BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 99


__ADS_3

Brillo berjalan dengan langkah tegasnya melewati lorong perusahaan untuk sampai di ruang meeting, dan semua karyawan yang ada di sana bertanya tanya perilah kenapa mereka dinkumpulkan dan lagi tidak Kerenxa selaku pimpina utama, hanya ada Kaisar dan Brillo Jokson Pimpinan perusahaan ** Corp.


Dengan segera mereka berdiri saat mendengar pintj terbuka dan mereja melihat ternyata yang memasukinya adalaha Brillo Jokson, hal itu benar benar membuat mereka terus bertanya gerangan apa yang akan terjadi perusahaan


Dengan Angkuh Brilllo Jokson duduk di kursi pemimpin rapat, "langsng saja saya katakan pada kalian, mulai sekarang BW Group akan d satukan dengaj perusahaanku dan itu artinya piminan kalian berikutnya adalah diriku! jadi ingat saya tidak suka ada yang bermain dengan pekerjaan dan jika itu aku temukan bersiap saja untuk mengemasu barangmu!" ucao Brillo dengan tegad


Semua jajaran petinggi perusahaan tercengang, ada bsebagian orang biasa saja, ada juga yang merasa takut dan ada pula yang tidak suka dengan berita itu dan itu bukanlah masalah bagi Brillo selama dia tidak menemukan penghianatan maka dia masa bodoh.


"Ada yang beratan!" tanya Brillo dengan suara tegasnya.


"Satu orang yang rupanya memilki nyali untuk betanya pada Brillo, "tuan boleh saya betanya?"


"Katakan!"


"Kenala perusahaan mendiang tuan Wate di gabungkan? apakah akan terncam bangkurt atau bagaima tuan, sehingga menyebabkan adanya perpindahan tangan kepemilikan lagi?" tanyanya dengan sedikit ragu rgu.


Brillo menatap dirinya sejenak dengan mara elangnya dan hal itu membuat bawahannya yanh bertanya menjadi ketakutan, bukan tanpa alasa tapi karena memang dia sudah banyak mendengar sepak terjang Brill Jokson dan ini adalah perdana dalam hidupnya bisa bertemu langsung dengan pengusaha terkenal itu dan jujur saja dia senang dan takut bercampur saat ini.


Bawahan itu masih ketakutan dan keringat dingin mulai membanjiri keningnya, dia benar benar merutuki kebodohannya karena sudah lancang memberi pertanyaan pada si tuan musa itu, sedangkan Kaisar yang melihat hal itu hanya menyembunyikam senyumnya bergantian menatapa Brillo dan bawahan itu.


"Pertanyaan yang bagus!" ucap Brillo.


Semua tercengang karena ternyata jawaban Brillo jauh darj ekspetasi mereka, mereka berpikir jika Brilo Jokson akan marah dan memecat karyawan itu atau akan memberi pelajaranh seperti yang selama ini mereja dengar.


"Aku suka jika ada yang bertanya dan pertanyaamu bagus, aku akan menjawabnya"


Helaan nafas terdengar dari bawahannya itu, tadinya dia berpikir akan berakhir dengan kehilangan pekerjaanya tapi rupanya tuan muda itu masih berbaik hati kepadanya dan malaj memuji pertanyaan itu.


"Perusahaan mendiang ayah mertuaku tidak terancam bangkrut sama sekali hanya saja istriku tidak bisa lagi memimpin perusahaan karena dia hanya akan fokus mengurus keluarga kai"


"Istri"


Serentak mereka membeo kata istri setelah mendegar pengakuan Brillo Jokson, mereka tidak percaya jika penerus BW Group sudah menikah walau dulu mereka tau jika Kerenza memang sudah menikah tapi bukankah suaminya tiada karena sekelompon mafia yang menghabisi dirinya di tengah pesta yang berlangsung.


"Apa benar anda suami dari nona muda tuan?"


"Kau benar dan saat ini istriku sedang mengandung, itulah kenapa aku yang!" harus mengambil alih tanggung jawab.


"Ada pertanyaan lagi!" tanya Brillo dengan suara tegasnya.


Serempak mereka menggeleng pertanda tidak ada lagi pertanyaan yang mereka lontarkan, melihat hal itu Billo berdiri dari kursinya tapi sebelum itu dia mengingatkan agar bawahannya berkeja dengan baik dan jujur.


"Bekerjalah dengan baik dan ingat! gunakam kejujuran karena aku tidak sukan penghiatan!" tegasnya kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang meeting.


"Kaisar, aku akan pergi dan kau terurlah bekerja" ucapnya.


"Baik tuan apa anda akan kembali?"

__ADS_1


"Ya, aku harus menemui istri cantikku"


Kaisar hanya mengangguk mendengar jawaban Brillo, dia sudah tidak heran atau terkejut lagu karena begitula Brillo Jokson yang akan pergi sesuka hatinya untuk bertemu dengan istrinya.


Semetara baru sepuluh menit orang orang keluar dari ruangan rapat dan informasi ini ternyata sudah sampai di telinga Robert Hans, kenyatan yang baru saja dia dengar benar benar membuat dirinya marah, dan lagi lagi barang barang yang ada di dalam ruanganya menjadi objek pelampiasan kekesalan dihatinya.


"Si**an...! bagaimana bisa aku tidak mendengar hal ini! apa mereka membicarakan ini diam diam" teriak Robert Hans.


"Sepertinya ada yang janggal tuan, kenapa kita tidak pernah lagi mendengar setiap percakapan mereka padahal penyadadap itu masih aktif" jawab Alex, penyadap yang di maksud adalah penyadap yang teetanam di dalam tubuh Catline.


"Apa mereka tau jika Catline penghianat? tapj jika ya sudah pasti Catline tidak akan selamat seperti yang lainnya yang menghianati dirinya" gumam Robert.


Mereka diam, memikirkan segala kemungkinan yang terjadi sehingga menyebabkan mereka tidak tau perkara hal ini, dian ingin bertanya tapi takut akan membuat mereka curiga padanya dan dia harus mewanti wanti hal itu dan sepertinya dia harus menggunakan Max untuk mencari tau akan hal ini.


"Sudahla, aku pun tidak masalah dengan itu karena justru hal ini akan mempermudah diriku mendapatkan kedua perusahaan itu tapi tetap aku akan melenyapkan mereka berdua" ucap Robert.


"Anda benar tuan, jadinya anda tidak perlu melakukan rekaya untuk medapatkan keduanya"


"Tapi aku harus memastikan terlebih dahulu" ucap Robert dan langsung menghubungi putanya.


"Hallo boy"


"Ada dad, apa kau sakit? kau istrhat saja daddy tidak perlu menanyakan apa pun karena aku akan mengurus semuanya" ucap Max.


"Bukan itu, daddy hanya ingin meminta kau untuk menemui kakak iparmu di perusahaanya"


"Tanyakan saja keadaanya dan daddy mau kau langsung bicara padanya karena daddy khawatir padanya"


"Oh baiklah dad, aku akan segera kesana"


"Bagus, ingat kerjakan pekerjaanmu dengah baik" ucapnya lalu memutuskan panggilannya.


"Bagaimana dengan Keitaro?"


Kali ini Robert bertanya sampai dimana pergerakan Keitaro agar dirinya bisa menyiapkan rencanca yang mantap, dia harus benar benar teliti dalam hal ini agar dia tidak teledor dan melewatkan kesempatan yang ada, sehingga dia memutuskan untuk turun tangan langsung mencari informasi serta menyiapkan rencana penyerangan.


"Mereka sudah bergerak ke Spanyol dan Prancis tuan, menurutku mereka akan mudah memasuki Spanyol karena itu adalah kawasan mereka juga tapi perihal Prancis mereja mungkin akan menggunakana strategi penyerangan" jawab Alex.


"Bagus! aku suka pekerjaan yang cepat dan mereka sudah sangat cepat bekerja untukku hahaha!"


"Baik tuan"


Kerenza sibuk dengan dunianya di dapur miliknya, sepertinya kehamilannya membuat dirinya menjadi wanita normal seperti umumnya, bagaimana tidak jika saat ini dia akan sering memasak, dan juga kegiatan barunya adalah berkebun, jangan ditanya dari mana tau dan bagaimana bisa karena semua itu hasil tontonannya di youtube lalu mempraktekannya di dunia nyata.


Mungkin bagi orang luar yang melihatnya asakah hal normal tapi tidak dengan anggota keluarganya yang merada sangat pusing dan juga sengsara, bagaimana tidak karena semua masakan yang di masak olehnya selalu berakhir dengan orang akan sakit perut karena garamlah, cabelah dan masih banyak lagi.


Sementara untuk berkebun kesengsaraan itu di khususkan untuknpara pengawal, karena mereka yang akan mencangkul dan membersihkan tanah dan hal itu benar benar membuat mereka sangat tersiksa, seandainya bisa memilih maka mereka akan memilih untuk bertempur sana dengan senjata api mereka ketimbang dengan cangkul atau parang untuk melawan rumput dan tanah liat.

__ADS_1


"Hei ayo cepat kenapa kalian lam sekali sih!" decak Kerenza.


"Nona muda, mereka lelah karena tidak terbiasa" Anna yang ada di sampingnya mewakili perasaan para pengawal itu untuk menjawab perkataan Kerenza.


Dan seketika mereka semua merasa senang karena ternyata ada yang tau perasan mereka, "anda benar nona kami sangat lelah dan lebih baik jika kami berperang dari pada mencangkul seperti ini" jawab salah satu pengawalnya.


"Jadi kalian lelah!" tanya Kerenza dengan tatapan sedihnya.


Mereka yang melihat hal itu menjadi sedikit panik, bisa gawat jika nona muda mereka bersedih dan itu akan membuat tuan muda sang yang mulia raja akan mengamuk karena itu dan jangan sampai hal itu terjadi karena jika terjadi maka tamatlah riwayat mereka.


"Nona, jangan bersedih kami tidak lelah dan kami akan melakukan pekerjaan ini hingga selesai" ucap salah satu dari mereka yang tidaj ingin mengambil resiko.


"Benarkah?"


"Benar nona muda"


"Kalau begitu lanjutkan lagi dan kau Anna buatakn minuman untuk mereka semua" uca Kerenza yang membuat semuanya kembali bersemangat.


Brillo Jokson sudah kembali di perusahaanya yang kini menjadi perusahaan pusat karena sudah di pindahkan dari Spanyol ke Los Angel dan sesekali dia akan memantau, tepatnya anak buahnya yang memantau perkembangan perusahaanya disana, bahkan di perusahaan milik Kerenza yang berada di Prancis pun tak luput dari pengawasannya.


"Gilmax bagaimana dengan perusahaan kita?"


"Di Spanyol masih normal tuan dan di Prancis juga berjalan dengan normal sepertinya orang orang nona muda adalah orang orang setia yang tau balas budi dengan apa yang sudah di lakukan nona muda untuk mereka dulu"


"Bagaiman dengan Inggris? sejauh apa perkembangnya?"


"Gedung kita sudah lima puluh persen selesai tuan dan kemungkinan lima puluh persennya lagi akan selesai dalam kurun waktu satu bulan kedepa"


"Bagus!" terus pantau dan jangan sampai ada orang yang tau masalah pembukaan cabang ini sebelum semuaya jelas!" pinta Brillo.


"Baik tuan muda" jawab Gilmax.


Mereka berbicara dengan serius didalam ruangan Brillo tampa tau jika pintu ruanganya tidak terkunci rapat membuat kedap suaranya tidak berfungsi dan seseorang yang berada di luar mendengar semua obrolan mereka berdua dan ini akan segera dia laporkan pada tuannya.


"Tuan, ternyata mereka membuka cabang du Inggris" ketiknya dan setelah itu kembali pergi memutar haluannya.


Aneh memang, penguntit datang tidak menyadari jika CCTV sedang memantau dirinya membuat Brillo yang tidak sengaja melihat ke arah komputer miliknya menyunggingkan senyum liciknya.


Dengan gerakan mata Brillo memberi kode pada Gilmax dan mengetahui arti dari kode itu dengan cepat mengalihkan tatapanya dan ikut tersenyum licik seperti tuannya.


"Kau tau apa yang harus lakukan Gilmax?"


"Tentu saja tuan, dan sepertinya kita akan bermain lagi!" jawabnya dan menghubungi seseorang.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2