BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 65


__ADS_3

"Dimana kita akan memulai pencariannya?" tanya Kerenza setelah tiba di tempat yang sudah mereka janjikan.


"Kita akan berlayar Keren, dan setelah itu kita akan menyusuri bibir panti hingga masuk menerobos hutan yang saya katakan kemarin hari" jawab Hiebert.


"Sudah kau pastikan tidak ada yang mengikuti kita?" tanya Kerenzq.


"Sudah saya pastikan Keren, karena semuanya sudah di singkirkan sesuai rencana penyamaran darimu" jawab Hibert.


"Baiklah kita berangkat sekarang!"


Mereka beranjak dari sana, Kerenza dan Hiebert satu mobil sementara tiga mobil lainnya berisikan anggotanya, mereka sengaja memperbanyak anggota agar bisa mempermudah mereka berpencar untuk mencari keberadaan Brillo.


"Bagaimana dengan si penghianat itu?" tanya Hiebert memecahkan keheningan di dalam mobil.


"Di tangani Kaisar, dia bertugas untuk mendapatkan jawaban dari sana, dan Caroline sedang di pantau oleh Micke dan dia yang bertugas untuk menangkapnya" jawab Catline.


"Sepertinya mereka sengaja melakukan ini semua Keren, mulai dari masalah perusahaan tuan muda yang mengharuskan dia pergi sehingga mereka memiliki peluang untuk mencelakaimu, dan dengan celakanya kamu maka tuan muda akan kembali dengan gehabah tanpa memperhatikan keadaan pesawat yang sudah mereka letakan bom sehingga terjadi ledakan, dan kini saat kita mencari tau keberadaan tuan muda, mereka mencoba mengalihkan perhatian kita dengan masalah Caroline yang tiba tiba menghilang sehingga kita memiliki akses untuk menggeledah kamarnya dan berakhir kita mengetahui penghianat dan Anna yang ternyata di sekap di dalam ruangan itu dan dengan semua kejadian itu kita di sibukan mengurus hal sepele dan mengabaikan pencarian tuan muda yang mungkin sekarang mereka incar juga keberadaanya"


Hiebert membeberkan semua yang kini ada dalam pikirananya, tentang analisanya dalam merangkai satu persatu kejadian dan menghubungknya yang ternyata memeng saling berhubungan antara satu dan yang lain, dan di yakini jika penggeraknya bukanlah sedikit melainkan melibatkan banyak orang dalam peran ini.


Bukankah orang ini sangat licik? dia pandai dan memiliki banyak cara pastinya dalam menarik orang orang agar berhianat dan berbalik arah untuk menjadi pengikut setianya.


"Kau benar dan ini merupakan konspirasi yang sangat besar melibatkan banyak orang, dan mereka tak lain adalah orang orang dalam yang selalu bersama denganku dan Brillo" jawab Kerenza.


"Apa menurutmu Catline menghianatiku karena terpaksa Hiebert?" tanya Kerenza dengan desahan lelahnya.


Hiebert mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari wanita itu, bagaimana bisa ada pertayaan itu? apa ada sesuatu yang dikatakan Catline sehingga Kerenza berpikir seperti itu.?

__ADS_1


"Ada sesuatu?"


Kerenza menarik nafasnya kemudian menceritakan semua yang di katakan Kaisar padanya semalam dan Hiebert menyimaknya dengan sekasam dan sesekali mengangguk jika dia setuju dengan penjelasan itu.


"Tunggi kita menemukan tuan muda, aku sudah menyiapkan rencana bagus untuk dia, untuk memancing dalangnya keluar dan untuk masalah Catline aku juga sudah memiliki rencana untuk membuat dia mengatakan siapa yang menyuruhya.


" Baiklah kita, fokus pada suamiku dulu" jawab Kerenza.


***


Sementara Di hutan, Brillo masih berusaha mencari jalan keluar, mereka benar benar terjebak, tidak ada satu pun yang lewat apa lagi bertempat tinggal disana, bagai hutan tanpa pernah di datangi oleh manusia.


"Tuan, apa tuan masih bisa bertahan?" tanya pengawalnya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Brillo dengan wajah datarnya.


"Ini sudah hari ketiga tuan, dan kita belum menemukan jalan keluar, kita pun tidak mengetahui tanda tanda jika tuan Gilmax dan Mattew ada disini" ucapnya takut takut.


"Saya hanya memikirkan keluargaku tuan, aku takut mereka khawatir padaku, aku tidak mau membuat putriku menangis tuan" ucap pengawal itu dengan mata yang berkaca kaca.


"Tidak perlu khawatir, kita akan segera keluar dari sini" ucap Brillo.


Dan mereka pun kembali berjalan mecari jalan keluar agar bisa menemukan lau atau setidaknya sungai karena jika ada itu maka kemungkinan akan ada orang yang lewat dan mereka bisa memita pertolongan.


Walau sebenarnya Brillo pun tidak yakin akan bisa menemukan apa yang mereka cari atau tidak, tapi berusaha tidaklah ada salahnya, optimis tidak masalah bukan karena tidak ada yang tidak mungkin terjadi.


Sementara Gilmax tidak berhenti mengumpat karena tak kunjung menemukan tuan mudanya, di tambah lagi jaringan yang sama sekali tidak dapat di temukan sehingga menyulitkan mereka mengirim signal pada Hiebert atau Kerenza tentang keberadaan mereka saat ini.

__ADS_1


Mattew dan yang lainnya hanya bisa diam, tidak berani atau tidak memiliki niat untuk meladeni umpatan Gilmax, karena mereka lebih fomus mencari keberadaan Brillo serta menacari jalan keluar agar mereka bisa segera pergi dari tempat itu.


"Si**an...! aku yakin pasti ada konspirasi dalam kecelakaan ini, dan bila aku menemukan orangnya maka aku tidak akan memberi ampun! aku akan menghabisi nyawanya!" teriak Ans.


"Bisakah kau berhento tuan Gilmax yang terhormat, lebih baik kita fokus pada pencarian kita" ucap Mattew yang mulai jengah dengan sikap Gilmax.


Gilmax menatap Mattew dengan tajam, tapi Mattew sendiri bersikap apatis merasa tidak tau akan tatapan itu, sehingga membuat Gilmax hanya bisa melotot tanpa bisa bertindak karena apa? karena setiap Gilmax ingin protes maka ada saja yang Mattew katakan.


Kau ma.-"


"Oh ya, kalian sudah mendapat signal?"


"Hei ka,-"


"Usahakan lagi mencari agar kita bisa cepat pulang" ucap Mattew lagi yang membuat Gilmax kembali menelan ucapnnya.


Gilmax mendengus kesal mendapati Mattew yang berani mengabaikan ucapannya bahkan dengan tidak merasa bersalahnya dia berani menyela setiap perkataannya.


"Tuan Gilamx bisa kita lanjutkan? kita hanya akan menyusuri bibi laut hingga satu kilometer lagi tapi lebih dari itu, maka kita harus memasuki hutan berpindah tempat pencarian" ucap Mattew.


"Baiklah mari kita lanjutkan" ucap Gilmax dan mereka kembali berjalan.


Sementara di pelabuhan dimana Kerenza dan Hiebert sudah memastikan jika tidak ada yang mengikuti mereka dan juga penampilan mereka seperti masyarakat pada umumnya, segera mendekati kapal yang akan mereka gunakan menuju tempat sesuai dengan informasi dari Hiebert.


"Sudah aman?" tanya Kerenza yang kini berpenampilan layaknya seorang pengunjung dengan pakaian sexy dan rok pantai serta topi yang bertengger dan menutupi sebagian wajahnya di tambah dengan kaca mata hitamnya membuat dia benar benar seperti pengunjung.


"Sudah!" jawab Hiebert dengan penampilan yang tidak kalah dari Kerenza, pakaian kasualnya dengan celana yang hanya sebatas lutut dan kacamata yang bertengger indah di atas hidung menutupi matanya yang berwarna biru, begitu pun dengan anggota lainnya berpakain layaknya pengunjung tapi kapal yang akan mereka naiki berbeda degan Kerenza dan Hiebert agar tidak mengundang perhatkan orang lain.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2