dan juba Brillo.
"Kurang ajar...! berani seki Caroline bermain main denganku!" teriak Kerenza.
"Cari dia sampai ketemu dan seret di hadapanku! aku akan memberkan dia semua hang sudah dilakukan olehya pada keluargaku, dan kau Elsa, periksa kembali ke kamarnya dan cari petunjuk tentang Mr.R yang dia maksud.
"Baik nona muda" jawab Mereka dan tanpa menunggu lagi mereka langsung melakukan tugas masing masing.
"Catline....! Catline...! dimana kau"!" teriak Kerenza yang hingga kini tidak menemukan keberadaan wanita yang satu itu.
Jujur saja Kerenza susah menaruh curiga padanya, tapi dia belum menemukan bukti terhadap penghianatan Catline sehingga dia tidak bisa bertindak melakukan sesuatu.
__ADS_1
"Ada apa Keren? kenapa kau berteriak memanggil namaku?" tanya Catline dengan kedua tangannya yang menenteng kantongan yang berisi bahan makanan mereka.
Kerenza menautkan kedua alisnya melihat Catline membawa kresekan yang berisi bahan dapur mereka "dari mana kau?" tanya Kerenza dengan tatapan tajamnya.
Catline sendiri hanya tersenyum mendapati pertanyaan Kerenza "aku habis dari supermarket, karena Caroline ijin keluar dari rumah tadi" jawabnya dengan santai.
"Ijin keluar? kau yakin dia ijin keluar?"
"Iya yakin, berdasarkan perkataanya"
"Dia berani menipuku rupanya" gumam Kerenza.
"Apa maksudnya Kerenza?" tanya Catline dengan kening yang mengerut.
"Caroline melarikan diri, karena dia tau kalau aku mengincar nyawanya!"
"Bagaiaman bisa begitu? apa kau tidak salah bicara? lalu kesalahan apa yang dilakukan?" tanya Catline.
Kerenza memberi tatapan tajam pada Catlien dengan pertanyaan itu, dia benar benar muak melihat drama kehidupan pada anggotanya, jika saja bisa maka dia akan menyelidiki semua anggotanya untuk mengetahui siapa penghianat yang sebenarnya.
"Ada banyak penghianat dirumahku, dan aku pastikan akan menangkap mereka dan dengan tanganku ini yang akan melenyapkan para penghianat itu apapun yang menjadi alasan mereka" ucap Kerenza dengan api kemarahan yang sangat terlihat di matanya.
Catline tidak menjawab, dia berjalan dan berlalu meninggalkan Kerenza menuju dapur, sedangkan Kerenza terus mengawasi gerak gerik Catline dengan tatapan tajamnya.
***
Sementara di tempat lain, Brillo dan anak buahnya yang ikut terjun bebas bersamanya baru saja sadar dari situasi yang tidak sadarkan diri setelah mereka terlempar di tengah hutan setelah tubuh mereka terbentur dengan kayu besar yang ada di tengah hutan.
"Tuan muda, apa yang harus kita lakukan" tanya pengawalnya.
Brillo diam saja, dia sibuk meneliti hutan yang mereka ada saat ini, rupanya mereka hanya berdua saja sedangkan Gilamx, Mattew dan yang lainnya tidak ada.
"Kemana Gilmax?"
"Maaf tuan, hanya kita berdua yang ada disini sedangkan tuan Gilamx dan yang lain tidak tau apakan selamat atau tidak" jawab pengawalnya.
"Mereka pasti selamat, sekarang kita pikirkan bagaimana cara agar bisa keluar dari sini" ucap Brillo.
__ADS_1
"Baik tuan muda, tapi disini tidak ada signal tuan, jadi sulit sekali bagi kita untuk meminta pertolongan.
"Si*l!" umpat Brillo.
"Cari jalan keluar dari sini! kita harus segera kembali, istriku sedang menunggi diriku" ucap Brillo.
"Tuan, ini sudah gelap, sepertinya kita tidak bisa kembali sekarang. Sebaikanya kita harus bermalam disini dulu tuan, besok baru kita akan mencari jalan keluar dari hutan ini."
"Bailklah, kita cari makan dulu" ucap Brillo.
Mereka menyusuri hutan untuk menjadi buah atau semacamnya untuk mengganjal lerut keduanya, agar bisa memiliki tenaga untuk mencari jalam keluar besok pagi.
Sedangkan Gilmax dan Matrew terjatuh di tempat yang sama, bersama dengan tiga orang pengawal yang ikut meyelamtakan diri bersama mereka.
"Kemana tuan muda? kenapa kita bisa berpisah dengan mereka!" umpat Gilmax.
Sejak mereka mendarat Gilmax tidak ada hentinya menggerutu dan mengumpat marah karena tidak menemukan keberadaan tuannya, dan dia juga marah kenala harus mereka berpisah sehinga menyulitkan dirinya menemukan tuannya.
"Hei kalian! cepat cari tuan muda, atau kalian akan aku habisi!" teriak Gilmax.
"Kita sudah mencari tuan muda tuan Gilmax tapi belum menemukan keberadaanya" jawab salah satu pengawal mereka.
"Jadi maksudmu apa berkata seperti itu ha! kau ingin kita berdiam diri dan tidak berusaha mencari keberadaan tuan muda!" bentak Gilmax meraih kerah seragam pengawal itu.
"Maafkan saya tuan muda"
"Sudahlah Gilmax, lebih baik kita teruskan perjalanan kita untuk mencari keberadaan tuan muda, karena aku yakin jika mona muda sudah mendengar berita ini dan pastinya nona muda sangat kahwatir" ucap Mattew.
"Si**annnnn....! kenapa aku tidak memikirkan hal ini, aku yakin nona muda pasti sudah bertindak, aku takut terjadi sesuatu dengannya karena pasti ada bahaya yang sudah menunggu nona muda!" ucap Gilmax mengusal wajahnya dengan kasar.
"Sudah, kita berdoa saja semoga Hiebert dan Kaisar bisa menjaga nona Kerenza dan ayo kita lanjutkan pencarian kita" ucap Mattew.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalan mereka menyusui pesisir pantai menuju hutan untuk mencari keberadaan Brillo walau gelap sudah memperlihatkan wujutnya.
.
TBC
__ADS_1