BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Part 113


__ADS_3

Wajah Robert menegang mendengar jawaban singkat dari menantunnya ini, dia tidak bisa percaya bagaimana bisa dirinya di berikan hal semacam itu dan dia berusaha mengingat ingat kapan dia lengah sehingga Kerenza bisa menempatkan alat itu dan lagi dimana letak alat kecil yang memiliki banyak fungsi itu.


Sedangkan Kerenza menyeringai licik melihat wajah bingung Robert Hans. Terlihat jelas sekali jika pria tuan itu sedang berpikir keras kapan waktu dia lengah dan jawabannya ada di Kerenza pastinya dan satu lagi itu bukan hanya sekedar gertakan saja, itu memang benar adanya.


Kerenza sudah menyadao tubuh Robert Hans yang juha berfungis lain sebagi peledak tapi bedanya Kerenza tidak menanamkan dalam tubuh Robert melainkan hanya menempelkan di salah satu bagian tubuh Robert Hans saat kesempatan itu dulu dia dapatkan.


"Kau berpikir keras rupanya kapan kau lengah? baiklah akan ku jawab dan ingat aku hanya menjawab satu kali saja" jawab Kerenza, "pasti kau ingat terakhir kau datang ke kantorku"


Rahanh Robert mengeras mendengar penjelasan Kerenza, tentu saja dia ingat kapan terakhir mereka bertemu dan saar itu memang Kerenza terlihat dekat tanpa beban padanya tpi saat itu Robert berpikir jika mungkin Kerenza senang karena sudah bertemu dan memiliki baby dengan Brillo.


Bicara soal baby, Robert baru teringat dan bodohnya dia yang masih membiarkan Kerna hidup dam tersadar dari pingsanya. Jika saja Robert tau sudah pasti dia meleanyapkan Kerenza sedari tadi.


"Harusya aku melenyapkanmu sejak tadi!" ucap Robert dengan gertakan gigi yang terdengar jelas.


"Dan itu adalah kebodohanmu" sindir Kerenza.


"Jaga ucapanmu nona!" hardik Alex.


"Jangan membentak istriku.." bentak Brillo yang tidak terima istrinya di bentak oleh Alex.


"Katakan Robert! kenapa kau berada di balik ini semua?" pinta Brillo dengan nada sedikit melemah.


Dia tidak menyangka jika semuanya adalah ulah pria yang di anggap pahlawannya, pria yang mengaku ayah yang mencintainya tapi ternyara merupakan sumber bencana selama ini.


"Hahaha....kau sangat penasaran rupanya?" ejek Robert.


Ragang Brillo mengeras, dia tidak suka di permainkan seperti ini olhe Robert. Pikirannya saat ini sudah melayang pada kesehatan Kerenza dan calon baby mereka.


"Jangan membuat amarahku meladak Robert jika tidak kau akan tiada saat ini!" bentak Brillo.


"Hahaha....baiklah baiklah, bagaimana jika kita bertarung dulu setelah itu aku akan cerita" tawar Robert..


Gilmax yang mendengar itu tentu saja terbakar emosi, dengan tangan terkepal Gilmax maju "aku akan bertarung, katakan siapa yang menjadi lawanki!" tegas Gilmax.

__ADS_1


"OHh oh ohhh...aku lupa jika an*ing setiamu ada disini" kekeh Robert .


"Berg***!" umpat Brillo


Tangannua hendak melesatkan timah panasnya tapi Robert tak kalah gesitnya menodongkan pistol di kepala Kerenza membuat Brillo berheti dan hanya bisa mengumpat sementara Robert menyeringai licik melihat hal itu.


Mereka masih terus saling menodongkan senjata bahkan kini Alex dan Gilmax pun ikut melakukan hal yang sama, tidak ada yang menayadari seseorang sedang mengambil ancamg ancang untuk melesatkan timah panasnya.


Dor Dor


"Akhhhh..."


Dua peluru di lepaskan dari dua orang yang berbeda dan di susul teriakan dari dua orang yang saling bersahutan. Dan ternyata mereka adalah Robert dan Alex yang masing masing mendapatkan tembakan di lengan san itu semua berasal dari Kaisar dan Catline yang baru saja tiba di sana.


"Sia***!" umpat Robert.


Melihat nusuh lengah membuat Kerenza mengambil kesempatan, dengan sekali langan kaki dia menendang Robert tepat di dagu membuat pria tua itu meringis kesakitan dan kakibya refleks mundur beberapa langkah ke belakang.


"***" umpat Alex yang berniat menolong tuabya tapi segera mendapat hadangan dari Gilmax, satu tendangan kaki Gilmax layangkan dan mengenai punggung Alex yang lengah membuat lelak paru baya itu terhuyung kedepan beberapa langkah


Pertarungan antara Gilmax dan Alex terus berlanjut sedangkan Brillo menangani Robert, sorot mata tajam di layangkan pria tampan itu pada orang tua yang sudah pernah menjadi ayahnya . Sepertinya tidaj ada lagi kehangtan dalam memandang Robert, tidak adalah tataoan memuja seorang anak untuk pahlawanya karena sudah sangat kecewa dengan semua yang dia ketahui.


"Menyerah saja, dan temuo pihak berwajib!" ucap Brillo dengan nada dinginnya.


Robert terkekeh mendengar perkataan Brillo, "sayang sekali anak muda tidak ada kata menyerah bagi diriku, lebih baik aku kehilangan nyawa dari pada harus menyerah karena menuruti permintaanmu"


"Kau yakin tidak ingin menyerah?" tanya Brillo dengan alis yang naik ke atas.


"Ya, dan aku akan menghabisimu untuk menyusul ayahmu yang kepa**t itu karena sudah berani merebut wanita yang aku cintai..!" teriak Robert.


"Jadi karena cinta?"


"Ya, dan ayahmu penyebab semua ini bahkan ibu Max juga meninggal karena menyelamatkan baji**an itu tanpa mempedulikan dirinya yang sedang mengandung anak ku!" jawab Robert dengab api kemaran yang jelas sejali terpancar di sorot mata Robert Hans.

__ADS_1


"Ckck aku tidak menyangka kau menyimpan denda sedalam itu, tapi kenapa kau harus melimpahkannya padaku? kau bisa melenyapkanku saat itu buka?" tanya Brillo denga suara lirihnya.


Brillo tidak bisa menyalahkan sepenuhnya Robert Hans, terkadang cinta memang bisa membuat orang gelap mata apa lagi jika orang yang kita cintai tiada karena orang lain.


"Karena kau masih aku butuhkan untuk perusahaanku, tapi sialnya Briyan Wate tau kelicikanku bahkan tau jika aku yang sudah menyingkirkanmu jadi....terpaksa saja aku melenyapkanya"


"Kau benar benar keterlaluan Robert Hans!" teriak kerenza.


Robert terkekeh mendengar teriakan Kerenza, "hei nak apa dayaku? ayahmu lebih meeilih sahabatnya yang breng*** itu dari pada aku padahal aku sudah menawarkan kerjasama dengannua tapi dia masih saja ingin mengatakan padamu dan melaporkanku pada polisi, jadi yahhh aku bunuh saja dia" jawab Robert dengan santainya.


Emosi yang sudah menguasai Kerenza langsung merebut pistol di tangan Catline dan melesatkan timahnya sedangakn Robert yang tau akan hal itu langsung meraih tubuh Alex yang kebetulan medekat ke arahnya akibat tendangan Gilmax, badannya sudah lemah tak berdaya dan di jadikan pelindung oleh Robert Hans.


Dor....


"Ahkkkk...."


"Hahahaha...."


Teriakan kesakitan terdengar dari mulut Alex dan di susul tawa renyah dari Robert karena berhasil mengelakan diri dari serangan dengan mengorbankan nyawa orang yang paling setia padanya.


"Kau sakit jiwa Robert!" unpat Kerenza.


"Tidak...tidak. Aku hanya melindungi diri dan kebetulan dia tidak bisa lagi untuk di gunakan jadi yahh...biarkan dia mati dengam cepat" jawab Robert dan langsung mengarahkan pistolnya.


Dor Dor Dor


tiga ledakakan pistol berasal dari orang yang berbeda beda, Robert terkulai lemas karena tua peluru mengenai dirinya sedangkan timah yang berasal darinya tepat mengenai pinggung Catline yang berusahan menolong Kerenza.


"CATLINEEEE......!!!!!"


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2