
"Ada perkembangan Mattew.?" tanya Kerenza.
"Sepertinya rencana kita tidak bisa dilakukan dalam minggu ini nona muda." jawab Mattew masih fokus pada tablet.
"Kenapa?" tanya Kerenza yang merasa tidak suka jika rencanya harus di undur lagi.
Informasi yang saya dapat, kalau Keiji tidak akan datang kemari nona."
"Lalu bagaimana dengan bisnis yang di katakan Hiebert."
"Sepertinya, orang kerpecayaanya yang akan kemari, tapi dia akan datang saat peusahaan ** Corp meresmikan diri dibuka di LA."
"Dari mana kau tau?" tanya Kerenza yang sudah mulai masam karna meresa waktunya selalu terulur.
"Apa nona lupa saya seorang hacker?" kata Mattew.
Kerenza tidak menjawab lagi, namun sesaat kemudian ia kembali berkata." Catline. Kau harus bergerak cepat, kalau perlu kau ketempatnya.
Kaisar kaget mendengar usulan dari Kerenza, bagaimana mungkin Catline kesana seorang diri, bahkan untuk kemari saja Kaisar selau tidak jauh darinya.
"Itu tidak mungkin keren! bagaimaba kekasihku kesana sendirian, kau tau kan betapa bahayanya Keiji." sergah Kisar.
"Tidak apa kaisar. Aku akan kesana." jawab Catline mantap.
"Tapi kau seorang diri."
"Apa kau lupa siapa Kerenza? dia tidak mungkin memberi tugas tanpa perhitungan dan pengawalan untukku." jawab Catline.
"Kau benar Catline, aku tidak mungkin gila menyuruhmu kesana tanpa pengawalan dan tanpa di dampingin oleh seseorang." jawab Kerenza.
"Jadi siapa yang akan kesana bersama Catline?" tanya Kaisar.
"Paul! Paul yang akan kesana bersama Catline dan beberapa anggota pasukan khusus. Dan juga kita akan memberikan alat pelacak pada Catline untuk disambungkan pada semua anggota termasuk Mattew yang berada disini untuk jaga jaga keselamatan Catline." tutur Kerenza panjang lebar.
Kaisar tidak lagi berkomentar, karna ia tau Kerenza sudah memikirkan dan mempersiapkan semuanya matang matang.
"Baiklah jika itu sudah diputuskan, dan kau sayang aku harap kau mejaga dirimu" ucap Kisar pada Catline dengan mencium bibir kekasihnya sekilas dan hal itu membuat Kerenza jengah.
"Selalu saja tidak tau malu." cibir Kerenza
Sedangkan Mattew memutar kepalanya untuk menghindari adegan singkat itu, karena takut jiwa jomblonya meronta.
Siang harinya semua anggota pemburu sudah berada di ruangan Kerenza guna membicarakan kelanjutan pergerakan perburuan.
"Hiebert! Hubungi Paul dan beberapa anak buah lainya untuk bersiap terbang bersama Catline besok pagi ke Iggris." Titah Kerenza.
"Untuk apa Keren?" Tanya Hebert tidak mengerti.
"Dia akan ketempat dimana Keiji berkeliaran."
__ADS_1
"Kisar dan yang lainnya diam tidak menimpali, sedangkan Hiebert masih bingung, tapi ia tidak bertanya lagi dan langsung menghubungi Paul dan yang lainnya.
"Jadi bagaimana rencana kita."Tanya Kaisar.
"Sesuai informasi, kita harus menunggu dan kita juga haru mengumpulkan buktinya dulu dan Catline lah satu satunya yang akan menajdi sumber informasi kita nanti, siapa sebenarnya otak dari sini semua" tutur Kerenza dengan nyala api yang yang sudah berkobar di matanya.
"Baiklah kalau begitu, tapi perihal dimana Catline bisa bertemu dengan Keiji."
mattew!" panggil Kerenza.
"Ben Han Keiji, bermaskas Old Traffort dan dia selalu berada di klub nomor satu di inggris untjm sekedar minum dan bermain wanita." jelas Mattew.
"Sekarang kau tau Hiebert? dan kau Catline sudah tau dimana kau harus berada."
"Baiklah! awab mereka kompak."
"Mattew! cari tau siapa wanita yang bersama Keiji tiga tahun yang lalu" titah Kerenza.
Mattew langsung mengerjakan apa yang diminta oleh Kerenza dan lima belas menit kemudian ia berkata.
"Dia bernama Dinel, dan dia sepertinya bukan orang sembarangan karna identitasnya tidak bisa di lacak oleh ku" tapi sepertinya dia punya tato kupu kupu di bahu kanannya." Jawab Mattew.
"Lihat ini! tunjuka Mattew.
Krenza memperhatikan tato itu dengan seksama, ia merasa sangat famyliar dengan gambar itu
"Aku seperti pernah melihatnya" gumam Kerenza
"Aku lupa pada siapa tato itu aku lihat."
"Sudahlah, kita aka tau nanti siapa dia jika Catline bisa masuk dalam sarang Keiji." kata Hiebert.
Sedangkan diluar perusahaan, lelaki paruh baya baru saja turun dari mobol sport miliknya, menuju Kantor yang tak lain adalah Robert Hans,
Cristabel mengetuk pintu ruangan kemudian tak lama pintu terbuka" Maaf nona muda menggangu waktu kalian tapi di luar ada tuan Robert Hans mencari anda." katanya.
Robert sudah masuk dan menyapa Kerenza hangat." Haii girl, what are doing?"
"Oh dad, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya sedang mengobrol degan mereka."
"Siapa mereka?" tanya Robert memandang ke arah tiga orang itu.
"Mereka teman temanku dari paris."
"Lalu ada apa kemari girl?"
"Mereka yang akan membantuku dad menjalani perusahaan."
"Kau bisa minta banti pada adikmu Alana. Dia akan kembali kemari dua hari lagi."
__ADS_1
"Dia aka kembali dad.?"
"Yahh, dia akan kembali untuk meneruskan udaha daddy. Kau tau kan kalau Erlad susah tiada jadi hanya adaikmu yang menjadi haharapan daddy.
"Biarlah dia fokus pada usaha daddy dan aku akan mimpin sendiri dad usaha ini."
"Baiklah kalau itu mau mu, tapi jika terjadi seseuatu hubungi daddy ok." Ucap Robert kemudian pergi dari sana.
***
Di Spanyol Lagi lagi lelaki sedang duduk dengan wajah telitinya, karna ini mengenai kepindahan nya di LA. Kemungkinan dalam dua hari ini mereka akn segera berangkat.
"Bagaimana peresmian pembukaan gedung kita."
"Semua sudah beres tuan muda, dan sehari setelah kepindahaan kita bisa meresmikan perusahaan kita."
"Bagus! Urus sebaik mungkin, jangan sampai ada kesalahana disana dan pastikan wanita ku datang kesana sebagai perwakilan dari Ayahnya."
"Baik tuan, undangan sudah diantarkan padanya dan mungkin sore nanti akan sampai pada nona muda."
"Bagus, (ekarang keluarlah!"
"Baik tuan muda."
Kerenza kini berada di dalam ruang rapat para petinggi perusahaan Brayan Group, dan di sana juga ada daddy Robert sebagai salah satu pemegang saham.
Rapat perkenalan pemimpin baru sudah dimulai. Dan ada beberapa petinggi yang sebenarnya tidak setuju jika Kerenza mengambil alih kepemimpinan, namun mengingat Bryan Wate adalah pemegang saham tertinggi,jadi mau tak mau harus diterima oleh mereka.
Dan sekarang mereka semua sedang membahas laporan data perusahaan, serta jabatann wakir presdir akan di gantikan oleh Kisar.
"Apa! ucap mereka bersamaan."
"Apa yang kau katakan girl?" tanya Robert.
"Kaisar akan menjadi wakil direktur daddy." Ucap Kerenza lantang
"Tapi bagaimana mungkin kau menggantur jabatan seseorang yang sudah lama bekerja disini." tanga salah satu petinggi.
"Karna itu lah, aku menggantinya. Mereka yang sudah lama disini ternyata tidak becus dan korpirasi untuk mengahncurkan perusahaan ini akan menajdi peluang bagi kalian" ucap Kerenza dengan penuh penekanan.
Mereka semua bungkam tak menjawab bahkan termasuk Robert yang selaku pernah menjadi ayah mertunya.
"Jangan kalian pikir saya tidak mengetahui semua konspirasi itu, karna sebelum saya datang sebagi pemimpin lebih dulu saya mencari tau seluk beluk perusahaan daddy ku ini." lanjut Kerenza.
"Apa maksudmu girl? apa ada penghianat disini?" tanya Robert terkejut.
"Yah dad. Ada penghianat disini tapi saya masih belum tau siapa dia, karna dia pandai sekali menyembunyikan jejaknya."
Mereka kembali diam, yang meresa diri mereka sdalah penghianat tentu saja sangat ketakutan karna takut jika sampai ketahuan.
__ADS_1
Rapat selesai dan mereka pun langsung membubarkan diri termasuk Robert dan Alana yang pergi dari sana menuju rumah masing masing.
TBC