
Hari yang dinanti tiba, tepatnya bagi seseorang yang sudah merencanakan rencananya. Sungguh dia sudah tidak sabar menanti apa yang akan dilakukan oleh Alana saat tau incarannya ada dipesta itu juga.
Sementara Kerenza, sedang bersiap siap untuk memenuhi undangan dari rekan bisnisnya.
kring kring kring
" Ada apa." tanya Kerenza Ketus saat tau kalau yang menelponnya adalah Brillo Jokson.
" Hallo my love, kenapa kau ketus sekali." sapa Brillo saat panggilan Sudah Kerenza jawab.
" Ck, memang aku sudah seperti ini padamu kan? kau saja yang tidak tau malu."
Brillo terkekeh mendengar pernyataan Kerenza, memang benar kalau Kerenza tidak pernah bicara lembut padanya, mungkin karena dia belum tau siapa Brillo sebenarnya. Jika saja dia tau, sangat dijamin pasti Kerenza tidak akan pernah bersikap ketus seperti ini.
" Mulutmu semakin tajam Love" kata Brillo yang masih saja terkekeh.
" Sudahlah aku tidak ada waktu bicara denganmu. Katakan apa maumu?"
" Aku ingin makan malam denganmu love."
" Aku tidak bisa."
"Apa kau punya rencana love."
" Aku akan menghadiri undangan pernikahan rekan bisnis daddy ku yang sekarang jadi rekan bisnisku."
" Sudah aku duga love kalau kau akan pergi."
" Kalau kau sudah tau kenapa mengajak bertemu lagi. Atau kau tidak diundang juga?"
" Tidak. Aku tidak mendapatkan undangan itu, tapi kau tenang aku pasti akan datang ke acara itu tapi sebagai pasanganmu." ucap Brillo terkekeh.
" Memangnya kapan aku mengatakan kau akan menjadi pasanganku malam ini?"
" Sejak sekarang kau mengatakannya" jawab Brillo terkekeh.
" Dasar tidak waras." unpat Kerenza dan kemudian mematikan ponselnya.
Sedangkan di tempat lain seseorang sedang sibuk mempersiapkan kejutan malam ini, untuk menipu Kerenza.
" Kau berdandanlah yang baik seolah kau adalah waniga berkelas dan bukanlah seorang pencopet." ucap seorang pria pada wanita yang berprofesi sebagai pencopet jalanan.
" Baik tuan yang terpenting adalah bayaran saya." jawab wanita itu.
"Kau tidak perlu hawatir dengan itu, yang penting jalankan tugasmu jika kau bisa maka kau akan mendapat keuntungan dari nya."
" Baik tuan. Tapi apa ada pakaian yang bisa aku gunakan untuk bisa mereka ketahui tanpa dipancing lagi?"
" Kau gunakan ini." kata Asisten yang ikut dengan bos besar mereka itu.
" Baik terimakasih tuan, saya pastikan malam ini tidak akan tertangkap."
" Bagus. AKu sudah tidak sabar melihatnya. Ah jadi ingin cepat malam saja rasanya." keluhnya.
Malamnya, Kerenza dan beberpaa orangnya yang tak lain adalah Kaisar, Hiebert, Catline, Mattew dan Miko sudah sampai di hotel tempat pesta akan diadakan.
Baru saja Kerenza keluar dari mobil, Brillo sudah mengulurkan tangannya menyambut kekasih hatinya. " Ck, kau masih tetap datang." decak Kerenza saat melihta siapa yang menyambutnya.
" Tentu my love, aku datang untuk menjadi pasanganmu, dan tentunya untuk melindungimu. Entah kenapa aku merasa akan ada kejutan malam ini."
" Apa maksudmu! apa kau tidak tau kalau ini pesta ulang tahun pernikahan dan bukan pesta kejutan." ketus Kerenza.
" Iya ini memang pesta ulang tahun pernikahan, tapi entah kenapa aku ingin sekali menemanimu." jawab Brillo dengan senyum mengembang.
" Itu memang keinginanmu!"
Brillo hanha terkekeh melihat Kerenza yang lagi lagi marah dan ketus padanya, entah kenapa rasanya sungguh menghibur hatinya.
" Tuan Jokson apa kau juga di undang?" tanya Catline.
__ADS_1
" Tidak. Aku tidak di undang tapi aku mau menemani wanitaku."
" Tapi kami sudah ada tuan."
" Kenapa kau bertanya seperti itu nona? apa kau tidak suka jika aku menamani kekasihku?" tanya Brillo penuh penekanan.
" Tidak tuan Jokson. Aku hanya berpikir mungkin nona Kerenza tidak butuh teman lagi selain kami."
" Jaga bicaramu Catline!" Tegur Hiebert. " Jika Nona Kerenza tidak keberatan maka kau tidak perlu keberatan."
" Betul Sayang, biarkan saja. Bukankah bagus jika Kerenza sudah memiliki kekasih" bisik Kaisar.
Ketegangan sempat terjadi di antara mereka, bahkan tatapan Brillo kepada Chatline sangat sulit di artikan oleh mereka, entah apa yang ada dipikiran mereka.
"Sudah Kenapa kalian jadi ribut kita masuk sekarang!" titah Kerenza.
Sedangkan seseorang yang mendengar pembicaraan mereka, sangat kesal karena ternyata Brillo Jokson ikut hadir disana, padahal dia berpikir lelaki itu tidak akan datang mengingat undangan yang tidak di sampaikan untuknya.
" Sialan! kenpa Brillo Jokson harus ada disini juga." umpatnya.
" Ini diluar perkiraan kita tuan."
" Kau cari tau siapa sebenarnya Brillo Jokson. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang dirinya, feelingku mengatakan kalau dia akan menjadi masalah untuk kita kedepan." ucapnya pada orang kepercayaannya.
" Baik tuan."
"Satu lagi. Kau harus menemukan secepatnya siapa yang sudah menghabisi Keiji. Saya yakin kalau ini ada hubungannya dengan buruan kita, terbukti dari dia yang sudah mengetahui wanita bodoh itu sebagai salah satu tersangkanya." ucapnya lagi.
" Baik tuan, saya akan menemukan bukti yang paling akurat untuk kita sampaikan pada Tuan Keitaro, agar dia bisa membantu kita dalam menangani target kita."
" Aku yakin kau bisa diandalkan." ucapnya dan kemudian bersiap untuk pergi keacara yang sudah di persiapkan.
Kerenza, Brillo beserta anggotanya juga sudah sampai disana, memberi ucapan selamat pada pemilik pesta, hingga acara pun sudah di mulai.
Max dan Robert juaa sudah ada disana bergabung dengan Kerenza dan yain sebagai keluarga.
" Alana." seru Robert.
" Yes girl, daddy mendapat undangan, so daddy juga datang memenuhi undangan rekan bisnis kita bukan."
" Max, bagaimana kabarmu?"
" Aku baik Alana sangat baik."
" Aku senang jika kalian baik."
" Tuan Jokson." Sapa Robert memberi hormat membungkukkan badan.
" Hallo tuan Robert. Senang bisa bertemu kembali."
" Apa kau juga di undang tuan Jokson."
" Tidak, aku hanya menjadi pasangan Nona Kerenza malam ini."
" Oh, begitu kah? sayang sekali padahal Max bisa menjadi pasangannya loh malam ini."
" Maaf daddy, aku pikir mungkin Max akan membawa pasangannya juga sehingga meminta Tuan Jokson untuk menemaniku." sahut Kerenza.
" Baiklah tidak apa." jawab Robert. " Kau tau, daddy rasa ini awal yang bagus." bisik Robert di telinga Kerenza sambil terkekeh.
" Oh my god daddy! What are you saying." seru Kerenza kesal.
Sedangkan Robert hanya terkekeh melihat wajah gadis yang sempat menjadi menantunya itu.
Max ataupun Brillo hanya menyaksikan interaski dua orang yang berbeda generasi itu tanpa ada niatan untuk ikut campur.
Mereka justru sibuk saling pandang, menyampaikan sesuatu yang ada dalam hati mereka lewat sorot mata itu. Dan hal itu tidaj luput dari pandangan Gilmax.
" Sepertinya ada sesuatu pada Tuan Max." Batin Gilmax.
__ADS_1
Ya, Gilmax sudah kembali dari Spanyol, karena menurutnya urusan disana sudah selesai, dan tidak perlu lagi tuan mudanya kesana, tanpa tau kalau itu memang di sengaja.
" Baiklah, ayo kita temui pemilik acaranya." ajak Robert.
Pesta berjalan dengan meriah, dan jelas pasangan yang berbahagia memang benar benar ada disana merayakan ulang tahun pernikahan.
Tapi sepertinya skenario ini sudah diatur sedemikian rupa dan matang matang, dimana saat pertengahan acara seorang wanita cantik dengan gaun yang terbuka di bagian bagian tertentu termasuk bagian yang akan menajdi pemicu kericuhan pesta.
Berjalan dengan lenggak lenggok kanan kiri layaknya model papan atas, Sukses membuat perhatian orang yang ada disana teralihkan. Tak terkecuali Kerenza, Brillo dan anggotanya melihat kearah wanita itu.
" Siapa wanita itu?!
Pertanyaan yang muncul di benak Kerenza karena baru mengetahui paras cantik wanita itu. Mata Kerenza tidak teralihkan darinya hingga wanita yang menyita perhatian itu sampai di depan pemilik acara dan mengucaoakn selamat untuk mereka, tapi posisinya tidat jauh dari tempat Kerenza.
" Selamat ulang tahun pernikahan tuan dan nyonya Yoel." Ucapnya.
" Terimakasih nona atas kedatangannya."
" Iya sama sama, satu kehormatan bagi saya bisa menghadiri acara para pembisnis hebat seperti kalian" ucapnYmya dengan tangan yang bergerak keatas meraih rambutnya dan diposisikannya menyamping yang membuat punngung halusnya terlihat jelas.
Kerenza dan yang lainnya sangat terkejut melihat hal itu. Bukan punggungnya melainkan sesuatu yang tercoret disana.
Gambar tato yang mereka cari cari dengan kesusahan, kini pemiliknya datang dengan sendirinya pada mereka.
Bukan hanya Kerenza dan anggotanya, Brillo dan Gilmax pun kaget melihat hal itu. Bagaimana mungkin pemilik tato itu ada pada wanita lain? bukankah itu hanya di miliki oleh satu orang saja dan orang itu sedang mereka jerat sekarang.
" Mattew bukankah itu?"
" Tato yang kita cari." jawab Kaisar, Hiebert, Catline, Miko bersamaan.
" Kalian yakin dia pemiliknya.?"
Brillo bertanya untuk meyakinkan Wanitanya, jangan sampai mereka salah sasaran.
" Tentu saja, karena hanya dia pemilik satu satunya." Jawab Kaisar.
" Apa kalian tidak merasa curiga? mana mungkin dia datang kemari dengan sengaja memamerkan tatonya? aku tidak yakin jika dia yang kalian incar."
" apa kau tau sesuatu tuan Jokson?" tanya Hiebert yang kini mengalihkan pandanganya ke arah Brillo.
"Aku yakin kali ini buruan kita tidak salah lagi." jawab Kerenza.
" Tapi love."
" Diamlah Brillo! jangan membuang waktuku." bentak Kerenza.
Kerenza berjalan menuju wanita itu, berniat untuk lebih medekat.Tapi tinggal beberapa langkah lagi ia hampir sampai wanita itu malah pergi menjauh dari sana, menuju salah satu lorong yang ada di hotel itu.
" Damt It." umpat Kerenza saat sasaranya melariak diri.
Dengan gerakan tangan ia menyuruh Anggotanya untuk menyusul wanita misterius itu, dan segera mereka menyusul. " Love tunggu ." cegah Brillo yang melihat Kerenza ingin pergi.
" Ada apa Brillo! Aku tidak punya waktu.! kesal Kerenza.
" Aku yakin ini jebakan."
" Jangan membuang waktuku menangakap wanita itu Brillo."
" Ada apa girl, sepertinya kau sedang kesal." Tanya Robert yang datang menyela pembicaraan mereka.
" Tidak daddy. Aku harus ke kamar mandi dulu."
Tanpa menunggu lagi Kerenza berjalan pergi meninggalkan dua lelaki itu, dan tak lama Brillo pun menyusul Kerenza.
Semetara seseorang sedang tersenyum puas melihat targenya sedang terfokus pada umpan palsu.
" Kau sangat bodoh Alana! sebenarnya aku kasihan padamu, tapi kau akan menjadi masalah bagiku kelak. Dan lagi aku harus merebut Brayen Group darimu, jadi kau harus menerima takdirmu yang sebentar lagi akan lenyap."
TBC
__ADS_1
Menurut Readers siapa sebenarnya musuh mereka.?
Penasaran.? kalau iy, maka tunggu terus up dari author.😍😘😘😘